
Sampailah Keluarga prima di kediaman temennya mama dara itu. Mama dara menekan bel rumah sekali, tak lama pintu dibuka oleh wanita paruh baya yang seumuran dengan Dara.
"Jeng Dara lama gak ketemu"ujar Yunda langsung memeluk dara.
"Iya ih, udah hampir berbulan bulan gak ketemu"Ujar Dara.
Seperti yang kita kira, keluarga Regan lah yang telah mengundang Keluarga Prima itu. Yunda beralih kepada rosie. "Ya ampun Rosie makin cantik aja kan tante jadi greget pengen jadiin mantu"Goda Yunda.
Rosie hanya tersenyum canggung. Gadis itu menyalimi tangan Yunda sambil berucap, "Tante bisa aja, kan rosie jadi pengen terbang"canda Rosie.
Memang begitu sifat rosie, dia sangat mudah bersosialisasi. Yunda yang melihat sifat rosie yang humble makin yakin kalau dia tidak akan salah pilih. "Ayo masuk! "ajak Yunda.
Yunda langsung mengiring mereka ke meja makan yang telah di hias sedemikian rupa. Tidak lupa hidangan2 bak makanan di restoran kelas atas. Yang memasak saja Chef yang sudah mendunia, gimana gak menggiurkan coba.
Edi dan Ellina langsung bersalaman dengan keluarga prima itu. Para maid langsung menarikan kursi untuk dua keluarga itu duduk, dan di lain sisi beberapa maid masing2 menuangkan minuman di setiap gelas.
Bisa kita bayangkan seberapa banyak para Maid di rumah ini.
Dua keluarga itu makan dengan tenang.
"Gimana perusahaan kamu rosie lancar? "tanya Papa Edi.
Rosie yang di tanya mengangguk canggung, "Alhamdulillah Om lancar2 aja"Jawabnya.
"Oh iya suaminya Ellina mana? "tanya Dara menyadari tidak ada sosok suami anak temannya itu.
"Biasalah tante,Mas Edwan sibuk banget sama operasi2 besar di rumah sakit,kadang sampe gak pulang kerumah"Jelas Ellina.
"oh pantes kursi di depan gue kosong"batin rosie.
"Assalamualaikum Maaf telat"
What The..
Rosie menegang seketika saat mendengar suara yang seperti tidak asing di telinganya gadis itu tidak berani menoleh kebelakang.
"Waalaikum salam "Jawab mereka bersamaan.
"Sini nak duduk di depan Rosie"Pinta Yunda.
Jadi posisinya itu, Edi duduk di kursi tengah, sedangkan keluarga prima sejajar di sisi kanan dan Yunda dan Ellina disisi kiri. Yang dimana kursi kosong itu tepat di depan rosie.
"Ha?"Sean mengernyit bingung saat mamanya menyebut nama Rosie, dia masih terdiam di tempatnya berdiri.
"Aduh lama, sini2 mama bantu duduk "Yunda langsung menarik Sean dan..
"Kamu? "Ucap Sean dan Rosie bersamaan. Rosie dengan cepat memalingkan wajahnya, dia berusaha merendam emosinya agar tidak meledak, karena rosie tidak ingin membuat ayah nya malu untuk yang kedua kalinya.
"Mama kok gak bilang kalau ada cewek ini?"Kesal Sean.
"Sean jaga bicara kamu! "Ucap Edi Tegas, mau tidak mau Sean bungkam, mengingat ada sosok Mason Prima disini, jadi dia harus bisa mengendalikan amarahnya.
Sean maupun Rosie makan dengan tidak selera, sesekali pandangan mereka bertemu. Kalau orang2 tatapannya ketemu pasti mereka akan salting, namun ini berbeda,rosie dan sean justru saling tatap tajam.
Lama kelamaan mata mereka saling melotot, bahkan Yunda dan Dara sampai meringis melihatnya.
"Udah dong tatap tatapan mesranya, Makan dulu gih tar baru tatap tatapan sampe keluar tu mata juga gak papa"Tegur Dara.
Rosie tertawa hambar tanpa suara. "Mesra apanya anjir gue berasa ngeliat si manis jembatan ancol ini"
Kok Manis?,, iya Sean itu manis banget apalagi kalau sudah tersenyum, mata sipitnya akan berbentuk bulan sabit, kalau kata penggemar Sean sudah kayak bidadara diamah.
"Siap2 aja abis ini kamu aku gantung pake tisu toilet "bisik Sean pada Ellina yang duduk tepat di sebelahnya.
"kamu tu bego juga ya se, ngegantung pake tisu leher aku gak bakal putus yang ada tisunya yang robek "balas Ellina tidak habis pikir dengan ancaman tak masuk akal adiknya itu.
Setelah selesai makan Yunda mengajak Keluarga Prima itu untuk mengobrol ringan di ruang tengah. Sean dan Rosie merasa ini seperti settingan.
Edi, Yunda dan Ellina duduk satu sofa panjang, begitu juga dengan Mason dan Dara, hanya tinggal1sofa untuk 2 orang.
"Bunda geser gih, masa rosie duduk sama sean sih"pinta Rosie sambil mendorong dorong pinggul dara.
"Aduh gak muat ocie badan Bunda sama ayahkan Gede"tolak dara, padahal itu masih muat untuk badan seukuran rosie.
"Udah duduk sama Sean aja tu masih banyak tempat buat kamu"Suruh Mason. Kalau sudah sang ayah yang bicara mana bisa rosie menolak
"Demi Alex tolong ilangin gue dari tempat ini sekarang juga"batin rosie.
Rosie duduk dengan jargak jauh bahkan mungkin di pinggiran sofa saja. Sean yang melihat itu terlintas di pikirannya untuk ngerjain Rosie.
Selagi orang tua mereka sibuk mengobrol, Sean perlahan sedikit menggeser tubuhnya ke arah rosie.
Rosie yang melihat itu dengan cepat mengeser tubuhnya juga, lupa kalau sofa yang mereka duduki itu tidak ada pembatasnya.
"Ni cowok nyari masalah ni kayaknya"batin Rosie.
Sean bergeser lebih dekat lagi ke samping Rosie, begitupun Rosie dia juga ikut bergeser sampai rasanya hanya tinggal setengah pantatnya saja yang bertahan di sofa.
Rosie melihat Sean ingin bergeser lagi dengan cepat dia bergeser kesamping Sean.
Puk...
Mereka sudah seperti anak anak yang toel toelan pinggul. "Tu pinggul atau besi sih tajam banget"ringis Sean sambil mengelus elus pinggulnya.
"Kamu sih geser2 terus, tar kalau saya jatuh gimana?, bisa rusak nanti pinggul seksi saya"balas rosie lembut, kan ada ayah jadi gak boleh kasar.
Jangan ditanya wajah orang sekitar, mereka hanya geleng2 kepala melihat dua manusia itu.
Sean tertawa nyaring saat mendengar ucapan Rosie "Kurus kering gitu gak ada seksi2 nya"
"Liat aja nanti kamu bakal nyesel bilang pinggul saya kurus"ketus rosie.
"Aduh kalau Sean ngeliat berarti kamu mau jadi istrinya dong?, kan gak lucu dia ngeliat itu kalau belum sah"goda Yunda yang langsung mengundang tawa seisi ruangan.
"ya ampun gue ngomong apa sih, kebiasaan ni gak befilter jadi gak glowingkan"pikir rosie merutuki omongannya.
"Maksud saya gak gitu kok tante" elak rosie.
"Bilang aja kalau kamu suka sama saya"goda Sean tanpa sadar. Tawa seisi ruangan makin pecah saat melihat rona merah di wajah rosie. Walupun ekspresinya kesal tapi tetap terlihat kalau gadis itu malu2 singa.
"Lah ni aku ngomong apa coba"pikir Sean setelah sadar.
"Ya allah ampuni dosa hamba, jauhkan hamba dari siksaan ini ya allah, hilangkan lah setan berwajah iblis ini dari samping hamba, terkutuk kau Sean"
Memang Rosie tu gadis dengan kekurangan kepriabadian aneh dalam dirinya. Kayak gitu tuh, bukannya iblis sama setan sama aja?.
TBC
Jangan lupa like vote dan komen ya papay