
Saya hanyalah seorang pemuda normal yang berusia diawal 20an. Saat ini aktif sebagai mahasiswa di salah satu perguruan tinggi negeri Yang berada di tanah kelahiran ku. Saya menyadari bahwa saya adalah orang yang sangat normal
mempunyai hidup yang normal dan pikiran yang normal. Saya juga tau kalau tingkat kecerdasan dan fisik juga rata -rata. Tidak mempunyai bakat khusus yang layak untuk di banggakan. Menjalani sesuatu dengan relatif normal membuat ku tidak terlalu mencolok dibandingkan teman teman dekat ku.
Pagi ini saya bangun dan langsung bersiap untuk beraktivitas. Tidak ada yang berbeda dengan hari hari lain karena ini adalah rutinitas yang selalu kulakukan. Setelah mandi dan menyiapkan segala perlengkapan saya pun pergi ke kampus untuk kuliah.
Saya tidak langsung sampai ke kampus karena saya harus membangunkan teman saya untuk pergi kuliah bareng. Teman saya menyewa kos tidak jauh dari lingkungan kampus. Ini juga merupakan hal biasa yang saya lakukan.
Sesampai di kos saya pun membangunkan teman saya yang bernama Ars dan Xander. Mereka kebetulan tinggal di kos kosan yang sama dan hanya selisih dua kamar maka Tak heran mereka sangat dekat.
Saya sampai disitu jam tujuh pagi dan kelas dimulai jam delapan. Jika kalian bertanya kenapa saya sangat cepat pergi ke kampus maka jawabannya adalah saya merupakan tipe orang yang tidak suka terlambat dan saya menghargai waktu. Walaupun tak jarang saya membuang buang waktu untuk rebahan saat saya sedang luang.
Setelah mereka bangun, mereka langsung mandi dan mempersiapkan buku mata kuliah hari ini. Selagi saya menunggu mereka saya membuka smartphone saya karena di kos kosan mereka ada wifi yang bisa saya gunakan secara gratis.
"Terobos ajalah!" Pikir ku sambil mendownload anime yang baru rilis.
Kemudian saya menonton gameplay pro player yang bermain game MOBA yang saya gemari. Ada notif di smartphone saya tentang berita mengenai bug di dalam game tersebut yang dalam katagori tidak wajar. Memang bukan hal yang aneh ada bug di dalam sebuah game tetapi Yang membuat saya penasaran ada kata 'tidak wajar'.
Saat saya mau membuka berita tersebut ternyata teman saya sudah selesai bersiap dan saya membatalkan niat untuk melakukannya.
Kami bertiga berangkat, namun tidak kekampus tetapi memutuskan untuk singgah sebentar ke rumah teman saya yang lain. Teman dekat saya yang sudah saya kenal dekat sejak SD . Ia membuka rumah makan di dekat lingkungan kampus dan saat ini ia sedang membantu kakaknya untuk membuka toko.
Teman SD saya juga bermain game yang sering kami mainkan bersama makanya saya mengajak dia untuk ngumpul bareng.
Ada teman baru
Teman lama jangan dilupakan
Saya mengenalkan dia dengan teman teman kampus saya yang lainnya dan ternyata mereka cukup cepat akrab satu sama lain. Saya merasa bahwa keputusan saya tidak salah.
"Fad, nanti siang kita ngumpul ya di kos Ars, tunggu kami selesai dari kampus ya. You know lah...." Kataku.
Mengetahui maksudku Fandy membalas dengan singkat "OK zan, kutunggu" sambil tersenyum kepada kami.
Sesampainya di kampus kami bertiga duduk di bagian depan tidak jauh dari tempat duduk dosen. Walaupun kami bukan termasuk katagori mahasiswa jenius bukan berarti kami termasuk 'mahasiswa berandalan'.
Didalam kelas ada satu lagi teman dekat kami yang sudah sampai duluan dan menjaga tempat duduk kami agar tidak di tempati mahasiswa lain.
"Cepat juga kau datang ya zik zik" kata Xander dengan suara yang cukup keras. Watak Xander adalah orang yang cukup periang hampir sama seperti Ars.
Sebenarnya nama zik zik merupakan ejekan kami kepadanya karena pada suatu waktu ketika waktu kami sedang makan bersama iya mengatakan bahwa dia jijik dengan Ars yang sedang memakan isi perut ayam. Entah kenapa kami bercanda dan jadilah julukannya 'zik zik'. Aneh memang tapi begitu kenyataannya. Nama sebenarnya adalah Satya Berutu.
Perawakannya adalah pemuda dengan tinggi Yang bisa dikatakan upnormal jika dibandingkan dengan rata rata orang Asia Tenggara. Tingginya sekitar seratus sembilan puluh lima sentimeter dan dulu dia adalah pemain utama tim basket di sekolahnya. Namun ia menggunakan kacamata karena matanya rabun, sama seperti Xander yang memakai kacama juga.
Sebagian orang merasa mereka berdua adalah orang yang intelektual namun jika sudah akrab dengan mereka maka sifat asli mereka bakal terlihat. Bukan berarti mereka adalah orang yang bodoh, mereka adalah orang pintar yang saya akui di bidangnya masing masing.
Kemudian kami duduk dan tidak lama dosen masuk menjelaskan materi pelajaran. Sebisanya saya mengikuti pelajaran dan menjawab pertanyaan dari dosen tersebut. Walaupun sangat sering saya berpikir 'percuma juga belajar serius kalau dosennya memberikan nilai menggunakan sistem gatcha' kesalku.
Bukan munafik tetapi saya tidak suka curang dalam ujian tetapi ketika hasil ujian keluar yang bisa saya lakukan hanyalah pasrah karena nilai saya lebih rendah daripada teman teman yang menyontek saat ujian. Makanya IP saya tidak tinggi namun bukan dalam katagori buruk pula.
Semua kelas usai dan kami pergi untuk membeli makan siang di rumah makan Fandy sekalian mengajak nya untuk bermain game bersama.
Setelah makan siang kami berangkat ke kos Ars sebagai tempat biasa kami nongkrong. Sebenarnya tujuan kami hanya untuk berkumpul tidak jelas, bercanda tawa dan juga bermain game online (MOBA) yang saat ini masih sangat booming di segala kalangan. Kami sudah bermain game ini cukup lama bahkan sebelum kami berkuliah di universitas yang sama. Mungkin itu pula Yang melatarbelakangi kami sangat cepat akrab satu sama lain.
Setelah sampai di kos kami memarkirkan kendaraan dan tidak lama setelah itu terdengar suara yang sangat gaduh. Melirik satu sama lain kami menyadari bahwa Xander dan Satya saat ini tidak berada di dekat kami.
Bergegas kami bertiga melihat asal suara gaduh tersebut dan ternyata suara tersebut besaral dari mereka berdua yang saat ini sedang bertengkar dengan seseorang karena terjadi kecelakaan kecil yang menyebabkan kendaraan orang tersebut lecet
dengan nada kasar orang tersebut berkata "WOI BOCAH!!! liat liat lah kalau jalan. Jangan anggap jalan ini seperti punya kau. Aku pecahkan juga kepala kau nanti".
mendengar hal tersebut membuat mereka berdua tersulut emosi dan membalas dengan kata kata kasar pula "Kau liat lah , Aku sudah memberikan lampu kanan tapi kau masih saja mendahului dari kanan. PAKAI OTAK LAH!!".
Kami bertiga melihat dari kejauhan kejadian tersebut berusaha melerai perkelahian yang ku anggap sepele.
Saya mendekat beserta yang lainnya dan berkata "Tolong kalau mau ngomong bisa di pinggirkan dulu pak, disini jalan lintas, walaupun tidak ramai kendaraan lewat tetap aja ga boleh"
Tidak lama saya berkata begitu, orang tersebut berusaha untuk mengangkat sepeda motornya dan bangkit dari posisi nya yang saat itu sedang terjatuh.
Dari kejauhanan terdengar lagi suara klakson truck yang sangat kuat bahkan bisa memekakkan telinga.
tooonnnnn.... tooonnnnn....
Dengan panik bapak tersebut menjatuhkan kembali sepeda motornya dan tidak sengaja jatuh mengenai Xander yang berada sangat dekat dengan bapak itu.
bapak itu lari menyelamatkan diri Karena takut tertabrak truck. Xander terjatuh Karena terdorong sepeda motor yang jatuh kearahnya.
Kami berusaha mengangkat sepeda motor tersebut dengan panik dan terburu buru sedangkan Fandy berusaha menghentikan laju truk dengan berteriak dan melambaikan tangan.
Dan terjadilah kejadian itu.
Kami berlima tewas tertabrak truck dengan rem yang blong.
Sebenarnya Fandy sempat menghindar dari tabrakan tersebut tetapi kakinya tetap tergilas saat dia mencoba melompat dan kepala nya terbentur keras dengan trotoar sehingga darah dengan deras mengalir dari lubang kepalanya. Dan ia pun mati di tempat.
Jangan ditanya keadaan kami berempat, karena kondisi kami jauh lebih parah dari Fandy. Badan kami tergiling ban truck yang besar dengan kecepatan yang sangat cepat. Tubuh kami kedalam bagian bawah truck dan terseret hingga beberapa meter. Dari tempat kejadian mulai terlihat genangan darah dimana mana dan bagian tubuh yang sulit untuk di kenali.
Kami berlima tewas dengan tragis
_________________________________________