
SMA SS adalah sekolah terbaik dikota A, selain memiliki banyak fasilitas, sekolah ini juga termasuk kebanggan negara karena murid murid sekolah ini sering mendapat juara tingkat internasional baik dalam bidang akademis maupun non akademis.
Pada sekolah ini terdapat banyak kelas sesuai tingkatan dan kemampuan para murid, namun yang sering menjadi sorotan adalah kelas unggulan, dimana kelas tersebut menampung banyak siswa berbakat serta anak anak konglomerat yang masuk kedalam kelas ini melalui jalur ‘tikus’, semata mata untuk gengsi belaka.
Dalam setiap angkatan memiliki kelas unggulannya masing-masing, seperti angkatan satu yang mempunyai kelas unggulan tingkat 1, angkatan dua yang mempunyai kelas unggulan tingkat 2 serta angkatan tiga yang mempunyai kelas unggulan tingkat 3.
Banyak sekali mobil mewah yang terjejer rapih pada parkiran khusus yang luasnya nyaris menyaingi lapangan sepak bola. Namun yang menjadi sorotan hanyalah sedan silver yang terparkir indah didepan gerbang utama sekolah elite tersebut. Mobil yang katanya merupakan jajaran mobil limited edition yang hanya ada 10 unit didunia.
Perlahan pintu mobil terbuka dan menampilkan seorang gadis cantik dengan seragam khas SMA SS yaitu; sebuah baju putih polos dengan pita pink dilengkapi dengan jas putih dengan garis pink(untuk laki laki adalah dasi biru gelap), rok lipat pink 15 centi diatas lutut.
Dengan percaya diri gadis itu melangkahkan kaki jenjangnya memasuki sekolah yang bernuansa sangat modern itu.
Yap, gadis itu adalah Rose.
Kedatangan Rose mampu menyita perhatian, membuat sebagian orang yang tadinya sibuk menggerombol, menanyakan kelas manakah mereka masuk menjadi sunyi dan segera menyingkir. Banyak laki laki yang terpesona walau nampak ada juga beberapa gadis yang nampaknya juga terpesona(coret:lesbi).
Sementara itu Rose yang ditatap oleh begitu banyak pasang mata justru bersunggut-sunggut kesal lantaran kejadian tadi pagi dimana Erza menjeburkannya kedalam bathub tanpa belas kasihan, akibatnya ia nyaris saja teserang flu. Ia dendam pada saudara laki lakinya itu,sangat dendam sungguh.
“Akan kupatahkan kakimu Za!” pekiknya sembari mencari cari saudara laki lakinya yang nakal itu.
Diwaktu yang sama.
“Wah, yo Lilly!” Gadis dengan surai hitam itu mendongak lantaran merasa namanya dipanggil. Ia mendengus dan sesegera mungkin menghindar dari orang yang memanggil namanya tadi.
“Lilly?”
Seketika lelaki dengan perawakan tinggi tegap itu terdiam, mata tajam dengan netra safir itu menatap Lilly dengan pandangan memelas, bermaksud untuk meluluhkan hati gadis yang sedang diliputi kekesalan yang membara. Namun tampaknya yang terjadi malah hal yang sebaliknya.
Tanpa sepatah katapun Lilly segera berlalu, meninggalkan tanda tanya besar dikepala Kevin.
“Apa dia sedang pms?… tapi seingatku ini bukan tanggal Lilly menstruasi.”
Derap langkah mengisi keheningan pada lorong panjang dengan cat putih sebagai warna pada dindingnya.
“Ah Erza, dimana kau!” Suara Rose menggelegar,membuat beberapa murid yang kebetulan lewat terlonjak kaget. “Akan ku kuliti hidup hidup jikalau aku sampai melihatmu!” imbuhnya dengan wajah memerah menahan kesal.
“Drap... drap... drap.”
“Brugh!”
“Oh shit!”
Rasa nyeri menjalari bokongnya. Ia mendongak, berniat memaki orang yang telah lancang menabraknya hingga jatuh terduduk dengan tidak elitenya. Namun, makiannya langsung ia telan mentah-mentah begitu melihat rupa orang dihadapannya.
"Kau...?!"
(****A/N)
Kira kira siapa yang ditabrak sama Rose hayoo**~