
Yunda menampakan wajah kesalnya pada Sean. Pria itu pulang tanpa membawa Rosie bersamanya. "Kan Sean udah bilang kalau dia lagi sibuk, udah ya mama ku sayang jangan marah lagi sama anakmu yang tampan ini"
"Kamu mah banyak alasan, udah2 mama males debat, yuk yang lain udah nungguin tu"ajak Yunda. Wanita itu padahal sangat merindukan gadis yang sudah di capnya calon mantu itu. Tapi mau bagaimana lagi Rosie juga memiliki kesibukan, apalagi dengan jabatannya sebagai CEO.
Keluarga Regan makan dengan tenang, sesekali makan mereka di selingi dengan obrolan ringan. Setelah selesai, Edi selaku kepala keluarga langsung mengajak mereka keruang tengah untuk membicarakan sesuatu.
"Papa langsung to the poin aja, Sean! kamu mau menikahi Rosie?, papa sama keluarga Rosie telah membicarakan ini, selain mempererat silaturrahmi kita juga akan memperkuat perusahaan satu sama lain, jadi papa harap kamu tidak menolak penawaran ini"
"Aku gak bisa! "Jawab Sean spontan sehingga membuat mereka terdiam menunggu kalimat selanjutnya yang akan di ucapkan oleh pemuda itu. "Aku gak bisa menikahi Rosie, karena aku mencintai gadis lain. Dan lagi perusahaan kita itu udah kuat dan sukses pa, untuk apa lagi di perkuat"
"Siapa perempuan yang kamu cintai?, dari keluarga seperti apa dia?, Kalau Rosie lebih baik dari gadis itu,lebih baik kamu tinggalkan aja"Ujar Edi yang makin membuat Sean naik darah.
"Yang Jelas dia lebih baik dari perempuan manapun, aku gak bakal pernah ninggalin dia dan aku bakal terus cari dia sampai ketemu"Ucap Sean penuh dengan penekanan.
Edi yang mendengar kalimat yang agak menjanggal membuatnya mengernyit bingung. "Apa maksud kamu mencari?, Owh pasti dia menghilang setelah morotin harta kamu, dan kamu masih berharap sama gadis seperti itu"
"Jaga omongan papa, dia bukan gadis yang seperti papa sebut. Intinya aku gak bakal nerima perjodohan ini"
"Dan mama gak akan menerima gadis itu"Yunda bersuara dengan membentak Sean.
"Ingat Sean, kami sebagai orang tua kamu udah ngebebasin kamu ngelakuin ini itu, dan mama sama papa selalu nurutin apa yang kamu mau. Tapi kamu sendiri gak bisa ngabulin 1 permintaan dari kami, apa ini balasan kamu sama orang tua "Sarkas Yunda.
Sean terdiam, rahang pemuda itu mengeras menahan amarahnya agar tidak keluar. "Percuma ngomong sama kalian"ujar Sean dan langsung melangkah lebar meninggalkan ruang tengah.
"SEAN!!!"panggil Edi namun tidak di ubris oleh pria itu. Dia memilih keluar rumah dan melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi. Tau begini Sean tidak akan mau di ajak makan bersama. Lebih baik dia mencari keberadaan gadisnya itu.
"Pa tenang pa! "ujar Ellina menenangkan.
"Papa bener2 gak habis pikir sama anak itu, kenapa keras kepala sekali"ujar Edi.
"Gak ada cara lain selain ngejebak mereka"ucap Ellina dengan tatapan serius.
"Maksud kamu?"tanya Edwan sang Suami.
"Aku ada rencana dan itu udah di setujuin sama tante dara dan om Mason kalau misalnya mereka menolak perjodohan ini"Jelas Ellina.
*_____________*
"Saya akan mengganti seluruh uang investasi yang telah di gelapkan oleh karyawan saya!. Dan setelah ini, bapak jangan khawatir, saya jamin tidak akan ada lagi kendala atau masalah apapun itu sampai pembangunan hotel berdiri sempurna "Jelas Rosie kepada CEO dari J.J Group itu.
Dia tidak akan rugi membuang uang satu miliarnya untuk proyek ini, karena itu semua tidak sebanding apabila proyek ini akan gagal.
Sedangkan pria itu menganggukan kepala tanda mengerti dan mempertimbangkan keputusan yang akan dia buat saat ini.
"Baiklah, saya akan memberi satu kesempatan pada perusahaan ibu. Dan perlu saya ingatkan apabila terjadi lagi hal2 seperti ini saya tidak akan segan untuk menarik dana yang telah saya investasi kan"ucap pria itu.
"Terimakasih pak, saya akan menjamin itu"Ujar Rosie
Rosie dan pria paruh baya itu saling berjabat tangan. Rosie mengantar pria itu sampai di lobi kantor. Setelah mobil itu tak terlihat lagi. Rosie langsung mengarahkan pandangnya ke sang sekretaris "Sudah ada laporan dari kantor polisi? "tanyanya.
"Sebentar Nona bos, saya menghubungi pihak polisi terlebih dahulu"ujar Lalice.
Sementara menunggu, Rosie berjalan menuju ruanganya untuk menenangkan otaknya yang hampir pecah. Gadis itu melihat layar ponselnya yang menampilkan Walpaper potonya bersama Jeffrey, ya Rosie memang sebucin itu dengan jeffrey.
"Udah lama banget gak ketemu Jeffrey, gue tiba2 kangen sama dia"gumam Rosie lalu menekan tombol panggilan video pada Jeffrey.
Saat telpon itu di angkat, Rosie tidak bisa menahan senyumnya. "Hai jeff"
"Kenapa nge-VC gue?"tanya Jeffrey dari seberang sana dengan wajah datarnya.
"Gak ada sih, gue kangen doang liat muka burik lo"kekeh Rosie.
Jeffrey menghela nafas berat disana, "udah ya gue sibuk lain kali--"
"ketemuan yuk,udah lama banget juga kita gak makan bareng lagi"sela Rosie, dia tahu Jeffrey tidak benar2 sibuk, justru pria itu hanya menghindar darinya.
"Gak bisa!!, gue lagi di luar kota"tolak Jeffrey.
"tolong, Rosie tolong gue!!"suara itu terdengar samar di pendengaran Rosie. Gadis itu terlihat bingung, apa dia tidak salah dengar tadi seseorang menyebut namanya dan meminta tolong.
"Jeff---"
"Udah dulu gue masih ada kerjaan"
Tut..
Rosie hanya bisa pasrah saat Jeffrey memutus telepon sepihak, dia masih tidak terbiasa dengan sifat Jeffrey yang seperti ini. Tiba2 dia teringat dengan suara gadis yang minta tolong tadi, rasanya suara itu sangat tidak asing ditelinganya.
"Perasaan apa gimana ya? kok suaranya gak asing banget, tapi suara siapa ya? "bingung Rosie.
Tok Tok Tok
"Masuk!!!"titah Rosie.
Lalice langsung saja masuk dan menghadap bosnya. "Dia telah ditemukan dan sudah dibawa kekantor polisi nona bos"lapor Lalice.
"Kamu temani saya sekarang kekantor polisi "
"Baik Nona bos"
TBC
like and votement