
Jane menatap prihatin kakak sepupunya yang kini menangis di depannya. Winda, wanita itu merasa sangat gelisah saat beberapa hari lalu dia melihat suaminya bermesraan bersama wanita lain di sebuah bar.
"Aku bener2 takut jan, aku cinta banget sama mas Chandra, tapi aku sadar, mungkin mas Chandra begini karena aku belum bisa ngasih dia keturunan"Lirih Winda.
Jane yang mendengar penuturan kakak sepupunya itu, ingin sekali mencabik cabik wajah Chandra saat ini juga "Kak winda sempet liat wajah ceweknya gak?"tanya jane.
Winda menganggukan kepalanya, "dia itu mantan mas Chandra waktu dia masih SMA"
Jane menghela nafasnya kasar, dia sebenarnya ingin sekali membantu kakaknya ini, tapi disisi lain berarti dia ikut campur dengan urusan rumah tangganya Winda. Namun dia tidak bisa, Apalagi dia sekarang sangat sibuk.
"Aku gak bisa bantu banyak kak, semoga mas Chandra cepet sadar, dan untuk kamu kak, pertahanin apa yang pantes di pertahanin aja, laki2 gak mas Chandra doang, masih banyak"Nasehat Jane.
"Iya jan, makasih ya, kamu udah nyempetin waktu buat ketemu kakak"ucap Winda, sungguh dia sangat bersyukur memiliki adik sepupu sebaik Jane.
"Aku balik dulu, kalau kak Winda perlu aku langsung hubungin aja"ujar Jane, gadis itu keluar dari rumah Winda dan langsung menuju butiknya untuk melanjutkan pekerjaan yang sempat tertunda.
Namun di tengah perjalanan mobil Jane di cegat oleh 2 mobil, para pria berbadan tegap itu langsung membius Jane sehingga membuat gadis itu tak sadarkan diri. "Langsung bawa ke villa nya bos"ucap salah satu dari mereka.
*______________*
Rosie memijit pelipisnya yang terasa pening luar biasa "Bagaimana bisa dia seberani itu menggelapkan dana yang di investasi oleh klien kita untuk pembangunan hotel yang di Bali, bisa2 perusahaan bangkrut kalau sampai J.J Group mencabut dana itu "Ujar Rosie dengan nada yang sedikit meninggi.
Para karyawannya hanya bisa menunduk ketakutan, saat melihat sang bos begitu marah dan frustasi. "Lalice!, kamu sudah melapor kepolisi bukan untuk mencari karyawan itu? "tanya Rosie.
Lalice mengangguk pasti. "Pihak polisi masih mencari keberadaan Pak Hendry, mereka bilang dia tidak keluar dari jakarta, jadi kemungkinan kalau tidak hari ini atau besok mereka akan menemukan pak hendry"
"Kalian semua boleh keluar sekarang!, Lalice!, kamu tetap disini masih ada yang ingin saya bicarakan sama kamu"titah Rosie.
Para karyawan lainnya selain Lalice segera beranjak dan keluar dari ruangan meeting itu. Mereka semua mengehela nafas lega setelah mendengar amukan bos mereka.
"Berapa jumlah uang yang di gelapkan oleh pak Hendry?"tanya Rosie tanpa basa basi.
"Hampir 1 milliar nona bos, Dan juga, tadi CEO dari J.J Group menghubungi saya akan mengadakan pertemuan dengan Nona untuk membahas dana investasi nya yang telah digelapkan"Jelas Lalice.
"Atur pertemuan itu besok, kita tidak punya banyak waktu masalah ini harus selesai dalam 3 hari"Ujar Rosie yang membuat Lalice melebarkan matanya.
"Ti-tiga hari nona bos?, apa-"
"Tidak perlu banyak protes, saya yang akan mengurus semuanya"Ujar Rosie, gadis itu beranjak dari duduknya meninggalkan Lalice yang masih terdiam.
*___________*
Rosie menyandarkan tubuhnya pada sofa. Wajah gadis itu sangat pucat karena demamnya masih belum sembuh. Rosie meraba raba tasnya untuk mengambil obat disana. Setelah menemukannya gadis itu langsung saja meminum obat itu.
"Kepala gue kok pusing banget sih? "Lirihnya.
Gadis itu melirik hpnya yang bergetar, menandakan panggilan masuk. Dan terlihat nama Sean disana. Rosie mengambil hpnya dan langsung mengangkat panggilan itu.
"Halo"sapa Rosie dengan suara yang terdengar serak.
"Rosie kamu baik2 ajakan?, kok suara kamu serak2 basah gitu"tanya Sean.
"Kenapa lo nelpon gue?, cepetan ngomong gue sibuk"Ujar Rosie mengalihkan pembicaraan.
"Saya mau ngajak kamu makan malam di rumah, mama katanya kangen sama kamu"
"Tante Yunda atau lo yang kangen gue, jujur aja deh"Ujar rosie sambil terkikik.
"Ck saya mah ogah banget ngeliat kamu, jadi kamu mau gak kalau gak mau harus mau, saya gak nerima penolakan"Paksa Sean.
"Gak bisa, gue sibuk banget sekarang"
"Gak bisa kamu harus datang walaupun sebentar!, nanti mama saya ngambek lagi sama saya"
"Lo jadi orang jangan egois ya, gue udah puyeng masalah perusahaan gue, jangan lagi lo nambah nambahin beban pikiran gue, pokoknya gak bisa!!, nanti kapan2 aja deh"
"Tapi-"
Tut...
"Haah, gue sih sebenernya mau, tapi gimana mau kesana masalah ini aja harus selesai dalam 3 hari, huwwaaaa gue mati aja deh kalau kayak gini"
TBC
like and votement