
"Selamat siang nona boss"
"Selamat--eh lo rupanya jeff, ngapain kesini"tanya Rosie saat melihat Jeffrey masuk kedalam ruangannya.
"Mau ngajak lo makan siang bareng, mau gak?"tanya Jeffrey sembari duduk di kursi di depan Rosie.
Rosie mengangkat sebelah alis nya. "Kesambet apa lo pengen makan siang bareng gue, biasa nya juga gue ajakin gak mau"Ujarnya.
Jeffrey nyengir lebar sampai lesung pipinya terlihat, "ada deh, pokoknya lo harus ikut, soalnya ini penting banget"
"Iya2"ujar Rosie dan langsung membereskan berkas2nya. Setelah selesai Rosie langsung mengajak jeffrey. "Yuk berangkat!, legend ni moment karena lo tiba2 aja mau makan bareng gue"
"Bisa aje lo"
*______________*
Setelah menempuh perjalanan hampir 15 menit. Akhirnya Rosie dan Jeffrey sampai di sebuah restoran yang populer di jakarta.
Jeffrey dan rosie langsung masuk ke restoran yang tampak ramai itu. "Kita di lantai paling atas"ajak Jeffrey dan hanya angguki oleh Rosie.
Saat sampai, Rosie melongo melihat ruangan itu di hias begitu romantisnya, dan rosie berfikir kalau tempat ini sudah di sewa oleh Jeffrey. "Kok tempatnya romantis banget sih, apa jangan2 Jeffrey mau nembak gue lagi"pikir rosie kepedean.
Namun ada 3 kursi disana, membuat rosie bertanya2 untuk siapa kursi kosong itu.
"Rosie!"panggil Jeffrey lembut, pria itu meraih tangan rosie dan mengusapnya pelan.
Rosie sangat terkejut melihat perlakuan Jeffrey kepadanya. Jantung gadis itu sudah berdisko ria di dalam sana."I-Iya"jawabnya gugup.
Jeffrey menatap Rosie dalam yang membuat gadis itu gugup setengah mati. "Aku ngaku kalau pria kayak aku gak pantes buat cewek se perfect kamu, tapi ijinin aku berusaha buat mantesin diri buat jadi cowok yang satu2nya ngisi hati kamu"
Rosie merasakan ribuan kupu2 terbang menggelitik perutnya, seuntai senyum terukir di bibir manis gadis itu. Moment yang dia tunggu2 telah terjadi hari ini. "Jeff lo gak bercandakan? "tanya rosie memastikan.
Air mata gadis itu keluar begitu saja saking bahagianya. Jeffrey berlutut di depan Rosie, yang membuat gadis itu yakin kalau pemuda ini serius dengannya.
"Aku..."Jeffrey menjeda kalimatnya dan menengadah kearah wajah rosie. "Bahahahahahhhah"Tawa Jeffrey pecah begitu saja. "Becanda elah, serius amat neng gue cuma latihan"ucap Jeffrey disela tawanya.
"Setan Jeffrey!!"Pekik rosie dan langsung memukul mukul badan Jeffrey. Gadis itu malu setengah mati setengah hidup , apalagi dia sempat meneteskan air matanya didepan Jeffrey tadi.
"Gila hebat juga gue sampe ngebuat lo baper"bangga Jeffrey.
"Siapa yang baper?, gue tadi tu cuma gak nyangka lo tiba2 ngomong kayak gitu" elak Rosie sambil merileks kan wajahnya yang terasa memanas tadi.
"Aduh rosie kan lo tau sendiri kita tu gak bakal lebih dari sahabat, gue udah anggep lo kayak saudara gue malah"jelas Jeffrey dengan entengnya.
Hati Rosie rasanya tertusuk jarum saat mendengar kembali ucapan Jeffrey yang menekan kan mereka tidak lebih dari sahabat.
"Hai Jeff--ehh ada Rosie juga"kaget Jane yang baru saja datang. Rosie hanya terdiam saat melihat Jane datang, entah mengapa semenjak Jane memberitahu Kalau Jeffrey kemungkinan suka sama dia membuat rosie tidak suka melihat jane mengganggu momentnya bersama Jeffrey.
"Hai Jan sini duduk!"ajak Jeffrey, bahkan pria itu menarikan kursi untuk jane duduk. Dia tidak tahu saja hati Rosie sudah bergemuruh saat melihat Jeffrey perhatian seperti itu kepada Jane di depan matanya.
"Makasih Jeff"Ucap Jane sambil duduk di kursi nya.
"Sama2, yasudah kita makan dulu gih! "Ajak Jeffrey.
Setelah semuanya selesai makan, Jeffrey berdehem untuk menarik perhatian dua gadis didepannya. "Jadi begini tujuan gue ngajak kalian bedua itu.. ."Jeffrey menjeda kalimatnya, pria itu mengambil sebuah kotak yang seperti nya kotak cincin dari saku jassnya.
Rosie dan Jane masih bungkam menunggu kalimat selanjutnya yang akan di ucapkan Jeffrey. "Sebelumnya aku mau ngucapin sama kamu rosie, karena udah mau meluangkan waktu untuk aku"Ucap Jeffrey disertai senyum manisnya.
Rosie membalasnya dengan anggukan dan juga senyuman.
"Dan Jane kamu tokoh utama dalam acara makan ini"ucap Jeffrey.
"Tokoh utama?, Lo gak akan nembak Jane kan jeff? "batin Rosie. Gadis itu meremas ujung kemejanya saat melihat Jeffrey membuka kotak itu ke arah Jane.
"Jane,,kamu udah bikin aku buta , karena kamu aku jadi gak bisa melihat gadis lain selain kamu yang menurut aku cocok sama aku, Jujur saja sejak pertama kali aku kenalan sama kamu, aku langsung tertarik sama kamu,,Jadi? "Jeffrey menarik nafasnya dalam dan meraih tangan Jane.
"Kamu Mau jadi pendamping hidup aku, memang cara aku ngelamar kamu berkesan gak sopan karena gak ada keluarga kita yang menjadi saksi. Tapi.."Jeffrey menoleh kearah rosie yang terdiam, dia tersenyum ke gadis itu.
"Kehadiran Rosie disini bagi aku udah cukup jadi saksi untuk kita berdua "lanjutnya.
Rosie merasakan air matanya sebentar lagi keluar, Dadanya menjadi sesak begitu saja, nafasnya terasa tercekat saat mendengar Jeffrey hanya menjadikan dia seorang saksi di kisah cintanya. Miris bukan.
Jane langsung melihat kearah Rosie. Hati gadis itu juga ikut sakit saat melihat mata Rosie yang kini telah ber air.
"Hah ya ampun gue baru ingat kalau gue ada meeting, gue pamit duluan ya"Ujar Rosie berbohong.
Jeffrey menampilkan wajah kecewa saat rosie ingin pamit"Kan ini belum selesai, jane aja belum jawab"ucap Jeffrey.
"Jeffrey set*n, anj, bangs*t, brengs*k"batin rosie terus mengumpati Jeffrey.
"Tanpa mendengar langsung gue tau kok apa jawaban Jane, selamat ya"rosie berusaha menetralkan suaranya yang hampir bergetar saat mengucap kan selamat.
Mengingat jane pernah bilang kalau dia menyukai Jeffrey membuat rosie yakin tidak mungkin jane menolaknya.
Rosie berlari dari tempat itu, untungnya tadi dia berangkat dengan mobil masing2 jadi Rosie tidak perlu menunggu Jeffrey.
Jane berdiri dengan kasar dan menatap Jeffrey tajam.
Plak...
"Jane! "kaget Jeffrey saat jane menampar keras pipinya.
"Lo kapan sih peka nya, Baj*ng*an Lo"bentak Jane dan langsung meninggalkan Jeffrey yang mematung mencerna perkataan Jane.
Jane berlari untuk menyusul Rosie,namun terlambat mobil gadis itu tidak terlihat lagi di parkiran, "Gue harus jelasin ke rosie"
Jane mencoba menelpon Rosie, namun telpon nya hanya dirijek. Jane tidak menyerah berkali2 dia menelpon, hingga jane menyerah saat hp rosie justru tidak aktif.
"Gue kerumah dia aja deh, bodo amat dia gak ada dirumah, gue bakal tungguin sampe pulang"gumam Jane dan langsung melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang.
TBC
jangan lupa like dan votement nya ya 😊