UnderCover Wife

UnderCover Wife
Chapter 9: Alone



Sean akhirnya siuman dari masa paska operasi. Untung saja Bram sedang tidak ada, kalau tidak bisa di habisin dia oleh Bram. Aditya merasa Bram sangat cemburu bila Monica berdekatan dengan cowok lain, padahal dirinya masih dengan Ivan. Hadeeeehhh boss nya ini bikin orang sakit kepala..😰😣


“Tok…tok…hai…” Sapa Aditya pada Monica dan Sean


“Hai…dit masuklah…”


“Hai K adit…”


“Hai Chen… nih buat kamu…” Aditya memberikan bingkisan kepada Sean


“Apa nih…”


“Buka aja…”


“Kok ngerepotin githu sih dit…”


“Gak kok mon…aku memang niat ngasih kok.”


Sementara mereka terlibat pembicaraan, sean sudah asyik membuka hadiah yang dibawa oleh Aditya.


“Waahhh mon-mon lihat Optimus Prime ini… keren…makasih ya K adit.”


“Suka…?"


"Iya aku suka... kebetulan chen punya bumblebee di Jakarta, mon-mon yang belikan” celoteh Sean ceria, Adit menyentuh pundak Monica, isyarat agar monica pindah ke sofa, sepertinya gadis itu lelah. Kini Adityalah yang menemani Sean… Ssssstttt Adit jangan Fall in love sama monica ya…🤭


“Oh ya…”


“Ya…Megatron chen juga punya…”


“Wah keren dong…”


“Iya k…nah kalo megatron kadang chen suka bawa…”


“Oh githu…”


“Ya…sekarang aja chen bawa kok…”


“Mana coba k adit liat…”


“Tuh…di sofa…😁" di tunjuknya monica yang sedang rebahan di atas sofa.


“Hahahahaha dasar kamu chen…”


“Huuuuh k adit gak tau mon-mon sih…kalo ngamuk kayak megatron..hihihi…” 🤣🤣


“Bisa aja kamu chen…” ujar adit seraya mengusap rambut Sean


“K adit…”


“Ya…”


“Chen boleh Tanya..?”


“Boleh Tanya aja…”


“K adit pacar k mon-mon?” Adit tersenyum mendengar pertanyaan Sean. Kedekatan mereka di salah artikan oleh Sean Rupanya.


Aditya Prakasa ada di Rs ini menjaga dan memberikan semua perhatgian kepada Monica dan Sean bukan hanya karena dirinya sendiri yang berinisiatif, namun ini adalah Tugas yang diberikan oleh Bram Mahesa Adiputra sebagai atasannya. Namun 2 hari bersama mereka Aditya mengagumi kegigihan, kekompakan dan kemandirian 2 kakak beradik ini. Mereka saling melengkapi. Ada yang aneh dari Monica, dia selalu menganggap Sean adalah anaknya. Apa karena dia yang mengasuh Sean, dia gak paham. Maklum Aditya kan anak Tunggal….


“Bukan…kami hanya teman saja kok…”


“Benarkah…tapi kenapa semua-semua k Adit yang belikan. Mon-mon gak punya teman cowok loh k adit. Chen gak pernah liat mon-mon dekat dengan cowok.”


“Benarkah…”


“Iya benar…beneran nih K adit bukan pacar mon-mon?”


“Iya…”


“Kenapa K…k mon-mon gak cantik ya…atau karena dia galak ya…” tanya Sean polos.


“Hmmm gimana ya jawabnya…monica cantik kok, tapi k Adit memang bukan pacar K monica, tapi…sssttttt Ini rahasia ya…”


“Apa…k Adit suka mon-mon ya…”potong Sean


“Huuuussshhh bukan, K adit disini ditugaskan sama calonnya k monica.”


“Haaaaah…Mon-mon punya pacar teman k adit githu maksudnya…”


“Ya begitulah…sudah ini urusan orang dewasa gak usah kita bahas lagi ya…”


“K adit…kalo Sean sudah sembuh apa Sean bisa ketemu K adit?”


Drrrrrrtttt….Drrrrttttt…. Handphone Aditya berbunyi, nama Bram tertera di screen handphone nya.


“Sean bentar ya k adit angkat telpon dulu…”


“Iya k…”


“Haloo…Bram…”


“Gimana di sana dit…”


“Baik…hasil Patologi sudah ada…Tumor Jinak Bram…jadi bisa pengobatan di Jakarta.”


“Kapan diijinkan pulang…”


“Besok…”


“Hmmm hubungi Pilot ku dit…tanya Dr. Timothy untuk prosedur pasien okay.”


“Ya….lalu bagaimana dengan ivan?”


“Baru sadar dia…Adam kasih dia obat untuk pasien Jiwa, entah obat apa gak tau deh, yang jelas dia gak sadarkan diri. Ini sih dia sudah sadar…Adit apa gw salah ngirim dia jauh…”


“Gak Bram…dia hanya shock saja, asal kita gak putus komunikasi dengannya dia akan baik-baik saja. Semua nya tergantung lw Bram…gw tau ini sulit, tapi berdasarkan apa yang gw lihat hati lw sudah tergerak oleh Monica…”


“Ahhh monica…lagi apa dia?”


“Jangan marah ya…ada Erick di sini, dia lagi pergi makan dengan Erick”


“Shit…apa-apaan tuh cowok…kenapa gak lw cegah…!!!” ujar bram kesal mendengar bahwa Erick ada bersama monica disaat dirinya tidak ada.


“Kan tadi gw dah bilang jangan marah…gw gak ada hak ngecegah mereka makan bareng, lw tenang aja napa… monica baik-baik aja dan yang jelas sikap dia ke Erick berbeda dengan sikap lw ke dia.. nah paham gak…”


“Awasin terus okay…salam buat Sean. Telepon pilot. Gw gak bisa ke sana. Ivan butuh gw.”


“Ya… hmmm bram..”


“Ya…”


“Coba Tanya hati lw, apa yang lw rasakan tentang ivan… cinta atau kasihan..” ujar adit sambil mengakhiri pembicaraan mereka.


Bram termenung oleh perkataan terakhir Aditya. Ya sebenarnya dia kenapa? Apa yang dia rasakan sama Ivan. Kenapa juga hatinya tergerak oleh Monica, setiap ingat gadis itu dia ingin meninggalkan Jakarta dan langsung terbang kembali ke Singapore. Berada dekat monica hatinya tenang.


“Bicara dengan siapa?” Tanya ivan


“Aditya…”


“Oh…dia tidak ikut Pulang…”


“Tidak… ivan, bisakah kau jelaskan padaku kenapa kau pergi dengan Adam?”


“Apa peduli mu…”


“Ivan…! Adam itu berbahaya, begitu juga dengan Club Nine… kalo lw pengen clubbing lw boleh ke Club lain asal jangan Club Nine. Please lw dengarin gw gak Van…” tegas Bram, dia tidak ingin hal buruk terjadi lagi pada Ivan. Ivan diam tak berkata apa-apa, dia hanya berdiri memandang kota jakarta dari apartementnya.


“Van…Gw pergi dulu, jangan lakukan hal yang konyol,  nanti gw temani lw kerja, tunggu gw datang baru kita ke Bar, paham…!”


“Ya…” jawab ivan, Bram datang mendekat memeluk ivan dari belakang.


“Maaf kalo aku harus pergi dulu, ada yang harus di kerjakan dikantor dan rumah, Tunggu aku….” Bisik Bram.


“Ya…akan ku tunggu.” Bram mengecup pundak ivan dan melangkah pergi, belum jauh dia melangkah dia membalikan badannya memandang punggung ivan.


“Maaf van…” batinnya lalu ia kembali melangkah.


Ketika mendengar pintu apartement tertutup, Ivan terpaku ditempatnya, kesendirian melingkupinya. Hatinya sedih dan bingung, ada rasa bersalah ketika dia memutuskan untuk ikut Adam, dia tahu siapa Adam, tapi kemarin itu dia marah, marah pada Bram dan marah pada dirinya sendiri yang terlalu mencintai Bram, dia tahu dia berbeda, yang dia bisa lakukan hanya lah mencintai Bram, bukan seorang gadis namun seorang Bram. Bukannya dia tidak tahu bahwa yang dilakukannya adalah salah, namun keadaanlah yang membuatnya demikian, toh Bram tidak pernah menolaknya atau mengucilkannya. Yang Bram lakukan lebih dari itu, dia menyelamatkan, melidungi, membuatnya nyaman, dipedulikan dan diterima. Ivan tidak mau kehilangan ini semua. Hanya ada Bram disisinya disaat dia membutuhkan pertolongan hanya Bram yang peduli.


Bram berencana untuk menikah secara kontrak dengan seorang wanita dan dia berjanji hanya untuk 1 tahun, namun dalam 1 tahun itu Bram menyuruhnya untuk berada di negara lain, dimana dirinya tidak ada.


Dapatkah dirinya bertahan di kota yang tidak ada Bram? apakah Bram akan tetap disisinya? Itulah yang selama ini dipikirkan olehnya. Dia tahu siapa Bram dan sangat mengenalnya. Walaupun Bram menjadikan dirinya sebagai kekasihnya dan melakukan hal yang intim dengannya, namun ivan selalu merasa hati dan jiwa Bram jauh darinya tidak dapat di jangkau. Dia pun menitikkan airmata nya untuk kesekian kalinya karena Bram.


🌸🌸🌸🌸🌸


Note Author:


Hai... maaf ya Gaeeesss agak lama up nya..


tetap setia ya... Author akan berusaha semaksimal mungkin untuk Update tiap hari. Tunggu aja ya... thanks bgt buat kamu2 yang udah nunggu dan like di tiap chapternya...


Semangat ya...🤗😍😘


Your Author With Love: Adrinna 😍