Too Ez For Us

Too Ez For Us
chapter 9 - Mundurr!!!



saat ini sangat banyak musuh yang mengepung kami dari berbagai arah.


Saya melihat berbagai jenis makhluk hidup yang cukup menyeramkan. apalagi mereka sangat banyak membuat mereka merasa mendominasi kami.


Iblis, Vampir, Goblin, Homoglobin, Orc, Warewolf, Singa emas, Pegasus api, Slime raksasa dan berbagai jenis monster yang belum pernah saya lihat dimanapun.


mereka menyerang dari darat maupun udara, tidak meningkalkan celah sedikitpun bagi kami untuk melarikan diri.




jarak mereka tidak telalu jauh dari kami sekarang ini,


melihat dari kecepatan mereka berlari sepertinya bakal sampai kurang dari lima menit.


ini benar benar keadaan yang gawat. walaupun kami sedikit lebih kuat tetapi dengan jumlah pasukan musuh yang berjumlah puluhan ribu sedang menuju kearah kami,


kami tidak akan tau nasip kami kedepannya.


sebelum kejadian ini, tepat setelah Xander menghancurkan kristal, ada perasaan nyaman yang bertanda bahwa kami naik level kembali.


saya mulai bertanya tanya mengenai apa yang dibilang komputer bahwa dibutuhkan beberapa bulan untuk naik level.


kami berada disini bahkan belum ada satu hari tetapi kami sudah naik beberapa level. saya juga tidak tau apakah pembagian exp disini,


apakah itu dibagi sama rata per anggota atau berdasarkan tingkat kontribusinya di dalam tim. Saya belum sempat untuk menyelidikinya.


saya kemudian bertanya kepada mereka


"gimana ni, musuhnya ada banyak kali ini, kita serang aja atau mundur dulu"


"ya serang ajalah terus, ngapain nunggu lagi" balas Xander seperti biasanya


"ahh lemah kali kau zan, sama ginian aja takut. ya kan Xan?"ejek Ars lagi


kenapa dengan mereka berdua ini, apakah mereka sudah tidak punya rasa takut lagi? melihat begitu banyak musuh didepan kami ini, mereka masih bisa santai.


"kalaupun kita mau kabur, mau lewat mana? ga yakin aku bisa terobos pasukan mereka"jelas Ars


setelah Ars berkata begitu, ada suara teriakan yang sangat kuat hingga menggetarkan daerah di sekitar kami.


dari empat sisi yang berbeda, mucul empat binatang mitos yang benar benar besar sekali.


Itu merupakan binatang terbesar yang pernah saya lihat. Mereka datang di saat yang bersamaan dengan cara yang berbeda.


ya, empat binatang itu adalah binatang mitos yang baru saja kami bicarakan


Naga dengan bangganya terbang dan melewati barisan pasukan musuh. Warna naga itu hitam kebiruan, badannya terpancarkan petir yang selalu keluar dan tidak pernah padam. Petir petir itu sebanding dengan petir yang ku buat tadi, tetapi warna petirnya lebih hitam. Fakta yang lebih mengejuutkan bahwa itu hanyalah kemampuan pasifnya saja...



Kedua sayapnya melebar dan terbentang luas sehingga menyebabkan banyangan yang cukup besar dibawahnya. Ketika naga terbang diatas mereka, pasukan yang berada diatasnya mendongak keatas untuk melihat. Sepertinya mereka sangat senang karena ada bantuan besar yang datang di pihak mereka.


Mereka berteriak dengan keras dan semakin bersemangat untuk membantai kami.


tidak terlalu berbeda dengan naga, phonix juga terbang dengan anggun. Seluruh tubuhnya terbakar oleh api atau bisa dibilang api itu merupakan bentuk aslinya. Phonix berukuran lebih kecil jika dibandingkan dengan naga tetapi efek yang dia sebabkan saat terbang jauh lebih besar, dia terbang dari bukit bukit yang terbentang dan terlihat juga dari benteng ini.


ketika dia terbang melintasi bukit maka bebatuan yang ada disana langsung terbakar karena tidak tahan oleh panasnya Phonix. Batu tersebut menghitam dan mulai hancur, meskipun berada cukup jauh dibawah Phonix, apinya tetap dapat menghancurkan itu semua. Sungguh panas yang sangat dahsyat.


masih dari perbukitan, terlihat ular raksasa berwarna hijau kemerahan dengan sangat cepat mendaki bukit. Meskipun hanya dengan melata, kecepatan ular itu benar benar tidak bisa diremehkan. Setiap jalur bebatuan yang dia lewati seketika rata dengan tubuhnya. Ular tersebut tidak menganggap bahwa batu merupakan benda yang keras dan hanya menabraknya saja. Dapat terlihat dengan jelas jejak jalur lintasan ular raksasa itu. Badannya yang berat membuat daratan tertekan kebawah, dapat dilihat juga semacam cairan asam di bekas jalur yang ular itu buat. Mungkin warna hijau di tubuhnya merupakan racun dan asam yang sangat kuat dan dapat digunakan untuk menyerang maupun bertahan. Sesekali lidah ular itu mendesis dan terlihat lidahnya yang sangat panjang dengan pangkal yang terbelah dua.


ular tersebut terlihat seperti orang kuat yang licik.


terakhir, dari sisi yang berlawanan dengan naga, terlihat kura kura biru.


seperti namanya, kura kura itu berwarna biru. warna biru berasal dari api yang ada diatas tempurung dan mata kura kura itu juga berwarna biru.


kura kura itu mempunyai ekor yang cukup panjang dan di ujungnya terdapat sebuah bulatan besar yang berduri-duri


namun jika diperhatikan dengan seksama, warna asli dari tempurung adalah emas. Warna emas tidak terlalu terlihat mencolok sebab api biru diatasnya lebih mendominasi


Berbeda dengan binatang mitos lain yang datang dengan kecepatan tinggi, kura kura bisa dibilang lebih lambat dibandingkan mereka.


tetapi bagi kami, manusia yang ukurannya jauh lebih kecil, itu merupakan kecepatan yang cukup cepat.


setiap langkah kaki kura kura itu meninggalkan bekas lubang di dalam tanah dan daerah disekitarnya sedikit berguncang.


jika naga melambangkan kebanggaan, phonix keanggunan, ular kelicikan maka kura kura biru melambangkan kekayaan.


semua binatang mitos itu dapat dinilai dengan sekali tatap bahwa mereka semua sangat kuat.


terdengar suara seseorang menelan ludah,


saya melihat asal suara tersebut dan ternyata itu berasal dari Satya.


saya melirik ke arah Ars dan Xander yang sebelumnya memutuskan untuk menyerang.


"jadi gimana ***? kita gas juga?" tanya ku


"dah lah males, ga asik, mereka manggil orang tua. kayak anak anak aja" jawab Ars


"oke, kalau gitu mending kita kabur dulu baru balik nyerang kesini lagi kalau udah ada rencana yang jelas" kataku


"gimana caranya zan? ga kau liat musuhnya ada puluhan ribu dan posisi kita juga udah terkepung" kata Satya dengan panik


"kalem aja Sat, aku punya teleportasi kok, jadi kita bisa mundur ke gua tempat bang Larry tinggal untuk sementara" jawabku


"kalau gitu, sini kalian semua lebih dekat, biar kita semua bisa teleportasi"


mereka berkumpul didekatku dan aku berada di tengah tengah


'mass teleportation'


kami menghilang dan sampai di tempat perjumpaan awal kami dengan bang Larry


ini adalah gua dan didalamnya ada berbagai peralatan yang masih berantakan


"huufftt, kirain tadi kita ga bakalan selamat" kata Satya


"jangan goyang kali Sat, santuy aja" balas Ars


"coba kalian liat status kalian lagi, tadi pas Xander hancurin kristal kayaknya kita naik level lagi"


jika kami membunuh pasukan sebelumnya mendapatkan empat level, maka pasukan yang kami serang ini jumlahnya sekitar 3 kali lipat lebih banyak


seberapa banyak kami naik level kali ini?


'level 10'


jadi hanya naik 6 level..


yahh bagaimanapun itu juga sudah sangat membantu


saya menambah semua status yang menurut saya paling penting


sedikit penjelasan ulang, bahwa setiap kenaikan level maka point status akan meningkat sebanyak 25,


sedangkan untuk point skill setiap kenaikan level akan meningkat 5 point per keterampilan.


Nama : Firzan (level 10)


ID : 180502174


peran : Primordial magic Monarch


status dasar


HP :100


MP : 210


Physical att : 40


Physical def : 30 (+50)


Aggility : 80 (+20)


Magic att. : 239


Magic def : 20 (+60)


Resistance : 80 (+20)


__________________________


sisa point stat : 0


saya memberikan semua point skill yang saya punya kepada pertahanan karena binatang bintang itu sangat kuat. Saya mengkhawatirkan diri saya jika saya terkena serangan beruntun dan bakal tewas setelahnya.


Memang tidak wajar bagi seorang mage mempunyai pertahanan yang tinggi, karena biasanya seorang mage fokus pada serangan saja.


dengan pertahanan seperti ini setidaknya pertahanan saya sudah jauh meningkat.


saya juga belum pernah mendapat serangan yang mengenai diri saya, jadi saya tidak tau bagaimana rasa sakitnya


Teleportation


Teleportation : level 5 (15 to level up)


Mass Teleportation : level 5 (15 to level up)


Greater Teleportation : level 4 (10 to level up)


Bring In By Teleportation : level 4 (10 to level up)


_________________________________________


sisa point : 2


Element


api : level 3 (6 to level up)


air : level 3 (6 to level up)


udara : level 3 (6 to level up)


tanah : level 4 (10 to level up)


petir : level 5 (15 to level up)


cahaya : level 3 (6 to level up)


kegelapan : level 3 (6 to level up)


racun : level 2 (3 to level up)


tanaman : level 2 (3 to level up)


bunyi : level 2 (3 to level up)


_________________________________________


sisa point : 0


Illusion


visual : level 4 (10 to level up)


akustik : level 4 (10 to level up)


olfaktorik : level 4 (10 to level up)


gustatorik : level 4 (10 to level up)


taktil : level 4 (10 to level up)


_________________________________________


sisa point : 5


Controller


kontrol mana : level 5 (15 to level up)


kontrol skill : level 4 (10 to level up)


kontrol pernafasan : level 3 (6 to level up)


kontrol pikiran : level 3 (6 to level up)


kontrol emosi : level 3 (6 to level up)


kontrol penyesuaian : level 3 (6 to level up)


Manajemen : level 3 (6 to level up)


________________________________________


sisa point : 3


Burst Demage (pasif) : level 7 (21 to level up)


sisa point : 3


keterangan : peningkatan demage 150% dengan kesempatan berhasil 45%


kami terus berkembang dengan perlahan lahan namun pasti.


selanjutnya adalah bagaimana kami menghancurkan mereka semua, musuh yang benar benar banyak dan kekuatan yang begitu gila.


kita harus melawan mereka semua jika kita ingin menang dari tutorial ini.


benar, ini hanyalah tutorial...


bagaimana jadinya jika setiap orang mempunyai kekuatan yang dahsyat seperti makhluk mitos itu?


kami senang dengan semua keistimewaan ini namun kami tidak boleh lengah apalagi sombong.


hal yang saya yakini adalah


diatas langit, masih ada langit


saya tidak ingin menjadi katak di dalam sumur, sehingga saya harus terus membuka mata untuk segala kemungkinan.


bukan hanya nyawa saya saja yang terancam, tetapi teman teman saya juga.


walaupun saya berkata tidak ingin bertanggung jawab meskipun saya ketuanya tetapi tetap ada rasa tanggung jawab yang saya pikul.


tidak mungkin saya mengabaikan semua itu.


kami masih berada di awal tetapi sudah sangat kesulitan dengan keadaan seperti ini.


teruslah berpikir...


pasti ada jalan keluar untuk keadaan ini dan kita juga harus cepat, sebelum mereka datang dan menyerang kita.


berpikir Firzan, pasti ada solusinya...


terus berpikir...


akhirnya muncul sebuah ide gila lagi dalam pikiranku


tidak terlalu gila tetapi cukup gila


setidaknya ini masih boleh di coba


selagi kita mencoba pasti ada jalan


"aku punya ide untuk bisa menang melawan mereka semua. tapi sebelum itu apa kalian punya ide juga? kalau ada, lebih baik kita diskusikan sekarang" kataku


mendengar ini mereka semua berfikir mencari solusi


tidak lama kemudian Xander memberikan pendapat


"gimana kalau kita sama sama menyerang pasukan mereka yang banyak dulu dan mengabaikan untuk sementara binatang mitos itu. Pasukan itu bakal sangat mengganggu saat kita berhadapan sama bosnya jadi lebih baik kita singkirkan terlebih dahulu" Saran Xander


"apa kau pikir kalau kita nyerang pasukan mereka, bosnya cuma liatin kita doang sambil udud? agak cerdaslah kalau ngasih saran" kritik Satya


"woi, kau kalau mau kritik saran orang kasih solusi yang lebih bagus lah. kau cuma bisa kritik doang, saran dari kau apa rupanya? apa lebih bagus dari saran aku?!" balas Xander


"kalau lebih bagus mana aku kurang tau, kita belum ada bertindak jadi gimana cara kita mengukur rencana siapa yang lebih bangus? dan apa yang menjadi standard tolak ukur dalam baik tidaknya rencana kita" jelas Satya


"kau kok malah ngebacot ga jelas. pertanyaan ku simple, rencana kau apa, sampai kau bisa bilang rencana ku bodoh?" tanya Xader lagi


"Mana ada ku bilang rencana mu itu bodoh, coba dengar yang bagus lah. udah salah ngotot lagi"


"kau bilang ga cerdas, Kan sama aja itu kau bilang bodoh"


"ya bedalah, orang yang ga cerdas belum tentu bodoh, tapi orang yang bodoh udah pasti ga cerdas"


saya hanya menggelengkan kepala melihat perdebatan sederhana mereka. saat ini kita sedang dalam keadaan yang cukup darurat dan harus memanfaatkan waktu sebaik mungkin. bisa saja musuh menyerang kami hingga ke sini


"udahlah jangan debat hal yang ga penting. Kita lagi buru buru ini. bisa jadi mereka nyerang kita kapan aja, tolong lebih serius lah" kata ku kepada mereka berdua


"terus ada saran lain ***, Fan?" tanyaku


"aku masih binggung zan… kalau saran ku sih lebih ke bunuh binatang mitos itu dulu, Karena kan kalau mereka mati pasukannya bakal lebih lemah. Tapi kayak yang di bilang Xander kalau kita nyerang binatang mitos itu duluan pasti pasukannya bakal gangguin kita" jelas Ars


"kau Fan, ada saran?"


"ga ada zan, Aku ga pintar nyusun strategi, Aku ikut rencana kelen aja" balas Fandy


"oke Fan" kataku


saya sedikit tersenyum, lalu berkata


"kalau gitu, ini strategi dari ku…"