
“Chen-chen…apa kamu merasa sakit disana? mom-dad please jangan jemput chen dulu, kasih mon-mon kesempatan… mon-mon kini Cuma punya chen-chen.”guman monica. Dia hanya bisa melihat Sean dari balik kaca, kata dokter dia stabil, jantung, paru dan sebagainya, dia terlihat tidur dengan nyenyak, tapi sebenarnya dia sakit. Bram menyusul monica karena dia kuatir, dia yakin gadis itu pasti sedang menangis…
“Tuh kan betul…”guman Bram yang melihat pundak monica bergetar, dia menangis terisak.. Bram datang menghampiri monica direngkuhnya gadis itu ke dalam pelukkannya.
“Menangislah, jangan kau tahan…” monica membiarkan Bram memeluknya setidaknya saat ini dia tidak sendiri.
“Kenapa dia tidak bangun Bram…”
“Karena belum waktunya..”
“Dia pasti bangunkan Bram..?”
“Ya…”
“Bagaimana jika dia tidak bangun Bram?”
“Apa itu keinginanmu mon…?”
“Tidak..! aku ingin dia bangun…”
“Jadi jangan pernah ragu..kamu harus percaya bahwa dia bangun, dia pasti bangun.”
“Ya…”
“Pak Bram…Bu monica..”
“Dr. Timothy…”jawab mereka berbarengan.
“Let me interduce Mr. Kim, he will be our mediator, Mr. Kim they are Sean Parent.”
“I’m Kim…nice know you both, I gonna be lead the meeting with the team.”
“Kita akan briefing dengan tim dokter, mari ikut kami ke ruang pertemuan”
“Oh baiklah…”
Bram dan Monica mengikuti mereka menuju ruang pertemuan di RS itu. Monica terlihat gelisah, maka bram menautkan jemari mereka, monica berpaling ke arah Bram. Egonya ingin melepaskan tangan itu tapi saat ini dia butuh seseorang yang mendampinginya menghadapi semua ini. Di ruang pertemuan sudah terdapat tim dokter yang menangani Sean. Setelah semuanya hadir dan duduk maka Mr. Kim membuka pertemuan mereka, dia memperkenalkan tim operasi. Dr. Timothy termasuk dalam tim operasi. Dr. Joon yang merupakan dokter bedah yang akan memimpin operasi. Mereka mengatakan bahwa operasi yang dilakukan membutuhkan waktu yang lama 6-8 jam, tapi mereka yakin bahwa untuk operasi ini hanya memakan waktu 6 jam karena kondisi sean sangat stabil. Operasi ini dilakukan mengambil Tumor yang ada di batang otak sean, setelah itu diserahkan ke bagian patologi untuk di observasi, apakah termasuk Tumor ganas atau tidak, baru ditentukan bagaimana pengobatannya. Mendengar penjelasan tim dokter Monica tak bisa berkata apa-apa, dia duduk tak bergeming. Hanya Bram yang menyimak dan berdiskusi dengan dokter apa yang harus mereka lakukan.
“We will do it Tomorrow Morning at 8am, what we gonna do the last is have a faith and pray.”
“Thanx a lot Dr. Joon…”
“God will be with us Mr. Adiputra.”
“Yes…”
Tim dokter meninggalkan ruangan rapat mereka segera melakukan persiapan terakhir.
“Istirahatlah kalian, di Sean ada yang menjaganya. Temuilah terlebih dahulu, sebelum kalian pulang ke hotel.”
“Baik Dok..thanx ya…”ujar Bram.. sepanjang pertemuan hanya Bram yang mewakili monica berbicara, monica sudah tak sanggup lagi. Dia harus melewati hal ini lagi.
“Mon…”
“Aku takut…”ujarnya lirih, wajar juga kalau monica takut, 2 kali dia menemani orang terkasihnya di operasi 2 kali pula dia harus kehilangan mereka. Dia benar-benar merasa sedih, tak berdaya. Bram pun bingung harus bagaimana. Dia harus lakukan sesuatu yang membuat gadis itu teralihkan dari rasa takutnya… mungkin cara ini bisa. Diraihnya wajah monica menghadap wajahnya, diciumnya bibir monica sebelum gadis itu menyadarinya, tadinya Bram hanya ingin mencium sekilas namun ketika monica merespon ciumannya diapun larut, terus menciumi bibir gadis itu….apa yang terjadi ya jika ivan melihat ini..🙄😜
“Breath…mon…”bram melepaskan ciuman mereka, dia meletakkan dahinya diatas dahi monica, sial…dia ingin lebih…tiba-tiba monica tersadar… diapun mendorong tubuh bram menjauh…
“iiihhhh…lw tuh ya…dasar mesum…”monica sekarang malah memukuli Bram.
“Aduuuhhh sakit yank…”
“iiissshhhhh….Mesum”monica pun mencubit pinggang Bram.
“Biarin…sama isteri sendiri…”
“siapa yang isteri lw… “
“lw lah…masa cicak di dinding…”
“Braaammm!!!”
“Ayo kita liat Sean..terus kita pulang “ujar Bram tanpa menghiraukan amarah monica, kesal sih kesal tapi toh dia tetap merespon ciumannya. Bram memberikan waktu pada monica untuk berdua dengan adiknya Sean. Dari balik kaca monica mendoakan Sean, menyerahkan Sean pada sang maha Kuasa, memohon untuk tidak mengambil Sean dari sisinya. Bram mengecek handphonenya, ada 2 panggilan tak terjawab, yang pertama dari ivan, yang kedua dari ibunya..
“Syet dah banyak amat mom miscal aku..”guman Bram, dia pun mengdial no ibu nya.
“Mom….”
“BRAM MAHESA NADIPUTRA, sudah mau jadi anak durhaka ya…”
“Aduh mom…pelan-pelan gak usah teriak begitu…”
“Dimana Kamu…”
“Singapore…”
“Haaaaah…Ngapain…”
“Bisnislah mom masa main layangan..🤭😁"
“Kapan kamu pulang…”
“Belum tahu ini, besoklah Bram kabarin mom…”
“Hmmm besok kalo gak kamu kabari, mom akan susul kamu ke sana…”
“iiisssshhh mom ngapain… mom bram bukan anak kecil mom..ku bisa jaga diri tenang aja.’
“awas kalo gak kasih kabar…”
“iya mommy ku sayang…oh ya mom bilang papa proyek yang kemarin jangan ditaguhkan dulu kita kaji ulang… Bram ada solusinya, nanti bram email..”
“iya…baik-baik kamu disana, jangan telat makan.”
“yes mom..”
“Bram your mom still worry nih… mom kirim Liani ya untuk temani kamu, biar kamu ada yang urus..”
“Auliani maksud mom…gak usah mom, Bram ada Aditya..”
“Semuanya.. dia kan asisten pribadi Bram mom..”
“Tapi dia cowok bram gak bisa dijadikan calon isteri… pokoknya mom kirim Liani.” Ini ibu Amelia Putri Adiputra gak tau sisi lain anaknya sih….🤭😁😁
“Mooomm Bram kan udah bilang gak ush jodohin bram.. bram bisa cari sendiri.”ujar Bram kesal.
“Mana buktinya Bram, ke mana-mana hanya dengan Aditya atau dengan ivan…pokoknya mom tetap utus Liani ke sana. Titik gak ada koma…”
“Mommy ku sayang yang cantik dan baik hati.. anak pujaanmu ini udah ada kekasih”Cara Bram merayu ibunya.
“Bohong kamu…”
“Beneran mom…”
“Kalau benar kamu sudah ada calon isteri, sabtu ini kamu bawa dia. Paham”
“Yes Mom…”
“Ya sudah baik-baik kamu disana…Bye..”
“love you mom…bye..”
“Eheeemmmm…”
“Astaga…ehh gila lw mon ngagetin gw..”
“iiissshh githu aja lebay..”
“Udah liat Seannya…”
“Udah…”
“Pulang Yukss mon…”
“Kantin dulu yukss…aku lapar…”
“Pesan online aja…pegel-pegel nih badan gw… apa lagi dari tadi lw pukulin terus.”
“Mau lagi..sini…”
“Aduh mon jangan KDRT githu donk.”
“iiissshhhh…..”monica kesal banget dengan ulah Bram. Dia langsung ngacir ke lift.
“Tunggu Aku sayang…”ujarnya disambut oleh pelototan mata monica.
Mereka tiba di apartement dan memesan beberapa makanan. Bram memanggil Aditya datang.
Setelah makan malam bersama, Bram & Aditya ke ruang kerja Bram mendiskusi kontrak pernikahan yang diminta oleh Bram. Berdasarkan info yang Aditya kumpulkan monica jelas statusnya single… alias belum ada pacar dan karena Bram ada alergi dengan wanita dan kebetulan monica satu-satunya wanita yang bisa membuatnya sembuh dari alerginya maka dia memutuskan monica untuk menikah dengannya. Aditya diminta untuk menuliskan kontraknya dan Bram juga mengingatkan Aditya agar jangan memakai kuasa hukum keluarga. Bram membaca draft kontrak itu pasal per pasal. Dia tidak ingin ada kesalahan dengan apa yang tertera di kontrak. Monica tidak boleh merasa dirugikan.
“Dit tambahkan pasal tentang Sean, bahwa setelah berpisahpun Sean akan menjadi tanggung jawabku.”
“Okay…ada lagi gak…”
“Hmmm perjanjian perceraian dinyatakan batal apabila Monica hamil..”
“Haaahh yakin lw…”
“Udah ketik aja.. gw pengen liat perkembangannya bagaimana. Tapi dit gw rasa gw bakal kalah, lw dan ivan harus siap untuk bakal gw repotin ke depannya.”
“Maksud lw kalah? Lw kan gak pernah kalah…”
“Entahlah dit…lw tau apa yang terjadi selain gw rasa nyaman dengan dia?”ujar bram sambil menyandarkan kepalanya ke sandaran kursi.
“Ceritalah kalo itu meringankan beban…”
“Jujur gw bingung dengan perasaan gw sekarang, gw emang suka sama ivan, tapi hati gw gak tergerak…” Bram mengacak-acak rambutnya, kesal sendiri…Jelaslah lw kan sebenarnya normal Cuma lagi tersesat aja….batin Aditya.
“Bram…lw suka sama monica?” tebak Aditya…wuidiiiihhh pintar lw Dit… 🙄😎
“Gw gak tau…tapi kita berdua…gw sih yang duluan habis gw gak tahan liat dia, sexy dan imut, menggemaskan.”
“Janngan bilang kalo lw berdua udah…””
“Plaaaakkkkkk…”dilemparnya kertas kontrak ke arah Aditya.
“Jiaaaaahhh gak usah ngamuk..kan gw kepo, jadi gw asumsi…”
“Belom nyampe situ… gw masih punya hati dan…dan…dan sedikit moral “(mo nyebut moral seutuhnya tuh tadinya tapi gak jadi karena dia tahu dirinya gak bermoral…)
“……”
“kita dah kissing…” ujarnya pelan, Bram menutup wajahnya dengan kedua tangannya, sementara itu Aditya terjatuh dari kursi.. shock berat dengan perkataan Bram..
“Gila… sejauh itu?” kata Aditya sambil dia merapikan duduknya.
“Iya…”
“Peck Kiss?”
“Frenchkiss…”
“Whaaaatttt…OMG…kalo githu pasal yang tadi pas deh di masukan..Gw paham deh sekarang…”
“Apaaaa…”
“Lw bukan gay, lw hanya tersesat sesaat, lw bukan alergi ma cewe tapi lw belum menemukan yang cocok buat hati lw…Monica Cewe yang pas buat lw.. dia sanggup pasti mengatasi kegilaan lw..’
“Beeeh sok tau…”
“Emang tau…Ok nanti gw revisi ulang lah kontraknya.”
“ok…lw boleh pake laptop gw di sini…”ujar Bram sambil berdiri.
“Lw mo ke mana? Tidur?”
“Gak… gw mo kelonan ma bini gw…”hehehehe bram pun pergi ngeloyor ninggalin Aditya yang bengong. Belum juga nikah udah bini aja…