
Rosie saat ini di sibukan dengan tumpukan berkas seperti biasa, focus gadis itu beralih ke hp nya yang baru saja berdering. Gadis itu langsung mengangkatnya saat melihat nama bunda dara yang ada di layar HP.
"Assalamualaikum nak"
"Waalaikum salam, kenapa bun? "tanya rosie
"Kamu sibuk gak nanti malam? "
Gadis itu berfikir sebentar mengingat jadwalnya "Enggak sih bun mungkin rosie pulang awal hari ini"
"Bagus deh, soalnya nanti malem kita di undang makan malam sama teman bunda, kamu maukan? "
"Harus banget ya rosie ikut? "Rosie sebenarnya tidak ingin kemana mana saat ini, pulang ini dia berniat menghabiskan waktu luangnya dengan tidur saja.
"Harus banget! dia pengen banget ketemu sama kamu"tegas bunda.
"Yaudah deh rosie ikut! "Pasrah rosie pada akhirnya.
Bunda terdengar menghela nafas disana"syukur deh, ya udah bunda tutup dulu assalamualaikum "
"Waalaikum salam "
*__________*
"Boss ada kiriman ni untuk boss"Ucap security butik jane.
Jane menoleh sekilas ke security nya, dia berpikir tidak ada memesan apapun tapi mengapa ada paket yang datang"simpan di atas meja saya aja pak, nanti saya buka"titah nya.
Pak security langsung meletak kotak berukuran sedang itu di atas meja jane.
"Saya permisi nona boss"
Setelah rancangan busana nya selesai, jane langsung mengambil kotak itu dan membukanya. Terdapat kue yang bertuliskan "Congratulation "di muka kue yang di hias sangat cantik.
Jane langsung mengambil secarik kertas yang tersimpan disebelah kue itu.
"*Selamat ya buat rancangan kamu yang sukses besar, maaf gak ngucapin langsung
Jeffrey :3*
"Ini si Jeffrey makin aneh deh, fix ni orang suka sama gue"oceh jane, namun sedetik kemudian di teringat kesahabat karibnya, siapa lagi kalau bukan Rosie.
"Terus nasibnya si rosie gimana dong kalau jeffrey beneran suka sama gue"jane menggeleng cepat, dia tidak mungkin nikung sahabat yang udah dia anggap kayak saudaranya itu.
"Gak bener nih, gue harus nyadarin Jeffrey kalau Rosie tuh suka sama dia"ujar jane.
Selama 1 tahun ini jane sangat hapal bagaimana tingkah rosie kepada jeffrey, sangat jelas rosie itu mencintai si jeffrey bukan sekedar sahabat tapi lebih.
Cuma jeffrey nya saja yang tidak pernah peka dengan perilaku rosie. Pria itu selalu saja menekankan kalau mereka tidak lebih dari sahabat.
Drrrt.... Drrtt...
Jane langsung mengambil HP nya yang bergetar dan pas sekali Jeffrey yang menelponnya. "Assalamualaikum "
"Waalaikum Salam pas banget jeff gue mau ngomong sama lo"ujar jane dengan serius.
"Ngomong apa jan?, eh btw kuenya udah sampe belum? "
"Udah makasih ya jeff"
"Tuhkan ngomong aja pake aku-kamu, ini Jeffrey bener2 deh"batin jane menggeram.
"Kapan lo gak sibuk? "tanya jane
"Besok aku gak sibuk"
"Besok bisa ketemuan gak? "
"Bisa banget, aku aja yang nyari tempatnya jan, kebetulan aku juga pengen ngomong hal penting sama kamu"
"ya udah serah lo deh, sampai ketemu besok jeff assalamualaikum "
"Ok Waalaikum salam"
Jane melempar ponselnya ke mejanya kasar, dia tidak habis pikir dengan Jeffrey. Kenapa tidak pernah sadar sama perasaan Rosie.
"Lo tenang aja ci gue akan ngebantu lo buat dapetin si Jeffrey bego itu,,aduh gak ada cowok lain apa selain Jeffrey yang lo suka"
Untungnya di ruangan itu hanya jane seorang jadi gak bakal khawatir kalau nanti dia di bilang orang gila karena bicara sendiri.
*___________*
Rose memasuki rumah dengan lesu, gadis itu sangat malas walau untuk berjalan saja. Di tambah lagi harus ikut makan malam. Haduh Rosie sudah hapal bagaimana rempongnya bunda dara nanti saat bertemu ibu2 teman nya itu.
"Kamu cepat siap2, ingat jaga sikap kamu nanti, ayah gak mau kamu ulangin lagi sikap kamu yang kurang ajar itu"Ujar Mason dengan mata masih terpokus pada koran yang dia baca.
Rosie sangat bersyukur ayahnya sudah mau berbicara dengannya lagi walapun kalimat itu terkesan dingin. "Iya yah rosie gak bakal ngulangin lagi"ujar rosie dengan semangatnya.
Rosie langsung berjalan ke kamarnya untuk bersiap. Gadis itu bersenandung dengan riangnya di kamar mandi. Rasa lelah yang menghampirinya tadi lenyap begitu saja saat mendengar Mason berbicara lagi kepadanya.
"i will always love youuu pufftt Busa anj"Pekik Rosie saat menelan busa sabun nya sendiri.
Setelah selesai, gadis itu langsung memilih dress terbaiknya, tidak lupa memoles wajahnya dengan make up yang natural, karena wajah rosie tuh udah cantik buat apa di menor menorin.
"Omaigasss kamu so beautiful my girl, bunda proud punya anak like you"Ujar bunda dengan sok inggris nya.
Pak mason hanya memijit pelipis saat mendengar pekik an istrinya itu, untung cinta pikir ayah Mason.
"Princesnya siapa dulu dong"sombong rosie dengan bangganya.
"Anak orang nemu di selokan gitu dong"Kekeh Bunda yang langsung membuat Rosie cemberut.
"Bunda jahat oci gak pe--"
"Udah dramanya, ayok berangkat"Ketus ayah langsung pergi begitu saja.
"Ni orang tua untung orang tua kalau bukan orang tua lo udah gue gepak dari sini"gumam rosie sambil sok sok an memperagakan tangannya seolah ingin ngebugem ayah Mason.
(Jangan di tiru:)yau)
"Apasih ci gak baik kayak gitu"tegur bunda dara, tidak bisa di biarkan kalau sikap anaknya yang kayak pengen mencalon menjadi anak durhaka itu.
"Iya2"
TBC
Jangan lupa like dan votement nya