Too Ez For Us

Too Ez For Us
Chapter 15 - Kematian Ars (2)



Sudut pandang Ars


Setelah Firzan memberi kami instruksi untuk pergi meninggalkannya sendiri untuk melawan Phonix, kami pun pergi untuk melawan dua binatang mitos lainnya.


Kami berhadapan dengan ular raksasa yang sangat besar, kegesitan ular itu juga luar biasa cepat, dia dapat dengan laju mempersingkat jarak diantara kami walaupun kecepatannya tidak secepat Phonix, tetap saya itu sangat menakutkan.


Begitu kami berjumpa dengan ular raksasa itu, Xander dengan cerobohnya menyerang ular tanpa ada aba aba sebelumnya dan hasilnya dia terpental akibat serangan balik. Tidak hanya itu, dia juga menyerang sekali lagi dengan cara yang sama dan mendapatkan hasil yang sama pula.


Jika kejadian ini terus menerus terjadi, maka Xander akan babak belur bahkan tanpa berhasil mendaratkan satu pukulan pun kepada ular raksasa itu.


Tim ini akan kacau jika tidak ada pemimpinnya. Saat ini Firzan yang biasanya memberi perintah tidak ada disini.


'saat ini tidak ada yang bisa dijadikan pemimpin diantara mereka semua.... haruskah aku yang menjadi pemimpin sementara?'


Saat aku memikirkan hal itu, Xander berteriak ke arah kami dengan kesal bertanya kepada kami kenapa kami tidak membantu dia menyerang ular itu, Satya membalas dan memperburuk keadaan bukan memberikan solusi.


'Tidak kah mereka bisa sedikit lebih tenang disaat yang berbahaya seperti ini? '


Saya mengingat perkataan ayah saya ketika saya masih berumur sembilan tahun, saat itu ayah mengajak saya untuk pergi berburu di alam liar dengan tujuan mengasah insting bertahan hidup dan juga pelajaran berguna lainnya.


Disuatu pagi


"Ars.. sini datang dan mendekatlah, minggu ini ayah punya waktu luang untuk kamu. Ayo kita pergi berburu beberapa binatang buas di hutan"


"....baiklah ayah"


"Pelayan, panggil lima penjaga pribadi saya! katakan kepada mereka untuk segera bersiap untuk berburu, hari ini saya dan anak saya akan pergi berburu di hutan daerah Tapanuli Selatan"


"Baik tuan, akan saya laksanakan"


Pelayan wanita itu pergi dan dalam waktu lima belas menit datang tiga penjaga pribadi ayah saya dengan pakaian berwarna hijau gelap dan peralatan yang lengkap untuk berburu dan senjata yang digantungkan dibelakang mereka. Lima orang itu mempunyai tubuh yang tinggi dan juga wajahnya sangat seram, saya sering melihat mereka berada di dekat ayah saat ayah pulang ke rumah kami.


Tubuh ketiga penjaga itu sangat besar dan dari baju mereka tetap terlihat otot yang membuat kancing baju menjerit kesakitan untuk tetap bertahan dari besarnya otot. Mereka terlihat mirip dengan penjahat yang ada di film hollywood yang sering saya tonton.


Wajah mereka sangat sangar dan salah satu dari mereka terlihat memiliki bekas luka sayatan yang membentang secara diagonal. Walaupun saya sudah beberapa kali melihat mereka, tetap saja saya tidak merasa nyaman saat mereka berada di dekat saya.


Namun mereka adalah penjaga ayah, saya tidak berani berkata apapun tentang pendapat saya kepada ayah.


Penjaga yang berada di tengah berkata kepada ayah


"maaf mengganggu tuan dan tuan muda, kami sudah menyiapkan berbagai peralatan yang dibutuhkan untuk berburu dihutan. Kami tidak tahu tuan ingin pergi menggunakan kendaraan apa, jadi kami menyiapkan mobil jeep jika tuan ingin pergi dari jalan darat dan juga helikopter jika tuan ingin pergi melalui jalur udara"


"hhmm.. bagus.. bagus... kamu ingin pergi naik kendaraan apa Ars?"


"apa saja yang ayah ingin kan, saya hanya akan mengikuti ayah"


"tidak boleh seperti itu. Kamu adalah laki-laki maka kamu harus tegas dengan pendirian. Laki-laki adalah pemimpin bukan pengikut. Ingat itu baik baik.. sekarang ayah akan bertanya kembali, kamu ingin naik apa?"


"Saya ingin mencoba keduanya ayah, saya belum pernah pergi berburu sebelumnya jadi saya tidak tau kendaraan mana yang terbaik."


"Hahaha... bagus.. begitulah anakku. Kau serakah sama sepertiku.. bagus bagus. Untuk saat ini bagaimana kalau kita akan pergi naik mobil jeep dan pulang menggunakan helikopter, itu akan memuaskan mu kan?"


"Ya, tentu saja ayah. terima kasih" saya mengangguk kepada ayah


"Baiklah, kalian berlima ikut dengan kami. Kita akan menggunakan dua jeep saja, dua dari kalian berada di jeep yang sama dengan kami dan sisanya menggunakan jeep yang lain. Kita akan berangkat jam delapan setelah sarapan."


"baik tuan!" kata mereka serempak.


Setelah sarapan, kami pun berangkat menggunakan jeep. Saya dan ayah duduk dibagian belakang dan dua penjaga duduk didepan dan juga sebagai pengendara.


Banyak barang barang yang kami bawa yang saat ini berada dibagasi mobil dan juga mobil satu lagi yang berada didepan kami. Sepanjang jalan, saya hanya mengamati pemandangan disekitar. Banyak pepohonan dan juga sawah yang telah kami lewati.


Setelah satu jam perjalanan, ayah bertanya kepada saya


"jadi ini pertama kalinya kamu berburu ya? pelajaran pertama yang akan ayah berikan dalam berburu adalah 'seorang pemburu harus siap untuk diburu', mungkin saat ini kau belum paham makna kata kata ayah tadi, tidak apa karena akan ada waktunya kau memahami itu"


saya hanya mengangguk sebagai balasan bahwa saya mendengar perkataan ayah. Ayah kemudian melanjutkan


"sepertinya karena kita jarang berbicara satu sama lain membuat hubungan kita menjadi kaku ya... ayah meminta maaf karena tidak bisa meluangkan banyak waktu untuk kamu, urusan bisnis ayah sangat padat"


"....tidak apa ayah, saya sudah senang bahwa ayah masih memperhatikan saya" balas saya


"kamu berkata seakan akan ayah tidak memperhatikan kamu... yahh wajar saja kamu berpikiran seperti itu.. maafkan ayah"


"tidak tidak, ayah tidak salah apapun, untuk apa ayah meminta maaf"


"....." ayah hanya diam


Tidak lama kemudian ayah melanjutkan


'....saat ini bisnis sendang sulit, tujuan saya mengajak kamu berburu adalah untuk memperkuat indra kamu untuk terus dapat bertahan hidup. Ayah tidak tau kapan kita akan diserang oleh kelompok saingan bisnis kita"


Saya hanya diam dan terus mendengarkan


"Menurut ayah, mereka tidak akan menyerang dalam waktu dekat, tetapi kita harus selalu bersiap. Jika ada sesuatu yang terjadi pada ayah maka kamu lah yang menjalankan bisnis keluarga ini. Ayah tidak percaya dengan saudara laki-laki mu sebagai penerus, sebaiknya kamu belajar untuk bisa menjadi pemimpin yang baik"


Saya tidak terlalu mengerti apa yang ayah katakan tetapi intinya saya tau bahwa saya akan menjadi penerus bisnis dan harus belajar menjadi pemimpin yang baik.


"bagus...bagus...anak baik" ayah tertawa saat melakukan itu


"kalian mendengarnya kan? saya mau kalian menjadi saksi agar Ars yang menjadi pengganti ku sebagai ketua di grub ini"


"Ya tuan!!"


Lima jam perjalanan dan akhirnya kami sampai di tempat tujuan. Kami baru saja melewati sebuah desa kecil dan berhenti pada suatu lapangan kosong.


Ada lima orang yang berdiri untuk menyambut kami ketika melihat kami sudah sampai dan langsung berbaris dengan teratur. Empat diantara mereka berpakaian seperti penjaga ayah dan satu lagi terlihat seperti penduduk desa biasa.


Ayah saya turun setelah pintu kendaraannya dibuka oleh salah satu penjaga


"Selamat datang tuan! silahkan duduk dan beristirahat anda pasti lelah setelah perjalanan yang jauh" sambil mengarahkan ayah kepada kursi, meja dan tenda yang cukup bagus dan terkesan tidak cocok jika diletakkan di desa kecil seperti ini. Saya tidak yakin jika barang barang ini dimiliki oleh penduduk desa biasa.


saya juga perlahan turun dari mobil jeep dan mengecek kondisi tanah untuk dipijak, saya berhati hati agar tidak terpeleset karena kelembaban udara disini cukup tinggi dibandingkan dengan daerah tempat tinggal kami dan tanahnya juga lebih licin karena sangat subur.


Melihat kehadiran saya, penjaga yang baru saja berbicara dengan ayah berbalik dan menyambut saya juga


"oohh.. maafkan saya tuan muda, saya tidak tahu bahwa anda juga ikut dalam kegiatan berburu kali ini. Saya sungguh meminta maaf"


"Ya, tidak masalah" kata saya yang tidak ingin mempermasalahkan hal sepele seperti itu.


Berbeda dengan reaksi ku, ayah sepertinya sedikit kesal


"bagaimana bisa kalian tidak tau bahwa saya datang dengan putra saya, apakah kalian menganggap ini adalah hal yang sepele!! Kalian harus bisa berbagi informasi dengan cepat agar tidak ada kesalahan dalam tugas kalian!" bentak ayah


"Maafkan kami tuan! kami tidak akan mengulagi kesalahan yang sama!"


"...." ayah saya hanya diam sebagai jawaban


Saya tidak terlalu perduli dengan apa yang mereka bicarakan dan saya memilih untuk mengabaikan mereka saja.


Saya berfikir ada hal yang aneh selama kami berada di jalan, saya tidak bisa melihat satupun kendaraan yang melintas di jalan dan arah yang sama dengan kami.


Saya binggung akan hal itu tetapi tidak berani bertanya kepada ayah.


"baiklah Ars, ayah ingin memberi tau kepada mu bahwa di alam liar apa saja bisa terjadi. Hukum rimba berlaku disini dan yang kuatlah yang akan terus bertahan, perhatikan langkah mu dan berusaha lah untuk tetap dekat dengan para penjaga"


"Baik ayah!"


Saat kami berbicana dan beristirahat dengan meminum segelas jus jerus yang segar, para penjaga menurunkan barang bawaan kami dan juga berbagai peralatan yang tidak saya ketahui funginya apa.


Penjaga yang baru saja dimarahi oleh ayah datang dengan punggung sedikt membungkuk ke arah kami


"maaf mengganggu waktu anda tuan dan juga tuan muda, saya ingin memperkenalkan pemandu hutan di daerah sini. Dia terkenal karena memahami medan dan cekatan dalam berburu"


"baik, silahkan"


Seorang yang saya anggap penduduk desa biasa itu ternyata adalah pemandu hutan kami kali ini. Dari penampilannya terlihat bahwa dia berusia sekitar diakhir tiga puluh tahun dan fisiknya masih sangat sehat.


"siapa nama kamu?" tanya ayah


"nama saya adalah Harkham tuan. Saya adalah pemburu yang biasa beroperasi disini sehingga saya cukup kenal dengan medan yang ada disini" jawab pemandu hutan


"baik, jika saya puas dengan kinerja kamu, saya akan memperkerjakan kamu dibawah saya, tentu saja dengan gaji yang pantas"


"terima kasih tuan, saya akan berusaha agar tuan puas dengan kemampuan saya" jawab pemandu dengan suara yang lantang


Menjadi pemburu merupakan pekerjaan yang sangat berbahaya dan juga mempunyai penghasilan yang tidak menentu, jika ada yang menawarkan pekerjaan yang lebih aman dan gaji yang jelas, sudah pasti dia akan menerimanya dengan senang hati.


'Jadi seperti ini cara ayah mencari orang orang sebagai penjaga... pantas saja'


setelah setengah jam beristirahat ayah saya bertanya


"apa rasa capek mu sudah hilang Ars? jika sudah kita akan masuk ke dalam hutan siang ini juga"


"Sudah ayah" jawab ku singkat


Ayah berdiri dan berbicara


"Semuanya kita akan mulai perburuan siang ini, angkat berbagai peralatan dan sisa kan tiga orang untuk menjaga mobil disini. Segera kabari kami jika terjadi sesuatu, kami akan kembali sekitar tiga hari dari sekarang"


Mereka langsung berdiri dan mengerjakan apa yang ayah saya kata kan.


Ayah berbicara lagi kepada saya


"ini adalah perburuan pertama mu, jangan terlalu gugup tetapi tetap berhati hati, ingat pesan ayah sebelumnya" ayah mendekatkan wajahnya ke arah ku


Saya hanya mengangguk


Setelah semuanya siap ayah saya berteriak


"Baiklah, perburuan hari ini dimulai!"