Too Ez For Us

Too Ez For Us
chapter 8 - let's party



"waaaaaa!!!" teriak teman teman ku yang saat ini sedang terbang ke benteng musuh


mereka sangat terkejut karena langsung di terbangkan tanpa aba aba dan persetujuan mereka terlebih dahulu.


Terbang dengan sangat cepat dan dalam waktu yang singkat, mereka sudah melewati benteng tersebut. Saya tidak bisa melihat mereka lagi setelah itu kecuali satu orang


Satya ternyata tidak dapat melewati benteng dan terbentur dengan beberapa iblis yang memegang panah.


Benturan mereka sangat keras sehingga sepertinya iblis tersebut mati di tempat. Saya salah mengeluarkan kekuatan saya kepada Satya, mengeluarkan kekuatan sihir yang sama rata ternyata hasilnya berbeda.


Berat dan tinggi Satya lebih besar dibandingkan kami semua sehingga ada perbedaan yang cukup jauh dari tempat mereka mendarat


Namun tidak lama setelah benturan, Satya langsung berdiri tetapi belum sempat berbicara apapun dia sudah di kepung oleh pasukan musuh


dia dengan sigap mengangkat perisai dan pedang samurainya.


Jika dilihat sebenarnya perisai dan pedang samurai bukanlah kombinasi yang baik. Pedang samurai adalah pedang panjang yang sangat tipis, cocok untuk menebas lawan secara instan, tetapi dengan perisai maka akan menjadi sedikit kesulitan menggunakannya. Akan lebih baik jika dia menggunakan tombak atupun gada.


Musuh mencoba menyerang Satya yang terkepung tetapi perisai yang di pegangnya seakan otomatis bergerak untuk melindunginya, refleks yang cukup hebat. Dia bertarung dan membunuh para iblis dan juga vampir.


Iblis mencoba menyerang dengan tombak, pedang dan juga panah kepada Satya sedangkan Vampir mengeluarkan kelelawar untuk mengalihkan fokusnya. Beberapa sihir juga dilepaskan tetapi Satya dapat bertahan melawan itu semua.


Saya melihat itu kemudian terbang mencoba membantunya. Dalam perjalanan, saya di tembaki dengan panah dan juga sihir yang berada di menara pengawas. Prajurit yang tidak bisa atau belum mendapat giliran melawan Satya juga menyerangku dengan sekuat tenaga. Mereka berusaha mempertahankan benteng ini bagaimanapun caranya.


Saya membelokkan semua serangan mereka dengan memberikan sihir angin yang lebih kuat. Sebuah bola api terbang tepat menuju kearahku, saya menggunakan sihir air dengan ukuran dua kali lipat dari bola api itu. Melepaskan sihir ke arah bola api dan keduanya bertabrakan, bola api seketika lenyap namun sihir bola airku masih tersisa dan menabrak dinding benteng, tetapi tidak ada dampak signifikan terhadapnya


Saya mecoba meniru serangan mereka dengan membuat kombinasi sihir, saya membuat sihir tanah dan membuatnya menjadi sebuah bola yang cukup besar. Kemudian saya menanamkan sihir api kedalamnya hingga jadilah meteor mini.


Saya melakukan itu semua saat terbang, membuat hingga lima meteor mini lalu melemparkannya ke berbagai arah benteng. Tidak menargetkan tempat Satya berada karena dia bakal makin marah kepada saya setelahnya.


Dua menara pengawas di kedua sisi benteng hancur dan tiga meteor lainnya menabrak dinding benteng


akibatnya seluruh bagian benteng itu bergetar hebat. Bahkan musuh yang sedang bertarung dengan Satya merasakan dampaknya,


mereka berhenti sejenak dan melihat kearahku.


Ketika mereka lengah Satya langsung maju dan menyerang mereka


"Mati kau!!"


Beberapa iblis terbelah dan bagian tubuhnya jatuh ketanah.


Bentuk fisik iblis dan vampir tidak terlalu jauh dengan manusia. Mereka mempunyai dua tangan, dua kaki, dua mata, dua telinga dan juga lainnya yang menyerupai manusia.


Bedanya berada di warna kulit dan wajah mereka.


Warna kulit iblis bervariasi namun variasi itu berbeda dari variasi manusia.


Ada warna merah, jingga, kuning, hijau, biru, nila dan unggu seperti warna pada pelangi.


Wajah mereka juga sangat jelek tentu saja dalam pandangan manusia. Sepertinya kecerdasan mereka juga beragam dan berbanding lurus dengan kekuatannya.


Semakin kuat iblis maka makin pintarlah dia,


biasanya selalu seperti itu.


Terkadang ada hal hal khusus yang tidak berlaku seperti itu. Seperti ada Iblis yang besar dan juga kuat tetapi dia sangat bodoh dan mengandalkan kekuatannya saja.


Tidak jauh berbeda dengan manusia yang terkadang sudah merasa kuat diantara yang lain dan lupa menggunakan otaknya.


Banyak orang yang melakukan kekerasan bahkan tanpa perduli dampak yang mereka timbulkan,


bagiku mereka sama saja dengan orang orang yang bodoh dan juga menjijikkan.


Setelah beberapa bagian benteng mulai runtuh tentara musuh mulai panik sehingga mereka berusaha turun dari tembok benteng agar tidak terjatuh, namun kericuhan itu membuat beberapa terpijak pijak sehingga menimbulkan kerusakan lebih banyak di antara mereka. Saya tidak tinggal diam melihat kesempatan ini dan mengeluarkan sihir lagi.


Sihir kali ini adalah petir. Saya membuat badai petir lagi untuk mempercepat kehancuran tembok tersebut.


Petir menyambar tempat tersebut dan beberapa bagian yang tersambar meletak menyisakan bekas hangus disekitarnya, musuh yang terkena serangan mati ditempat.


Saya juga menambahkan meteor yang lebih kecil tetapi dalam jumlah yang lebih banyak untuk dilemparkan. Bola meteor yang hanya sebesar bola basket akan lebih cepat dibuat daripada meteor mini,dengan ini kehancuran benteng sudah dapat dipastikan.


Setiap iblis yang terkena mereka akan benar benar terluka parah dan bahkan mati, anggota tubuh terpisah dengan kasar karena hantaman batu api yang ku lemparkan.


Terdapat perbedaan kekuatan dari badai petir yang pertama saya buat dengan yang sekarang


terlihat bahwa serangan saya lebih mematikan tetapi saya tidak tau berapa banyak kerusakan yang ditimbulkan.


Tidak seperti game, dimana ketika player memukul lawan maka akan muncul demage secara numerik untuk dapat menununjukkan tingkat seranganmu


di dunia ini tidak ada seperti itu bahkan saya juga tidak mengetahui HP dan MP yang saya punya tetapi saya hanya bisa merasakannya.


Disini juga tidak ada point stamina, yang artinya stamina tidak dapat diukur atau ditingkatkan melalui status. Player hanya bisa melatih stamina dengan latihan fisik biasa. Itulah hal yang sangat tidak saya sukai


Setelah tembok mulai runtuh saya mendatangi Satya


"kuy Sat, kita ke tempat mereka"


"Kau bisa ga, kalau mau ngelempar kami kasih tau dulu sebelumnya! Jangan asal lempar aja?" Tanya Satya dengan ekspresi marah.


"Sorry Sat, tadi kan dah ku bilang awalnya" jawabku


"Memang dah kau bilang, tapi ada ga kami bilang 'iya' sama mu?"


"Iya iya sorry ya... entah apa yang merasuki ku tadi, tiba tiba kayak semangat kali aku hehe"


"hehehe.. YOURHEAD"


"Udahlah kuy gerak kita nanti lama kali mereka nunggu"


Satya hanya diam sebagai jawaban iya


saya membuat angin dari bawah saya dan juga Satya


ternyata menerbangkan dua orang disaat yang sama lebih sulit dari yang saya duga.


Cara terbang sihir angin ku dengan sihir gravitasi Ars cukup berbeda, jika ditanya yang mana yang lebih nyaman sudah pasti sihir gravitasi.


dengan sihir gravitasi terasa seperti diangkat dengan lembut sedangkan dengan sihir angin didorong agar dapat terbang. Mengendalikan sihir angin juga lebih sulit pastinya.


Kami sampai di tegah tengah benteng dan terlihat teman teman saya sedang berkumpul di dekat sebuah altar. saya dan Satya perlahan lahan turun untuk mendekati mereka.


Baru saja sampai saya sudah dimarahi oleh Xander


"Dasar kawan ga ada akhlak. jantungan aku tiba tiba terbang kayak gitu kau buat. jauhnya ke parit pula itu, belum sempat bangun dah di keroyok sama orang orang jelek sialan. Emang ga ada akhlak kau Zan" kata Xander kepadaku


"Hehe sorry sorry Xan kelewat semangat aku tadi" Kataku meminta maaf


"Mungkin dah kumat gila dia Xan, dah habisnya obat yang kemarin di kasih dokter itu zan?" ejek Ars


"Apa kau pikir aku udah gila?" balasku dengan santai


Saya melihat sekitar bahwa sangat banyak iblis, Vampir, Goblin dan makhluk lainnya yang telah mati


saat ini tubuh mereka berserakan dimana mana dan darah bercucuran dilantai seperti mata air.


Bangunan bangunan disekitar rusak parah, terdapat bekas pertarungan sepihak yang mereka lakukan. Bekas panah Fandy juga dapat terlihat dimana mana dan ada es di setiap target yang terkena panah ataupun bangunan yang terkena panahnya.


Ada juga musuh yang mati dalam keadaan gepeng dan tertanam di tanah akibat sihir gravitasi Ars yang terlalu berat bagi mereka.


Pada awalnya saya melihat ini semua jijik dan sangat tidak nyaman. Seperti melihat keadaan jenazah kami dulu yang tidak bisa dibilang utuh dan sulit dikenali, tetapi bahkan setelah membunuh sekian banyak makhluk hidup disini tidak memberikan rasa kasihan apapun bagiku.


Saya adalah pencinta binatang khususnya kucing. Saya belum pernah memukul bintang lain dengan sengaja apalagi membunuhnya, tentu saja kecoa dan nyamuk adalah pengecualian.


Harusnya melihat keadaan yang sangat tidak wajar ini membuat kesan yang sangat dalam bagi saya


namun hal yang saya rasakan sekarang adalah perasaan puas dan senang karena telah berhasil mengalahkan lawan. Apa mungkin perasaanku sudah mati?


Kurasa tidak, karena saya masih merasakan perasaan senang, gugup, marah, takut dan perasaan lainnya.


Tapi kenapa sekarang saya tidak merasa kasihan kepada musuh saya? Lebih baik kita simpan saja itu untuk nanti.


Saya kemudian melihat altar itu lagi, altar tersebut berbentuk segi enam dengan luas lima belas meter.


Ada sebuah kristal berbentuk prisma segi tiga dengan tinggi satu meter berwarna merah pucat mengambang di tengah tengah altar, terdapat sebuah lingkaran kuning yang melingkari kristal tersebut sebagai pusatnya.


"Benda apa itu, kok bisa ngambang gitu?"


"Kata bang Larry tadi itu pusat musuh tapi aku masih belum paham. Bang bisa di jelaskan ulang?" tanya Xander.


Bang Larry juga ikut saya terbangkan ke markas musuh dan dia hampir mati karena terbentur bangunan tetapi tepat sebelum terjadi Ars menghentikannya.


Mungkin dia masih kesal kepada ku atas kejadian itu tetapi dia tetap menjalankan tugas secara profesional dan tidak mencampurkan masalah pribadi di dalam pekerjaannya.


"Baiklah saya akan menjelaskannya, kristal yang berada di tengah itu adalah pusat dari benteng ini.


Kristal itu merupakan sumber energi yang dapat menggerakkan semua makhluk yang ada di dalam benteng. Makhluk itu merupakan sesuatu yang diciptakan oleh dewa yang menyerupai aslinya


jadi itu bukanlah makhluk hidup yang nyata tetapi semata mata hanya serupa dan ditujukan untuk tutorial. jika kalian menghancurkan kristal itu maka kalian dianggap sukses menghancurkan benteng dan segala yang ada disini akan mati"


'Tau gitu ngapain kami susah susah disuruh untuk bunuh semua musuhnya BAMBANK'


Sebenarnya kami juga tidak ada disuruh untuk membunuh semuanya...kami hanya disuruh untuk menghancurkan benteng pertahanan..ahhh sudahlah.


Jadi kenapa kami disuruh bunuh beberapa binatang mitos itu?


Apa hanya untuk mendapatkan point pengalaman (exp) dan item drop lainnya? Lebik baik saya bertanya langsung "Bang Larry, tadi abang bilang kalau kami harusnya bunuh binatang buas biar bisa kalahkan musuh lebih mudah, maksudnya apa?"


"Benar, jika kalian membunuh binatang mitos maka kedepannya akan menjadi lebih mudah.


disini terdapat 4 binatang mitos yang boleh dibunuh, yaitu naga, phonix, ular raksasa dan juga kura kura biru. Jika kalian membunuh salah satunya maka kekuatan musuh akan berkurang sebanyak 20% dan juga exp yang besar. Untuk binatang mitos naga akan memberikan bonus tambahan buff (peningkatan) physical att dan def dan phonix untuk


buff pada magic att dan def. Jika kalian membunuh ular raksasa maka kalian akan mendapatkan item drop acak, sedangkan untuk kura kura biru mendapatkan gold dengan jumlah acak pula. bonus yang besar bukan?" Tanya bang Larry karena menganggap kami tertarik mendengar hal itu.


Tentu saja itu adalah sesuatu yang cukup menarik


dengan bonus yang cukup besar seperti itu dapat membuat kami lebih kuat lagi. Bukan berarti saya penggila kekuatan tetapi belum melihat kekuatan asli penduduk dunia ini membuat saya waspada.


*A**pa salahnya mempersiapkan payung dahulu sebelum terjadinya hujan*?


"Gimana we kita gas ga binatang mitos itu? Bonusnya lumayan juga itu." Tanyaku kepada semuanya.


"Jaraknya jauh ga dari sini? Aku males jalan jauh, bosen nunggu nya" kata Xander


Bang Larry mengeluarkan sebuah peta yang berbeda dari peta awal yang dia tunjukkan pada kami di pertemuan awal, peta ini lebih kecil dan didalamnya hanya ada gambar satu pulau yang cukup besar yang di tengah pulau itu ada gambar gunung berapi.


"lihat kesini, sekarang posisi kita ada disini" Bang Larry menunjuk dengan jari telunjuk tangan kanannya pada gambar benteng yang berada di arah tenggara. sepertinya peta tersebut berisi infomasi yang cukup lengkap karena terdapat gambar gambar penjelas di dalam setiap wilayah, seperti kawah besar, binatang buas, binatang mitos dan lainnya.


Saya kemudian melihat liat isi peta yang lain.


binatang binatang mitos itu sepertinya membentuk formasi seperti persegi dimana mereka berada di setiap ujung nya.


Phonix berada di posisi paling sudut bawah kanan, naga di sudut bawah kiri, ular raksasa di sudut atas kiri dan terakhir kura kura biru di sudut atas kanan.


Peta tutorial ini sepertinya hanya menyangkut wilayah tutorial saja dan tidak mengikut sertakan keseluruhan pulau karena detail yang diberikan hanya seputar wilayah di dalam sembilan benteng pertahanan dan kastil utama saja.


Pemandangan awal yang saya lihat diawal sangat banyak binatang mitos yang berada disini tetapi yang boleh dibunuh hanya empat. sudah pasti ini hanyalah gambaran kecil untuk kami


"Sekarang yang terdekat dari sini adalah binatang mitos phonix yang berada di sini" Kemudian jari bang Larry bergerak sedikit kearah utara


dari tempat kami sekarang.


Jaraknya juga hanya beberapa kilometer tetapi tidak ada jalur langsung kesana karena ada bukit bukit yang terjal membentang, sehingga jalur tersebut harus sedikit memutar untuk sampai ke tempat itu.


Namun itu bukanlah masalah besar karena tim kami bisa terbang dengan menggunakan magic,


sungguh membuat segala sesuatu menjadi lebih efektif dan efisien.


Masalah baru membutuhkan solusi yang baru pula


"Jadi gimana ni, kita serang atau engga?" tanyaku


"Yaudahlah gas aja, biar makin banyak bonus kita nanti. Lagian ga susah kali kok nyerang benteng kayak gini" kata Satya


"Gimana Fan?" Tanya ku kepada Fandy


Fandy akan lebih menyuarakan pendapat pribadinya jika kami hanya berdua saja. Jika di dalam kelompok dia lebih suka untuk tidak berkata apapun untuk membuat keputusan yang dia anggap tidak terlalu krusial dan lebih mempercayakannya pada keputusan kelompok.


Fandy lebih mendominasi percakapan ketika di dalam game yang dulu kami mainkan bersama, tetapi ketika game nya sudah selesai maka ia akan kembali diam seperti semula. Sangat bertentangan ketika bermain game, dia sering toxic di dalamnya.


"Gas zan" balas Fandy


"Kelen gimana ***?" tanyaku pada Xander dan Ars


"Yaudahlah karena kelen bilang gas ya tinggal kita gas. Lumayan juga tu bonusnya" jawab Ars dengan ringan


Saya kemudian melihat Xander dan dia mengacungkan jempol ke arahku sambil tersenyum menandakan bahwa dia setuju.


"Oke, kalau gitu tujuan kita setelah ini adalah menyerang Phonix ya" kata ku


"Terus kristal ini gimana? Kita biarkan atau hancurkan?" Tanya Ars


kami melirik bang Larry menunggu dia menjawab pertanyaan tadi "jika kalian membiarkan Kristal ini dalam waktu satu hari atau 24 jam maka benteng ini akan kembali seperti semula, termasuk makhluk yang barusan kalian lawan. semuanya akan hidup kembali seperti tidak ada yang terjadi. namun jika kalian hancurkan, seperti yang saya bilang tadi bahwa kalian akan terlacak sedang berada disini, maka pasukan musuh akan lebih berhati hati akan penyerangan kalian berikutnya atau bahkan menyerang kalian langsung selama di perjalanan".


"Kalau gitu saranku kita hancur kan aja sekarang. Kita ga tau kapan kita siap ngalahkan semua binatang mitos itukan. jadi daripada kerja dua kali" kata Ars.


"Iya, aku juga ga suka ngelawan musuh yang sama" tambah Xander


Mendengar mereka setuju dan tidak ada yang menolak, maka saya memutuskan untuk menghancurkan nya


"Xan bisa tolong kau hancurkan kristal itu" seru ku


"Oke, siap bos!" Balas Xander dengan semangat


Memang sangat cocok memberikan pekerjaan menghancurkan sesuatu kepada Xander Karena jiwa nya yang berapi api.


Xander berjalan memasuki altar dan mendekati Kristal itu sambil mengeluarkan kapaknya yang mengeluarkan kilatan petir. Setelah sampai dia berhenti di sebelahnya kemudian mengangkat tinggi tinggi kapak dan mengayunkan dengan cepat dengan sasaran adalah kristal malang tersebut.


sekali ayunan dan Kristal tersebut hancur berkeping keping.


Saya menyipitkan mata karena melihat hal yang aneh. Sepertinya lingkaran emas itu mempunyai pelindung tidak terlihat untuk melindungi kristal, namun ketika kapak Xander mengenai pelindung itu, pelindung hancur seakan tidak ada yang terjadi.


Saya berpikir ulang kenapa hal itu bisa terjadi.


Jawaban yang saya dapatkan adalah keterampilan pasif Xander yaitu true demage yang dapat mengabaikan pertahanan dan memberikan serangan secara penuh kepada lawan.


Ya, pasti memang itu jawabannya


"Apa, hanya sekali serang!!!" teriak bang Xander dengan mata terbelalak


"Kok kaget bang? Biasa ajanya itu" kata Satya


"Jangan iri lah kau Sat, ga aci gondok disini" ejek Xander sambil berjalan kembali dan meletakkan kapaknya di balik punggungnya.


"Ga ada yang iri bangke! Kan memang biasa ajanya itu" balas Satya


'*S*eperti yang diharapkan dari pengikut dewa. kekuatan mereka memang luar biasa. tapi meskipun begitu sekali pukul itu.....'


setelah Kristal itu hancur, tiba tiba ada cahaya merah yang keluar dari tempat asal dari kristal itu berada. cahaya itu terbang dan melesat ke atas langit dan kemudian


*duaarrrr....


Cahaya tersebut hancur berkeping keping dan terpencar ke berbagai arah. kami melihat ke atas tepat pada saat cahaya itu meledak


"Siapa lagi tu yang hidupkan kembang api. bukan malam tahun baru ini. Kok ****** ngidupkan siang siang gini. ***** kali tu orangnya" kata Ars


"Iya kan ***. entah malam kek dia hidupkan biar lebih cantik efeknya. emang ***** kali tu" Xander membenarkan pendapat Ars.


Mereka masih bisa bercanda di saat seperti ini...


tapi cukup bagus agar membuat suasana lebih nyaman. saya hanya bisa tersenyum mendengar percakapan mereka yang sederhana tapi tetap menyenangkan.


Fandy menunjuk ke arah langit, saya melihat apa yang dia tunjuk. Kami pun terdiam dan hanya bisa memperhatikan.


ohh sial....


Kenapa hal ini bisa terjadi? Rencana kami bakal hancur total jika begini keadaannya.


Benda yang kami lihat adalah....