UnderCover Wife

UnderCover Wife
Chapter 12: Quality Time



Auliani menggeliat dibawah selimutnya, perlahan dia membuka matanya, mengerjapkannya berulang-ulang dan…


“Adit….” Batinnya, ah yaa…dia menginap di apartement pria itu, menghabiskan malam yang sangat romantic, gila dan menguras tenaga juga. Disentuhnya wajah Aditya.


“Liani…tidurlah kembali…”ujarnya seraya menarik tubuh sintal milik Auliani ke dalam pelukkannya. Dikecupnya dahi gadis itu. Auliani membenamkan wajahnya dipelukkan Aditya, kehangatan melingkupi diri. Untuk kesekian kalinya Aditya membuatnya jatuh cinta padanya.


Auliani adalah kekasih dari Aditya Prakasa, alasan dia marah dan ketus adalah gadis itu meninggalkannya hanya karena orang tua Auliani tertarik oleh keputusan orangtua Bram untuk menikahi Putra – Putri mereka. Auliani memang anak yang taat tapi tak bisa kah dia memilih kebahagiannya sendiri. Aditya bertekad untuk mengambil semua miliknya. Auliani Sander adalah miliknya. Hanya dia yang berhak menyentuh gadis itu.


“Dddddrrrrrrrtttt….dddddrrrrrttttt…”diraihnya telponnya yang berdering nyaring mengganggu ketenangan pagi hari. Bram…aduh ini boss ya bisa gak sih gak ganggu orang. Dengan malas Aditya mengangkat telepon dari Bram dan dia pun menegakkan tubuhnya sedikit.


“Masih pagi udah ganggu orang… ada apa?”ujar Aditya sambil memainkan rambut auliani yang masih tertidur.


“Gila udah siang… masih molor…”


“Sabtu ini Boss… weekend libur napa?”


“Gw mo nge-gym…”


“Laaahh… terus apa hubungannya ma gw?”


“Lw temanin gw…”


“Gak bisa…..Lw ajak Ivan aja gih.."


“Bosan hidup…”


“Beneran gw lagi gak bisa Bram…”ujar Aditya agak sedikit keras, sehingga membangunkan Auliani.


“Siapa…”tanyanya tanpa suara.


“Bram…tidurlah” jawabnya sambil memperbaiki selimut menutupi tubuh Auliani. Gadis itu mengangguk mengerti, namun tiba-tiba keisengannya muncul dalam diri Auliani. Dia pun bergerak didalam selimutnya menempatkan dirinya diantara kaki Aditya...😎😁😁😋


“Shit….” Maki Aditya kencang ketika merasakan Auliani sibuk di bawahnya.


“Apa lw bilang…” Bram terkejut oleh makian Aditya.


“Gpp ntar gw telpon…” buyar sudah konsentrasi Aditya karena ulah Auliani.


“Gw nunggu lw...lw harus datang…lw dengar gak…” Bram masih mendesak Aditya untuk bertemu dengannya karena dia ingin cepat-cepat menyelesaikan urusannya dengan Monica. Sehari dia menginap di rumah monica, dia mulai kuatir meninggalkan gadis itu. Karena dia tahu mereka hanya tinggal berdua saja, Sean dan Monika. Bagaimana kalo nanti ada orang jahat memasuki rumah itu...😱🤦


“Ahhh iya…hmmm” Aditya benar-benar gak bisa menjawab Bram.


“Lw ngapain sih dit…”


“Hmmm gak ngapa-ngapain.…” jawab Aditya mengelak pertanyaan Aditya. Auliani, gadis itu benar-benar bi


Auliani menggeliat dibawah selimutnya, perlahan dia membuka matanya, mengerjapkannya berulang-ulang dan…


“Adit….” Batinnya, ah yaa…dia menginap di apartement pria itu, menghabiskan malam yang sangat romantic, gila dan menguras tenaga juga. Disentuhnya wajah Aditya.


“Liani…tidurlah kembali…”ujarnya seraya menarik tubuh sintal milik Auliani ke dalam pelukkannya. Dikecupnya dahi gadis itu. Auliani membenamkan wajahnya dipelukkan Aditya, kehangatan melingkupi diri. Untuk kesekian kalinya Aditya membuatnya jatuh cinta padanya.


Auliani adalah kekasih dari Aditya Prakasa, alasan dia marah dan ketus adalah gadis itu meninggalkannya hanya karena orang tua Auliani tertarik oleh keputusan orangtua Bram untuk menikahi Putra – Putri mereka. Auliani memang anak yang taat tapi tak bisa kah dia memilih kebahagiannya sendiri. Aditya bertekad untuk mengambil semua miliknya. Auliani Sander adalah miliknya. Hanya dia yang berhak menyentuh gadis itu.


“Dddddrrrrrrrtttt….dddddrrrrrttttt…”diraihnya telponnya yang berdering nyaring mengganggu ketenangan pagi hari. Bram…aduh ini boss ya bisa gak sih gak ganggu orang. Dengan malas Aditya mengangkat telepon dari Bram dan dia pun menegakkan tubuhnya sedikit.


“Masih pagi udah ganggu orang… ada apa?”ujar Aditya sambil memainkan rambut auliani yang masih tertidur.


“Gila udah siang… masih molor…”


“Sabtu ini Boss… weekend libur napa?”


“Gw mo nge-gym…”


“Laaahh… terus apa hubungannya ma gw?”


“Lw temanin gw…”


“Gak bisa…..Lw ajak Ivan aja gih.."


“Bosan hidup…”


“Beneran gw lagi gak bisa Bram…”ujar Aditya agak sedikit keras, sehingga membangunkan Auliani.


“Siapa…”tanyanya tanpa suara.


“Bram…tidurlah” jawabnya sambil memperbaiki selimut menutupi tubuh Auliani. Gadis itu mengangguk mengerti, namun tiba-tiba keisengannya muncul dalam diri Auliani. Dia pun bergerak didalam selimutnya menempatkan dirinya diantara kaki Aditya...😎😁😁😋


“Shit….” Maki Aditya kencang ketika merasakan Auliani sibuk di bawahnya.


“Apa lw bilang…” Bram terkejut oleh makian Aditya.


“Gpp ntar gw telpon…” buyar sudah konsentrasi Aditya karena ulah Auliani.


“Gw nunggu lw...lw harus datang…lw dengar gak…” Bram masih mendesak Aditya untuk bertemu dengannya karena dia ingin cepat-cepat menyelesaikan urusannya dengan Monica. Sehari dia menginap di rumah monica, dia mulai kuatir meninggalkan gadis itu. Karena dia tahu mereka hanya tinggal berdua saja, Sean dan Monika. Bagaimana kalo nanti ada orang jahat memasuki rumah itu...😱🤦


“Ahhh iya…hmmm” Aditya benar-benar gak bisa menjawab Bram.


“Lw ngapain sih dit…”


“Hmmm gak ngapa-ngapain.…” jawab Aditya mengelak pertanyaan Aditya. Auliani, gadis itu benar-benar bisa membuat Aditya tak berkutik.


“Bram..udah dulu nanti gw…ahh shit... OMG"


“Apa-apaan sih lw…” ujar Bram bingung. Eh tunggu jangan-jangan…aahhh pasti dah dia tuh…hehehe.😁😎


“Eh...jangan bilang ada Liani ya…waaahhhh pantesan….hahahahaha. parah lw sana lanjut… untung aja gw nolak nikah ma dia…apa gw terima aja ya…” ujar Bram mengganggu ketenangan Aditya.


“Awas aja kalo berani…perang lw ama gw…udah tutup telponnya gw kentang nih…tuh anak udah kabur ke kamar mandi…bye” ujar Aditya seraya melempar telepon.


“Liani…tanggung jawab sini…”katanya sambil menyusul Auliani ke dalam kamar mandi.


“Hahahahahaha…rasain lw…” tawa Bram. Dia pun mengepak bawaannya yang diperlukan untuk nge-gym.


Bram menuruni tangga dengan ceria. Dia bersiul dengan senang. Gimana gak senang, dia kan gak perlu susah lagi menghindar dari Auliani, dengan sendirinya gadis itu akan menjauh. Bram kenal siapa Aditya. Kalo dia sudah mencintai dia akan serius mencintai. Aditya kelihatannya aja lembut, namun hati nya bagaikan es batu. Membeku setelah kekasih pertamanya meninggal dunia karena serangan Jantung. Namun mencair karena Auliani Sander. Pas tuh mereka berdua..😋


“Sarapan apa mom…”


“Nasi goreng….”


“Bram skip dulu ya mom…”


“Kenapa gak sarapan dulu, memang kamu mo ke mana?” tanya pak Donny


“Nge-gym pa...hmm papa mau ikut?”


“Haaah tumben banget kamu ajak papa…salah minum obat?” tanya Amelia, ibunya Bram.


“Iya nih ma…tumben amat.....”


“Huuu kalo gak mau bilang aja napa…diajak qualite time sama anaknya gak mau” ujar Bram kesal, dia pun hanya mengambil orange juicenya dan menghabiskannya.


“Eh ngambek ya…ya udah tunggu, papa ganti baju dan ambil perlengkapan papa....”


“Yes…”


Tak lama Donny Adiputra keluar dan dia memanggil Bram. Mereka berangkat dengan satu mobil. Pak Donny sangat senang bisa meluangkan waktunya dengan anak kesayangannya dan dia akan menanyakan perihal wanita idaman Bram. Mereka pun tiba di tempat Bram biasa nge-gym. Mereka melakukan pemanasan dan melakukan semua yang diintruksikan oleh instruktur pribadi Bram.


Selesai nge-gym Donny mengajak putranya makan di restoran kesukaannya. Sejak Bram membuka perusahaannya sendiri mereka hampir tidak pernah pergi berdua. Pak Donny terkadang merasa dirinya lajang....🤭


Untung saja Pria yang hampir memasuki usia 50th bukanlah pria yang nakal. Walaupun semua yang dia miliki bisa membuat dirinya salah jalan namun hal itu tidak dilakukan oleh seorang Donny Adiputra.


“Mo pesan apa Bram?”


“Pa ini vegetarian semua…?” tanya Bram heran.


“Iya… memang kenapa? Kamu gak suka?”


“Hmmm gpp sih pa kalo papa suka makanan disini, bram baru tahu kalo papa vegetarian” sebenarnya bram sedikit bingung seingat dia papa nya bukan seorang vegetarian.


“Hahahaha…papa bukan vegetarian Bram…papa suka aja makanan disini lagi pula kita kan baru selesai nge-gym. Harus makan makanan bergizi tinggi lah.”


“ooaalllaaaa…kirain. Papa pesan apa.”


“Nih menu komplit 2…”


“Loh itu ada dagingnya pa…”


“ohh itu  daging yang terbuat dari jamur.”


“ohhh…Bram baru mengerti menu disini. Boleh juga nih…” Mereka memanggil pelayan dan memesan makanan.


“Bram…”


“Iya pa…hmmm ini enak pa.”


“huhhuu….” Bram terbatuk-batuk mendengar pertanyaan papanya


“Pelan-pelan makannya…”


“Kenapa papa tanya begitu?”


“Laah emang salah ya…”


“yaaah gak sih pa…”


“Mommy mu tuh…kamu kan tahu gimana mommy.”


“Duh papa gak bisa ngontrol mommy apa?”


“Eh…anak ini, jelaslah papa sudah lakukan kalo tidak sudah pasti Auliani jadi isteri mu hari ini..”


“Haiiissshhhhh.....ok deh makasih papa ku… you are the best.”


“Becanda aja terus kamu, papa serius nih…jadi siapa”


“Rahasia…nanti papa bakal bocorin ke mommy, gak seru.”


“Ya udah kamu nikah aja dengan Auliani, papa akan bilang ke om John Sander…dan mommy kamu…”


“Aduh…papa ku yang ganteng, baik hati dan tidak sombong pleaaaasssseeee jangan ya… ya pa…aduh bisa runyam ini persoalan”


“Kenapa..?Karena Aditya?”


“Iiiihh papa tau? Gila babe gue gaul juga…”


“Ciihhh anak sombong, durhaka nanti sama orang-tua..”


“Ahh papa..”


“Bram…papa serius nih.”


“Jangan sekaranglah pa…nanti aja. Aku pasti bawa ke rumah deh…”


“Kapan…”


“Mei…”


“Lah bulan mei kan sudah lewat Bram…mei berikutnya masih lama…”


“Maksud bram tuh ya pa…maybe yes maybe no…”


“Plaaakkk…” dipukulnya kepala Bram dengan buku menu yang ada di meja mereka.


“Aduhh….eh busyet dah…kepala Bram nih pa bukan kepala boneka, aduhhhh dari kemarin kena sasaran melulu…apa gw pake helm aja kali ya…”ujarnya sambil mengelus kepalanya yang dipukul oleh Donny Adiputra.


“Maka’nya jangan durhaka…”


“Iiihh Donny dan Amelia gak ada bedanya…11-12 lah…” Bram cemberut dengan kelakuan orangtuanya, ini orangtua gw kenapa kompak banget ya…duh untung oma gak ada.


“Bram…hari selasa oma bakal datang dari belanda.”


“Whaaaatttt….omg… baru aja bram bersyukur oma gak ada disini.”


“Buuukkk….” Kali ini Donny menendang kaki anaknya.


“Addaooowwww….papa…iisshh penyiksaan anak di restoran ini namanya…”


“Ngaco…”


“Pa… nanti ya Bram beneran bakal ngenalin calon mantu papa, tapi jangan sekarang ya… beri Bram waktu…”


“Tapi memang kamu sudah ada calon?”


“Sudah pa… maka’nya tolong bantu Bram ya pa. Jangan jodohin Bram dengan Auliani.”


“Gak usah kamu minta papa pasti gak akan jodohin kamu dengan Auliani.. papa tahu kalo gadis itu adalah pacar Aditya…”


“Haaahh serius pa…tapi pa kenapa papa gak kasih tau mommy.”


“Udah…mommy mu minta bukti. Papa gak punya bukti, trus mommy mu tanya langsung ke Liani, katanya mereka udah putus.”


“Putus apaaan..pagi-pagi Bram telpon Aditya eh mereka lagi asyik kelonan…”


“Pantes aja kamu ajak papa nge-gym…ayo kita pulang…eh si mommy mau di bawakan apa ya Bram…”


“Martabak Telor aja pa…yang di dekat komplek kan enak tuh pa..”


“Okay…” setelah membayar mereka pun kembali ke rumah. Donny sangat bangga dengan putranya yang dapat diajak komunikasi dengan mudah. Dia bersyukur dengan apa yang dia miliki. Isteri yang cantik dan bersahaja walaupun agak pemaksa…hehehe dan Putra yang dapat dibanggakan.


“Pa….”


“Iya Bram…”


“Alergi bram sepertinya sudah berkurang…”


“Benarkah…bagus deh, tapi papa sarankan cari tahu penyebabnya, okay…jangan lupa kenalin cewekmu…”


“Iya…” Bram bertekad menikahi Monica. Hanya gadis itu yang mampu membuat dia sembuh dari alerginya dan mungkin juga dari penyimpangan seksual yang dimilikinya. Jujur saja dekat dengan Monica membuat dia ingin melakukan hal yang dilakukannya dengan ivan. Dia amat sangat menginginkan Monica. Aditya mungkin benar, hatinya dan dirinya berubah, semua karena Monica Suhendrata...😎


🌸🌸🌸


Note Author:


Hai hai Gaeeesss... thnx ya buat yang setia ngikutin cerita ini dan udah Support Author.


Karya ini asli milikku, bukan plagiat..🙂


Nah untuk mereka2 yang mo iseng ambil karya ini please dong mikir ya.... Hargai kami para Author yang mencurahkan isi otak kami hanya untuk menyenangkan para pembaca.


And untuk Para Author... lindungi lah Hak cipta anda yaaa... and tetap semangat berkarya...🤗🤗


Your Author with love: Adrinna