
Saya muncul disebelah Ars dengan menggunakan teleportasi, mereka terlalu fokus dengan apa yang ada didepannya sehingga tidak menyadari bahwa saya sudah sampai disebelah mereka.
Saya berbicara dengan santai untuk mengejutkan mereka, saat ini hanya Xander dan Fandy yang berusaha menyerang Kura kura biru itu tetapi serangan mereka tidak ada yang berhasil melukainya.
"kok lama kali kalahkan kura kura itu, bosan aku nunggu kalian"
"Lho...kok kau disini zan? bukannya kau tadi harusnya melawan Phonix..." Ars melihat ada dua tulisan mengambang yang ada didepannya, lalu berhenti melanjutkan perkataannya karean dia sudah tau maksud dari kedatangan ku.
"Kalian berempat melawan dua musuh dibandingkan dengan ku yang satu lawan satu namun aku yang lebih cepat melawan musuh... ppffftt" ejek ku
Saya berbicara dengan santai seperti itu kepada Ars karena sepertinya pertempuran mereka berada di jalan buntu. Serangan Xander dan Fandy tetap tidak bisa melukai Kura kura sedangkan kura kura itu juga tidak bisa menyerang karena serangannya dapat dengan mudah dan dihindari mereka.
Alhasil, tidak ada dari mereka yang muncul sebagai pemenang.
Dari jauh terdengar suara yang sangat ramai yang sedang menuju ke arah kami, suara ricuh pasukan yang marah menyerbu kami dengan jumlah yang sangat ramai.
"Oooo!..."
"Itu mereka yang asli.. serang!"
"Serang mereka semua... mereka berani menipu kita"
"Bantu Raja kura kura biru, jangan biarkan mereka menyerang dia!"
"Balaskan dendam saudara saudara kita yang telah mereka bunuh!"
"Siksa mereka semua, kalian harus memberikan kematian yang sangat menyakitkan untuk mereka"
"Sialan!!! aku akan membunuh kalian dengan tangan ku sendiri"
Puluhan ribu pasukan yang terdiri dari berbagai ras berkumpul disini untuk membunuh kami. Dari mata mereka terpancarkan niatan yang sangat jelas bahwa mereka sangat tidak menyukai kami dan ingin membunuh kami semua.
Menurutku mereka itu semua sama, monster yang menyebalkan yang ingin memusnahkan kami, maka tidak akan ada keraguan bagiku untuk melenyampak mereka.
Sama seperti yang saya bilang sebelumnya bahwa, monster monster ini pada umumnya mempunyai tingkat kecerdasan yang berbanding lurus dengan kekuatannya.
Bukti bahwa ilusi saya dapat mengecok mereka semua untuk beberapa waktu menandakan bahwa mereka tidak cukup cerdas dan juga tidak cukup kuat untuk menghancurkan sihir ilusi ku dengan cepat.
Memang benar bahwa saya menciptakan ilusi sebanyak seratus pasang, namun dengan jumlah mereka yang lebih dari sepuluh ribu itu bukanlah hal yang sulit untuk menghancurkannya.
Hal itu tetap tidak menjadi alasan bagi kami untuk meremehkan pasukan musuh, jumlah juga menjadi faktor yang sangat penting dalam pertempuran.
Melihat serangan kura kura biru yang tidak terlalu mengancam kami, menurut saya lebih baik untuk membersihkan semua pasukan ini terlebih dahulu sambil memikirkan cara untuk mengalahkan Kura kura yang sangat keras itu.
"Ars, kau lebih baik menggunakan transformasi mu lagi dan menyerang pasukan itu, aku masih belum puas sebelum bisa membunuh Kura kura ini" Teriak Xander
Xander benar benar tidak ingin melepaskan sesuatu yang sudah dia anggap sebagai mangsanya begitu saja, dia tetap memilih melawan Kura kura dan menyerahkan pasukan ini kepada kami.
Saya sebelumnya belum mengetahui seperti apa keterampilan transformasi milik Ars, ini adalah saat yang tepat untuk mengetahui kekuatan teman sendiri dan juga meningkatkan kerja sama tim kami.
Dalam game yang biasa kami mainkan, saya dapat mengatakan bahwa kerja sama tim kami sudah cukup bagus walaupun masih kurang jika membandingkan dengan pro player yang asli tetapi itu sudah dalam katagori yang sangat bagus.
Kami mengerti peran kami masing masing didalam tim dan juga mengerti rotasi permainan dengan baik sehingga tingkat kemenangan kami cukup tinggi dibandingkan dengan rata-rata pemain lainnya.
Dunia ini berbeda dengan game karena disini kamilah sebagai karakter didalam game dan nyawa kami juga dipertaruhkan.
Saya tidak tau apakah kami bisa hidup kembali jika kami mati dalam pertempuran tetapi tentu saja tidak ada dari kami yang ingin mencobanya.
Ars tanpa membantah menggunakan salah satu kemampuannya yaitu transformasi. Dia berubah menjadi naga yang sama persis dengan naga petir yang telah kami kalahkan.
Jika diperhatikan dengan seksama ada perbedaan yang sebenarnya sangat mencolok antara keduanya, yaitu skill pasif petir yang selalu mengelilingi tubuh naga. Naga yang ditiru olehnya tidak mempunyai keterampilan seperti itu, terdapat beberapa batasan antara yang asli dengan tiruan.
Secara fisik, tubuh mereka benar benar mirip, mulai dari bentuk anggota tubuh, besarnya dan kemampuannya untuk bisa terbang dilangit.
Melihat Ars yang berubah menjadi naga menimbulkan reaksi yang beragam diantara para pasukan, ada yang senang dan ada juga yang binggung.
"Lihat, itu adalah anak ketiga raja naga petir. Dia datang untuk membantu kita mengalahkan para musuh" kata iblis yang sedang memegang pedang ditangannya
"Ayo serang mereka anak raja naga petir!! kalahkan mereka semua!" kata goblin yang sedang berdiri dengan menaikkan satu kaki ke atas bebatuan yang tidak tidak rata sambil membawa busur panah dari kayu.
Mereka tidak menyadari bahwa Ars bukanlah naga petir yang asli dan menganggap bahwa dia adalah bantuan bagi pihak mereka.
"Ars jangan lupa skill gravity dan stun mu untuk melumpuhkan mereka. Fokus saja mengeluarkan skill itu kepada lawan yang sedang kau lawan, membuat mereka lumpuh semuanya hanya akan membuang buang tenaga." teriak ku pada Ars yang saat ini sedang terbang diatas langit dalam bentuk naga.
Setelah pertarungan tadi, saya semakin mengerti konsep dari penggunaan sihir di dunia ini sehingga saya dapat memberi saran kepada Ars seperti itu.
Ars bergegas terbang kearah musuh dan menabrak bereka dengan sangat cepat. Berkat skill gravity dan stun yang dia keluarkan membuat musuh musuh yang berada didekatnya seperti membeku dan tidak dapat bergerak untuk menghindari serangan Ars.
Korban dari pihak lawan dengan sangat cepat bertambah secara signifikan. Musuh akhirnya menyadari bahwa naga itu bukanlah naga petir yang mereka kenal dan mereka yang diluar pengaruh sihir Ars mulai berteriak
"Naga itu bukanlah anak dari naga petir! perhatikan baik baik, tidak ada petir disekeliling tubuhnya. Dia bahkan menyerang kita, sekarang serang!!" Teriak komandan Vampir sebagai yang pertama kali menyadarinya.
"Bunuh dia!! sangat lancang dia meniru tubuh dari anak raja naga petir, jangan beri dia ampunan sedikitpun!" kata iblis yang menggunakan pakaian tempur lebih mewah diantara yang lainnya.
"Itu benar, unit pemanah naik ke atas bukit yang lebih tinggi dan arahkan serangan kalian ke naga itu!" perintah komandan goblin yang menangani devisi panahan.
"Unit sihir, cari lokasi yang berbeda dari berbeda dari unit panah, bentuk barisan sesuai dengan kekuatan sihir kalian agar serangan kalian tidak bertabrakan satu dengan yang lainnya, bagi menjadi sepuluh devisi yang berbeda dan kalian akan menjadi pemimpin dari masing masing devisi" perintah dari iblis yang memegang sabit dengan tangan kanan dan jam pasir di tanggan kirinya.
Dia menunjuk sepuluh iblis yang ada dibelakangnya yang memakai pakaian hampir sama dengannya tetapi dapat dilihat bahwa aura pemimpin itu jauh lebih besar daripada iblis yang ada dibelakangnya. Menggunakan penutup kepala hingga wajahnya tidak dapat terlihat menambah kesan misterius dan juga dari cara dia memerintah pasukan menandakan dia adalah pemimpin utama didalam unitnya.
Menggerakkan lebih dari sepuluh ribu pasukan tanpa adanya pemimpin adalah hal yang hampir mustahil. Harus ada yang mengarahkan kelompok agar tujuan kelompok itu dapat tercapat lebih efektif dan efisien, itulah tujuan adanya pemimpin dalam kelompok.
Di dalam kelompok yang sebesar itu pasti ada pembagian kelompok menjadi beberapa devisi dan kelompok kelompok kecil dan unit khusus lainnya, dari setiap pembagian itu harus ada yang menjadi pemimpinnya dan diatas mereka semua adalah jendral atau pemimpin umum bagi seluruh pasukan.
Dalam perang, seorang jendral adalah orang yang mempunyai kemampuan hebat yang bisa membaca medan pertempuran, menciptakan strategi, berpengetahuan luas dan juga kekuatan yang hebat pula untuk pantas memikul tanggung jawab dan juga nyawa dari pasukannya.
Memang benar bahwa setiap pasukan musuh mempunyai komandannya masing-masing tetapi tanpa ada satu kesatuan perintah maka mereka akan terombang ambing tidak karuan di medan pertempuran ini.
Hingga saat ini saya belum melihat siapapun dari pihak musuh yang pantas menyandang gelar jendral. Apakah itu berarti mereka tidak mempunyai jendral atau jendral merela lebih memilih memberi perintah dari balik layar, kami harus bersiap dengan segala kemungkinan yang akan terjadi.
Pasukan yang baru saja diperintahkan langsung bergegas pergi membentuk unitnya masing masing. Setelah selesai, mereka berbaris dengan rapi mengelilingi bukit bukit yang ada di sekitar kami.
Ars dengan ganas terus menerjang musuh tanpa ampun dan setiap serangan yang dia lakukan selalu terdengar teriakan musuh yang kesakitan dan akhirnya mati.
*Aaaaaahh
Pasukan musuh yang sudah berada di atas bukit mulai menyerang Ars yang terbang dengan bebas ke berbagai arah.
"Unit pemanah, serang!"
"Jangan mau kalah, unit sihir serang! Buktikan bahwa kita adalah yang terbaik!"
Berbagai macam panah dan sihir menyerang Ars. Harus ku akui bahwa Ars cukup cepat untuk menghindari sebagian besar serangan dan bahkan serangan yang mengenai dia tidak terlalu berdampak parah. Tetap saja kecepatan itu masih di bawah naga petir yang asli apalagi jika di bandingkan dengan phonix yang baru saya lawan, perbedaannya masih sangat jauh.
Ars seperti burung yang sudah sangat paham bagaimana caranya terbang. Pemahaman belajar otodidak dirinya sungguh cepat dan jauh berada di atas ku. Saya sering lebih unggul beberapa hal karena ketika saya tertarik akan hal itu, maka saya akan berusaha mencari tau dengan serius sedangkan Ars jauh lebih pemalas dari ku dalam hal belajar apapun.
Perbedaan kami selanjutnya adalah bahwa saya adalah orang yang cepat bosan dan suka melakukan hal yang baru, cukup merasakan hal tersebut dan menyelaminya dengan cepat lalu mencari hal menarik yang baru lagi. Saya hampir tidak pernah terlalu mendalami sesuatu sehingga saya hanya rata-rata dalam segala hal, tetapi sangat banyak yang saya ketahui dalam batas rata-rata tentunya.
Ars adalah orang yang tidak mudah tertarik dengan sesuatu, tetapi ketika dia tertarik maka dia akan berusaha untuk yang terbaik dalam hal itu.
Saya terus mengamati jalannya pertempuran yang tidak ada habisnya ini, ribuan anak panah dan sihir terbang perdetik ke arah Ars menyebabkan pemandangan indah jika di lihat dari jauh. Seakan ada pertunjukan parade dengan banyak orang yang menyemburkan api dari mulutnya untuk memeriahkan acara dan juga kembang api yang menghiasi langit.
Keramaian mereka benar benar tidak cocok dengan diriku. Sebisa mungkin saya menghindari tempat yang ramai, terlebih seperti ini. Baru pertama kali saya melihat puluhan ribu makhluk berbagai ras yang ada di cerita fiksi berkumpul dan mencoba membunuh kami. Kesampingkan makhluk fiksi ini, melihat puluh ribuan manusia saja sudah membuatku mual dan pusing, apalagi yang seperti ini!
"Fandy lebih baik kita membantu Ars menghabisi pasukan yang tidak ada habisnya ini dari pada melawan kura kura itu. Biar Xander dan Satya yang mengurus itu" Kata ku kepada Fandy yang berada tidak terlalu jauh dengan ku.
"Oke Zan. Tidak ada yang bisa dilakukan untuk kura kura itu. Serangan ku tidak berguna melawannya..." Kata Fandy yang sepertinya kecewa dengan dirinya sendiri.
"Aku juga ikut. Tidak ada gunanya aku dalam mengalahkan kura kura. Lebih baik aku menghancurkan pasukan musuh walaupun merepotkan." Satya memotong percakapan kami.
"Oke kalau seperti itu sekarang giliran kita untuk menyerang mereka semua. Maju!" Teriak ku
Satya dan Fandy menyerang bersama kedalam kerumunan itu sedangkan Xander masih berurusan untuk menyibukkan kura kura. Saya tidak terlalu berharap dia bisa mengalahkannya tetapi setidaknya itu memberi kami waktu untuk menghapus sepuluh ribu pasukan musuh.
Mata saya sedikit bersilauan dan bibir saya tersenyum
Sudah saatnya pembantaian masif seperti di anime yang telah saya idam idamkan sejak dulu dimulai.