WHAT'S WRONG WITH HER

WHAT'S WRONG WITH HER
bab 10



Rosie perlahan membuka matanya, netranya menangkap ruangan yang bernuansa abu abu putih, dan seperti nya kamar seseorang. Di tambah lagi kini sudah malam hari, seingatnya dia berada di taman dan..


"Alhamdulillah kamu sudah sadar"Ujar Yunda yang membuyarkan pikiran rosie. Wanita paruh baya itu datang sambil membawa nampan yang berisi makanan dan juga obat.


"Aku kenapa tan?"tanya Rosie sambil berusaha untuk duduk.


Yunda dengan sigap membantu gadis itu untuk bersandar, "Kamu pingsan tadi, dan Sean langsung aja bawa kamu kerumah, kata dokter kamu kecapean, jadi harus banyak istrahat dan minum vitamin biar lebih Vit"Jelas Yunda panjang lebar.


"Ini makan dulu ya!"Ucap Yunda lembut dan menyodorkan sendok makan berniat untuk menyuapi Rosie. Namun rosie menggeleng lemah.


"Biar aku aja tan, rosie masih bisa makan sendiri kok"tolak rosie sopan, bagaimana pun dia sudah merepotkan Yunda.


Sedangkan Yunda hanya tersenyum dan mengelus surai panjang rosie pelan, "Ya udah, tante kebawah dulu manggil Sean buat nemenin kamu. Abis makan langsung di minum ya vitaminnya"


Rosie mengangguk pelan, dan sedikit ragu saat Yunda menyebut Sean untuk menemaninya, berdua gitu di kamar? "Iya tan, makasih ya"ucap rosie.


Yunda langsung saja keluar dan menyisakan rosie yang kini makan dengan lahapnya, karena tadi siang dia tidak sempat memakan apapun.


Ceklek....


"Kayak gak makan seminggu aja kamu"Tegur sean yang baru saja datang.


Rosie tidak menjawab, gadis itu tercengang saat melihat penampilan Sean yang boyfriend material.


Kaos hitam polos dan celana pendek sulutut serta rambut yang di angkat keatas memperlihatkan jidat mulus Sean, siapapun pasti tidak bisa membantah ketampanan pria itu.


Merasa di pandangi seperti itu, Sean hanya geleng2 kepala, "Udah mandanginnya saya tahu saya ganteng"Ujar Sean yang langsung membuat Rosie tersedak nasi.


Sean refleks menepuk pelan punggung rosie dan juga menyodorkan segelas air putih, pria itu lupa akan larangan jangan menyentuh gadis itu.


"Jangan sentuh gue! , Aduh idung gue ada nasinya"Ucap rosie susah payah sambil menunjuk hidungnya yang ada beberapa bulir nasi.


Sean merutuki dirinya dan langsung menjauhkan tangannya dari punggung rosie


"ya kamu keluarin atau tarik kek! "panik Sean saat melihat rosie menahan nafasnya sehingga membuat gadis itu bernapas dari mulutnya saja.


"Gak bisa Se, ambilin plis"rengek rosie.


"Gila ya kamu, yang ada tangan saya kena upil kamu"Ujar Sean, Posisi pria itu kini tengah berjongkok di hadapan Rosie


Merasa tidak ada cara lain, rosie menarik oksigen lewat mulut nya, dan membuang nafas nya begitu kasar sehingga membuat nasi itu keluar dan terlempar.


"Hah Legaaaaaaa"Ucap rosie sambil mengelus idungnya.


Sedangkan Sean, kini pria itu mematung dengan posisi mata yang bertemu saat melihat nasi itu malah terlempar di wajahnya.


"ROSIE NASINYA ADA DI WAJAH SAYA, CEPAT KAMU BERSIHIN"Teriak Sean Histeris, pria itu sangat jijik menyentuh nasi itu, apalagikan habis dari hidung rosie.


"Astaga gak usah teriak kali"Rosie celingak celinguk mencari tisu tapi tidak ada sama sekali. Tanpa sadar gadis itu menarik kaos sean ke atas dan langsung melap kasar wajah Sean hingga tak ada lagi nasi yang tersisa.


Namun Tiba2 saja pipi rosie mendadak memerah saat melihat sesuatu yang membuat nya malu sendiri"Anjir Rotinya Sean banyak banget bagiannya"batinnya.


"Aduh jadi ternodakan wajah saya, mana ada bekas upil kamu lagi"omel Sean masih dengan melap wajahnya menggunakan kaos yang dia pakai.


"Ye enak aja, idung gue bersih gak ada upil nya kali, lagian lo lebay banget, gitu aja teriak2"omel Rosie tak mau kalah.


"Lah situ juga tadi teriak2!"balas Sean ketus.


"Ya itu beda kondisinya!, dah lah males gue debat sama lo mending pulang aja"Kesal Rosie langsung berdiri dan membersihkan penampilannya yang sedikit berantakan.


"Saya antar"ajak Sean, pria itu hanya khawatir takut2 Rosie kembali drop saat di perjalanan.


"Gak usah, gue udah baikan, lagian abis ini gue mau ke suatu tempat"tolak rosie.


Sean berdecak kesal "Gak usah keras kepala deh"


"Gak usa lebay deh gue udah kuat ini"gerutu Rosie sambil menggerak gerakan tubuhnya agar sean yakin.


"Ya udah sana hus hus hus"Usir sean sambil mengibas tangannya khas orang mengusir.


"Lah ngusir gue lo" ujar rosie tak terima di perlakukan seperti itu.


"Tadi katanya mau pulang, ya udah sana pergi!, emang ya cewek2 selalu aja pengan benar terus"


"Apa hubungannya sama mama coba? "


"Tante Yunda kan juga cewek " Jawab gadis itu enteng, rosie segera keluar dan sedikit berlari kelantai bawah.


Dan Sean, Jangan di tanya!, pria itu sudah naik pitam sekarang " Sabar, tenang, tarik nafas, keluarkan lewat pantat"


Pruuuuttttt....


"Akhirnya angin surgaku keluar juga"lega Sean, karena dari tadi dia menahan untuk membuang anginnya, kan ada rosie, bisa hancur image cool nya kalau kentut didepan gadis itu.


*_____________*


Jeffrey saat ini tengaj berada ditaman sampung rumahnya. Jeffrey berkali kali mencoba menguhubungi Jane, namun bukan malah di angkat, justru pria itu di reject berkali kali. "Jane angkat dong, sebegitu bencinya lo sama gue?"Gumam Jeffrey.


Pria itu mencoba sekali lagi, dan yah, akhirnya telpon itu di angkat. "Ha___"


"Gak usah hubungin gue, gak usah temuin gue lagi, dan jangan pernah dateng ke butik gue lagi, gue muak liat muka lo, gue benci sama lo, Dan jangan berani dateng kalau gak mau nyawa lo yang kali ini melayang,udah itu aja lo ngertikan?, kalau enggak, berarti emang selama ini lo emang bego"


"Jane gue bi____"


"Dan satu lagi, gue bakal maafin kalau lo sadar sama perasaan rosie dan nerima cinta dia, dan sebaliknya lo bisa cinta sama dia"


Tut...


"Akh shit, liat aja gue bakal dapetin lo jane" kesal Jeffrey.


"jeffrey"Panggil seseorang. Jeffrey sangat kenal dengan suara itu, siapa lagi kalau bukan Rosie. Memang benar setelah pulang dari rumah Sean, rosie langsung kerumah Jeffrey untuk menyelesaikan masalah mereka.


"Ngapain lo kesini? "Tanya Jeffrey dengan nada yang sangat dingin.


Rosie menghela nafasnya, masih tidak percaya kalau cinta Jeffrey terhadap Jane bisa mengubah pria itu 180 derajat padanya. "Gue gak mau kita begini jeff, gue juga gak mau perasaan lebih itu tumbuh, tapi dengan cara lo selama ini perhatian sama gue itu yang membuat gue tanpa sadar makin memperdalam perasaan gue ke lo,, gue...."


"Gue udah ketergantungan sama lo jeff" ucap rosie melirih yang masih bisa di dengar oleh Jeffrey.


"Gue gak peduli lo suka kek cinta kek apa kek, yang jelas gue gak bisa balas itu semua. Dan satu lagi, kita itu udah dewasa, hidup gue gak monoton ngurusin hidup lo terus, gue juga punya urusan lain"Sarkas Jeffrey dengan penuh penekanan.


Rosie menggenggam tangan jeffrey, hati gadis itu sangat sakit, saat mendengar perkataan Jeffrey yang seolah selama ini dia selalu merepotkan hidup Jeffrey. "Gue gak minta lo bales perasaan gue, cukup kita baikan aja itu udah bikin gue seneng jeff"ucap rosie, mata gadis itu telah berlinang.


Jeffrey melepas genggaman rosie perlahan, ada rasa tidak tega saat melihat gadis itu memohon, mau bagaimana pun mereka telah bersahabat dengan kurun waktu yang sangat lama, "Oke gue mau baikan sama lo"putus Jeffrey.


Rosie tersenyum senang, dan langsung memeluk Jeffrey erat, namun pria itu tidak sedikitpun berniat untuk membalasnya, malah Jeffrey melepas pelukan itu. "Tapi dengan syarat lo harus bantu gue buat dapetin Jane"lanjut Jeffrey yang membuat senyum itu seketika luntur.


"Gue gak bisa"Tolak Rosie mantap. Dia masih memikirkan perasannya, bagaimana bisa dia membantu orang yang dia cintai untuk mendapatkan gadis impiannya kalau dia saja sangat tersiksa.


"Ya udah kalau begit kita__"


"Ok Fine gue bantu lo, tapi gue gak bisa maksa jane kalau dia gak mau sama lo"pasrah sudah, Rosie tidak ingin jeffrey menjauhinya, dia benar2 tidak bisa apalagi Jeffrey satu2nya pria yang dia percaya.


"Good Girl, dan satu lagi! gue gak bisa terus terusan sama lo, gue bakal jaga sedikit jarak sama lo biar jane gak salah paham sama hubungan kita"ucap Jeffrey, ini benar2 kesempatan emas baginya, karena perasaan rosie lah yang membuat Jane menolaknya seperti ini


Rosie hanya mengangguk pasrah, dia masih berpikir, sebegitu perusaknya kah dia di urusan cinta Jeffrey. Dia bahkan berpikir ingin mati saja.


Semua yang di impikan tidak tercapai, dari cita2 ingin menjadi seorang dokter, hidup bebas2 seperti orang, dan bahkan kisah kasmarannya saja tidak semulus yang dia inginkan, justru orang yang dia cintai kini mulai menjauhinya.


"Yaudah kalau gitu gue pulang dulu"pamit rosie


"Ya udah sana! "Ucap Jeffrey santai.


Rosie hanya tersenyum kecut, bahkan Jeffrey tidak mengantarnya seperti biasa yang pria itu lakukan saat dulu. Gadis itu berjalan gontai, tak terasa air matanya yang telah menumpuk dari tadi kini menetes begitu saja.


Setelah sampai di mobil, rosie menangis terisak tanpa mengeluarkan suara. "Gue gak bisa kayak gini jeff, gue gak tahan lo perlakuin gue kayak gini"lirih rosie.


Gadis itu mengambil sebuah botol obat di dalam tasnya, dan segera meminum obat itu. Obat penenang yang selalu dia pakai di saat dia tertekan akan kekangan ayahnya dan di saat bundanya dan juga Jeffrey tidak ada di sampingnya.


Tak ada yang tahu rosie telah mengonsumsi obat penenang. Memang sebenarnya Rosie terlahir dengan memiliki mental yang lemah, hanya jeffrey dan bundanya yang bisa menjadi pengganti obat penenang nya.


Tapi sekarang Jeffrey bahkan telah mulai untuk menjauhi gadis itu.


TBC


Jangan lupa like dan votement kalian ya karena novel ini author daftarin untuk ikut YOU ARE A WRITER season 5.