
Angin malam berhembus sayup menerpa rambut panjang gadis itu yang tergerai indah. Air matanya kian mengalir dan menatap kosong kedepan dengan pikiran yang berkecamuk. Rosie masih tidak menyangka bahwaa Sean melamar dirinya beberapa saat lalu.
Gadis itu berdiri dipembatas jembatan, entah apa yang dipikirannya hingga ingin mengakhiri hidupnya seperti ini. Dia berharap setelah kepergiannya semuanya akan berakhir juga.
Perlahan kakinya ingin menaiki pembatas jembatan, jalanan yang sunyi sangat mendukung situasi untuk dirinya melompat dari ketinggian hampir puluhan meter itu.
Rosie memejamkan matanya perlahan,dia sudah pasrah sekarang.
"WOYYY!!! "
Teriakan seseorang membuat rosie mengurungkan niatnya dan menurunkan kakinya kembali. "Lo siapa sih? Ganggu aja! "kesal Rosie.
"Lo yang mau ngapain, mau bunuh diri? "tanya laki2 itu sedikit berteriak karena jaraknya dengan Rosie yang agak jauh.
"Kalau iya kenapa? Gue mau mati aja, hidup gue terlalu berat buat dijalanin"balas Rosie dan bersiap ingin menaiki pembatas itu lagi.
"woyy tunggu dulu!! "Cegah pria itu.
"Gak usah sok2 an ngehalangin gue, gak bakal mempan gue tetep mau mati huwaaaa"Gadis itu kembali menangis dengan keras.
"Dih geer, siapa juga yang mau ngehalangin lo, orang gue ngedukung kok, lumayan sih buat konten yout*be gue, siapa tau subscribe gue juga bisa naik kan. Sekalian nambahin pahala lo karena udah nolongin gue nyari duit "ujar pemuda itu sambil nyengir lebar dan mulai merekam video menggunakan kamera hp nya.
Sedangkan Rosie hanya terdiam dengan mulut membentuk O. Baru kali ini dia menemukan seseorang yang malah mendukung self-harm. Bukannya kalau di film2 harus di cegah ya? Aneh memang."Pahala gue masih diterima emangnya? "
"Gak tahu sih, itu urusan yang di atas, tapi feeling gue lo bakalan masuk neraka deh"
"Dih sok tau banget sih lo"
"ininih kalau kurang di agama, yang namanya self-harm gak ada yang masuk surga, mimpi aja sono"Ujar pria itu yang langsung membuat Rosie menurunkan bahunya lesu. Sekarang Rosie tersadar, kalau perbuatannya tadi benar2 bodoh kalau dilaksanakan. Hanya orang yang tidak bersyukur saja yang menyia-nyiakan hidupnya.
"Gak jadi? Yah padahal moment nya gue tunggu2 banget loh"ujar laki2 itu sedikit kecewa saat Rosie yang malah berjalan mendekat ke arahnya.
"nanti aja deh kayaknya, nunggu izrail datang aja baru gue mati"pasrah Rosie dan duduk lesehan di pinggir jembatan itu.
Sedangkan pria tadi ikut duduk agak jauh di samping Rosie dan menyodorkan air mineral yang dia ambil dari mobilnya. "Nih minum dulu biar tenang" ujarnya.
Rosie mengambil air itu dan meminumnya hingga tetes terakhir. "Makasih"
"Hmm"balas pria itu dan kemudian keadaan menjadi hening. Rosie masih sibuk melamun dan pria itu sibuk memperhatikan profil samping Rosie yang sangat menawan.
Hidung yang tampan tegak, pipi yang sedikit berisi tidak menghalangi garis rahangnya yang timbul. "Cantik"itulah yang dibenak pria itu.
"Kok lo gak ngehalangin gue bunuh diri sih, segitu penting nya ya konten yout*be dari pada nyawa orang? "tanya Rosie polos yang membuat pria itu terkekeh geli.
"Kalau gue ngehalangin tar lo malah nekat lompat lagi, kan berabe urusannya"ucap pria itu yang membuat Rosie bingung dan menoleh kearahnya.
"Maksul lo? "
"Setiap orang punya cara tersendiri, jadi ya tadi itu cara gue buat mencegah lo "jelas pria itu lagi.
Rosie mengangguk paham dan bernafas lega, nyaris tadi dia melakukan hal yang keji kalau tidak ada yang menyadarkannya. Mungkin karena dia tidak meminun obat penenangnya yang membuat pikirannya menjadi lebih kacau tadi .
"Theo"ujar pria itu sambil mengulurkan tangannya mengajak berkenalan.
Rosie hanya menatap tangan pria itu, sebenarnya akhir2 ini phobia Rosie terhadap laki2 semakin parah. Dulu dia masih bisa bersalaman dengan pria sebelum masalah yang rumit yang disebabkan oleh laki2 di kehidupannya seperti ayahnya ,Jeffrey dan juga Sean.
Dia menjadi semakin risih terhadap pria bahkan melihat laki2 berjarak dekat dengannya pun sudah membuat nafasnya sedikit sesak. Maka dari itu, dari tadi dia hanya memalingkan wajahnya kearah lain dan hanya sesekali melirik lelaki yang duduk disebelahnya ini.
"Ella"jawabnya tanpa menerima uluran tangan pria itu. Rosie sengaja ingin mengubah identitas dirinya yang asli untuk sementara waktu. Dia tidak ingin ayahnya mengetahui keberadaannya.
Walaupun dia masih dijakarta namun setidaknya ayahnya akan sedikit kesulitan karena identitas, HP serta sesuatu yang berhubungan dengan keluarganya akan dia ubah semuanya. "Makasih lo udah nyadarin gue tadi, kalau gak ada lo mungkin gue udah gak duduk santai kayak gini lagi"
"Sama2"
Theo menatap punggung Rosie yang mulai menjauh"waalaikum salam, astagfirullah jantung gue kok dari tadi kayak diskotik terus. Eh! Harusnya gue anterin dong tuh cewek, udah malem banget juga"ucapnya tersadar.
Theo langsung memasuki mobilnya dan mengejar Rosie yang masih tidak jauh darinya. "Ikut gue aja!"ajak Theo dan menjalankan mobilnya dengan pelan mengikut langkah rosie.
"Gak usah, makasih tawarannya"tolak Rosie sopan dan masih dengan pandangan lurus kedepan.
"Ck ini udah malam gak baik cewek jalan sendirian tar kalau ada setan gimana?"ujar Theo menakuti berharap gadis itu luluh.
"Ngomongin diri sendiri"ketus Rosie.
Cukup lama Theo loading dan setelah mengerti pemuda itu geleng2 tidak percaya "Wahh lo ngatain gue setan? "
"Akhirnya sadar juga, terus apalagi? Dari tadi ganggu mulu apatuh kalau bukan setan? "jawab Rosie santai. Gadis itu tiba2 menghentikan langkahnya yang otomatis mobil Theo juga berhenti.
"Nginap di hotel? "tanya Theo saat melihat bangunan hotel didepan mereka.
"duit gue banyak"jawab Rosie apa adanya, karena memang dia membawa ATM pribadinya yang sengaja dia buat untuk dia tanpa sepengetahuan ayahnya.
"Sombong amat jadi orang"
"Biarin yang penting cantik"
"Gak nyambung!, katanya aja banyak duit nginap di hotel murah"ejek Theo yang langsung membuat Rosie tersenyum amat manis kepadanya.
"Anjir anjir manis banget"batin Theo
Namun detik berikutnya senyum Theo hilang begitu saja saat melihat gadis didepannya itu langsung menatap dirinya dengan mata putih, rambut menjuntai dan hanya melihat kan sedikit sisi wajahnya. "Murah gini enak loh banggg sama dengan harga saya,,mau tidur sama dek kunti gak bangggggg? hiiihihiiihihihihihiihii"
"KU KU KUNTILANAAAAAKKKKK"Teriak Theo histeris dan langsung melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi. Theo ketakutan setengah mati, berarti dari tadi dirinya menemani si manis jembatan ancol atau bagaimana?.
Sedangkan Rosie, gadis itu tertawa ngakak sampai memegang perutnya. "Sumpah bengek bangat liat muka tuh cowok. Salah siapa dari tadi ngebacot mulu"oceh Rosie sendiri.
Saat Rosie sedang asik tertawa, tiba2 ada yang menepuk pundaknya dari belakang. "Tolongin saya mbak, saya mau lahiran, anak saya udah mau keluar"ucap wanita itu dengan suara yang terdengar lirih dan tertahan.
Deg....
Jantung Rosie rasanya ingin terlepas begitu saja. Pikirannya mulai kemana mana sekarang. "Kuntilanak kan hantu yang mati bunting? Gak gak ini bukan kunti, eh masa sih kok tangannya dingin, mati gue karma ini mah"batin rosie ketakutan.
Menarik nafas dalam Rosie perlahan memutar tubuhnya. Dannnnn...
"Ku Kuntil beranak eh kutil lahiran haaaaaaa"
Bruk..
Gadis itu pingsan ditempat yang membuat wanita itu langsung kaget. "Astagfirullah mbak, sadar mbak!, Tolooooong! "wanita itu terus meminta tolong hingga resepsionis dan juga security datang menghampiri mereka.
"Ada apa buk?"
"tolongin saya pak, saya kayaknya mau lahiran, sekalian tolongin mbak ini juga dia pingsan gara2 ngeliat saya"jelas wanita itu susah payah.
"gimana gak pingsan?, orang mbak bunting pake masker wajahnya begitu bikin orang jantungan tau gak? Mana warna maskernya item lagik"ucap mba resepsionis tak habis pikir.
"Ya udah kamu bantuin mba yang pingsan aja deh, saya nolongin mbak bunting kerumah sakit"titah pak security dan langsung di angguki oleh si mbak resepsionis.
TBC.....
pyuhhhh...
berdebu banget gara2 lama gak up
Jangan lupa like dan votement wahai readers ku sayang.