WHAT'S WRONG WITH HER

WHAT'S WRONG WITH HER
bab 16



Rosie menatap datar pak hendry saat di bawa oleh polisi untuk menghadapnya. Sungguh dia sangat marah saat ini, bagaimana bisa, pak hendry sudah berani menggelapkan dana, saat dia baru saja di angkat sebagai manager perusahaan satu bulan ini.


Pria berumur sekitar 30 tahunan itu menunduk takut saat berhadapan dengan sang bos. "Kamu gunakan untuk apa uang itu? "tanya rosie to the poin.


"Maafkan saya buk, saya terpaksa melakukan ini untuk biaya pengobatan anak saya"lirih Hendry, pria itu masih menunduk tak berani mengangkat wajahnya,dia sungguh malu, dan merasa tidak tahu diri saat sang atasan sudah memberikan kepercayaan namun dirinya malah menghancurkan semua itu.


"Sakit apa? "tanya rosie masih dengan nada dinginnya.


"Kelainan jantung, jantung anak saya semakin hari semakin melemah, karena itu saya harus mencari biaya untuk operasi anak saya. Sekali lagi maafkan saya, saya tidak tahu diri, seharusnya saya tidak menghancurkan kepercayaan ibu kepada saya "Hendry terisak.


Pria itu sebenarnya begitu menyesali apa yang telah dia perbuat, tapi mau bagaimana lagi, anaknya sangat membutuhkan donor jantung, dan kebetulan ada seseorang yang rela memberikan satu organnya untuk anaknya itu.


Sedangkan Rosie, gadis itu memalingkan wajahnya saat air mata nya ingin turun begitu saja. Dia paling sensitif saat berurusan dengan seorang ayah. Bagaimana pun ayahnya selama ini tidak pernah memperlakukan dirinya layaknya seorang ayah kepada anaknya.


Menghela nafas panjang, Rosie berdiri dari duduknya dan menatap Lalice. "Cabut laporan atas nama Hendry!. Dan kamu pak Hendry, saya akan menunggu kamu di depan untuk melihat kondisi anak kamu dirumah sakit, Walaupun bapak di bebaskan, tapi tetap kamu akan saya PHK sebagai imbalannya"jelas Rosie yang membuat Lalice dan Hendry melongo tak percaya.


"Se-serius nona bos?"tanya Lalice memastikan, sungguh dia sangat terkejut saat mendengar keputusan bosnya ini, bagaimana bisa dia membebaskan pelaku dengan kasus yang hampir merugikan perusahaan.


"Saya serius, cepat urus! ,saya akan menunggu di mobil"ujar Rosie


Hendry yang mendengar itu langsung memegang tangan Rosie. Namun Rosie langsung menepis nya, seakan sadar hendry menepuk jidatnya keras. "Maafkan saya nona bos saya lupa, terimakasih nona bos sudah membebaskan saya, saya tidak tahu harus dengan apa membayar budi nona bos, saya tidak akan pernah melupakan orang sebaik nona bos"


"Bukan nona bos, tapi Mantan nona bos"saut Lalice mengoreksi.


"Saya akan menunggu di depan, cepat!! jangan lama2" titah Rosie lalu pergi meninggalkan Lalice masih melongo dan hendry yang masih menangis karena terharu.


*_____________*


Rosie bersama hendry dan Lalice telah sampai di rumah sakit. Saat memasuki ruang rawat anak Hendry, terlihat seorang wanita yang duduk tengah menggengam tangan anaknya sambil menangis tersedu.


"Mamah!"Panggi hendry yang membuat wanita itu terkejut.


"Mas hendry!, kamu beneran mas hendry kan?"tanpa basa basi wanita itu langsung memeluk erat suaminya. "mas gak kenapa napakan?, gak dipukulin kan? "


"Iya mas baik2 aja, semua ini berkat bos nya mas, nona bos Rosie membebaskan mas dinda"ucap hendry.


Dinda yang mendengar itu langsung beralih memeluk Rosie "terima kasih banyak buk, terimakasih ibu mau membebaskan suami saya setelah apa yang diperbuatnya"ucap dinda tulus.


Rosie hanya menanggapi dengan senyum tipis. Matanya beralih pada gadis kecil yang masih betah memejamkan matanya dengan tubuh hampir di penuhi alat medis. "Boleh saya melihat anak kalian? "tanyanya.


Dinda dan hendry mengangguk memberikan ijin. Rosie perlahan mendekat, saat melihat wajah gadis kecil itu. Iya tersentak kaget, Rosie ingat betul, gadis kecil ini adalah anak kecil yang dibawa Sean yang untuk menghiburnya waktu itu.


Air matanya menetes begitu saja, ternyata dibalik senyum cerah gadis kecil itu, dia menyimpan penyakit yang kapan saja bisa membawanya kepada tuhan.


Setelah selesai, Rosie dan Lalice langsung pamit pulang untuk mengerjakan pekerjaan mereka yang tertunda. "Kamu transfer uang pada pak hendry"suruh Rosie.


"untuk apa nona bos? "


"Anggap saja pesangon dari perusahaan"


"Tapi kan, pak hendry sudah--"


"Kirim saja, sekarang! "potong rosie sambil menatap Lalice tajam. Dia ingin membalas budi anak kecil itu yang sempat menghiburnya, baginya uang habis bisa di cari. Tapi nyawa hanya satu dan kalau sudah tiada tidak ada yang bisa menggantinya.


*_____________*


Gadis itu terus saja mondar mandir didalam kamar yang bernuansa keemasan itu. Jane, menggigit kukunya memikirkan cara untuk dia bebas dari rumah ini. Memang benar, selepas pulang dari rumah sepupunya Jane di culik dan di bawa di sebuah Villa.


Ceklek....


"Hai"sapa seorang lelaki dengan senyum manisnya sehingga dua lesung pipi nya langsung timbul begitu saja.


Jane yang melihat orang yang baru saja masuk langsung saja mencekam erat kerah kemejanya. "Sampai kapan lo ngurung gue disini ha!, gue makin benci tau gak sama lo!"bentak jane.


Lelaki itu tersenyum miring "Sampai lo mau menikah sama gue, dan satu lagi, gue ingetin jangan pernah deket2 sama cowok lain gue gak suka"larangnya.


Bugh..


"Gue hiks gak suka lo yang kayak gini hiks, lo jadi jahat dan possesife sama gue, padahal gue bukan siapa2 lo hiks, Jane gak suka jeffrey yang ini tuhan, Jane sukanya Jeffrey yang dulu hiks Huwaa"


Jeffrey mengangkat sebelah alisnya, sejak kapan jane jadi seorang yang begitu dramatis seperti ini. Tapi kalau dipikir lucu juga. Jeffrey jadi makin suka.


"Ck gak usah lebay, lo maunya gimana sih jan, gue baik lo tolak, gue jahat pengen gue yang baik, kalau gue jadi baik lagi berarti lo tolak lagi, jadi lo maunya gue gimana?"tanya Jeffrey dengan nada sedikit meninggi


"Huwaa kan Jeffrey galak, Jane gak sukaaa"Gadis itu makin menangis kejar sambil guling2 di lantai. "Gak suka Jeffrey yang ini mau jeffrey yang dulu, gak suka gelayyk hiks"


Jeffrey yang melihat Jane yang menangis kejarpun berusaha meraih tubuh gadis itu dan memeluknya. Jane tidak memberontak, gadis itu malah mempererat pelukan Jeffrey. "Ya udah aku bakal berubah, tapi dengan satu syarat kamu mau nikah sama aku"ujar jeffrey lembut.


Jane mengangguk, dan langsung membuat Jeffrey melepas pelukannya dari Jane dan menatap gadis itu terkejut. "Kamu serius mau nikah sama aku? "


Jane tersenyum sangat manis"Iya aku akan nikah, kalau burung kamu bisa sembuh dulu?"


Jeffrey kebingungan saat mendengar penuturan jane yang ambigu. "Maksudnya? "


"Maksud gue itu....."


Bugh....


"Argh punya gue!!!"teriak Jeffrey saat jane menendang miliknya begitu kuat.


"MOGA PUNYA LO PATAH, BABAI JEFFREY! "teriak Jane sambil berlari kencang. Dia tersenyum menatap kunci mobil Jeffrey ditangannya.


Iya!, tadi hanya alibinya saja bersikap seperti itu, di saat Jeffrey memeluknya tadi jane memanfaatkan situasi untuk mengambil kunci mobil Jeffrey yang gelantungan di saku celananya.


"Woy Pengawal kejar dia! "teriak Jeffrey kepada orang suruhannya. Dengan susah payah dia berlari dengan keadaan miliknya yang rasanya ingin patah. Sampai2 dia dibantu oleh anak buahnya


"Bos kenapa bos, jalannya kok aneh?"


"Gak usah banya tanya cepet kemobil kejar tuh cewek"kesal Jeffrey.


Dan terjadilah aksi kejar2 kejaran antara mereka. Jane menatap binar saat menemukan hp Jeffrey yang berada di bawah tempat duduknya. "Gue harus minta tolong sama Rosie "


Jane langsung saja menelpon Rosie.


"Halo jeff"


"Rosie ini gue jane, tolongin gue plis gue di culik sama Jeffrey dan sekarang dia ngejar gue karena gue kabur "ujar jane.


"Jane lo tenang!, sekarang lo dimana? "


"gue disekitar jalan xxx cepetan cie gue takut"


Jane melirik dari spion mobil yang masih terlihat mobil Jeffrey yang masih mengejarnya. Disaat Jane tengah focus melihat spion mobil, dia tidak menyadari kalau dia mengambil jalur yang salah, dan menerobos lampu merah.


Tin tin tin....


"Aaaaaarghhh"


BRUK.... BRUK....BRUK.. Bammmmm


Mobil gadis itu terhantam oleh truk dan membuatnya berguling guling di tengah jalan raya. Orang2 menjadi riuh, Rosie dari seberang sana dapat mendengar suara yang begitu nyaring sekaligus membuatnya begitu khawatir.


"Jane!, Jane! jawab gue, lo gak papakan? JANE! "


Tut...


TBC....


Jangan lupa like dan votement nya.


Note: "Ocie" itu panggilan jane dan bunda dara untuk rosie