
[Giant Snake Slayer obtained]
saya menyeringai setelah membaca pesan tersebut.
Teman teman saya sudah berhasil membunuh ular raksasa dengan sangat cepat, lebih cepat dari saya yang bahkan hampir mati terkena satu serangan oleh Phonix.
Kepercayaan diri saya timbul karena mereka, di dalam hubungan pertemanan kami, ada sesusatu yang tidak kelihatan namun kami semua menyadarinya, yaitu perasaan tidak ingin kalah dari yang lain.
Kami selain berteman dekat juga membuat diri kami bersaing satu sama lain agar tidak mendapat ejekkan apapun. walaupun hanya sebuah ejekan biasa, tidak ada dari kami yang ingin direndahkan.
Persaingan sehat ini sengaja kami bangun untuk memacu diri kami untuk menjadi lebih baik dari sebelumnya.
Kami bersaing dalam banyak hal, namun yang paling terlihat adalah persaingan dalam game. Kami selalu mengasah kemampuan kami dalam bermain game maupun rank yang ada didalam game tersebut.
Dalam game yang kami mainkan terdapat tingkatan yang harus dilalui oleh para player mulai dari yang terendah hingga yang tertinggi. Devisi tertinggi dalam game tersebut yang sudah tidak dapat ditingkatkan lagi dihitung berdasarkan poin.
Jumlah setiap point diperoleh berdasarkan tingat kemenangan yang diakumulasikan dan yang mencapai seratus tertinggi maka nama karakternya akan terlihat di leaderboard dunia.
Saat itu kami sudah berada di rank tertinggi tetapi kami menyadari bahwa kami tidak akan mungkin bisa mencapai seratus dunia, sebab waktu kami terbagi dengan berbagai aktivitas yang harus kami lakukan seperti kuliah dan mengerjakan tugas.
Mereka yang berada pada tingkatan seperti itu seakan tidak mempunyai kehidupan lain selain bermain game. Setiap waktu di gunakan untuk game bahkan waktu istirahat juga dipangkas hingga titik minimun agar bisa mempertahankan gelar mereka. Sungguh tindakan yang menurutku sangat berlebihan, terlalu fokus pada sesuatu yang tidak seharusnya di prioritaskan.
Sekarang adalah saatnya untuk membunuh Phonix ini secepatnya agar saya dapat membantu teman teman saya dan juga untuk tidak menanggung malu karena tidak bisa mengalahkan Phonix ini sendirian.
Kami harus menyelesaikan ini secepat mungkin karena puluh ribu pasukan musuh akan datang kesini. Akan semakin sulit jadinya jika mereka bergabung dengan binatang mitos ini dan bersama sama menyerang kami.
Saya kembali menatap burung Phonix yang saat ini terbang di udara sambil menyembuhkan dirinya sendiri. Tingkat regenerasi api burung Phonix tergolong sangat cepat karena api yang sebelumnya sudah mulai mengecil kini perlahan terlihat kembali ke bentuk aslinya.
Saya tidak membiarkan rencana Phonix berjalan dengan lancar. Saya menembakkan air kepada Phonix namun Phonix dengan cepat menghindar seperti biasanya. Kecepatan, kekuatan, bahkan tingat regenerasi nya juga sangat tinggi. Dia benar benar bukan lawan yang mudah.
Saya memperhatikan di langit sudah terdapat awan yang mulai berkumpul akibat pertempuran kami.
Saya mepunyai rencana untuk membuat hujan agar dapat menimbulkan lingkungan yang tidak akan menguntungkan bagi Phonix.
Mengeluarkan gabungan sihir antara air dan api, dari staff saya mulai muncul uap dan kabut dalam jumlah besar.
Uap itu terbang ke langit dan berlahan bergabung dengan awan. Massa debit air dalam awan mulai meningkat drastis, akhirnya awan tidak dapat membendung air lagi dan turun lah hujan.
Rintik hujan mulai turun membasahi wajah saya, tetapi tetesan air ini tidak akan berdampak terlalu buruk kepada Phonix. Saya kemudian berusaha membuat uap lebih banyak lagi untuk membuat hujan yang semakin deras. Dengan cara yang sama, saya menggunakan staff dan uap mulai terbentuk. Phonix menyadari rencana saya akibat sihir yang saya gunakan, perlahan mulai turun hujan dan tidak ingin kondisi seperti ini berlanjut.
Phonix kembali menyerang saya dengan cakarnya dan terbang dengan cepat ke arah saya.
Saya yang mulai terbiasa menggunakan sihir tidak akan panik dengan serangan itu lagi,
'teleportation'
saya hanya menghindari serangan dengan berteleportasi ke sisi yang lain yang ada diatas bukit.
Teleportasi juga dapat dilakukan jika tempat tujuan dapat terlihat oleh pengguna dan tempat saya berdiri sekarang berada didalam jarak pandang saya.
Tanah di puncak bukit ini ternyata lebih datar dari yang saya duga, tidak terlalu banyak batu dan tanjakan seperti sebelumnya yang membuat sulit untuk bergerak bebas.
Phonix mencoba mencari saya dengan melihat sekitarnya tetapi saat ini saya sudah tidak berada di dekat situ. Jarak teleportasi mungkin tidak terlalu jauh, tetapi ketika kau menyerang lawan mu dan secara tiba tiba dia menghilang, pasti menimbulkan reaksi yang sama.
Dari atas bukit saya melihat ke bawah, selagi Phonix belum menyadari keberadaan saya maka ini adalah saat saat yang cukup menguntungkan. Saya kembali membuat uap dengan cepat agar hujannya semakin deras. Saat awan sudah semakin gelap, samar samar terdengan suara guntur.
Saya berpikir kebali, apakah bisa menyerang Phonix dengan elemen petir?
*Ji**ka tidak dicoba maka , tidak akan pernah tau jawabannya*
Saya tidak akan menyerang secara langsung karena itu akan membuat tempat persembunyian saya terdeteksi. saya membuat sihir ilusi visual ke berbagai arah dengan menirukan diri saya sendiri dan menembakkan sihir petir ke arah langit.
Tiruan saya juga melakukan yang sama dengan yang saya lakukan agar dapat mengecoh pengelihatan Phonix.
Phonix itu kemudian dengan cepat menyerang salah satu dari tiruan saya, dengan satu serangan tiruan saya menghilang tanpa jejak. Sadar akan itu bukan diri saya yang asli, dia kembali menyerang tiruan saya yang berada tidak terlalu jauh dari tiruan yang pertama. Hal yang sama terus berulang hingga tinggal ada tiga tubuh tiruan saya yang tersisa.
Kali ini Phonix menyerang ke arah yang tepat yaitu tubuh asli saya, namun sihir petir yang saya tembakkan ke langit sudah lebih dari cukup.
Guntur, kilat dan petir mulai berkecamuk diatas langit. Saat Phonix sudah sangat dekat dengan saya, saya menghilang.
Saya muncul kembali didekat mayat naga yang sebelumnya sudah kami bunuh. Tidak ingin membuang buang waktu, saya menembakkan kembali sihir petir ke langit yang berada tepat diatas phonix. Tanpa membatalkan sihir itu, saya menggerakkan petir ke bawah secara vertikal. Sihir petir yang saya keluarkan dan petir alami yang ada di langit menyatu untuk menyerang Phonix
ddduaarrr....
Suara petir yang menggelegar terdengar hebat menghantam Phonix. Kecepatan petir itu sangat cepat sehingga Phonix tidak dapat menghindar dan terkena serangan itu secara langsung.
Phonix yang terkena sambaran petir langsung terjatuh dan terguling guling dari atas bukit hingga ke bawah. Dari tubuh apinya dapat terlihat bahwa ada aliran petir yang terkadang keluar dan menyambar sekitar. Tidak seperti Naga yang bergabung dengan petir dan mendapatkan kekuatan dari elemen petir, Phonix menderita luka yang sangat serius karenanya. Aliran listrik yang keluar adalah akibat serangan tadi yang bukan pertanda baik bagi Phonix.
Batu yang dilempar berubah menjadi seperti material panas yang dikeluarkan gunung berapi, panas api Phonix dengan cepat melelehkan batu saat dia memegang nya.
Akibat dari lemparan batu panas itu saya harus membatalkan sihir saya untuk dapat menghindarinya dengan berteleportasi lagi.
Saya kembali ke atas bukit di tempat sebelumnya untuk menjaga jarak. Phonix tetap tergeletak ditanah dan aliran ditubuhnya juga masih belum hilang sepenuhnya.
Saya memutuskan untuk mengakhiri pertempuran kali ini dengan sihir saya yang lain, evolusi dari bola air yaitu meteor air.Merentangkan kedua tangan dan mengumpulkan kekuatan sihir didalam satu titik pusat, saya berusaha membuat meteor air itu menjadi energi yang padat dan juga besar.
Dalam beberapa detik saya berhasil membuat bola air yang cukup besar, namun untuk memastikan bahwa Phonix akan benar benar mati dengan sihir ini saya menunggu beberapa waktu untuk menjadikan ini sebagai serangan penutup yang benar benar pantas.
Akhirnya energi meteor air itu terkumpul hingga berukuran berpuluh puluh kali lebih besar dari ukuran tubuhku.Menahan energi yang sebesar ini bukanlah hal yang mudah karena tekanan untuk menjaganya tetap utuh sangatlah sulit.
Sebelum Phonix dapat bangkit dari tanah, saya melemparkan energi meteor air itu ke arahnya dari atas bukit.
Bola energi itu terbang dengan tidak terlalu cepat tetapi dengan target yang tidak bergerak itu bukanlah suatu masalah.
Energi air yang telah saya padatkan menghantam dengan keras Phonix yang sedang terbaring lemah.
Dampak dari serangan itu membuat daerah disekitar terguncang kuat dan bebatuan mulai terbang ke berbagai arah secara acak.
Terjadi banjir bandang akibat pecahnya bola air setelah menghantam Phonix namun ada bekas seperti kolam dengan bentuk lingkaran sempurna tepat ditempat Phonix berada.
Saya tidak dapat melihat tubuh Phonix setelah itu dan muncul kalimat didepan saya
[Phonix Slayer obtained]
[Mythical Beast Hunter obtained]
'Yeah... akhirnya saya berhasil mengalahkan Phonix itu... Mati kau!'
Perasaan senang membanjiri diri saya setelah mengalahkan musuh yang sangat menyulitkan seperti itu.
Tapi tunggu dulu sebentar... itu tadi tulisan apa?
Huh....Saya mendapatkan dua gelar sekaligus?
mendapatkan gelar Phonix Slayer adalah hal yang wajar karena ini sudah terjadi dua kali sebelumnya, tetapi apa itu Mythical Beast Hunter?
Saya mengecek status saya untuk melihat informasi dari gelar tersebut
Nama : Firzan
ID : 180502174
Peran : Primordial Magic Monarch
Title. : Dragon Slayer, Giant Snake Slayer, Phonix Slayer, Mythical Beast Hunter
Saya mengecek satu persatu infomasi gelar baru yang saya beroleh
[title yang di dapatkan dari membunuh ular raksasa. Bonus serangan dan pertahanan sebanyak 15% saat berhadapan dengan ular raksasa]
[title yang di dapatkan dari membunuh Phonix. Bonus serangan dan pertahanan sebanyak 15% saat berhadapan dengan Phonix]
Gelar ini sama dengan sebelumnya ketika kami berhasil membunuh naga, bahkan bonus yang diperoleh juga sama. Satu lagi gelar yang berbeda dari yang lain, saya tanpa basa basi melihat informasinya.
[title yang di dapatkan dari membunuh tiga atau lebih binatang mitos. Bonus serangan dan pertahanan sebanyak 25% saat berhadapan dengan semua jenis binatang mitos]
Ternyata begitu...
Bonusnya juga sangat besar yaitu sebanyak dua puluh lima persen serangan dan juga pertahanan saat berhadapan dengan binatang mitos lainnya.
Kebetulan bahwa masih ada satu lagi binatang mitos yang masih hidup yang sedang bertarung dengan teman teman saya.Ini adalah keuntungan besar bagi pihak kami.
Kemudian, terdengan suara demtuman yang sangat kuat seperti sebelumnya, itu terdengar hingga beberapa kali sebelum berhenti.
'Sepertinya mereka masih kesulitan untuk dapat mengalahkan yang terakhir'
Tidak membiarkan mereka menunggu saya bergegas menyusul ke arah mereka
'Teleportation'
Saya menghilang dan muncul didekat Ars yang berdiri sambil memperhatikan teman kami yang lain yang sedang bertarung