UnderCover Wife

UnderCover Wife
Chapter 8: Mayday... Mayday



Bram tiba di Bandara Soekarno-Hatta,Cengkareng sudah jam 2 dini hari, dia langsung ke Absolute Liquer Bar milik Ivan. Para crew bar sudah mengenal Bram namun mereka tidak mengetahui hubungan diantaranya, di hadapan publik Bram tidak pernah menunjukkan bahwa mereka dalah sepaasang kekasih...hanya Aditya yang mengetahuinya.


“Mana Boss lw…” Tanya Bram pada bartender ALB


“Ruang VVIP, 401.”


“Yakin lw…”


“Iya…”


“Siapa tamunya…?”


“Mr. Adam…” mendengar nama tamu ivan tubuh Bram menegang, Adam seorang predator, ivan akan hancur jika dia tidak diselamatkan.


“Shit…” Bram langsung berlari menuju ruang VVIP. Ketika Bram membuka pintu dia tidak menemukan Ivan.


“Mana Ivan…?” tanyanya pada yang ada disitu


“Pergi ke Club Nine…”


“Apaaa…” Bram benar-benar menegang. Sial… Ivan please jangan bodoh…inilah hal yang dia selalu takutkan. Bram langsung berlari keluar, dia langsung melesatkan Mobilnya menuju Club Nine.


Club Nine adalah Club tertutup yang dikelolah oleh seorang wanita, yang dipanggil dengan nama Lady Gee. Tidak sembarangan orang bisa masuk ke sini, termasuk Bram. Bram tidak punya Akses ke Club ini. Club ini bukan club Gay, Tapi Gay bisa masuk hanya jika dia punya Akses Khusus. Ivan bisa masuk karena Adam yang membawanya dan itu bukan sebagai tamu atau kekasih Adam. Ivan di bawah kendali Adam, dia adalah pets nya Adam. Bram mengambil handphonenya memutar sebuah nomor.


“Ya…” Jawab seorang wanita.


“Jan…”


“Bram… dini hari telepon ada apa?”


“Help…orang gw dibawa masuk ke Club Nine…”


“Berapa…”


“Lw Mau apa Jan…”


“Proyek yang dinamakan Bermuda…apa bisa?” what…itu proyek yang dia pun gak punya hak menyentuhnya.


“Gw gak punya Akses…jan.”


“Kalo githu lupakan orang lw…tunggu sampe siang di rumahnya.”


“Please jan…gw gak bisa liat dia Hancur…please Jan…” Bram benar-benar bingung. Walaupun dia punya segalanya, dan punya kehidupan sisi gelap namun semua ada batasnya. Peraturan Club Nine tidak bisa dia terobos begitu saja. Yang dia tahu Jan adalah salah satu orang Kuat di Club Nine. Namun Jan meminta bayaran yang menyulitkan. Jika Bram punya andil di dalam Proyek Bermuda, dia akan berikan namun Bram tidak Punya, ayahnya juga tidak.


“Jan Please…. Minta yang lain ya…gw bakal kasih, jangan Proyek Bermuda, gw gak punya Akses di proyek itu.” bujuknya lagi.


“Ultimate….”


“Benarkah…ok... Proyek Ultimate. Deal ya.”


“Ya… lw dimana…”


“Pintu depan…”


“Tunggu…”


“Okay…” sial ini lebih menakutkan dari operasi Sean… ivan kenapa lw sebodoh itu. Gw harus gimana, dimasa lalu ivan pernah terjebak di Club Nine, Hidupnya hancur berantakan, saat itu mereka masih remaja, Bram kuliah di USA, tidak ada tanda kehidupan di raga Ivan saat itu. Saat Bram kembali ke Jakarta ketemu dengan Ivan, keadaan Ivan sangat berantakan, tubuh ivan lebih kurus dari yang sekarang, tidak sadarkan diri, aroma pria dan alcohol bercampur ada dalam seluruh tubuhnya, Dia tidak hanya mabok karena alcohol tapi juga Sabu. Amat mengenaskan nyaris mati. Bram memanggil Aditya untuk mengurus ivan, sejak itulah mereka terus bersama.


“Bram…” Jan datang menghampirinya, Jan lebih tinggi darinya, potongan rambutnya mirip cowok di anime, Dia cantik namun berbahaya.


“Jan..” ujar bram, dia sedikit menjauh dari gadis itu, sekalipun Jan tomboy tetap aja dia wanita.


“Siapa namanya…?”


“Ivan…”


“Cowo…Pacar, siapa yang bawa?”


“Iya…Adam”


“Shit lw Bram, Adam seorang master...”


“Benarkah…”


“Iya…yang lw butuhkan bukan gw, tunggu...”


“Ya Tuhan kenapa begini sih…” guman Bram.


“Reno… Gw Jan, Bayar utang budi lw, gw nagih lw sekarang, Cari Master Adam di dalam Club. Gw tunggu 2 menit...” Perintah Jan dengan nada dingin… gila ini cewe lebih sadis ya…  dia menyandarkan dirinya dimobil Bram, mengeluarkan Rokok, menawarkannya pada Bram, Bram sedang tak ingin jadi menolaknya.


“Tenanglah Bram Dia tak akan apa-apa…”


“Gw gak tau jan, kemungkinan dia udah lama di dalam...”


“Ada Motif apa Mr. Adam sama lekong lw…”


“Jan…” panggil Reno, dia tidak keluar sendiri namun bersama Ivan… ivan dalam kondisi setengah kacau dan Jan benar, dia belom terlambat…Bram segera mendekat kearah mereka dan langsung memeluk ivan.


“Makasih Bro…” ujarnya pada Reno


“Ivan…” bisik bram


“Pergilah cepat dari sini…saran gw untuk lw Bram, Gabung kekuatan Aditya dengan gw…pikirkan ok…gw Tunggu…Ultimate dan Aditya.” Jan dan Reno meninggal Bram dan ivan. Bram membopong ivan, membawanya pulang ke apartementnya. Bram meletakan ivan di dalam Bathtub menyalakan air hangat, membuka semua pakaian Ivan dan memandikannya. Bram bingung kok ivan tidak sadarkan diri, apa yang diberikan Adam padanya. Setelah meletakkan Ivan diatas tempat tidur.


“Bisa kah kau datang ke apartementku? Temanku sakit…”


“Bisa lebih dini hari lagi gak ganggunya Bram…”


“Lw kan dokter harus siap kapan aja...Tolonglah Drey…”


“hmmm…” tumben banget dia minta tolong...wah pasien darurat kah? Guman Audrey. Audrey Sander adalah sepupu dari Auliani Sander, Papanya adalah kakak dari papanya Auliani. Tak lama Audrey datang...


“Dimana si pasien”


“kamar…”


“Ivan…?”


“Ya…”


“Kenapa…?”


“Mana gw tau tadi gw jemput dia dari ALB …dia sudah gak sadar githu...” Audrey langsung memeriksa Ivan. Audrey mengecek kadar alkoholnya, masih dalam taraf normal.


“Sepertinya dia hanya dalam kondisi tertidur...kemungkinan obat tidur untuk pasien schizophrenia...dengan dosis yang tepat bisa buat seperti ini.”


“Jadi…”


“Tunggu aja…ok gw balik…hmmm mana Aditya...?”


“Kenapa lw cari dia…” Tanya nya sambil mengantar Audrey ke pintu.


“Karena dia lebih ganteng dari lw dan Normal…”


“Beeeeehh sotoy…”


“Mau nguji…sini dekat gw…” godanya, Audrey benar dari tadi dia memang jaga jarak dari Audrey, rasa mual sudah ada di tenggorokannya namun demi Ivan dia menahannya.


“Okay bye…kabarin kalo ada apa-apa.” Audrey pun ninggalkan Bram dalam keheningan. Tiba-tiba keletihan menyegrap dirinya. Bram melangkah ke kamar mandi membersihkan dirinya. Menggunakan celana training kesukaaaannya, berjalan menuju dapur.


“Aditya…gimana sudah sadarkah...”


“Ya…Ivan…”


“Nyaris…Club Nine…shit adit…gw bingung…” Bram pun tak dapat menahan emosi nya dia menyandarkan tubuhnya di dinding dapur menegakan kepalanya menahan airmatanya yang terjatuh.


“Apa…. Bram…siapa yang bawa ke sana?”


“Nantilah gw cerita…tolong lw telpon Jan…”


“Jan..Jan… maksud lw Cynthia januari?”


“Ya…dia yang bawa Ivan keluar dari Club Nine.”


“Balasannya….”


“Ulitimate dan lw…” Aditya terpaku mendengar jawaban Bram. Ini gila… Ultimate bukan Proyek… ultimate adalah Group yang di pimpinnya.


“Maaf Dit…”


“Tenang dan istirahatlah, gw masih bisa handle Jan…”


“Thanx Bro…”


“Anytime Bram... gw kirim orang untuk jaga lw berdua.” Aditya pun menutup teleponnya. Baru kali ini dia mendengar Bram tak berdaya, mungkin karena hatinya sudah terbagi. 


Bram melangkah gontai menuju kamarnya... dilihatnya Ivan tertidur dengan tenang. Kalo dia telat dia pasti kejadian itu terulang lagi dan Dia gak akan bisa menyelamatin Ivan..


"Maaf..." ujarnya lirih. di sentuhnya anak rambut Ivan. Bram menundukkan kepalanya, mencium kening Ivan.


Note Author:


Terimakasih atas dukungannya ya...


Terus Baca..terus dukung...


love you all


Your Author with love: Adrinna