UnderCover Wife

UnderCover Wife
Chapter 7: Operasi Sean



Chapter 7: Operasi Sean 


Sudah hampir 6 jam Sean di ruang operasi, Monica di temani oleh Bram dan Aditya, mereka duduk di ruang tunggu di depan Kamar Operasi.


“Gw mo beli minum…lw mo beli apa boss...”Tanya Aditya tiba-tiba.


“Kopi…americano double shoot…no sugar. Mon kamu mo minum apa?” ujar Bram. Monica mengangkat wajahnya menatap Bram, dari awal operasi dia hanya duduk menunduk meremas-remaskan ujung kaosnya.


‘Mon…gak pengen apa-apa Bram. Mon hanya ingin ketemu sean…” jawabnya lirih.


“Belikan dia Teh Manis Hangat...” ujar Bram memutuskan sekenanya.


“Ok… ”Aditya pergi meninggalkan mereka…sebenarnya Aditya pergi juga karena dia gelisah, dia deg-deg an, meunggu hasilnya. Berbeda dengan Bram walaupun dia memikirkan dengan logika namun masuk di akal juga. Bram di jam pertama tampak tidak tenang, mondar-mandir, tapi setelah 2jam operasi berjalan dia mulai duduk tenang, menurut otak Bram masalah akan timbul di awal setelah lewat 2-3 jam tidak ada tanda-tanda apapun itu artinya operasi berjalan lancer, di jam berikutnya masih tidak ada panggilan apa-apa dari ruang operasi itu tandanya operasi yang dilakukan berhasil. Logika yang benar-benar masuk di akal dan bisa membuat diri sendiri percaya bahwa operasinya berhasil.  Tiba – tiba terdengar suara isakan tangisan, Bram pun membuka matanya, ternyata monica yang menangis. Pasti dia dalam ketakutan. Di hampirinya monica direngkuhnya kedalam pelukannya.


“Tenanglah mon…jangan takut… tidak aka nada apa-apa, Sean akan tetap hidup..”ujar Bram dia terus membujuk monica. Monica terlalu takut dan gusar jadi dia melupakan ketidak sopanan Bram.


“Ini minumlah terlebih dahulu…”ujar Aditya yang baru tiba, dia langsung mengerti situasinya begitu dia melihat Bram memeluk gadis itu. Bram mengambil Teh hangat yang dia titip buat Monica.


“Minumlah…walau sedikit minumlah.” Ujar Bram. Monica mengambil Teh hangat itu dan meminumnya, Manis dan hangat, kayak Bram ya mon…hhhmmpppp… ya ternyata itu membantu menghangatkan Tubuhnya.


Tiba-tiba pintu Ruang Operasi terbuka dan tim dokter keluar satu per satu. Mendatangi Monica, Bram dan Aditya. Begitu pintu itu terbuka mereka bertiga langsung berdiri dan mendekat ke arah para Dokter.


“Mr.&Ms Adiputra Congratulation…the operation doing well, last team in warp and prepare to bring Sean to his Room.”


“Really...It’s Sean safe?”


“Yes mrs He safe…”


“Thank you so much dok…thanks…” ujar monica, Dr. Timothy mendatangi mereka


“Selamat ya…kita tinggal tunggu sean sadar..kami akan membawa dia ke ruang inap.”


“Terima kasih dok…”


“Berdoalah berterimakasih pada yang maha kuasa…”


“Ya dok…pasti.” Monica berpaling ke arah Bram. Entah apa yang ada dipikirannya, monica melompat dalam pelukan Bram, membuat bram terkejut dengan serangan mendadak seperti itu.


“Kan apa ku bilang…” bisik bram sambil memeluk monica dengan erat. Bram memberika kode pada Aditya untuk pergi. Aditya hanya menggeleng-gelengkan kepalanya melihat ulah Bram. Perlahan dia tinggalkan mereka berdua.


“Sean akan sembuh Bram…” ujarnya sambil melepaskan pelukan bram namun masih menggenggam tangan Bram.


“Ya…pasti sembuh.” ujar bram sambil memberikan senyum yang hangat…monica memeluk Bram kembali.


“Thanks ya bram sudah mau nemani aku…”


“Itu kan kewajibanku sebagai suami mu mon…” goda Bram…jiaaaah benar-benar deh nih cowok…:P


“iiissshhhh apaan sih siapa yang isteri lw ?”


“Laahhh kan kemarin gw udah sebut nama gw Bram Mahesa Adiputra…lupa?” pernyataan Bram disambut dengan kungfu ringan dari monica, berupa cubitan, pukulan dikaki dan lengan…lalu dia meninggalkan bram menuju ruang inap anak. Monica bertanya pada suster di Nurses Station kamar mana Sean ditempatkan.. betapa terkejutnya dia ketika mendengar bahwa Sean di letakkan di VVIP room, pasti ulah Bram. Monica terlalu letih untuk berargumentasi dengan Bram, dalam hati dia akan berjanji akan mengembalikan semua pengeluaran yang ditalangin oleh Bram. Dia gak mau berhutang budi. Monica masuk ke ruangan dilihat Aditya sudah ada dalam ruangan itu. Sean juga ada disana, monica pun mendekati sean.


“Sean masih belum sadar..kata dokter memang agak lama.”jelas Aditya.


“Iya terimakasih ya dit…”


“Ya…”


Monica duduk disebelah tempat tidur sean.


“Chen-chen…hiks..hhiks…”


“ya elah nangis lagi dia…”ujar bram yang disambut dengan pelototan mata monica.


“Gw…terharu bego…”ujar monica pelan, dia tak ingin membangunkan Sean.


“udah jangan nangis…kmu dah banyak ngeluarin emosi dari nangis sampe marah-marah..ntar lw pingsan lagi..” bram berjalan mendekat ke tempat tidur sean..


“Hai chen-chen, kamu harus cepat sadarkan diri ya…kalau tidak kk mu inni si mon-mon bakal nangis terus sepanjang masa…kasihanilah kk iparmu ini, adik ipar ku yang tampan…”


“Bram…!!”


“Ya sayang…” Monica kesel banget dengan kata-kata Bram, eh tuh cowo malah jawab dengan nada dibuat-buat mesra..


“Gw bukan Bini lw…”ujar monica ketus.


“Chen-chen…ijinkan aku menjadi kk iparmu ya…”


“Braaammm apa-apaan sih…”


“Sssstttt jangan berisik ntar adik ipar gw tersayang ke ganggu..” haddeeeeeehhh tuh cowo ya gak mau berhenti ngeganggu Monica… Aditya yang jadi penonton hanya bisa menggeleng-gelengkan kepalanya, namun dia lama-lama kesal.


“Diam lah kalian berdua…Sean kan butuh istirahat.. kalo lw pada mo berantem, diluar kamar ini sana, biar gw yang jaga.”ujar Aditya, akhirnya dua-dua nya berhenti dan bram mengalah dengan cara duduk di samping Aditya, Bram sedikit kesal karena gak bisa mengganggu monica lagi maka dia berganti menganggu Aditya…di sandarkannya kepala nya di pundak Aditya.. Aditya kaget shock setengah mati…aduh ****** dah gw…


“Boss…”


“Hmmm apa..”


“Maaf…apa mo nyandar ke monica aja. Biar gw suruh dia duduk disini…” Aditya mulai takut nih, wajahnya jadi tegang..walaupun mereka akrab, ada hal yang Aditya gak berani dengan Bram yakni keintiman, masalahnya dia normal dan dia bukan ivan dan tidak akan pernah mau ikut dalam gaya hidup mereka. Bram tidak menjawab Aditya yang dia lakukan malah menyingkirkan tangan Aditya dan merebahkan kepalanya di paha Aditya…


“ Hukuman buat lw…”ujar Bram, tiba-tiba monica melihat ke arah mereka dan melihat apa yang mereka lakukan..


“Pass serasi…gw dukung dah…”Goda monica…


“Hmmm tanda jelouse tuh mon…dah jangan ribut kepala gw lagi pusing..dit..pijit..” syet dah…benar-benar si boss bikin Aditya panas dingin..karena gak mau rebut akhirnya Aditya mengalah..dia memijit dahi boss nya… tiba-tiba aja Ringtone handphone Bram berbunyi… muncul lagi isengnya bram… ditatapnya wajah Aditya.


“What…”Tanya Aditya


“Tuh hp bunyi…”


“Lah…maksudnya..”


“lw ambil dikantong gw and lw jawab…”ujar Bram sekenaknya…


“Whatttt…lw gila…”


“Bletaaakkk…”Bram menyentil dahi Aditya.. kalo udah mau nya harus dituruti, Aditya merogoh kantong celana Bram, sang boss tersenyum penuh kemenangan sang karyawan pucat pasi gemetar, si gadis imut malah tertidur di pinggir tempat tidur sean… Adit berhasil mengambil HP si boss dari saku nya. Di liat nama si pemanggil di screen..Ivan…wah si lover nelpon..di tunjuknya kepada Bram…bram pun bangun dan segera ngacir ke luar kamar.


“Hi…lama banget sih ngangkatnya…lagi ngapain sih?”


“Maaf van aku sibuk sorry banget…jangan marah..”


“Braaammm…”panggilnya manja


“Ya…ada apa?”


“Masih lamakah disana..?”


“Minggu ini aku balik van…sabarlah sayang…kamu lagi apa?”


“Di Gudang lagi cek store… mo cek stock minuman ada yang perlu ditambah atau tidak, weekend ini ada event…hmm Bram…”


“Apa lagi?”


“Pulanglah dengan cepat…”


“Sayang dengar…aku juga punya tanggung jawab dengan perusahaanku, kamu sendiri tahu kan prinsipku…atau kamu jadi manja gini karena masalah itu? Apa Aditya sudah menghubungimu?”


“Ya…dia mengirimkan berkas pendaftaran… haruskah aku menjauh? Tidak bolehkah aku tetap dijakarta…aku tak akan menganggu kalian... kamu kenal aku kan. Aku bukan seseorang yang tak tahu diri.. jadi ku mohon, biarkan aku tetap ada disini di Jakarta.”


“Ivan…bukannya aku tak ingin kamu tinggal disini, tapi ini tak akan pernah adil buat mu… aku tahu ini berat buatmu, please yank terima tawaranku…”


“Aku…hmmm bagaimana jika kau berubah Bram…”


“Maksudmu…?” sial dia lupa kalo ivan seorang yang melankolis...perasaannya amat sangat peka… beda loh ya antara peka dan sensitive…


“Sudahlah…lupakan… baik-baiklah disana” ujar ivan sedih, diapun langsung memutuskan teleponnya tanpa menunggu jawaban Bram, ivan langsung berjongkok ditempat dia tadi berdiri, ivan memeluk dirinya sendiri, dia tahu bahwa dia sudah kehilangan Bram, Dia tahu bahwa Bram sudah berubah. Mendengar suara ivan yang bergetar Bram langsung tahu ivan sangat sedih saat ini dan dia bisa melakukan hal yang salah…gawat.. !! bram menongolkan kepalanya di pintu kamar Sean.


“Aditya...sini” panggil bram…wah ada apa nih.


“Kenapa Bram…ivan bikin ulah?”


“Gak belum….nah mumpung belom nih gw harus balik, lw telpon pilot sekarang siapkan pesawat gw... lw tetap tinggal disini gantikan gw…kasih kabar kalo ada apa-apa.” Perintahnya.


“Okay..” Aditya langsung menelepon Pilot dan crew nya. Sedangkan bram kembali ke dalam pamit pada monica dan Sean, dia ingin tinggal tapi ivan membutuhkannya. Disentuhnya pundak monica…membangunkannya.


“Mon..bangun...”bisiknya lembut, monica memiringkan kepalanya, melihat ke arah Bram.


“Apa…”


“Maaf aku harus ke Jakarta, tapi Aditya tinggal untuk menjagamu, bilang padanya jika butuh apa-apa. Gak usah bangun ngantar. Jaga Sean baik-baik….” pamit Bram, setelah berkata-kata, bram mencium bibir monica lembut. Sebelum sempat monica membalasnya, Bram menarik wajahnya dan mengacak-ngacak rambut monica, kemudian pergi meninggalnya.


“Jaga mereka untuk gw dit…”


“Ya… hmm kita lagi nunggu ijin terbang, namun pilot dan crew sudah siap.”


“Pak Frans…”


“Ya…”


“Crew leader...?”


“Ronny…”


“Okay… gw pengen tinggal, tapi ivan, dia butuh gw dit, tadi di telpon suaranya benar-benar kacau, lw tahu ivan…gw gak mau hal yang lalu terulang lagi…dan ingat pesan gw… jaga mereka buat gw…!”


“Siaapp Boss…pergilah...”


“Thanx…” Bram langsung pergi meninggalkan RS menuju apartementnya mengambil barang pribadinya dan lanjut ke bandara. Di bandara dia masih harus menunggu, sekalipun kita punya pesawat pribadi tapi ketika lw terbang, lw gak bisa langsung pergi githu aja, lw harus ikut prosedur TFA. Pukul 10pm pesawat Bram Take Off. 


Note Author:


Thanks Gaeeess udh mampir baca...


maaf agak lama nih munculnya...


terus nyimak ya... support me like and send Star..😁🤗