
Setelah bertemu dengan Sean, Rosie kembali ke kantornya untuk menyelesaikan pekerjaannya yang belum selesai. Walaupun masalah pribadinya lumayan berat, tetapi rosie tetap ingin profesional.
Rosie melirik jam dinding sudah pukul 8 malam.
Rosie mengambil Hp nya yang sedari tadi dia matikan karena Jane terus menelpon nya tadi. Terlihat puluhan panggilan dari Jane dan juga 2 panggilan dari bunda Dara.
Rosie memilih menekan Nama bundanya untuk menelpon balik. Tak lama bunda langsung menjawabnya. "Assalamualaikum bund"
"Waalaikum salam kamu kapan pulang, Jane udah dari siang nungguin kamu dirumah"Jawab bunda.
"Suruh pulang aja bund, Rosie gak pulang kerumah malam ini"Suruh Rosie, dia masih ingin sendiri sekarang. Dia tidak ingin berurusan yang menyangkut Jeffrey untuk saat ini.
"Kasian loh cie Jane sampai ketiduran nungguin kamu, masa kamu tega sih gak mau nemuin dia".
"Bund tolong turutin rosie kali ini aja, aku lagi butuh waktu sendiri" Mohon rosie.
"Kamu ada masalah apa sama Jane? "
"Gak ada masalah kok, udah ih bilangin ke Jane suruh pulang aja, kalau dia masih tidur gak usah di bangunin bund biarin aja"
"Yaudah, kamu jangan lupa makan malam ya!"
"Iya bund assalamualaikum "
"Waalaikum salam "
Rosie menghela nafasnya berat. Dia dengan segera mengemas berkas2nya. Gadis itu keluar dari ruangannya dan menuju mobil untuk pulang ke Apertement pribadinya.
Hanya butuh waktu belasan menit, karena rosie memang sengaja membeli apertement yang dekat dengan kantornya.
"Huwa capek banget"rosie merenggangkan otot2 badannya yang terasa kaku sambil memijit pundaknya yang terasa pegal.
Tiba2 saja netranya melihat pigura poto dirinya bersama Jeffrey yang terletak di sebelah tv nya.
"Ni poto makin ngerusak mood gue aja"kesal rosie dan langsung membalik poto itu kearah dinding, masih sayang kalau di buang pikirnya.
Rosie langsung masuk kekamar mandi untuk membersihkan diri. Saat keluar hpnya tiba2 berdiring. "Siapa ni no gak di kenal juga"rosie hanya merijek no itu.
Ting..
+62 821****:
Ini Sean
Rosie hanya ber oh ria dan langsung mengangkat panggilan video dari Sean, tak lupa memakai topeng wajahnya seperti terlihat baik2 saja. "Anjir gak main2 ye lo langsung VC aja"
"Astagfirullah rosie kamu kok belum pake baju"Kaget Sean sambil menutup matanya di seberang sana.
Rosie menunduk melihat penampilannya, dia lupa kalau dia cuma memakai handuk yang melilit tubuhnya di tambah Br@ sebagai aksesoris, ciwi2 pasti paham:)
"Makanya telepon biasa aja, tunggu bentar ya gue makai baju dulu!! "kesal rosie dan langsung mematikan kamera vc mereka.
Dengan cepat gadis itu memakai pakaiannya, dan setelah selesai dia kembali mengaktifkan kameranya, menampilkan wajah tampan Sean yang menghela nafas lega disana.
"Lain kali jangan kayak gitu lagi, untung saya yang ngeliat, gimana kalau laki2 idung belang pasti udah diterkam online kamu" omel Sean.
"Ye bilang aja lo nafsu ngeliat gue kayak tadi"
"Salting nieeee"Goda Rosie saat melihat gelagat Sean.
"Saya gak salting, saya tuh cuma risi ngeliat mata kamu entah kenapa kayak ngeliat mata pocong yang pengen keluar aja"Elak Sean tak mau kalah, padahal mah emang dia Salting.
"Aa maca ciihh?"Rosie makin menggoda Sean dengan menaik turun kan alisnya.
Sean makin gelagapan disana. "Enggak kok"
"Btw ngapa lo Nge Vc gue kangen ya sama wajah cantik gue ngaku deh lo"Emang ya rosie tingkat kepedean nya itu tidak tertandingi.
"Amit2 anak kecebong, siapa juga yang kangen, orang saya cuma ngetes aja"jelas Sean, sebenarnya niat pria itu ingin memastikan keadaan rosie, takut2 gadis itu melakukan hal2 yang aneh.
tapi rosie kan tidak sebodoh itu.
"Lah ngetes gimana? "
"Tadi itu Hp saya eror gak bisa VC an"Bohong Sean, padahal jelas2 dia disana tidak bisa menghilangkan bayangan rosie dari pikirannya.
Rosie yang mudah di Bego in hanya mangut2 saja "Gue ngantuk ni udah dulu ya"pinta rosie.
"Jangan dulu!!"Cegah Sean cepat.
"Kenapa?,, yaudah lo nyanyiin gue aja supaya gue cepet bobo cantik mau ya"rosie mengeluarkan jurus puppy eyes yang membuat Sean luluh seketika.
"Yaudah, kamu tu harus dengerin suara merdu saya, suara saya tuh gak kalah merdu dari kicauan burung gagak"Bangga Sean sambil wink2 disana.
"Hmm"Rosie meletakan Hpnya tepat di depan wajahnya, gadis itu mulai memejamkan matanya, entah kenapa bibir rosie menarik membentuk senyuman saat Sean mulai menyanyikan lagu untuknya.
Memang benar suara Sean teryata memang merdu. Pria itu menyanyikan lagu yang berjudul "Sampai Ke Hari Tua"
*Jika ku air Wudhu mu
Menjadi serimu dalam lima waktu*
Sean mengakhiri nyanyiannya begitu saja saat mendengar dengkuran halus dari gadis di seberangnya itu.
Pria itu mengamati wajah cantik Rosie yang tertidur. Menurut Sean wajah Rosie terlihat sangat cantik saat gadis itu tidak memakai make up, "Cantik banget "ucapnya.
"Iya tahu gue cantik"Jawab Rosie masih dengan mata tertutup.
Jederrr...
Sean tentu saja sangat kaget "Lah belum tidur rupanya? "Sean malu luar binasa sekarang karena kecolongam memuji Rosie .
"Abisnya suara lo berhenti jadi kebangun deh" Jawab rosie "dah ya gue mau tidur lagi, Good Night Sean Muach"
Sean sudah memerah disana. "Too"
Sean langsung menutup Teleponnya dan ikut tersenyum kecil sambil memejamkan mata. Rosie tu paling bisa membuat Sean malu2 disini.
TBC
Bab ini full rosie sean :), santai author hanya ingin memperlambat alur.
Jangan lupa like dan votement kalian😃