UnderCover Wife

UnderCover Wife
Chapter 3: Pria Misterius



Cuaca hari ini sedikit mendung, Monica baru saja betemu dengan Pak Arthur, dosen pembimbingnya. Karena telat datang maka Monica pun kena omelan Pak Arthur, dianggap tidak serius dalam Study nya. Panjang, Lebar dan Dalam 🤭 nasihat yang diberikannya. Siang ini dia janjian dengan Febiola, sahabatnya dari SMP yang saat ini Kuliah di Kampus yang sama Namun Febi anak jurusan Sastra Inggris.


“Dimana lw Bucin…”


“Ini baru masuk kantin..”jawab Monica sambil celinguk sana sani cari sossok yang di kenalnya, dia menemukan Febiola yang duduk dengan anak-anak sastra lainnya. Sial ada si Rio lagi, ngapain sih tuh anak ikut-ikutan..batin Monica.


“Mon-mon..sini…”panggil Febi, Monica pun datang mendekat.


“Hai gaees..”sapa monica pada teman-teman febi


“Hai mon…Gimana skripsi lw beres…”


“belum rampung na..pusing gw…lw gimana?”


“Jiaaah dia jangan ditanya mon…banyak sks yang belum kelar..”potong febi


“Eh lw gak jemput Sean..”sambungnya lagi


“Ntuh dia kenapa gw cari lw feb..”


“Siapa Sean mon?sini biar gw bantu jemput..?”ujar Rio menawarkan diri.


“Anak gw lah..SD dia , bentar lagi pulang, harusnya udah pulang sejam lalu tapi tadi ada les di sekolah”


“Haaaahh ciuz lw udah punya anak…?”Tanya Rio heran sedikit shock karena dia memang lagi niat ngejar Monica si kembang kampus jurusan Hukum. Monica memang sangat popular di jurusannya…Kasian deh lw Rio..gagal maning..hihihi..😜


“iya…”jawab monica cuek sambil minum cappuccino ice milik febi


“Kapan lw nikah..?”


“Pas gw Hamil..lw itung aja sendiri..udah jangan di bahas, feb bisa gak please gw masih mo ke gramed cari bahan..trus ntar malam gw masih harus masuk kerja lagi, lw tau Mr. Alex kan? Katanya beliau bakal jadi tamu vvip disana, bos gw yang sedeng itu mau bantuin gw untuk ketemu Mr. Alex.”


“Gak bisa gw say…lw jemput aja trus bawa ke gramed, sore lw anter chen ke rumah gw, udah lama juga kan tuh anak gak ketemu emak babe gw..”


“Hmmm iya juga ya.. okay lah gw ikut saran lw…see ya..feb..”


“okay..eh mon-mon lw hati-hati bawa motornya yak…jangan ngebut..”


“Sip…okay gaess gw pamit ya..eh na lw kuliah yang bener…ketingggalan melulu..”


“iyeee…”jawab Ratna


“kebanyakan kelonan dia sama putra..”Celetuk salah satu dari mereka.


“wkwkwkwkkkkkkk….” Monica pun pergi meninggalkan Febi dan gank nya. Dengan santai dia berjalan menuju parkiran motor. Monica melajukan motornya dengan perlahan meninggalkan kampus tempat dia belajar selama hampir 5 tahun ini. Monica tiba di gerbang sekolah Sean. Dilihatnya Sean berjalan melintasi lapangan menuju gerbang sekolah, dilihatnya Monica yang berdiri didepan motornya, sean pun berlari menyongsong monica.


“Mon-mon…”teriaknya dia senang sekali kalau kakak nya itu menjemput ke sekolahnya. Monica merentangkan tangannya menyambut Sean. Sean berhambur ke dalam pelukan monica.


“Mon-mon kau menjemputku?”


“Ya…kau lapar tidak?”


“ya…”


“kita makan dulu ya..trus ikut ke gramed dulu ya…”


“Asyik….mon-mon libur kerja ya..” teriaknya senang. Monica terharu sekali melihat adik semata wayangnya yang belum pernah melihat orang tua  mereka. Mom-dad..i’m rise him very well right..batin monica.


“Mon-mon kenapa? Jangan sedih, Chen baik-baik saja kok..”


“Maaf ya Chen..akhir-akhir ini mon-mon gak punya waktu buat chen, tadi pagi mon juga gak nyiapin sarapan chen-chen, maaf…”dipeluknya erat adik kesayangan itu… waaahh mewek nih thooorrr…😭😭


“iya…”jawab Sean. Monica mengambil jaket dan helm memasangkannya pada Sean


“Chen kita makan apa nih…”


“Bento boleh gak Mon…”


“boleh…yuks naik.. “ sean pun menaiki motor monica, hatinya senang sekali hari ini. Monica melajukan kendaraannya dengan kecepatan sedang, mereka tiba di mall dan segera mencari restoran bento. Setelah makan monica mengajaknya ke gramedia. Sean sangat senang dia minta dibelikan Komik kesukaannya Detektif Conan, sebenarnya dia suka komik tersebut karena kakaknya gemar baca komik itu dan dia pun ikut-ikutan baca setelah dia lancar membaca.


“Chen…mon-mon dibagian Hukum ya..kamu pilih aja apa yang mau kamu beli..”


“iya..chen disini..” monica meningggalkan Sean dan berjalan menuju buku-buku hukum.


Lama dia mencari buku yang di butuhkan. Entah bagaimana dia nyaris jatuh tersungkur, namun sebuah tangan menangkapnya..


“Hati-hati kalau meleng bisa jatuh..”bisik pria itu lembut, suara bass nya bisa membuat wanita terklepek-klepek ini.


“Thanx..”


“No problem…”


“Kyaaaaaaaaa….tolong ada anak pingsan…”jerit salah satu pengunjung, Deg..hati monica berdetak kencang, disertai gejolak di perutnya..firasatnya tidak enak, rasa yang sama ketika kedua orangtuanya meninggal satu persatu.


“Sean….”gumannya, pikiran monica langsung tertuju pada sean.. dia takut akan terjadi sesuatu yang buruk..


“Maaf Permisi…permisi ijinkan saya lewat…”ujarnya menerobos keramaian. Firasatnya tepat dia melihat Sean terkapar dilantai Gramed.


“Seaaaannnnn…”jeritnya sambil merobos masuk dalam kerumunan. Airmata monica pun mengalir di pipi..


“Chen..chen..bangun seaaannnnnnnn….tolong seseorang panggilkan ambulan tolong….”Teriak monica


“Tenanglah terlebih dahulu nona, kami sudah menelpon ambulan..mereka akan datang.. tenanglah terlebih dahulu..”ujar manager Gramed


“Chen…bangunlah jangan tinggalkan mon-mon…chen bangun…please…” isak monica sambil memeluk Sean. Lama sekali ambulan datang, diliriknya jam tangannya. Sudah 15 menit tapi tidak ada tanda-tanda tim medis dan ambulan, aku harus lakukan sesuatu. Di gendongnya tubuh Sean yang tidak sadarkan diri itu..


“Jangan dipindah…”cegah seorang Pria, ahh…dia pria yang tadi menangkap tubuhnya yang nyaris jatuh.


“tapi ambulannya lama..aku harus segera membawanya ke RS..”


“Iya…tahu tapi itu justru membahayakan jika kamu pindahkan dia…”


“Gw butuh bawa dia ke rs lw ngerti gak sih…"Jerit monica histeris


“Tunggu..lw ikut mobil Gw, biarkan dia dengan tim medis…”


“tapiii..tapi…gw pengen sama sean…”


Pria itu tidak mendengarkan protesan monica dan tiba-tiba dia menggendong monica, membawanya ke dalam mobilnya, mendudukannya dikursi penumpang dan memasangkan seatbealt.


“Tenanglah…gw bukan orang Jahat..lebih baik lw telpon orang rumah..nih tas lw.” Ujar Pria itu. Monica terdiam  dia terisak..sang pria duduk di balik kemudi dan langsung mengejar ambulan yang membawa Sean..


“Di rumah gak ada siapa-siapa, kami Cuma tinggal berdua..hiks.hiks..”airmatanya terus mengalir di pipinya.


“Apakah tidak ada sodara yang lain yang bisa lw hubungi…?”tanyanya mengingatkan, monica teringat keluarga Febiola. Dia pun menelpon Febi.


“Yooo mon-mon ada apa? Kenapa belum datang ke sini..mana chen..”


“Feb…hiks..hiks..”


“hey..mon-mon ada apa?”


“feb…chen-chen…feb..chen-chen…hiks..hiks..”hanya kata-kata itu yang keluar dari mulut monica, dengan gemas direbutnya handphone dari tangan monica.


“lw datang ke Rs Medika segera..sodara lw di igd..sekarang jangan pake lama.”perintahnya, membuat febi tertegun mendengarnya sedang kan monica tetap terisak. Duh.. nih cewe ngerepotin amat sih..


“Turun…”perintahnya, belum sempat dia membantu monica melepaskan sabuk pengamannya gadis tersebut sudah melepaskannya dan langsung berhamburan lari keluar. Monica langsung menerobos masuk ke dalam iGD, tapi petugas mencegahnya.


“pasien yang dengan ambulan saya keluarganya Dia anak saya..”jelas monica, mendengar itu si Pria penolong terpaku ditempat.


Gila masih muda udah punya anak, eh suaminya ke mana…laaahh kenapa juga gw pikirin, batinnya….. Woiiii author gw ngapain disini…gw kan harus balik ke kantor…Diam lw jaga tuh cewe baik-baik…(Author)😁😁


“Susul gw di RS Medika..”perintahnya.


“Keluarga Suhendrata…”panggil seorang suster..


“Ya…saya, saya monica suhendrata. Bagaimana dengan Sean Sus..”


“Tunggu sebentar bu, dokter ingin bertemu..nanti beliau yang jelaskan..”


“Baik…makasih ya sus…”sang suster pun meninggalkan monica


“nih minum dulu..”si pria menyodorkan air mineral ke monica


“thanx…”diambilnya botol air mineral dari tangan pria itu, seorang dokter ditemani suster yang memanggil tadi menghampir mereka.


“Permisi, saya Dokter Timothy, saya Dr.Spc.Anak, apakah kalian orang tua Dari Sean ?”


“tidak..”jawab monica


“ya..”ujar pria itu berbarengan dengan jawaban monica. Membuat sang dokter bingung


“kami sedang cekcok dok makanya dia jawab githu…bagaimana anak kami dok…aduh…”si pria meringis memegang kakinya yang ditendang monica..


“jangan dengarin dia dok..”


“sudah-sudah jangan ribut, anak kalian sedang sakit kalian malah ribut..”lerai dokter. Perkataan dokter membuat si pria merasa menang.


“bagaimana sean dok…”


“kami belum tahu pasti apa yang terjadi…kami ingin melakukan beberapa tes, tes darah komplit, EKG, rongent dada, CT-scan dan MRI untuk mengetahui dia sakit apa dan saya butuh tanda tangan persetujuan dari keluarga.” Ujar sang dokter seraya menyodorkan berkas untuk di tanda-tangani.


Monica dengan cepat mengambil kertas dan menandatangani dengan cepat. Dan mengambil dan pergi meninggalkan mereka.


Perlu waktu  4 jam bagi monica untuk menunggu hasil Lab, Rongent, Ct-Scan dan MRI, Febi dan keluarganya sudah datang di RS menemani monica dan pria yang baru dikenalnya masih ada disana menemaninya. Akhirnya dokter datang dan menjelaskan hasil semua hasil tes.


“Siapa keluarga inti dari Sean..”Tanya sang dokter lagi


“Saya Dok, saya Monica Suhendrata, Bagaimana dengan Sean dok..”


“Ibu monica, saya harapkan anda tabah, Sean mengalami koma yang diakibatkan oleh Tumor, yang kami biasa sebut dengan Tumor otak, dan dia harus segara dioperasi sehingga kami tahu apakah Tumor ini ganas atau tidak. Dan sebagi info karena keterbatasan dokter ahli dan peralatan, saya menyarankan keluarga untuk mengoperasinya di RS Medika Singapura, nanti saya akan berikan surat pengantar dan tim medis untuk perjalanan ke sana, karena kondisi pasien dalam keadaan tidak sadarkan diri,  Saya harapkan ibu berdiskusi dengan keluarga dan segera mengambil keputusan yang tepat” Jelas dokter, tubuh monica menegang seketika. Dia merosot hingga terduduk dilantai, airmatanya terus mengalir di pipinya. Dia tidak mampu berpikir, Tuhan mengapa jadi begini, batin Monica, Febi dan si Pria muda itu langsung mendekat.


“mon-mon…bangunlah jangan begini, ada kami disini jangan takut.”bujuk Febi


“Biar saya bantu..”ujar si pria, dia pun langsung membopong monica dan menduduknya di sofa ruang tunggu itu.


“tolong ambilkan Air mineral.” Pinta nya pada febi.. febi mengambil dan memberikannya pada pria itu, dia pun mengeryit dahinya..


“siapa sih nih Cowo…”batin Febi.


“Mon…sadarlah..kamu harus mengambil keputusan..keluarga kami, pasti akan bantu kamu mon, kamu sudah seperti keluarga bagi kami…”ujar Pak Sapto ayah febi.


“Iya mon…apa yang om katakan benar nak…”bu Sapto pun angkat bicara, sambil membelai rambut monica.


“Kita bawa sean ke singapura, biar aku bantu urus segalanya..”ujar Pria Misterius itu lagi dan tanpa persetujuan siapapun dia melangkah menuju Ruang IGD dan bertemu dengan dokter.


“Mon…apakah Kamu kenal dengannya?”Tanya Pak Sapto, dia sedikit curiga dengan sang pria. Kalo dilihat dari penampilan Pria itu, dia bukan Pria miskin tapi apa tujuannya membantu Monica, semoga benar-benar karena rasa kemanusiaan saja, piker Pak Sapto. Akhirnya monica mengambil napas dalam-dalam, menguatkan dirinya. Monica berdiri dan berjalan menuju IGD


“Dokter Timothy…mari kita lakukan yang terbaik untuk sean..”


“Hmmm ya suami anda sudah menyetujui juga, ini kami sedang mempersiapkan Tim medis yang akan mendampingi Sean.. Yang Tabah dan Kuat ya bu..anda dapat melihat Sean, Dia kami pindah ke ruang PICU ANAK.”jelas Dr. Timothy, kapan gw nikahnya..dasar tuh cowok gendeng..apa sih mau-nya. Siapa sih dia.. 


Note Author :


Hai hai Gaeeess...thanx udah mampir baca...


trus ikuti dan like ya...


yang mo join chat group yuukss Join aja.


yang penasaran dg image karakter author kirim di IG.. so Join IG author di Sha.adrien78.


Met Membaca...🤗🤗😍😍


Your Author with love: Adrinna