Too Ez For Us

Too Ez For Us
chapter 12 - Pertarungan Sengit



Pertarungan yang sebenarnya baru saja dimulai dari sekarang.


Setelah naga petir itu mati, tiga sisanya langsung datang untuk membalaskan dendam. Tidak memberikan kami waktu untuk istirahat, Phonix terbang dengan cepat ke arah kami mencoba menyerang menggunakan tubuh apinya.



Satya mengangkat perisai dan mencoba memblokir serangan burung Phonix, api dari tabrakan itu dengan cepat menyambar dari sisi perisai Satya dan mengenai daerah disekitarnya.


Seperti nama keterampilannya yaitu unbreakble, Satya dapat menahan serangan itu dan tidak goyah.


Api dari Phonix membakar daerah sekeliling Satya, tanah dan bebatuan disekitarnya pun mulai hangus dan hancur menjadi debu yang berterbangan.


Satya tetap baik baik saja tetapi dia tetap menerima demage yang cukup berarti jika terus menerus diserang seperti itu. Walaupun status Satya cukup tinggi dalam pertahanan, serangan Phonix benar benar tidak dapat diremehkan.



Dalam pertempuran sebelumnya, Satya hampir tidak berkontribusi apapun karena perannya sebagai pelindung kami tidak mempunyai kesempatan untuk bertindak. Saya dan Ars menganggu naga ketika hendak menyerang menggunakan energi petir yang dikumpulkan di dalam mulutnya. Naga tersebut gagal melancarkan serangan apapun kepada kami dan malah mengenai dirinya sendiri. Peran Satya saat itu hanya menangkis bongkahan batu yang terbang ke arahnya, tidak lebih.


Sekarang dia ingin membuktikan bahwa dia berguna di dalam tim dna tidak mau kalah dengan kami semua. Semangat persaingan di dalam dirinya mulai terbakar hebat. Setelah menangkis serangan Phonix yang menabrak perisainya dengan kuat, Satya mengambil pedang samurainya dan mencoba menebas burung Phonix itu. Pedangnya hanya menembus Phonix dan sepertinya tidak menimbulkan efek apapun.


Sebelum Satya menyerang untuk kedua kalinya, burung Phonix itu menghindar dan mencoba menyerang melalui sisi yang lain. Kali ini targetnya adalah Xander.


Sama seperti sebelumnya Phonix dengan cepat terbang dan mengarahkan cakarnya ke arah Xander yang sedang berdiri sambil memegang kapaknya.


Dengan cepat saya mengambil inisiatif untuk membuat tembok dari tanah untuk melindungi Xander.


Sebuah dinding muncul di depan Xander dengan jarak lima meter untuk menghindari benturan.


Tetapi itu tidak cukup kuat untuk dapat menahan serangan Phonix, dinding itu hancur berkeping keping tetapi kecepatan Phonix itu sedikit berkurang.


Xander mengangkat kedua kapaknya dalam bentuk silang untuk menahan cakar Phonix. Cakar Phonix membentur kedua kapak dan tidak berhasil mengenai tubuh Xander. Dari benturan itu Xander terdorong hingga dua meter dan hampir saja terjatuh.


Fandy berusaha menolong dengan menembakkan panahnya tetapi panah tersebut hanya melewati Phonix, sama seperti serangan Satya sebelumnya.


Meskipun begitu Fandy tetap menyerang, dan kejadian yang sama terus terulang kembali. Efek beku hanya dapat terjadi ketika panah tersebut mengenai targetnya atau benda padat lain.


Maka serangan Fandy tidak dapat berguna untuk melawan Phonix.


Saya mencoba menyerang juga dengan sihir yang mempunyai elemen yang berlawanan dengan api, yaitu air. Saya membentuk air menjadi seperti tombak dan melemparnya ke arah Phonix yang sedang berduel dengan Xander.


Tombak air itu mengenai Phonix dan muncul suara desiran air yang menguap terkena panas. Sepertinya Phonix merasakan sakit dari serangan yang saya berikan kepadanya.


Tubuh astral yang terbentuk dari elemen api murni hanya dapat di lawan dengan element juga. Benda padat tidak dapat mengenai tubuhnya dan hanya melewati seakan tidak terasa apapun.


Jika keadaannya seperti ini maka hanya saya saja yang dapat melawan melawan Phonix itu. Saya melihat bahwa Xander berusaha menangkis serangan beruntun dari Phonix namun beberapa serangan berhasil mengenainya dan menimbulkan luka cakaran yang membekas ditubuh Xander.


Melihat itu, Ars memberikan 'heal' kepada Xander dan segera, luka ditubuhnya tertutup seakan tidak pernah ada sebelumnya.


Phonix kemudian mundur kembali untuk melihat target yang lebih mudah untuk diserang. Metode serangan yang digunakan Phonix biasanya didalam game kami sebut sebagai 'hit and run' yang selalu digunakan tipe assassin. Setelah menyerang lawan, entah itu berhasil ataupun tidak, mundur sejenak untuk melancarkan serangan mendadak berikutnya. Phonix adalah binatang yang mempunyai kecerdasan untuk dapat membuat strategi seperti itu.


"Serangan kalian tidak akan mempan kepada Phonix itu dan sepertinya hanya aku yang bisa melawannya. Sekarang kalian lebih baik menyerang binatang mitos yang lainnya yang sedang mengarah kesini" teriak ku


"tidak akan bisa kau menang kalau sendirian zan, lebih baik kita menyerangnya secara bersamaan seperti sebelumnya" balas Ars.


"Tidak akan sempat. Binatang mitos lainnya sudah sangat dekat dan jika mereka bersamaan melawan kita, kita pasti mati. jadi cepatlah!" perintah ku agar mereka semua pergi menyerang binatang mitos yang lainnya.


Mereka berempat mengangguk dan berlari ke arah dua binatang buas yang sedang menyusul Phonix. Phonix adalah yang tercepat diantara yang lainnya sehingga dia bisa sampai kesini yang pertama.


Tempat kami sekarang adalah daratan yang lebih tingg dari yang lainnya sehingga dapat dilihat dibawah kami ada jarak yang semakin menipis antara kami semua dengan dua binatang mitos itu.


Phonix itu hanya melihat mereka berlari dan membiarkannya begitu saja, mata Phonix sekarang lebih terfokus kearah saya. Sepertinya dia menjadi lebih berhati hati karena hanya serangan saya yang dapat melukai dirinya.


Membunuh yang tersulit dan memakan sisanya sebagai cemilan penutup


mungkin itulah yang saat ini Phonix pikirkan.


Setelah mereka semua pergi, sekarang hanya ada saya dan Phonix yang sedang saling berhadapan dari jauh.


Phonix adalah pihak yang menyerang pertama, dengan cara yang sama dia terbang dan menggunakan cakarnya untuk melukaiku.


Cara yang sama tidak akan berguna bagiku, apalagi serangan seperti itu sudah beberapa kali telah saya lihat.


Saya menggunakan teleport untuk menghidari serangannya dengan mudah. Saya muncul tidak jauh dari landasan serangannya tetapi itu tidaklah terlalu berbahaya bagiku.


Area disekitar kami menjadi lebih panas karena kehadiran Phonix itu. Saya tidak menyukai panas karena itu sangat mengganggu dan membuatku berkeringat.


Saya mengeluarkan tombak air dan melemparkannya seperti sebelumnya namun kali ini Phonix juga dapat menghindar dengan cepat.


'hufftt.. sungguh merepotkan melawan binatang yang dapat berfikir dan belajar dari pengalaman'


Phonix melancarkan serangan balasan kepadaku tetapi kali ini dia bermanufer di udara untuk membuat gerakan selanjutnya tidak dapat saya prediksi. Gerakannya sangat cepat bahkan sulit untuk dilihat dengan mata telanjang, tetapi perlu diketahui bahwa sekarang tingkat status 'agility' adalah seratus.


Saya juga dapat bergerak dengan cepat walaupun masih jauh dibandingkan Phonix. Saya dapat melihat gerakannya dengan normal dan dapat membuat antisipasi terhadap serangan berikutnya.


Phonix menyerang saya dari belakang, Saya menggunakan tekanan angin ke bawah sehingga membuat saya terdorong keatas dengan cepat dan dapat menghindari serangan Phonix.


Saat saya di udara merupakan keunggulan bagi Phonix yang dapat terbang dengan bebas, setelah serangan sebelumnya gagal, ia langsung terbang balik untuk menyerang saya tanpa membiarkan saya mendarat terlebih dahulu.


Saya mengeluarkan sihir angin dan air dan membentuknya seperti bola dimana saya adalah pusatnya. Saya membuat bola air sebagai pertahanan saya dan angin untuk membuatnya terus berputar kencang.


Sepertinya Phonix tidak jadi menyerang saya kareta takut menyentuh bola air itu sehingga dia terbang memutar disekitar saya saja. Saya membuat bola air itu menjadi semakin besar dan putarannya juga semakin kuat dan perlahan lahan turun ke tanah.


Setelah di tanah saya tetap mempertahankan sihir ini sambil berfikir serangan apa yang berikutnya saya lakukan.


'Ya... Itu pasti dapat melukai Phonix sialan itu'


Saya membatalkan sihir bola air ini dan mencoba merapalkan sihir tornado air ke arah Phonix.


Begitu sihir pertahanan saya hilang, Phonix menyerang lagi dengan kecepatan yang berbeda dari sebelumnya.


Akselerasi terbangnya kali ini benar benar cepat sehingga saya sangat terkecut. Dengan panik reflek saya langung membuat dinding yang tingginya hanya dua kali lebih tinggi dari saya yang terbuat dari air.


Air dengan cepat keluar dari tanah dan menyembur keluar. Tentu saja, pertahanan yang sesederhana itu tidak akan berhasil menahan serangan Phonix.


Saya menggunakan staff saya untuk menahan serangan Phonix. Tidak seperti Satya yang bahkan tidak goyah saat menahan serangan ataupun Xander yang terdorong dua meter ke belakang, saya terpental cukup jauh dan terbentur ke bebatuan yang ada di sekitar saya. Bebatuan yang ada dibelakang saya retak dan menciptakan lubang kecil akibat benturan tersebut. Sungguh mengherankan bahwa saya masih hidup setelah mendapatkan serangan sekuat itu.



Jika ini adalah dibumi, maka seratus persen saya yakin bahwa tubuh saya akan berceceran kemana mana akibat benturan yang sangat kencang ini.


Rasanya sungguh sakit sekali, perlahan darah mulai keluar dari mulut saya dan saya juga mulai terbatuk batuk sehingga darah itu tersebar mengenai pakaian.


'Sialan.. ini sakit sekali... akan ku balas kau' geram ku


Saya mencoba bangkit dari puing puing retakan batu dibelakang ku, Saya merasa ada cairan yang mengalir dari punggung ku.


Ya tentu saja cairan itu juga adalah adalah darah.


Saya teringat bahwa saya mempunyai sihir cahaya, sihir cahaya adalah sihir yang dianggap suci dan kebalikan dari sihir kegelapan yang dianggap tabu dan hina.


Sihir cahaya juga dapat memberikan efek positif kepada penggunanya sama seperti 'heal' atau bisa dikatakan bahwa sihir untuk mengobati adalah bagian dari sihir cahaya. Sedangkah sihir kegelapan dapat memberikan efek negatif bagi orang lain seperti hanya poison, fear, confuse, chaos dan lain sebagainya.


Persamaan dari kedua elemen ini adalah skill yang dapat memanggil makluk lain. Sihir cahaya dapat memanggil berbagai macam angel dan sihir kegelapan dapat memanggil berbagai macam iblis, monster dan undeath.


Karena skill mereka yang berlawanan, maka keduanya dapat saling membatalkan satu sama lain. Hubungan kedua element ini seakan tidak pernah akur.


Begitulah yang saya tau dari berbagai cerita fiksi yang saya baca. Dunia ini adalah dunia yang mirip dengan cerita itu jadi mempunyai kemungkinan besar bahwa hal itu terjadi juga disini.


Dari berbagai cerita legenda yang saya baca, dikatakan bahwa Phonix adalah makluk yang lahir dari esensi api yang murni. Api itu memberikan sumber kehidupan bagi semua makluk yang ada dunia.


Phonix adalah binatang suci yang mulia, dia bertugas untuk menjaga keseimbangan iklim dan memberikan kehangatan bagi semua makluk.


Seperti yang kita tau bahwa dibumi, yang bertugas seperti itu adalah matahari dan bukannya seekor binatang.


Sekarang saya menjadi marah dan sangat ingin membunuh binatang sialan itu. Saya akan benar benar serius untuk melawannya kali ini dan tidak akan memberikan kesempatan untuk dia menyerang. Saya mengeluarkan sihir cahaya kepada diriku sendiri berusaha untuk menyembuhkan luka.


Kecepatan penyembuhan ini lebih lambat dibandingkan milik Ars yang memfokuskan diri pada peran support, tetapi ini masih sangat berguna dari pada tidak sama sekali.


Melihat saya yang sedang menyembuhkan diri, Phonix kembali menyerang saya kembali. Sepertinya dia benar benar ingin membunuh saya secepat mungkin.


Kali ini saya tidak akan membuat kesalahan yang sama lagi. Saya dengan cepat membentuk bola air yang lebih besar dari sebelumnya dan juga kecepatan putasan yang lebih cepat pula.


Kepecayaan diri Phonix terus meningkat karena serangan sebelumnya berhasil sehingga dia mengabaikan pertahanan ku dan memilih untuk tetap melanjutkan serangan.


Saya berusaha keras untuk memerkuat pertahanan dengan memadatkan sihir air saya dan perlahan muncul kristal kristal es didalam bola air yang saya ciptakan. Kristal es tersebut menyatu dan perlahan membentuk sebuah gumpalan es yang mirip seperti batu kerikil dan semakin lama semakin membesar.


Sebelum Phonix itu berhasil menyerang saya, saya melemparkan gumpalan es tersebut kearahnya dan jadilah peluru es.


Peluru es itu terbang dan mengenai Phonix yang juga terbang ke arah ku. Benturan antara keduanya membuat Phonix goyah tetapi tetap menabrak sihir pertahanan air milikku.


Dengan kecepatan Phonix yang jauh berkurang, menabrak pusaran air yang ku gunakan untuk bertahan adalah hal yang bodoh. Phonix itu tidak dapat menembusnya dan sebagai gantinya dia terpental kesamping dan menabrak bebatuan disekitarnya.


Kecepatan tabrakannya tidak bisa dibandingkan dengan ku yang tadi karena ini tidaklah terlalu cepat, bagaikan anak kecil yang dilemparkan ayahnya ke udara. Tetap saja itu adalah hal yang menyakitkan bagi Phonix.


Terlihat bahwa api Phonix tidaklah sebesar sebelumnya, kali ini terlihat sedikit lebih kecil.


Saya juga tidak akan membuang kesempatan ini sedikitpun, saya mengeluarkan sihir tornado air dengan Phonix sebagai targetnya.


Selama pertempuran saya dengan Phonix, terdengar juga suara dentuman dan juga benturan yang cukup keras hingga menimbulkan gempa bumi kecil yang dapat saya rasakan disini.


Sama seperti saya, tim ku juga sedang bertarung dengan binatang mitos yang lainnya. Saya tidak dapat memikirkan mereka sekarang karena saya harus fokus dengan musuh yang ada didepan saya.


Dengan cepat angin bertiup kencang menerbangkan bebatuan kecil ke berbagai arah. Saya menambahkan air dan juga es untuk meningkatkan serangan yang lebih efektif terhadap Phonik. Sebuah tornado dengan air dan es meluncur menyerang Phonix yang sedang terbaring ditanah.


Tornado itu mengangkat Phonix kedalam pusarannya dan Phonix diterbangkan tetapi tidak dapat keluar dari tornado itu. Es dan air yang menyentuhnya membuat dia menjerit kesakitan dan uap yang disebabkan oleh sentuhan antara api dan air terlihat jelas naik ke atas langit.


Dari bawah saya menyaksikan ini dengan puas tetapi tidak membuat kewaspadaan saya menurun sedikitpun.


Naga berusaha melawan dengan mengibaskan sayapnya kearah putaran tornado dengan berlawanan.


Berat dari air dan es sangat jauh berbeda dengan angin. Untuk membuat air dan es tersebut terus berputar bukanlah perkara yang mudah. Ketika mendapat gangguan untuk membatalkan putaran angin dari pihak luar, maka itu dapat gagal kapan saja.


Kepakan sayap naga yang terus menerus membuat pusaran air melambat dan perlahan mulai runtuh. Saya mencoba menggunakan sihir angin kembali untuk membuatnya tetap utuh tetapi itu percuma karena Phonix itu sudah dapat melarikan diri.


Saya terus memantau Phonix itu dari bawah sambil menyembuhkan diri saya sendiri. Rasa sakit dalam tubuh saya belum juga menghilang. Jika saya mengabaikan pembagian status kepada pertahanan dan fokus pada serangan saja, mungkin saja saya sudah mati akibat serangan Phonix tersebut.


'benar benar lawan yang merepotkan, kenapa kau tidak mati saja terkena tornado ku tadi'


[Giant Snake Slayer obtained]


Muncul kata kata itu di depan saya secara tiba tiba,


bibir saya terangkat hingga membentuk senyuman kecil.