
_________________________________________
Sekeliling terasa sangat gelap dan dari kejauhan terlihat secercah cahaya lembut yang mengambang
Ketika saya baru saja terbangun saya pun mendekat dan berusaha menyentuh cahaya tersebut sambil meningkatkan kesadaran saya. Semuanya terasa sangat cepat membuat saya binggung dengan keadaan yang tiba tiba.
Seakan mengerti apa yang saya pikirkan tempat ini dengan secara serentak menghidupkan lampu di semua sisi, terlihat jelas se isi ruangan yang seperti ruang bebas putih dan saya dapat melihat teman teman saya yang masih tertutup matanya.
Tidak lama mereka semua sadar dan tentu saja shock dengan kondisi kami sekarang ini.
Dengan panik Satya bertanya kepada kami semua dimana tempat ini. Tetapi seperti yang ia duga, tidak ada dari kami yang tau.
Saya berusaha mengamati setiap kejadian yang kami semua alami dan terlihat dibenak saya bahwa kami semua telah mati di tabrak truck dan saat ini kami di kirim ke dunia yang tidak kami kenal.
'Ya!! ini pasti plot mainstream di novel Isekai yang sering kali ku baca'
Mulai dari mati tertabrak Truck-kun dan di bangkit di dunia asing. Itu semua sering jadi cerita di novel novel. Sangat banyak novel Isekai yang membuat pratagonis mati atau di panggil paksa dan dikirim di dunia yang tidak masuk akal.
"Mungkin kita masuk ke Isekai, seperti di dalam anime" ungkap ku pelan.
"Oi jangan kebanyakan nge wibu kenapa, aku lagi serius ini. Kita lagi dimana? Kok bisa tiba tiba ada disini?" Kata Satya dengan sedikit kesal.
Kami pun melihat sekitar dan pandangan kami tertuju kepada suatu komputer yang berwarna putih juga seakan berkamuflase dengan warna ruangan tersebut.
Komputer tersebut mempunyai tinggi seratus tujuh puluh sentimeter yang sedikit lebih rendah dari kami yang mempunyai tinggi sedikit diatas seratus delapan puluh sentimeter. Lebih mudah dikatakan bahwa komputer ini hampir mirip dengan istri plankton di kartun SpongeBob, tetapi terasa jauh lebih realistis dan canggih.
Karena hanya itu benda yang ada diruangan tersebut kami berlima mendekat ke komputer dan melihat apa yang ada di layar. Layarnya komputer tersebut kosong, mungkin karena komputer tersebut mati. Beberapa sentimeter dari situ ada tombol merah dengan beberapa catatan yang sepertinya cukup penting.
Kami membaca tulisan tersebut
"Mereka yang menekan tombol ini untuk menghidupkan komputer pembantu dapat memimpin dirinya sendiri atau dalam kasus spesial memimpin orang orang yang datang bersamanya. Harap diperhatikan karena pemimpin tidak dapat di ubah setelah menyelesaikan tutorial".
Setelah membaca pesan tersebut Xander buru buru menekan tombol tersebut agar dia yang menjadi pemimpin kami. Mungkin kata pemimpin menarik minatnya karena terlihat cukup keren. Setelah tombol di tekan komputer tersebut hidup dan berkata "selamat dat......"
Komputer kemudian mati lagi.
Kami melihat sekeliling ternyata yang mematikan adalah Satya. Dia kemudian berkata "woi. enak aja kau langsung tekan tombol itu. sini aku saja jadi pemimpin. Aku lebih cocok daripada kau."
Mendengar hal tersebut Ars berkata "tidak ada itu, hoax yang kalian bilang. lebih baik aku yang jadi pemimpin nya".
Dengan mata sinis Xander dan Satya melirik Ars. Kemudian Satya berkata "kalau kau yang jadi pemimpin,tidak sampai seminggu, kita semua bakalan mati di lautan lepas ".
Mendengarkan perselisihan mereka membuatku tersenyum. Walaupun mungkin orang menganggap bahasa yang kami gunakan cukup kasar tetapi tidak ada dari kami yang tersinggung yang membuktikan bahwa itu semua lelucon dan juga fakta bahwa pertemanan kami sudah cukup dalam.
Sama seperti ku, Fadly juga tersenyum tanpa menyuarakan apapun. Mungkin menjadi pemimpin bukan sesuatu yang ingin ia raih atau mungkin ia merasa bahwa kami lebih pantas dari dia. Hhmm siapa yang tau.
"Selama...."
Mereka berdebat sambil menekan tombol on/off pada komputer dan komputer tersebut hidup dan mati secara berulang kali dan sampai lah pada keputusan bahwa mereka menyerahkan posisi pemimpin pada ku.
"Sela..."
Satya melirik kearahku dan berkata " yaudalah kalau tidak ingin aku yang jadi pemimpin, lebih baik Firzan saja yang jadi pemimpin nya. Kurasa jauh lebih bagus dia dari pada kalian berdua".
Dari awal sebenarnya Xander dan Ars tidak terlalu terpaku menjadi pemimpin tetapi hanya membuat lelucon agar suasana kami tidak terlalu tegang akan kejadian ini yang terlalu tiba tiba. Dan hasilnya sungguh efektif, untuk sementara saya berhasil untuk tidak terlalu terbawa suasana aneh ini.
"Aku sih yes, tidak masalah jika yang lain yang memimpin asal jangan zik zik. Bagaimana dengan mu ***?" kata Xander sambil tertawa.
"oke. Biar s3 proyektor yang jadi pemimpin" kata Ars.
Diantara mereka semua, saya lah yang paling banyak julukan yang aneh. S3 proyektor berasal dari saya yang sering menjabat menjadi komting, sangat sering saya disuruh untuk memasang proyektor kelas, bahkan di mata kuliah yang bukan saya komting nya.
Memasang proyektor menjadi nilai tambah kecil yang saya dapat ketika masih di bangku SMA. Saya menjadi wakil ketua OSIS dan ketua kelas sehingga saya sangat akrab dengan peralatan tersebut.
"Yasudah Aku juga tidak masalah. Tuan netral yang jadi pemimpin nya. Kau gimana Fan, setuju tidak?" Satya bertanya kepada Fandy Karena dari tadi dia diam saja.
"terserah kalian saja, siapa saja tidak ada masalah bagiku." balas Fandy.
" Aku malas untuk jadi ketua. sudah bosen, tidak tenang hidup ku kalau aku yang jadi pemimpin"
"sudah terobos ajalah , sok iya tolak jabatan. Daripada Ars yang memimpin kita. Cobalah kau bayangkan" kata Xander.
Ars adalah orang yang periang dan cukup sering bercanda dengan kami. Membuat lelucon terkadang sering di anggap konyol oleh orang lain. Tetapi saya juga tau bahwa sebenarnya dia cukup pintar. Bahkan lebih pintar dariku dalam beberapa hal.
"Iya juga ya, hahaha... baiklah, tapi ini karena kalian yang memaksa untuk menjadi kan ku sebagai pemimpin. Kalau ada sesuatu yang terjadi, aku tidak mau tanggung jawab." Kataku
"Oke ketua!" Kata mereka serempak
Dengan itu saya menekan tombol komputer dan ternyata kalimat yang dibilang nya berbeda dengan yang tadi.
"Dasar manusia tidak punya akhlak. Se enak kalian saja menonaktifkan ku. Emosi gua jancok!!'
Tertapi yang lebih absurd nya lagi, nada yang dikeluarkan nya adalah nada google translate.
Lantas kami semua tertawa terbahak bahak karena tidak ada yang menyangka bahwa hal tersebut bisa terjadi
"Hahahaha..."
" Kok bisa gitu"
"sialan! sakit perut ku. Hahaha"
Merasa terbully, komputer tersebut berkata "sudah lah saya malas, lebih baik kalian pulang saja. Dasar ampas!" Masih dengan nada goggle translate.
Kami tertawa lebih keras
"Hahaha.." bahkan Xander hampir mengeluarkan air mata karena tertawa terlalu keras.
Saya merasa ada hal yang tidak akan bagus jika kami melanjutkan tawa kami.
Dan firasat saya terbukti benar beberapa detik kemudian.....
Oh sial...
Komputer tersebut semakin marah kepada kami karena sifat tidak sopan yang kami tunjukkan kepadanya.
Ternyata mesin juga punya perasaan.
Atau jangan jangan dia bukan komputer biasa?
Dengan nada yang tetap sama dia berkata kepada kami "jika kalian tidak berhenti tertawa maka saya tidak akan memulai penjelasan. Silahkan keluar melalui pintu itu dan enyah dari hadapanku" dengan memunculkan emoticon '---___---' di layarnya.
Secara ajaib, sebuah pintu yang entah dari mana muncul di sebelah kiri kami. Dari pintu tersebut memancarkan aura yang sangat mengerihkan dan siapapun yang melihat akan tau bahwa itu seperti pintu neraka.
YA ITU PINTU NERAKA SIALAN!!
Ternyata kami bukan orang yang baik yang bahkan setelah mati kami akan Masuk neraka. Merenung sejenak saya menyadari bahwa saya bukan orang yang pantas masuk ke surga, tapi tetap saja saya takut Masuk neraka. Siapapun pasti merasa begitu.
Melihat itu kami semua terdiam dan dengan patuh menunggu komputer melanjutkan perkataannya.
"Kalian bisa masuk ke dunia ini karena bug. Tapi bahkan sikap kalian juga seperti bug! Sialan... Padahal saya berharap tinggi dengan kalian Karena bisa masuk kesini dengan jumlah lima orang"
(Bug \= sesuatu yang rusak/cacat dalam sebuah program. Dalam bahasa inggris bug juga berarti serangga)
Selama komputer berbicara, nada dan intonasinya sangat mirip dengan google translate yang membuat orang binggung akan emosi nya yang sebenarnya. Tetapi melihat dari pemilihan kata yang dikatakannya kami mengetahui bahwa ia sedang marah.
Kemudian komputer itu melanjutkan "seharusnya setiap manusia yang datang kedunia ini selalu sendirian, namun ada beberapa kasus yang sangat spesial yang terjadi sudah cukup lama. Ada player yang datang kesini berdua dan sudah menciptakan sejarah nya sendiri di dunia ini. Tetap saja itu adalah kasus yang sangat langka yang hampir tidak pernah terjadi sama sekali. Tetapi kalian datang berlima, saya sungguh tidak tahu potensi apa yang akan kalian capai dengan kekuatan kalian."
Mendengar ini kami hanya bisa diam dan saling melirik satu sama lain sambil tersenyum jahat.
'Hhmm sudah kuduga'
Sangat mirip dengan cerita Isekai yang pratagonis nya overpower. Saya sungguh tidak sabar melihat bagaimana kami berkembang dimasa depan.
"Saya tidak tau apakah kalian mempunyai pengetahuan tentang dunia ini atau tidak tapi akan saya jelaskan. Dunia ini adalah dunia yang sangat rusuh, terdapat kekacauan dimana mana dan pembunuhan adalah hal yang sangat lumrah. Tak jarang muncul kelahiran yang tidak sah karena kekerasan atau alasan lain. Tidak ada yang benar benar jahat dan tidak ada yang benar benar baik. Masyarakat selalu berfikir tentang keuntungan pribadi mereka diatas segalanya". Setelah melirik kami tidak ada yang menyela dia berbicara komputer tersebut melanjutkan
"Dunia ini adalah dunia yang sangat luas. Saya berkata demikian karena dunia ini lebih besar daripada dunia yang telah kalian tinggali yang biasa disebut bumi.
Hampir sama dengan bumi dunia ini di pimpin oleh orang orang yang kuat yang memimpin orang yang pintar agar dapat bertahan atau sebaliknya, orang yang pintar yang memimpin orang yang kuat. Terdapat sangat banyak pemimpin di dunia ini dengan kekuatan dan luas wilayah yang berbeda beda pula. Hukum rimba selalu berlaku, maka jika kau tidak cukup kuat untuk bertahan hidup maka kau akan menjadi pecundang dan sampah masyarakat". Jelas komputer
"Sebelum saya melanjutkan apa ada dari kalian yang ingin menanyakan sesuatu?"
Tanya komputer tersebut.
Satya mengangkat tangannya untuk menunjukkan dia punya pertanyaan, komputer mengangguk sebagai jawaban
"Dari perkataan mu mengatakan bahwa dunia ini dipimpin oleh orang kuat dan orang pintar agar dapat bertahan, itu merupakan hal yang sangat wajar bagiku tapi sedikit pertanyaan. Bagaimana cara mereka memimpin wilayahnya? Apa mereka menggunakan sistem yang mirip dengan dibumi?" Sebelum bertanya Satya tidak lupa mengangkat kacamata nya dengan satu jari untuk membuat posisi yang lebih nyaman. Mungkin itu sudah kebiasaan nya sebelum bertanya untuk membuat gerakan tubuh seperti itu.
Tanpa butuh waktu komputer langsung menjawab pertanyaan tersebut
"bisa ya juga bisa tidak. Disini sistem pemerintahan di atur oleh orang yang hanya mempunyai hak sebagai pemimpin. Tidak perduli apa yang mereka lakukan, bagi orang yang tidak mempunyai hak pemimpin tidak bisa membentuk suatu pemerintahan atau bahkan organisasi. Itu merupakan sesuatu yang sudah tertanam sejak lahir di dunia ini, peraturan itu seperti nya kodrat manusia di dunia kalian. Jadi jangan bermimpi mendirikan pemerintahan karena diantar kalian hanya bisa satu orang yang bisa membuatnya dan sebaiknya kalian berada di tim Yang sama alasannya sangat sederhana karena kalian berasal dari dunia yang sama dan sebelumnya sudah memiliki ikatan pertemanan. Sulit mencari orang yang dapat dipercaya. Itu hanya sedikit Saran dari ku. Dan tentang sistem pemerintahan itu tergantung dari apa yang ingin di terapkan oleh pemimpin tersebut dan lainnya hanya bisa terima atau keluar dari kelompok itu. Sudah jelas?"
Meski terlihat tidak terlalu puas dengan penjelasannya Satya tetap mengangguk. Terlihat dari raut wajahnya ingin bertanya lagi tapi ia menahan diri untuk melanjutkan komputer berbicara.
"Baik maka saya akan lanjutkan penjelasan berikutnya. Terdapat berbagai peran yang ada disini dan mempunyai cabang dan kombinasi yang cukup banyak pula. Secara garis besar terdapat 6 peran utama dimana setiap orang hanya dapat memilih satu peran tetapi tetap saja seperti yang saya katakan bahwa setiap peran utama terdapat cukup banyak pembagian yang terhubung erat dengan perannya. Peran utama terdiri atas ;
Mage sebagai ahli sihir
Support sebagai pembantu
Tank sebagai pelindung
Fighter sebagai petarung garis depan
Archer sebagai pemanah jarak jauh
Assassin sebagai pembunuh yang sangat cepat/"
Selagi komputer menjelaskan , Xander memotong "oh ini mirip seperti game MOBA cok!"
Kemudian komputer menjelaskan kembali "tolong jangan memotong perkataan saya. Saya tidak menyukainya, jika ada yang kurang jelas kalian bisa bertanya di sesi yang akan saya berikan nanti"
"Baik lain Kali jangan dilakukan kembali, saya akan melanjutkan. Terdapat beberapa keterampilan khusus yang dimiliki setiap orang yang datang kedunia ini dan mereka sudah di tetapkan peran utamanya jadi mereka tidak dapat memilih. Mereka hanya dapat memilih katagori khusus dari peran utamanya. Sebagai contoh, jika seseorang terpilih menjadi tank maka ia hanya bisa memilih kemampuan yang berhubungan dengan tank seperti shield, regen dan sebagainya. Mereka hanya bisa memilih satu kemampuan. Mungkin mereka dapat mengganti kemampuan tersebut di dalam dunia ini nanti tetapi di butuhkan item yang cukup langka dan sulit di dapat".
Ars mengangkat tangan sebelum bertanya
"Apa bisa mengganti peran utama nanti?"
"Itu mustahil. Kau mungkin bisa mengubah keterampilan tetapi tidak akan bisa mengubah peran utama" tegas komputer.
Ars mengerutkan keningnya. Hal tersebut cukup tidak adil bagi mereka yang tidak dapat memilih peran yang mereka inginkan diawal bahkan tidak bisa mengubah peran utama mereka nanti walaupun mereka menginginkannya.
"Tetapi seperti yang saya bilang diawal bahwa kalian adalah kasus yang sangat spesial yang belum pernah terjadi sebelumnya di dunia ini. Kalian mendapatkan kesempatan istimewa yang tidak bisa di miliki oleh orang lain. Setiap orang yang datang kesini selalu sendirian, peran mereka sudah di tentukan dan hanya bisa memilih satu keterampilan untuk mereka. Itu adalah kasus yang selalu terjadi disini, tapi lihat apa yang pada kalian. Kalian datang berlima yang menyebabkan sistem menjadi tidak seimbang dengan kehadiran kalian. Hak istimewa yang saya maksud adalah kalian dapat memilih peran kalian sendiri, keterampilan dan juga kostum untuk avatar. Saya juga baru tau seseorang bisa mengubah avatar mereka sendiri. kalian bisa mempunyai dua peran utama dan lima keterampilan.
Mengenai keterampilan, kalian dapat memilih keterampilan yang bahkan bertentangan dengan peran utama kalian. Tetapi menurut pendapat saya tetap saja kalian seharusnya memilih sesuatu yang sesuai dengan peran utama kalian karena hal tersebut akan sangat membantu kedepannya. Apa cukup jelas?"
Kami mengangguk tanda bahwa kami mengetahui apa yang dia bicarakan.
Apa yang dikatakannya cukup mudah dimengerti bahwa kami bisa memilih dua peran kami sendiri dan lima keterampilan. Dan juga avatar tentu saja. Jadi kami bisa berubah menjadi sesuatu yang tidak menyerupai wujud kami saat ini.
Ini sungguh tidak adil!!
Walaupun kami yang diperlakukan tidak adil dalam pengertian bahwa pihak kami lah yang mendapat keuntungan terbesar diatas segalanya.
"Jika semuanya sudah jelas maka Kita akan ke proses berikutnya yaitu pembuatan karakter kalian. Setiap pemain selalu mempunyai ID yang tidak akan bisa dirubah dan sudah di tetapkan diawal. Termasuk kalian tidak terkecuali. Dan ID berupa angka urutan masuk mereka ke dunia ini. Menurut perhitunganku ID kalian adalah 180502173 sampai 180502177" sambil menunjuk dengan urutan Ars, Firzan, Satya, Xander dan terakhir Fandy.
"Selanjutnya adalah proses pemilihan peran utama dan keterampilan. Jadi siapa yang pertama? Atau kalian ingin mendiskusikannya dulu? Saya akan mempersilahkan karena kalian adalah player spesial".
Kami berkumpul untuk berdiskusi karena ini adalah hal yang sangat penting untuk kedepannya.
"Jadi gimana ni Kita buat? Karna ini mirip moba apa kita buat rule Kita sesuai sama rule kita di game?" Aku bertanya kepada mereka semua
"Hhmm gimana ya ribet juga ini. Cuma ga enak aja gitu kalau misalnya ada rule Kita yang sama atau bertentangan. Misalnya kau zan, rule kau biasanya mage atau tank. Kalau kau buat dua rul gitu mungkin ga terlalu berguna disini. Kalau Aku kan all rule jadi bebas apa aja bisa" kata Ars dengan bangga.
"Sombong amat jancok! Serius dulu" sahut Xander.
"Ya Aku serius ini *******". Balas Ars lagi
"Aku setuju sih sama Yang di bilang Ars soalnya harus buat rule yang sesuai sama diri Kita kalau ga bisa mati Kita." Kata Fandy yang baru saja ngomong untuk pertama kalinya.
Mungkin dia yang paling pendiam diantara kami tetapi dia juga sangat sering berkata kasar jika di dalam game. Entah itu terbawa suasana atau hanya untuk bersenang senang .
"Kelen tau kan di setiap game yang ku mainkan mau itu game MOBA, MMORPG atau yang lainnya aku selalu pakai mage jadi disini aku juga kau jadi mage" jawabku dengan tegas
"Kalau gitu sisanya tinggal fighter, support, assassin, Archer sama tank. Kau mau jadi apa Xan?" Tanya Satya
"Kalau aku suka yang bar bar cok jadi mungkin fighter cocok sama ku". Jawab Xander
"Iya juga sih, kalau gitu untuk support, Archer, assassin sama tank. Gimana Fan apa yang mau kau pilih?" Tanya Satya lagi
"Aku sih suka Archer, rule ku di game juga Archer sama mage cuma karna Firzan udah pilih mage aku mau pilih Archer sama assassin aja deh. Belum ada yang pilih assassin Kan?" Tanya Fandy
"Ga masalah sih kan kita juga bisa pilih dua pilihan peran jadi ga terlalu berpengaruh kalau kalian ngambil peran yang sama. Tapi jangan banyak kali yang sama nanti ada rule yang kosong ga bagus juga" kataku.
"Jadi masa aku jadi tank. Bangke kali kelen semua. Rule ku itu assassin sama Archer cok". Seru Satya
"Lah tadi kau yang nanya mereka, kok ini kau pula yang marah, labil bet sih kek cewe aja" ejek Ars
"Ga enak cok jadi tank selalu dipukuli. Kalau di game mending lah, ini beneran cok. Aku ga mau jadi tank". Bantah Satya
"Woi harus kau lah tank nya. Badan mu juga paling tinggi diantara kami. Kau Tau Kan kalau tank itu yang paling besar di Tim nya". Bentak Xander
"Kau ajalah. Kau Kan masih ada satu lagi pilihan peran, jadi pilih tank aja satu lagi".
"Ga mau ah ga suka aku jadi tank. Kalau di game boleh cuma disini jangan. Jiwa bar bar ku membara jadi aku mau real fighter."
"*** lah kelen semua." Raut wajah Satya menunjukkan ketidaksenangan
"Aku support lah ya kalau gitu. Biar Tim Kita balance" kata Ars dengan santai
"Apa kalian sudah selesai mendiskusikannya? Saya tidak suka menunggu" tanya komputer yang berdiri di depan tidak jauh dari posisi kami sekarang
"Baik siapa yang pertama?"
"Aku aja pertama. Aku pilih fighter jadi peran utama ku" kata Xander dengan lantang
"Kelas yang satunya lagi?"
"Dua duanya fighter. Pokoknya fighter lah"
"Ini adalah keadaan yang spesial dimana pilihan mu membuka peran baru di dunia ini. Selamat kelas kamu adalah berserker fury!" Seru komputer, tetapi tetap dengan nada seperti google translate
"Mantap juga namanya cok" kata Ars sambil tertawa
"Selanjutnya mengenai keterampilan. Kamu bebas memilih keterampilan yang kamu inginkan"
"Kalian mengerti maksudnya apa? Ada saran?" Tanya Xander yang kurang paham tentang keterampilan. Wajar saja kami tidak diberi penjelasan mengenai banyaknya keterampilan yang ada dan jika dijelaskan maka akan memakan waktu Yang sangat panjang.
Saya yang punya pengalaman lebih mengenai game dan cerita fiksi lainnya memberikan bantuan kepada Xander
"Gimana kalau kemampuan yang kau pilih seperti ini saja, rage yang buat kekuatan meningkat ketika marah, true demage jadi pelindung tidak akanl berguna ketika kau memukul lawan, acceleration untuk manufer di medan perang, regeneration supaya HP mu bertambah terus sama vital strike sama kayak critical jadi pas kau hit lawan demage nya ganda. Setauku sih berseker itu fighter yang punya pasif regen sama rage kalau darahnya sekarat tapi apa salahnya di buat doble biar Makin kerad kau" jelas saya.
"Ntaps juga zan. Thanks yo. Yaudah Aku ambil yang di bilang kawan Aku. Bisa Kan boss?" Tanya Xander dengan ciri khasnya yang memang sudah begitu
"Baik. Xander (ID 180502176) peran Berseker Fury, keterampilan ; rage, true demage, acceleration, regeneration, dan vital strike."
Muncul di depan Xander tulisan tersebut dan juga tanda 'setuju/tolak'
Walaupun heran Xander tanpa ragu mengklik tombil setuju
" Mending kau aja duluan Fan setelah Xander" kataku
"Oke siap" balasnya
"Aku pilih archer sama assassin, kalau kemampuan nya ada saran zan? Aku juga tidak terlalu mengerti dengan hal yang seperti ini"
"Saran ku, karena kau mengambil peran archer dan assassin, yang paling penting itu kemampuan untuk bersembunyi, jadi yang paling bagus itu invisibility, true demage, acceleration, vital strike sama one shot one kill. Untuk one shoot one kill nya itu pasti akan jarang terjadi karena kesempatan berhasil tidak terlalu besar. Makanya aku kasih saran true demage dan vital strike untuk tingkatkan kesempatannya."
"Entah apa pun yang kau bilang zan, tetapi sepertinya itu bagus."
"Baik. Fandy (ID 180502177) peran Archer/Assassin, keterampilan ; invisibility, true demage, acceleration, vital strike, dan one shoot one kill"
Sama seperti Xander, muncul juga tulisan tersebut dan juga 'setuju/tolak'
Fandy mengklik setuju
"Kalau gitu, sekarang giliran kau zan" kata Ars
"Oke, kalau gitu saya mau pilih dua duanya mage. Itu berubah jadi apa?" Tanya ku pada komputer
"Akan jadi Primordial Magic Monarch" jawab komputer dengan singkat
"Wow, namanya kesannya overpower . Yasudah saya pilih itu. Terus untuk keterampilan nya saya mau all element, Burst demage, controller, teleport sama illusion".
"Baik, Firzan (ID 180502174) peran Primordial Magic Monarch, keterampilan ; all element, burst demage, controller, teleport dan illusion"
Saya langsung mengklik setuju
"Oke siap itu aku ya, hhhmm aku juga mau jadi pure support kalau begitu" kata Ars
"Jika begitu maka akan berubah menjadi world savior"
"Anjay, jadi penyelamat dunia lho dia" kataku dengan bermain main kepada Ars
Ars juga punya pengetahuan tentang game yang hampir mirip denganku jadi dia tidak perlu meminta saran untuk membuat karakter nya
"boleh namanya, kalau gitu keterampilan nya ku pilih, healing for alliance, time controller, gravity, transformation, stunner. Cocok kau rasa kan zan?"
"Benar benar pure support ya Ars, ntaps lah" balasku
"Player kamu tidak bisa menggunakan time controller karena melanggar hal yang mustahil dilakukan kalian dan kemampuan itu hanya bisa di miliki administrator dan creator jadi silahkan di ganti".
Ars mendengarnya cukup kecewa Karena kemampuan itu adalah hal yang dapat membuatnya menjadi sangat kuat.
"Kalau gitu ganti teleportation sajalah biar tidak capek berjalan. Kaum rebahan seperti kita tidak cocok disuruh jalan jalan"
Kami pun tertawa atas pernyataan Ars.
Yang membuat itu lucu adalah karena itu benar.
"Baik. Ars (ID 180502173) peran world savior, kemampuan ; healing for alliance, gravity, transformation, stunner dan teleportation".
'setuju'
"Yang terakhir kau zik zik, jangan lupa tank ya" ejek kami sambil tertawa
"sialan kalian, yaudah aku mengalah sama para noob, aku pilih tank dan assassin"
"Oi itu tidak ada hubungan sama sekali dalam rule mu, tank jangan mukill jancok" jawab Xander
"Ya terserah ku, kalian bisa sesukanya maka aku juga bisa. Kalau gitu saran dari kau tuan netral"
"Hhmm gimana ya... kau tank dan assassin jadi mungkin yang paling bagus itu unbreakable, stunner, vital strike, true demage sama regeneration sih. Cuma itu balik ke kau mau pilih yang lain juga bisa. Soalnya itu tiga kemampuan tank sama dua kemampuan assassin jadi masih lumayan lah"
"Yaudah aku juga tidak terlalu mengerti dengan urusan seperti ini. Aku ga terlalu suka sama hal yang tidak realistis seperti ini, tetapi berhubung kita sekarang ada disini, mau tidak mau harus menyesuaikan. Ada juga faedah kau nge wibu ya hahaha" tawa Satya dapat kami dengar dengan jelas saat mengejek ku
"Baik, Satya Berutu (ID 180502175) peran Tank/Assassin, kemampuan ; unbreakable, stunner, vital strike, true demage, regeneration".
'setuju'
Dengan ini tahap pemilihan peran dan keterampilan selesai, tetapi masih ada beberapa tahap yang masih menunggu kami