
Pukul 1 malam rosie terbangun dari tidurnya, gadis itu meringis saat merasakan sakit di pipi kiri yang di tampar oleh ayah nya tadi, namun netra nya melihat seseorang kini tidur pulas di sofa kamarnya.
Siapa lagi kalau bukan Jeffrey. Rosie mengambil selimut yang ada di dalam lemari, dan langsung menyelimuti jeffrey yang tampak kedinginan di sofa.
"Gimana gue gak suka coba, lo perhatiannya berlebihan banget jeff"gumam rosie sambil memperhatikan wajah tampan jeffrey yang pahatannya hampir sempurna.
Gadis itu mengusap pelan wajah Jeffrey, dia mendekatkan wajahnya dan mendaratkan ciuman ringan ke pipi jeffrey. "Gue cinta sama lo jeff, gue tau perasaan ini seharusnya gak muncul. Tapi gue gak bisa menahan perasaan gue"
Rosie masuk kedalam selimut Jeffrey, untungnya sofa yang di pakai jeffrey adalah sofa yang besar, jadi sangat cukup untuk mereka berdua, apalagi badan rosie yang terbilang langsing.
Gadis itu memeluk erat jeffrey sambil memenjamkan matanya kembali, "i love you jeff"
*____________*
Jeffrey terkejut saat mendapati rosie yang masih tidur dan memeluknya erat. Jeffrey melirik arloji nya, tampak pukul 07 disana. Dia melihat rosie tertidur pulas, rasanya jeffrey tidak tega untuk membangunkan rosie.
Setelah 5 menit menunggu, rosie menggeliat dan perlahan matanya terbuka memperlihatkan wajah bantal jeffrey yang tersenyum manis ke arahnya."Morning Rosie"
"Too"
"Gini ya rasanya kalau nanti kita nikah, gue bisa ngeliat muka ganteng lo setiap gue bangun,, huhu miris ngarep banget sih lo anj"batin rosie meronta.
"Makasih lo udah dateng"ucap rosie, perlu di ingatkan posisi mereka masih sama.
Jeffrey mengusap lembut surai panjang rosie, "lo gak perlu berterimakasih, itu udah seharusnya gue lakuin untuk sahabat gue"
"Sahabat lagi, kapan sih lo 'bilang pacar gue'jeff"ni rosie ngebatin lagi.
"Terus kamu udah jelasin ke ayah?"tanya rosie.
Jeffrey mengangguk pasti,"gue udah jelasin, om bilang dia itu cuma kecewa sama lo yang gak bisa jaga sikap, jadi kapan2 lo harus bisa sopan apalagi orang kayak pak Sean,dia itu pengusaha yang gak kalah hebat dari om"jelas jeffrey panjang lebar.
Rosie cemberut dan langsung mendudukan dirinya begitu juga jeffrey. "Gue bingung deh jeff, anak ayah tu gue atau lo sih, perasaan gue aja apa gimana ayah tu lebih sayang sama lo di banding gue"
"lo ngomong apasih sie, om itu suka sama gue karna gue laki2, lo kan tahu banget om pengen anak laki. Satu lagi, gue itu bukan anak nya om jadi wajar aja dia gak marah sama gue, coba kalau misalnya gue anaknya om,pasti om bakalan tegas banget sama gue kayak ke lo"Ucap Jeffrey memberi pencerahan.
"Iya sih lo Bener juga"rosie menoleh ke arah Jeffrey dan mengecup pelan pipi pemuda itu, "makasih"
"Iya2, mandi gih lo tidur make bathrobe doang kayak gak punya baju aja"suruh jeffrey.
Rosie menepuk jidatnya pelan, "Gue kan semalem gak mandi gara2 ketiduran abis nangis"
Jeffrey berdecak sambil geleng2 kepala tak percaya, "Pantesan aja semaleman gue kayak nyium aroma jahannam, dari lo rupanya"
Rosie melotot dan langsung menjitak kepala Jeffrey kuat. Dan yang di jitak hanya meringis kesakitan. "Bau juss begini di bilang bau jahanam, gue gak mandi se abad aja badan gue bakalan tetep wangi gak kayak lo badannya bau kotoran yang ada di toilet"
"Masih pagi udah ribut aja kalian berdua, turun kebawah gih bunda udah nyiapin sarapan"Ajak bunda dara yang datang tiba2.
"Jeffrey langsung pulang aja bund, soalnya udah telat banget ini"ujar jeffrey sambil berjalan ke arah bunda dan mencium tangan bunda. Iya jeff manggil bunda juga, soalnya bunda dara yang minta, Jeffrey udah di anggap bunda kayak anak kandungnya sendiri.
"Kamu gak sarapan dulu, atau bunda bikinin bekal aja gimana? "Tawar bunda dara yang tak enak hati dengan jeffrey, soalnya jeffrey terlambatkan gara2 nemenin rosie.
"Gak usah repot2 bund, Jeffrey nanti kan pulang kerumah dulu, jadi minta bikinin sama pembantu aja"tolak Jeffrey lembut.
Bunda hanya mengangguk pasrah, dan matanya menoleh ke arah rosie, "itu ngapain masih bengong, mandi cepetan dari semalam gak mandi2, badan kamu udah kayak bau sapi aja"
Jeffrey tertawa puas melihat wajah kesal rosie, "nahkan bunda aja nyerah sama bau mmpp___"jeffrey terdiam setengah mati saat melihat cd rosie melayang tepat di wajahnya.
"Makan tuh semp*k"ujar rosie langsung berlari ke kamar mandi tak lupa menguncinya nanti kena amuk Jeffrey.
Bunda hanya geleng2 kepala melihat tingkah putri semata wayangnya itu, "ini pasti gara2 bunda hamilin rosie ngidam beli semp*k kali ya"ujar bunda dara sambil mengambil cd rosie yang masih gelantungan di wajah Jeffrey.
"Nanti jeffrey mau ngidamin ustadzah ajadeh biar anak Jeffrey kelakuannya gak nauzubillahiminjalik kayak rosie"ucap jeffrey sambil mengelus perutnya.
Jeffrey hanya nyegir lebar, "becanda elah, yaudah jeffrey pulang dulu bun, assalamualaikum "ujar Jeffrey menyalimi tangan bunda dara lagi.
"Waalaikum salam hati2 gak usah ngebut2 bawa mobilnya, kamu kan bossnya telat juga gak papa"kekeh bunda dara.
"Hahah iya bund"
*____________*
Saat ini keluarga Regan sedang sarapan bersama seperti biasa, sambil makan papa Edi memulai percakapan di antara mereka.
"Kamu ada masalah apa sama putrinya Prima? "Tanya Edi. Dia semalam juga melihat videonya sean sama rosie bertengkar dari sekretaris nya.
"Dia yang salah pa,udah salah gak minta maaf lagi"jelas Sean, entah kenapa kalau dia membayangkan wajah menyebalkan rosie membuatnya menjadi kesal sendiri.
"Papa kenal akrab sama Mason loh, jadi jangan sampai nyari masalah sama mereka"Ujar papa Edi.
Mama Yunda yang gak tau apa2 cuma menatap bingung apa yang dua laki2 ini obrolkan. "Tunggu dulu!..."ujarnya sambil memikirkan sesuatu yang terlintas di kepalanya
"Ya ampun Sean kamu berantem sama Rosiella anak satu2nya Pak Mason itu? "Pekik Mama Yunda yang membuat Edi dan Sean menutup telinga mereka.
"Iya!,habisnya tu anak ngeselin banget"ketus Sean.
Mama Yunda menonyol kepala Sean pelan, "Cantik2 begitu di bilang ngeselin, hati2 tar suka lo" goda mama sambil menaik turunkan alisnya. "Tapi mama pengen banget dapet mantu kayak rosie, udah cantik, pintar, CEO aduh anak itu mantu impian sekali"lanjutnya.
Sean hanya memutar bola matanya. "Awas aja mama ngejodohin Sean sama dia"ujar Sean, jujur saja mungkin sudah lebih 50 wanita yang mamanya kenalkan ke dia. Tapi ya, sean belum ingin menikah.
"Kali ini bukan mama lagi yang ngenalin kamu ke rosie tapi papa langsung yang akan nemuin kamu sama dia"ujar Edi yang membuat Sean tersedak seketika.
"Sean gak akan mau sama dia pa, dan gak akan pernah"Sean berdiri dari duduknya dan menatap papanya kesal.
"Sean!!, mama gak mau kamu jadi bujang tua, umur udah kepala 3 gitu masih belum nikah,kamu gak mikirin kalau mama sama papa?. Gimana kalau kita gak sempat ngeliat kamu nikah? "Ucap Yunda sedikit membentak Sean.
Ellina yang merupakan kakak Sean turun ke kebawah saat mendengar keributan di ruang makan, tidak lupa Aira sang anak yang ada di gendongannya.
"Ada apasih ini ribut2 masih pagi juga?"tanyanya.
"Tau tu adik kamu gak mau nikah-nikah udah tua bangka juga"kesal yunda.
Ellina hanya mengehela nafasnya pelan, sudah biasa dan lelah dengan pertengkaran mamanya dengan Sean soal pernikahan.
"Mama bener dek, kamu boleh gila kerjaan tapi jangan lupa berumah tangga juga, kita itu khawatir sama kamu, giamana kalau kamu tua nanti gak ada yang ngurus, walau pun kamu kaya tapi tetep gak enak banget kalau kita gak punya pendamping hidup"Nasehat Ellina
Sean hanya terdiam mendengar nasehat kakak nya itu. Entah kenapa dia masih merasa nyaman seorang diri saat ini, "Sean berangkat dulu, Assalamualaikum "ujarnya dan menyalimi Yunda, Edi dan Ellina.
Setelah Sean Pergi Ellina duduk di kursinya, "kayaknya jalan satu2nya biar dia pengen nikah tu kita jebak aja ma"usul Ellina.
Edi dan Yunda saling pandang seolah mengatakan"Haruskah?"
"Emangnya ngejebak kayak mana ell?"tanya Edi.
"sebelumnya siapa dulu yang pengen mama jodohin sama Sean? "tanya Ellina, karena menurutnya rencana ini harus lancar dan pihak keluarga si cewek gak keberatan sama rencana dia.
"Rencana mama sih pengen ngenalin Sean sama Rosie, kebetulan mama sama papa deket sama orang tua nya"Ujar Yunda.
"Bagus deh kalau kayak gitu"lega Ellina, dia yakin pasti rencananya akan berhasil walapun sedikit ya..
TBC
Jangan lupa like, vote, dan komen