
Rosie berkali kali memukul dadanya yang terasa sesak, gadis itu menangis sepanjang jalan dan yang paling mengkhawatirkan dia menyetir dengan laju di saat kondisinya tidak baik.
"Lo tu bego sie lo tuh bego, ngapa bisa sih lo punya perasaan lebih ke dia, JEFFREY ANJ"Pekik rosie saat melihat dia di jalur yang salah di tambah lagi gadis itu hampir menabrak mobil seseorang. Untungnya jalanan itu sunyi jadi tak akan ada yang melihat kejadian itu.
Rosie memejamkan matanya erat dan mengatur nafasnya, hampir saja tadi dia celaka kalau tidak cepat menginjak rem mobilnya.
"Mba..Mba gak papa kan? "tanya orang yang hampir rosie tabrak tadi.
Rosie membuka kaca mobilnya dan..
Blar.....itu adalah Sean. "kamu lagi kamu lagi"Ucap Sean malas.
Sean di buat aneh saat rosie melihatnya dengan mata yang berlinang linang. "Loh kenapa nangis"panik Sean saat gadis itu menangis pecah.
"Hiks gue bego Se,, Gue Bego Hiks.... "ucap rosie sambil memukul dadanya yang kembali sesak. Dia tidak peduli lagi kalau sean memandangnya wanita lemah sekarang, karena memang dasarnya rosie itu orangnya rapuh.
"Aduh!,,sini2 keluar dulu! "Pinta Sean sambil membukakan pintu mobil rosie.
Sean membawa rosie duduk di kursi yang ada ditaman di dekat mereka. "Kamu tunggu sebentar"titahnya.
Sean berlari ke tukang Ice cream yang ada di seberang taman. Dan membeli 2 ke pak Ice cream itu. Setelah itu dia kembali dan memberikan satu ice creamnya kepada rosie.
"Makasih"ucap rosie dengan suara nya yang bergetar dan sangat lucu di dengar.
Sean ingin tertawa tapi gak enak, tapi nyesek banget pengen ketawa. "Sama2"jawabnya sambil terkekeh kecil.
Rosie membuka ice cream nya dengan cepat, gadis itu memakan dengan air matanya yang mengalir deras. "Ice creamnya kok asin banget sih ? Hiks..."ucapnya dengan sesegukan.
"Gimana gak asin, air mata sama air idung kamu juga ikutan jadi ice cream" kekeh Sean. Pria itu merogoh sakunya dan mengambil sapu tangannya yang masih stearil. "Nih lap dulu tu jenis2 air!! "
Rosie mengambilnya dan langsung menyisihkan Air hidungnya tanpa malu, mana bunyinya nyaring lagi. Sean kan jadi gak nafsu makan ice creamnya.
"Nih!"Rosie memberikan lagi sapu tangan itu ke Sean yang kini melotot ke arahnya.
"Buang aja!, ada ingus kamu itu, jijik saya megangnya" omel Sean.
Keadaan menjadi hening, Sean tidak ingin bertanya apa masalah yang kini di alami rosie, toh mereka kan tidak seakrab itu, ralat Tom and Jerry lebih tepatnya.
"Salah ya kalau kita suka sama sahabat sendiri, bukan suka lagi gue udah kayak cinta mati sama dia"ucap rosie tiba2, air mata gadis itu kembali menetes dan dengan cepat dia menghapusnya.
Rosie mengangguk setuju. "Lo bener Se, dia bahkan ngelamar cewek di depan gue, mana tu cewek sahabat kesayangan gue lagi"ujar rosie tiba2 curhat.
Jujur Rosie tidak memiliki orang terdekat selain bunda dan juga kedua sahabatnya. Dia tidak mungkin bercerita ke bundanya, karena dara berpikiran sama seperti jeffrey yang menganggap tidak lebih dari sahabat.
"Gue harus gimana se, gue udah terlanjur banget masuk kelubang yang dalam, sulit banget untuk keluar sendiri "lanjut Rosie sambil tersenyum kecut meratapi hidupnya yang apa semua yang dia impikan semuanya tidak tercapai.
Sean terdiam cukup lama, lalu dia melihat kearah Rosie yang kini menanti jawaban Sean. "saya akan bantu kamu keluar dari lubang yang dalam itu"ucap Sean tanpa ragu, entah mengapa kata2 itu terlintas begitu saja di benaknya.
Sedikit lega dalam hati rosie saat mendengar jawaban Sean, "Makasih se, gue pulang duluan ya , dan lupain yang gue omongin tadi"pinta Rosie. Gadis itu berdiri dari duduknya dan tersenyum manis kepada Sean.
"Sa-sa-ma sama sama"Sean mengumpat dalam hati kenapa dia bisa tiba2 gugup sih, jantungnya juga detakanya kayak abis lari maraton 100 kilo aja. Dag Dig Dug Serrr....
"Rosie!! "panggil sean saat melihat rosie hendak memasuki mobil.
"Kenapa? "
"Itu---anu---Kamu telpon Nomor eh,,,telpon nomor kamu, Astagafirr NOMOR TELEPON KAMU MINTA DONG!!! "Geram Sean dengan nada meninggi di akhir, rosie saja sampe elus2 dada saking kagetnya.
"Biasa aja dong gak usah teriak kek gitu" ucap rosie sambil mengambil pulpennya di saku kiri kemejanya. Gadis itu langsung mengambil tangan Sean dan menulis nomornya disana.
"Diam napa Se!!,kok lo bergetar gini sih?"Tegur rosie kesusahan menulis saat tangan Sean tiba2 saja bergetar hebat.
Sean sampai menahan tangannya sekuat tenaga "aku kenapa ni, kok jadi overdosis gini?"
"Dah selesai, gue pulang dulu assalamualaikum "pamit Rosie.
"Walaikuam-salamu,,WAALAIKUM SALAM"tuhkan si Sean ngegas lagi.
"Aneh banget lo dari tadi gugup sama ngegas mulu"Untung rosie tu gak peka tehadap rangsang, beda sama Jane yang sensitif nya melebihi gigi yang harus di sikat pake pepsoden. Peka banget cuyy
Tidak mau berdebat rosie langsung melajukan mobilnya meninggal kan Sean.
"Alhamdulillah jantungku aman"lega Sean
TBC
jangan lupa like dan votement nya ya