
Sudut pandang Ars
Saya telah diselamatkan oleh Fandy ketika kami terkena ledakan dan sebelum saya sepenuhnya sadar, kami mendapat serangan berikutnya. Seakan mereka melakukan (combo) kepada kami agar kami mati seketika.
Saya tidak ingin berhutang budi terlalu banyak dengan Fandy dan ketika ular itu menyerang, saya menyelamatkannya sebagai balasan sebelumnya.
Setidaknya sekarang kita impas.
Tapi dimana ini? Apakah saya mati lagi? Belum satu hari saya dihidupkan dan sekarang sudah mati lagi...sungguh, kenapa kehidupan terlalu kejam kepada diriku ini!
Saya memeriksa keadaan sekitar dan ternyata saya berdiri bukan di atas tanah, lalu apa ini? Ini terlihat seperti...daging.
Saya tau bahwa saya telah dimakan ular raksasa tetapi apakah saya tidak mati?
Tempat ini bergerak dengan sangat cepat dan saya tidak bisa menyeimbangkan diri dengan baik sehingga saya terjatuh beberapa kali
*Ggrruuukk...
*Tok..tok..tok..
Selain bunyi kecil akibat gerakan ular itu, ada juga bunyi seakan tembakan yang diredam.
Apakah itu serangan panah Fandy? Bunyi itu sangat kecil seperti ketukan pelan seorang pencuri dalam membobol rumah.
*Taakkk..
Ada juga suara pukulan kecil terdengar dari sini. Apa sebenarnya bunyi itu?
Saya terus terombang ambing akibat gerakan ular ini dan masuk semakin dalam ke perut ular. Ada cairan berwarna hijau disini dan beberapa mayat binatang yang sangat besar juga di dalamnya.
Saya memperhatikan cairan yang menyentuh mayat binatang besar yang bentuknya sudah tidak jelas itu perlahan lahan larut dan melepuh.
Ini adalah zat asam!
Setengah badan saya juga tenggelam akibar cairan hijau ini, tapi kenapa saya tidak merasakan sakit? Setelah berfikir sejenak saya akhirnya tahu penyebabnya.
Ahhh..ternyata ini karena saya menngkatkan pertahanan hingga titik seperti tank.
Saya belajar di dalam game bahwa saat pertempuran, posisi yang paling diincar saat pertempuran awal adalah support, karena support bisa sangat menyebalkan dan dapat membalikkan keadaan pertempuran.
Support yang mempunyai daya tahan hidup yang rendah tidak akan berguna jika mati di awal sehingga menimbulkan kerugian yang besar di dalam tim tersebut, untuk mengatasinya adalah membuat support itu lebih kuat dengan menambahkan daya tahan daripada terlalu fokus pada kemampuan lain untuk menyerang.
Saya menambahkan sebagian besar point pada pertahanan untuk dapat menghindari kematian kedua kalinya.
Saya juga takut dan tidak ingin mati lagi!
Binatang besar yang tenggelam itu perlahan larut dan terkelupas seperti garam yang diaduk dalam larutan air hangat. Sungguh menyeramkan jika saya tidak menambah point status pada pertahanan.
"Lalu bagaimana cara saya keluar dari sini?" gumanku pelan
Saya mengeluarkan tongkat saya yang bisa berubah menjadi cambuk dari ruang penyimpanan. Memegangnya dan mencambuk dinding daging ular dari dalam perutnya sendiri.
Cambuk itu mengenai ular dan meninggalkan bekar berupa sayatan yang cukup besar. Darah yang berwarna hijau yang lebih gelap perlahan keluar dari luka cambuk itu.
Itu tidak sekeras bagian luarnya.
Saya terus mencambuk dengan keras ular ini dan ular terus bergerak, entah karena kesakitan atau apapun itu saya tidak tau tetapi gerakannya semakin cepat menyebabkan saya berkali kali terjebur kembali ke genangan air yang seperti zat asam ini.
Setelah lima menit mencambuk dan sepertinya tidak ada hasil yang berarti dari tindakan saya, saya menyerah dan kembali berfikir untuk menemukan cara yang lainnya sebagai alternatif.
Saya masih punya skill Transformasi! Kenapa saya bisa begitu lupa dengan skill itu. Tapi dengan itu, saya tidak tahu harus berubah menjadi apa.
Sepertinya saya harus berubah menjadi sesuatu yang besar untuk bisa merobek ular raksasa ini dari dalam. Makhluk yang bahkan lebih besar dari ular raksasa ini...tapi apa?
"...!"
Benar juga, kami baru saja mengalahkan naga petir! Naga itu memiliki badan yang lebih besar dibandingkan ular ini, itu pasti dapat melukainya. Saya membayangkan bentuk naga itu dalam pikiran saya.
"Transformation!" Ungkapku dengan keras
Saya berubah dengan sangat cepat menjadi bentuk naga itu sesuai dengan yang aku bayangkan. Bentuk saya sekarang adalah naga petir yang sedang terperangkap di dalam perut ular raksasa.
Perut ular ini semakin membengkak menyesuaikan dengan ukuran badan saya.
Sungguh ini sangat sempit karena tubuh saya saat ini hanya terlekuk ketat tidak bisa keluar.
Tidak nyaman dengan kondisi ini, ular itu semakin menelan saya lebih dalam untuk memudahkannya bernafas. Sepertinya sekarang dia sudah kesulitan bergerak dan menjadi jauh lebih lambat.
jika hanya mengandalkan ini maka tetap akan sulit...masih ada gravity dan stun yang belum saya gunakan.
Saya menggunakan kedua skill itu dan sekarang ular benar benar tidak dapat bergerak sama sekali.
Suara tembakan dan juga pukulan semakin intens terdengar saat ular ini berhenti.
Mereka sepertinya mencoba membelah tubuh ular ini untuk menyelamatkan saya.
Mulut saya sedikit terangkat, menciptakan sedikit senyum yang membekas di wajah saya.
Dalam bentuk naga ini saya memukul dan juga mencabik dengan kuku naga ini kepada ular raksasa agar saya dapat keluar. Ular itu mengerang Saat saya mencakarnya dengan kuat.
Kenapa susah sekali untuk keluar dari sini? Sialan!
Apakah tidak bisa saya tumbuh menjadi semakin besar untuk bisa keluar dari sini? Kenapa tidak saya coba saya!
Saya membayangkan bentuk yang lebih besar dari pada naga petir. Wujud yang lebih agung, perkasa dan juga tampan.
"Transformation"
Wujud saya kembali seperti semula tetapi dengan tubuh yang sangat jauh lebih besar dari sebelumnya. Wujud yang besarnya saat ini dua kali lebih besar dari pada naga sebelumnya.
Ya! ini adalah bentuk raksasa saya! Wajah tampan saya harus dilihat semua orang yang ada disini!
Apa yang akan dipikirkan mereka ketika saya keluar nanti ya?
Ular raksasa itu tidak dapat menahan besarnya tubuh saya dan perlahan terdengar bahwa daging dalam tubuhnya yang melebar perlahan mulai terkoyak.
Sebelum sepenuhnya terbelah, ular memuntahkan saya untuk keluar dari dalam tubuhnya.
*Uuuoookkk...
Suara serak ular saat berusaha memuntahkan saya.
Saya perlahan terdorong keluar dari mulutnya dan benar saja bahwa ukuran sebesar saya saat ini akan kesulitan untuk bisa keluar dari mulut itu.
Berusaha dengan sangat keras, mulut ular terbuka hampir seratus delapan puluh derajat untuk bisa mengeluarkan saya.
Perlahan saya mula terdorong keluar dan sebagian badan saya sudah sepenuhnya bebas. Tentu saja saya tidak akan membiarkan ular ini hidup setelah apa yang dia perbuat kepada kami.
*Kkrreeek...
Rahang ular itu patah dan saya tidak lagi merasakan perlawanan dari ular raksasa itu.
Ular itu akhirnya mati dan menjumpai ajalnya.
[Snake Giant Slayer obtained]
Saya berusaha keluar dengan mendorong badan saya yang masih sebagian tersangkut di mulut ular dan tidak dapat keluar. Terus mendorong tetapi tidak ada perubahan.
Apa saya akan terjebak di mulut ular?
Imajinasi liar saya membayangkan diri saya dengan sebagian tubuh keluar dan sebagian lagi di dalam ular mengingatkan saya pada siluman ular yang ada di televisi dan juga seperti mitos putri duyung yang tidak mempunyai kaki.
"Woi! Tolon aku keluar dari mulut ular ini! Aku tidak bisa melepaskan tubuhku!" Aku berteriak pada teman teman ku.
"Sialan kau! Jangan buat orang panik lah ***! Kami kira kau kau sudah mati!" Teriak Xander yang sepertinya khawatir dengan nasip ku saat tertelan ular raksasa itu.
"Aku?" Tanya ku polos
"Iya!" Balas Xander
"Jadi duta shampo lain? Hahaha" Candaku sambil menirukan iklan shampo yang dulu sempat terkenal.
"Sudahlah, aku malas bantu dia. Kalian silakan bantu kalau mau." Kata Xander cuek.
"Kalau aku sih bodoh amat" Kata Satya.
"Woi...kok gitu kali kalian sama kawan sendiri!" Teriakku
Fandy melihatku tersangkut mulai merasa bersalah kepadaku karena telah mengorbankan diri untuk menyelamatkannya.
"Ars, bukannya kau hanya harus kembali ke ukuranmu semula untuk bisa keluar dari situ?" Kata Fandy
Kenapa aku bisa lupa!
Saya membatalkan keterampilan transformasi untuk kembali ke bentuk asli saya. Saya terbang untuk mendekati mereka semua.
"Hello madafaka! Apa kalian panik ya ketika aku dimakan ular itu? Hayoo ngaku... Hahaha" Aku tertawa keras karena sepertinya dugaanku benar.
Setelah saya berkata begitu, ada kilatan yang sangat terang menyambar ke arah kami lagi.
*Duaarrr..
Itu adalah ledakan kura-kura biru seperti sebelumnya. Saya yang bahkan tidak bersiap dengan serangan itu kembali diterbangkan cukup jauh dan menabrak batu batu untuk kedua kalinya.
Sialan...ini benar benar sakit dan bahkan terkena serangan yang sama
Kali ini ledakan itu tidak terlalu dekat dengan saya tetapi tetap saya dampaknya sangat dahsyat.
Darah kembali keluar dari kepala saya, badan saya lecet akibat benturan keras dan beberapa tulang saya sangat sakit. Mungkin ini rasanya ketika patah tulang. Saya belum pernah mengalami hal seperti ini sebelumnya.
Ini tidak se sakit serangan pertama tetapi tetap saja ini sangat sakit!
Saya segera sadar dan menyembuhkan diri saya sendiri kemudian melihat keadaan sekitar. Debu berterbangan mengalihkan pandangan saya terhadap sekitar. Saya mengaktifkan gravity untuk menjatuhkan debu debu ini, debu tetap memiliki berat walaupun sangat ringan tetapi tentu saja kecepatan jatuhnya dipengaruhi gravitasi sehingga keterampilan saya dapat berguna untuk masalah ini.
Fandy dan Xander mengalami luka yang hampir sama seperti saya tetapi Satya tetap berdiri tegak namun sepertinya dia juga terluka dan berlagak kuat diantara kami.
Saya mengeluarkan keterampilan saya yang lain.
"Healing for Alliance"
Dengan cepat luka luka teman saya yang tidak jauh dari saya dengan cepat sembuh. Xander dan Fandy mulai berdiri dan melihat bahwa lukanya sudah sepenuhnya saya sembuhkan.
Xander dengan mata yang melotot melihat dengan tajam Kura kura biru itu.
"Sialan! Da kali...dua kali terkena serangan seperti ini membuatku benar benar kesal!" Kata Xander dengan marah.
Dia kemudian berlari dengan kedua kapak di tangannya untuk menyerang kura kura itu.
*Ttaaanggg
Dentuman antara dua benda yang sangat keras dapat terdengar. Kapak Xander mengenai tempurung kura kura tetapi tidak ada bekas setelahnya.
*Ttaaanggg
Serang Xander terus menerus
*Ttaanggg
Kura kura itu tidak terganggu dengan Xander dan mengumpulkan energi di dalam mulutnya seperti sebelumnya.
Sebelum bola energi itu selesai, Xander mundur ke arah kami.
"Satya, kau tangkis bola itu!" Teriak ku
Sebelum bola mengarah kepada kami, Satya maju dengan perisainya dan memukul bola energi itu ke atas. Bola energi terbang ke atas langit dan meledak.
*Dduuaarrr
Ledakan itu juga dapat kami rasakan dan menyebabkan gempa akibat tekanan yang sangat kuat.
Xander kembali menyerang dengan cara yang sama.
*Ttaaanggg
*Ttaaanggg
*Ttaaanggg
Alis saya mulai berkedut melihat hal itu, "Pukul kepalanya lah Xan! jangan tempurung kura kura itu. Kau kan sudah tau kalau tempurung itu keras"
"Iya aku tau! Aku udah pukul kepalanya tapi entah kenapa yang terkena malah tempurung. Sialan!"
Xander terus menyerang dan hal yang sama terus terjadi.
[Phonix Slayer Obtained]
[Mythical Beast Hunter Obtained]
Kura kura kembali menyerang kami dengan bola energinya.
*Dduuaarrr
Sampai kapan ini terus berlanjut!