Too Ez For Us

Too Ez For Us
Chapter 11 - Dragon Slayer



sama seperti keadaan yang sebelumnya, tidak, kali ini bahkan lebih parah karena sekarang posisi mereka benar benar sangat dekat dengan kami.


Seluruh pasukan dan binatang buas sedang berjaga di benteng yang telah kami hancurkan. Kami muncul tepat di dekat kristal yang menjadi pusat mereka.


Mungkin karena aura dari peralatan kami, mereka merasakan kehadiran kami dengan sangat cepat hingga mereka memalingkan muka untuk melihat kami.


Seketika seluruh perhatian mereka mengarah kepada kami sebagai sumbunya. Kami telah menghancurkan salah satu benteng mereka dan membunuh saudara mereka membuat mereka sangat marah kepada kami. Disaat yang bersamaan, bunyi terompet mulai memenuhi benteng dengan kencang.


Beberapa goblon,vampir dan juga iblis yang sepertinya merupakan kepala unit pasukan yang mempunyai pakaian yang berbeda dan sedikit lebih mewah dari yang lainnya mulai berteriak.


"Serang!!! bunuh mereka semua yang telah membunuh saudara saudara kita!!! balaskan dendam mereka semuanya!!!"


"Bunuh mereka semua!!"


"Kirimkan mereka ke neraka!!"


"Bantai!!"


sesuai dengan rencana awal saya mengeluarkan sihir ilusi untuk mengecoh mereka semua.


saya membuat seratus tiruan kami dalam sekejap menggunakan berbagai kombinasi ilusi untuk mempernyata efeknya. Ilusi visual untuk membuat tiruan diri, ilusi akustik untuk membuat efek suara yang di timbulkan tiruan menjadi nyata, dan juga ilusi taktil untuk merasakan dampak dari sentuhan dengan tiruan.


saya hanya mampu mengeluarkan tiga ilusi saja untuk mempermudah kendali dari sihir itu.


faktanya mengendalikan seratus ilusi sudah sangat sulit dan mungkin tidak mungkin jika tidak ada skill penunjang seperti pengendalian skill.


kemudian seluruh tiruan dibagi menjadi dua puluh tim yang berpencar kesegala arah.


Berbagai komandan itu kemudian berteriak lagi dengan marah


"jangan biarkan mereka lolos lagi!! Tangkap mereka semuanya!!"


kenapa kami bisa tau apa yang dia bicarakan?


apakah mereka menggunakan bahasa yang sama dengan kami?


mereka bisa menggunakan bahasa Indonesia?


sungguh aneh...


Sebagai catatan, saya tidak membuat tiruan untuk bang Larry karena tidak ada manfaatnya.


Musuh hanya mengincar kami bukannya dia, saya tidak tau apa penyebabnya tetapi berdasarkan apa yang dia bilang, dia tidak akan di serang oleh mereka, maka dia tidak akan menyerang mereka juga.


"Bang Larry, lebih baik sekarang hanya tinggal disini dan menonton. Jika abang ikut dengan kami, musuh akan lebih mudah membedakan kita" perintahku


Bang Larry tidak menyatakan keberatan dan hanya mengangguk sebagai balasan. Mungkin kurang sopan memerintah orang yang jauh lebih tua dari saya, tetapi jika memperhatikan kondisi saat ini, itu tidaklah terlalu penting. Kami bahkan membahayakan diri untuk menyerang semua musuh di garis depan, lalu apa alasannya untuk protes? tentu saja tidak ada.


Pasukan musuh mulai berpencar mencoba mengejar tiruan kami.


Namun umpan murahan seperti itu tidak akan bertahan terlalu lama.


Ilusi akan hancur jika kau memukulnya lalu kau akan sadar bahwa itu semuanya hanya tiruan untuk menipu mereka.


Sebelum mereka mengetahui yang mana diri kami yang asli, lebih baik kami menyerang dengan segera.


"Oke, sekarang kita maju untuk menyerang naga. jangan berpencar terlalu jauh dan fokus untuk memberikan serangan pada musuh. Tetap berhati-hati" perintahku untuk mereka semua


saya juga menanamkan pikiran yang sama untuk diri saya sendiri.


"Satya, lindungi kami yang ada dibagian belakang. Tahan semua serangan potensial yang mengarah ke kami. Tenang saja, skill unbreakeble mu itu bukan skill yang bisa diremehkan. Aku yakin kau juga tau maksudku kan" Kataku


Mengetahui bahwa saat ini saya sedang serius, dia membalas


"Oke, serahkan padaku"


"Bergerak sesuai peran masing-masing, sekarang maju!!"


Kami bergerak maju menuju ke arah naga. Tidak sulit untuk mencarinya karena tubuhnya yang sangat besar, kami melihatnya sedang berebahkan badan di puing puing bekas menara pemantau.


Untungnya bahwa saat ini hanya ada dia disini. Binatang mitos lain berada di jarak yang cukup jauh namun tetap berada disisi yang berlawanan dengan tempat naga. Mungkin mereka tidak terlalu akrab satu sama lain.


Ketika kami semakin dekat dengan naga, naga itu menyadari kami dan berdiri dari tempatnya.


sebelum naga bisa melakukan apapun kepada kami, Ars langung mengambil inisiatif pertama mengeluarkan sihir.


"Buff for alliance" seketika tubuh kami dikelilingi cahaya putih dan saya merasa ada kekuatan baru yang masuk kepada saya.


"Gravity" Naga tersungkur dan tersedot kedalam tanah, kesulitan untuk mengangkat tubuhnya kembali


"Stun" dengan skill skill yang di keluarkan Ars membuat naga itu semakin tidak bisa bergerak banyak


seperti yang diharapkan dari naga, walaupun dengan sihir Ars, dia tetap mencoba untuk tetap bisa bergerak dengan meronta ronta menggerakkan badannya


Fandy tetap tidak bersuara namun dia mengangkat busur dan juga menembakkan panahnya dengan sangat cepat. Panah itu melesat dan menuju ke mata naga. Sebelum panah tepat mengenai matanya, iya berusaha menghindar dengan menggerakkan kepada dan menutup kelopak matanya.


Panah itu gagal menancap di mata naga tetapi tetap mengenai wajah naga itu. Muncul efek pembekuan seketika dari panah yang Fandy lesatkan menyebabkan sebagian kecil wajah naga tertutup es


naga dengan kasar mencoba melawan untuk dapat keluar dari ikatan sihir Ars ,tetapi sihir Ars masih dapat mengunci naga tersebut


Kami memanfaatkan waktu ini dengan menghujani dengan berbagai serangan


Xander maju dan menebas sayap naga, tetapi tidak terbelah seperti biasanya, hanya ada luka tebasan yang cukup parah terlukis di panghal sayapnya.


Kulit naga sangat keras, seperti yang dikatakan di dalam cerita dongeng manapun. Bisa dikatakan hebat bagi Xander yang dapat melukainya dengan cukup parah dengan kapaknya.


Kapak Xander terus memukuli bagian tubuh lain dari naga sehingga naga berteriak dengan cukup keras dan petir yang ada di tubuhnya semakin kuat dari waktu ke waktu.


terus berusaha melarikan diri dan melawan kami semua, naga mencoba membuka mulutnya. terdapat gumpalan petir berkumpul didalamnya menjadi bagian yang padat.


Saya tau arti dari tindakannya. Ya, pasti itu nafas naga.


"Satya, angkat perisaimu untuk melindungi kami!" teriak ku


saya juga tidak tinggal diam. saya mengeluarkan sihir tanah untuk membuat tiruan tangan raksasa dan menarik kaki naga itu.


Naga tersungkur dan kepalanya terbentur tanah. Mulut yang penuh dengan energi petir yang sedang dikumpulkan meledak berkeping keping menuju tanah dibawahnya.


Serangan yang digunakan untuk menyerang kami malah balik mengenai dirinya. Batu batu pecahan berterbangan ke segala akibat ledakan itu dan yang menerima dampak terburuk adalah naga itu sendiri.


masih dalam tempo yang cukup cepat, saya kembali meneriakkan untuk tetap menyerang naga


"terus serang!! Xander, coba potong dulu kedua sayapnya agar dia tidak akan bisa terbang lagi"


tidak membalas perkataan saya Xander kembali menyerang bagian sayap naga


petir di tubuhnya tetap keluar sebagaimana biasanya tetapi itu tidak memiliki pengaruh besar pada Xander yang mempunyai pertahanan yang cukup besar.


Xander tetap memotong walaupun sayapnya tetap bergerak gerak untuk melawan.


satu...dua....tiga...empat..lima...


setelah menebas lima kali di tempat yang sama akhirnya satu sayap naga itu putus


'bagus!'


sampai saat ini keadaan sekarang masih di dalam rencana


"Fandy, kau coba targetkan terus mata dan kakinya. Kita harus membuat dia lumpuh agar dapat membunuhnya lebih mudah!" teriakku pada Fandy


saat ini ada jarang di antara kami semua untuk memberikan ruang bergerak lebih leluasa. Agar suara saya bisa di dengar semuanya, saya harus mengeluarkan suara lebih walaupun saya tidak suka berteriak.


mendengar itu Fandy langsung menyerang sesuai dengan apa yang saya suruh.


Belum lagi efek beku yang sebabkan oleh panah dapat membuat target menjadi kaku dan pergerakannya terhambat.


Saya yakin bahwa demage yang Xander dan Fandy berikan dapat meningkat karena keterampilan mereka seperti vital strike dan juga true demage memberikan pengaruh yang sangat besar.


Kulit naga sangat terkenal sangat keras bahkan dapat meningkatkan pertahanan naga sampai tahap yang tidak masuk akal. Naga dapat menetralisir serangan yang tidak terlalu kuat, sehingga dia dianggap kebal dari serangan apapun.


Semua omong kosong itu dapat dipatahkan dengan adanya kemampuan true demage yang dapat mengabaikan pertahanan lawan. Penetrasi serangan membuat pertahanan tipe apapun menjadi tidak berkerja, itu adalah kemampuan yang overpower.


Namun, kemampuan itu juga dapat menjadi tidak berguna, jika pengguna tidak bisa menggunakannya dengan baik, itu hanya akan menjadi sia sia.


Jika seseorang mempunyai kemampuan true demage tetapi tidak memiliki jiwa petarung, maka kemampuan itu tidak akan berguna baginya.


Di dalam sebuah kelompok harus ada seorang pemimpin untuk dapat menjalankan kelompok dengan lebih baik. Mereka semua paham karena ini merupakan pelajaran dasar dalam manajemen.


pemimpin dibutuhkan untuk memimpin dan juga mengambil keputusan yang menentukan kearah mana dan dengan cara apa kelompok itu mencapai tujuannya.


Sekarang, di dalam kelompok ini saya adalah pemimpinnya, maka saya harus memenuhi peran saya sebagai pemimpin dan misi kami adalah tujuan jangka pendek kami adalah untuk membunuh naga ini.


Yang kita perlukan adalah kerja sama tim dan tetap mengerjakan tugas sesuai dengan peran kita masing masing.


Kelemahan dari petir adalah tanah, terlebih tanah yang basah. Karena sifat dari tanah dapat meredam aliran petir, maka yang paling efektif sekarang yang bisa saya gunakan adalah element tanah yang digabungkan dengan air


Saya membuat sebuah lubang besar dengan menekan tanah tepat di bawah tempat naga itu terjatuh dan naga yang sedang mengamuk itu terjatuh ke dalam lubang.


Saya mengisi lubang itu dengan air dan juga tanah untuk menimbun naga tersebut. perlahan lahan petir di badannya merembes ke tanah dan mulai kehilangan energinya.


Saat petir mulai padam, saya mengeluarkan sihir api secara terus menerus, mencoba membakar naga itu hidup hidup.


Api yang saya keluarkan membuat tanah di sekitar menjadi menghitam dan air yang ada di dalamnya menguap dengan sangat cepat.


Kepulan uap mulai membunmbung tinggi, tetapi teriakan naga tidak kunjung padam. Dia masih dapat bertahan hidup dengan begitu banyak serangan yang kami berikan.


Mencoba melawan dan tetap tidak menerima kematiannya, Naga itu berteriak semakin keras tetapi dengan berbagai luka yang kami semua berikan tidak memberikan perubahan apapun bagi naga itu.


Mungkin hanya dengan memotong leher naga untuk dapat membunuhnya. Pada umumnya setiap makhluk hidup akan mati jika kepalanya terlepas dari badannya, karena otak tidak dapat memberikan perintah kepada anggota badan yang lain,


atau dengan menghancurkan jantungnya sebagai titik yang paling vital.


"Xander, Sekarang naga itu sudah tidak dapat bergerak. Tebas lehernya untuk memastikan bahwa dia akan mata" kata ku dengan keras


"Oke zan" Xander langsung melompat kedalam lubang dengan memfokuskan kekuatan pada satu kapak di kedua lengannya.


tarr....


Bunyi benturan kapak dengan keras terbang menabrak leher naga yang sedang sekarat, leher naga itu terluka dengan sangat parah, darah berwarna biru kehitaman keluar seperti air mancur dari luka tersebut.


Naga berteriak lemas, teriakannya tidak sekuat sebelumnya, perlawanan yang dia berikan juga semakin sedikit


Ars memfokuskan kekuatan gravitasinya pada lehernya sekali lagi dengan kekuatan penuh


Kepala naga semakin melekat ke tanah dan dia sama sekali tidak dapat bergerak lagi dan


tar...


kepala naga itu berpisah dengan tubuhnya


Daya hancur dari serangan Xander sangat kuat


Tanah dibawah leher naga terbelah sehingga muncul retakan yang cukup lebar


Xander mengibaskan kapaknya dan sisa darah naga yang tertinggal di kapak itu tercecer ke tanah


'huufftt akhirnya satu musuh mati' pikirku dalam hati


"yeeahh!! akhirnya dia mati" kata Xander dengan senang


"untuk bunuh satu musuh saja sesulit ini, haaaahh" keluh Ars


pertarungan kami hanya berlangsung kurang dari sepuluh menit tapi bagi ku itu terasa sangat lama dan cukup mendebarkan


[dragon slayer is obtained]


apa?


apa tulisan yang muncul di depan ku barusan?


saya mengecek status saya


Nama : Firzan


ID : 180502174


Peran : Primordial Magic Monarch


Title : Dragon Slayer


Muncul satu opsi baru di status saya, yaitu title.


Saya menekan tulisan 'Dragon Slayer' tersebut dan mulai muncul beberapa keterangan dibawahnya


[title yang di dapatkan dari membunuh naga. Bonus serangan dan pertahanan sebanyak 15% saat berhadapan dengan naga]


Siapa sangka dengan membunuh satu naga kami mendapatkan title ini.


Kami telah membunuh sangat banyak monster sebelumnya, tetapi kenapa kami tidak mendapatkan apapun?


Saya mulai memikirkan ini di kepala saya.


"ehhh... Dragon Slayer? kalian juga dapat?" tanya Ars


"aku dapat juga" balas Xander


"aku juga" balas Satya


"iya, aku juga dapat" balas Fady


"jadi kita semua dapat title baru ya... lumayan bagus" kata ku


Kami tetap tidak naik level.


mungkin karena belum di anggap menyelesaikan pertempuran ini.


kenapa sistem tidak mencatat point pengalaman ketika sudah membunuh musuh saja? seperti di dalam game agar lebih mudah bagi player.


Sungguh menyusahkan saja.


"Oke, selanjutnya kita akan menyerang..." sebelum saya menyelesaikan kata kataku, saya memperhatikan teman teman saya tidak melihat saya, melainkan apa yang ada di belakang saya.


Saya kemudian membalikkan badan untuk mengetahui apa yang mereka lihat.


Tanah bergetar, sesuatu yang sangat besar sepertinya sedang datang menuju kearah kami.


Tiga binatang mitos yang menjadi target kami selanjutnya datang menghampiri kami dengan sangat cepat.


Mereka menyadari bahwa salah satu dari mereka telah mati dan memutuskan untuk memeriksanya sendiri.


Teriakan naga tadi juga di maksudkan untuk memanggil temannya ya?


Rencana kami untuk membunuh mereka satu persatu ternyata telah gagal setelah salah satu dari mereka mati.


Pertarungan yang sesungguhnya baru saja dimulai.