UnderCover Wife

UnderCover Wife
Chapter 1: Pengenalan Tokoh & Tugas Penting.



Pengenalan Tokoh:


Bram Adiputra, usia 28th, pengusaha muda di bidang fashion. Anak tunggal.


Orang tua nya ingin dia menikah, di Jodohkan dg Auliani Sander, putri tunggal keluarga Sander. Keluarga Sander merupakan Tim hukum keluarga Adiputra.


Bram, seorang yang Egois, Tempramental, Arogan, Tpi pintar serta dingin terhadap wanita, alasannya karena dia pernah trauma karena wanita, wanita yang dekat dengan nya saat ini hanya ibu dan neneknya.


Donny Adiputra, seorang ayah yang bijaksana, cermat, berwibawa dalam mengambil keputusan di dunia kerja tapi Donny Adiputra seorang yang takut pada istri..🤭


Amelia Putri Adiputra adalah ibu dari Bram, istri Donny, seorang yang sosialita, amat menyayangi Putranya dan ingin menikah kan Bram dengan Auliani Sander.


Monica Suhendrata, Usia 22th, mahasiswi hukum, anak yatim-piatu, punya adik laki-laki, Sean Suhendrata yang masih SD kelas 3. Orang-orang sering kali mengira adiknya adalah anaknya. Ibu Monica meninggal dunia ketika melahirkan Sean, setahun kemudian ayahnya pun meninggal karena kecelakaan ketika menolong temannya yang di rampok di jalan.


Monica sangat cantik, pintar, elegan, humoris, pekerja keras. Dia ban hitam karate, Saat ini dia juga bekerja di sebuah cafe. Banyak pria yang mengejarnya namun dia tidak ingin berpacaran karena harus fokus pada 3 hal, Sean, kuliah, kerjaan.


Ivan Noya, usia 26th, sahabat terdekat Bram Adiputra, seorang pemilik dan manager Bar, Absolute Liquer.


Pria Cosmo, pernah jadi model, memperagakan fashion milik Bram.


Ssstttt dia sangat suka pada Bram


Aditya Prakasa, usia 27th, Asisten Pribadi sekaligus Bodyguard, tangan kanan Bram Adiputra, Dia tahu 1 Rahasia si boss.


Febiola Novita usia 22th sohib Monica, ibu asuh Sean, Febi kuliah di jurusan sastra Inggris, 1 Kampus dengan Monica, dia tidak bekerja karena orang tuanya masih hidup. Orang tua nya mengijinkan Febi mengasuh Sean, terkadang Sean menginap di rumah Febi.


****


Chapter 1: Tugas Penting


"Gw gak mau tau, lw harus nolongin gw dit.."ujar Bram sambil dia mengutak-atik pekerjaannya.


"Jiiiaaahhh Bram Gw kudu nolongin gimana..cari yang sesuai kriteria lw mah langkah Bram" protes Aditya


"Bomaat...gw gak butuh analisis lw, Gw butuh hasil. Paham gak Lw."


"Aduuhhh..." Aditya Prakasa menarik rambutnya tanda dia sedang bingung.


"Sana pergi cari..."Perintah Bram


"Okay..."jawabnya lesu. Dalam kebingungan Aditya berjalan keluar, Melihat Aditya lesu, dan bingung Bram mulai muncul isengnya. Di dekatinya Aditya perlahan Di kuncinya dengan tangannya menahan ke pintu sehingga Aditya terkurung antara pintu dan Bram.


"Adit..."Bisik Bram dengan nada mesra membuat Aditya menjadi tegang.


"Iiii ya...iya Bram gw bakal cari sampai dapat" ujar nya dengan nada gemetar, Aditya menelan ludahnya ketika tengkuknya merasakan hembusan nafas Bram.


Melihat tingkah Aditya spontan Bram mundur dan tertawa terbahak-bahak.


"Hahahaha...****** lw, gw kerjain, hukuman buat lw karena ngelawan gw..sana pergi cari.." ujar Bram seray kembali ke kursi kerjanya.


"Kalo masih pesimis kayak tadi, gw bakal cium lw beneran." Ancam Bram.


Aditya menatap Bram tak percaya.


"Mo nyoba? Sini..." Goda Bram sambil dia membasahi bibirnya dengan lidahnya.


"Gw pergi sekarang..." Pamit Aditya, dia baru saja hendak melangkah keluar kantor, tiba-tiba Ivan masuk hampir saja dia menabrak Aditya.


"Mas Adit ih...mata gak di pake..kalo gw jatuh gimana.." protes Ivan


"Gila apa..."


"Udaah jangan pada ribut..sana pergi dit, lakukan tugas lw."


"Lw mo ke mana dit?, Mo beli makan ya titip dong.."ujar Ivan


"Ivan..sini, Adit ada tugas penting, hmmm emang lw belum makan?"tanya Bram


"Belum..." Jawabnya sambil duduk di sofa.


"Lw mo makan apa? Kita go-food aja ya, gw juga belum makan"


"Kok bisa..?ini udah Jam 3. Bram...kok kmu belum makan sih. Kalo sakit bagaimana."


"Kan ada kamu...udah ah pesan makan dulu. Kamu mau apa."


"Gak Boleh itu junk food..."


" Ya ahh aku mau pizza": rengek Ivan. Ivan pun merajuk, wajah imut nya di tekuk sedemikian rupa. Wajah andalan dalam menaklukkan hati Bram. Kalo sudah begitu Bram hanya bisa Pasrah aja.


"Ok ok pizza.. udah jangan cemberut githu. Jelek tau..kamu mau yang mana pizza nya.?"


"American Meat yang large... "


"Minum coke aja ya..."


"Aku mau bir..."


"Gak boleh masih sore..."


"Hmmm berarti kalo nanti malam boleh dong"


Tiba-tiba Bram berdiri meninggalkan kursi nya berjalan mendekati Ivan. Dipegangnya dagu Ivan sehingga Ivan mendongak ke atas


"Hanya ketika ada aku. kamu tidak boleh minum disaat sendiri.. paham."


Ivan hanya terus menatap Bram.


"Jawab aku Ivan Noya?"


"Iya..."


"Good..."Bram memberikan kecupan ringan di hidung mancung milik Ivan.


"Kok di hidung?"protes Ivan


"Hukuman karena banyak mau..."


"Ciiihh dasar tukang PHP..."


"Hahahaha..." Bram tertawa lepas, bersama Ivan Noya perasaan tertekan nya hilang lenyap.


"Ivan sayang... setelah makan ada yang ingin ku bicara kan.."


"Okay..."


Sambil menunggu Ivan merebahkan tubuhnya di sofa, jaket yang di pakai di lepasnya dan menjadikan nya sebuah bantal. Sementara itu Bram terus berkutat dengan laporan.


"Apa....Gak... aku gak setuju" protes Ivan ketika Bram memberitahukan tugas penting Aditya.


"Ivan... jangan marah sayang...ini demi kita.. atau kamu mau aku menikah di Jodohkan dengan Auliani Sander? coba pikir" bujuk Bram


"Kamu gak adil Bram...aku gak suka ide mu'


"Ayolah Van hanya setahun kok.bener deh." ujar Bram seraya menggeser posisi duduknya, Bram mendekati Ivan, di Raihnya Pria Imut itu ke dalam pelukannya. di kecup nya mesra tengkuk leher Ivan, Bram menggigit kecil telinga Ivan membuat Ivan bergeliat dan dia mengangkat kepalanya memberikan ruang untuk Bram mengecup lehernya sementara tangannya bergerilya di sekitar paha dalam Ivan, dan membuat Ivan lupa akan segalanya. Lupa akan emosinya, lupa akan masalah di depan mereka. yang di inginkan nya hanya di puaskan saat itu juga. Bram menarik dirinya berdiri di hadapan Ivan.


"Lepaskan dan lakukan" perintahnya pada Ivan. Ivan pun mulai membuka celana panjang Bram dan mulai memberikan apa yang menjadi keinginan Bram. Bram terus menggerakkan pinggulnya, bergerak teratur di wajah Ivan. hingga Bram mengeluarkan lahar nya.


"Diam sebentar jangan bergerak biarkan dulu di sana." Ivan pun menuruti keinginan Bram. namun karena sensasi permainan mereka masih ada dan sangat membuat Ivan menginginkan lebih.


"Kau masih mau...?"


"ya...."


"masih sanggup?"


"ya..."


"Berdirilah.. buka celana mu , rebahkan tubuh mu di meja ku sana" Ivan melakukan semua yang di minta Bram. Dia akan memberikan segala yang di minta Bram karena dia sangat mencintai Pria Itu. Namun ketika dirinya mendengar rencana Bram untuk menikah dengan seorang wanita yang belum pernah dia temui, membuat hatinya hancur berkeping-keping. Dan hanya ini yang bisa dia lakukan sebagai kenangan dan bentuk perpisahan.


"ayo mandi..."Bram menggendong ivan, membawanya ke kamar mandi yang terdapat di kantornya itu. Setelah mandi di berikan pakaian baru yang kemarin dibelinya. Pakaian dalam, Celana Jeans, Kemeja dan jaket.


Dipeluknya erat tubuh Ivan.


"Maaf...aku janji ini hanya 1 tahun. dan ku harap kamu menerima tawaran ku untuk kuliah di Amerika, perdalam lagi ilmu Bar mu."


"Iya jika itu membuat mu senang."


"Thanx ya sayang.." di kecup nya pipi Ivan mesra. Sekali pu Bram Adiputra melakukan hubungan intim dengan Ivan Noya, si Pria Imut, 2 hal yang tidak pernah dia lakukan, mencium bibir Pria itu dan menyentuh bagian Vital Ivan. melakukan seperti apa yang dia lakukan terhadapnya. Tanpa di sadari Bram Ivan Noya menitikkan air mata.. i love you Bram Adiputra. batinnya.