
'Pohon ini....'
Xie xiyun menyipitkan matanya. Sejak pertama kali datang ke desa ini, perhatian Xiyun sudah ada pada pohon ini. Bukan hanya karena aneh, pohon ini juga terdeteksi oleh sistemnya sebagai IBLIS.
Bukan iblis biasa, itu adalah iblis berharga dan sangat langka. Dalam panel sistemnya, terdapat rincian apa pohon ini.
{Pohon sakura ilusi(sekarat)}
{Pohon Iblis yang telah punah ratusan ribu tahun yang lalu. Pohon ini dianggap sebagai pohon suci bagi ras iblis. Pohon ini mengumpulkan energi jahat yang tersebar luas di dunia dan merubahnya menjadi energi iblis. Dimanapun pohon ini berada, maka jutaan iblis akan berkumpul. Saat ini sekarat dan fungsinya tidak aktif}
Xie xiyun yakin, pohon ini pasti membimbing pria tua berjanggut itu untuk datang ke desa. Dari penjelasan sistem, pohon ini masih hidup meski sekarat.
Xiyun ingin menghancurkan pohon ini, tapi setelah tinggal beberapa waktu di desa dia menyadari betapa penting dan berharganya pohon ini bagi desa.
Nama desa ini adalah desa batu dan musuh mereka adalah desa serigala. Nama desa dinamai menurut totem yang telah diturunkan secara turun-temurun sejak dahulu kala.
Di desa batu ada sebuah batu keramat berwarna hitam legam di tengah desa. Setiap anak yang baru lahir harus melakukan ritual dan bersujud pada batu ini. Menurut Xiyun, sumber dari kekuatan tidak biasa warga desa adalah batu ini.
Desa batu memiliki keunggulan dalam hal kekuatan dan stamina mereka. Lain halnya dengan desa musuh mereka. Desa serigala juga seperti itu. Setelah menyelinap masuk ke desa serigala, Xiyun mengetahui desa serigala tidak melakukan ritual yang sama dengan desa batu.
Desa serigala memiliki sebuah kolam darah. Setiap anak harus dimandikan disana setelah mereka lahir. Dari informasi yang dia kumpulkan, darah itu berasal dari serigala.
Desa serigala memiliki keunggulan dalam kecepatan dan otak mereka. Desa batu seringkali terjebak dalam perangkap, membuat banyak pejuang desa mati.
Mendengar cerita dari kepala desa batu, Xiyun tahu pohon ini awalnya tidak ada. Pohon ini tiba-tiba sudah berada di desa saat petir besar menyambar tepi desa batu. Mulai saat itu pohon iblis ini berada disana.
Entah karena sekarat atau apapun yang membuatnya seperti itu, pohon ini berwarna hitam identik dengan pohon yang hangus terbakar karena sambaran petir.
Pohon ini penting bagi desa batu karena...
"Tolong tuan abadi, bantu desa kami untuk menang" wanita itu menangis sambil memegang tangan Xiyun.
"Tentu saja aku akan membantu desa" jawab Xiyun
"Terimakasih, terimakasih tuan abadi"
Xie xiyun mengatur kembali pikirannya dan bertanya dengan wajah serius, "dimana muridku, Xiao budian?"
Wanita itu membeku dia menjawab dengan takut, "di-dia pergi ikut berperang bersama yang lainnya"
Wajah cantik Xie xiyun berubah, dia menghilang meninggalkan wanita paruh baya itu sendirian
__________
Di medan perang
" Kepala, Shitou li dan lainnya dipukul mundur! Lawan mendekat dengan cepat menggunakan tunggangan!" pengintai desa berteriak dengan sangat keras.
Pejuang desa Batu segera bersiap, mengambil kapak, tongkat dan katapel mereka. Di barisan mereka keluar orang tua dengan tongkat ditangannya, tepat di sampingnya adalah anak kecil berumur 5 tahun. Aneh jika dilihat, tapi orang dewasa tidak memandang rendah anak itu.
"Shitou che, kau akan memimpin unit katapel. Shitou mu, pergi ke desa dan bawa anak-anak dan wanita pergi ke tempat pengungsian.
Xiao budian, kau akan memimpin garda depan."
Orang tua itu berkata dengan suara yang keras.
"Baik kepala! " mereka yang dipanggil menjawab dengan keras.
Budian akan pergi ketika sebuah tangan keriput menghentikannya." jangan paksakan dirimu, mundur jika tidak ada peluang. Mengerti nak? "
Orang tua itu tersenyum dan menepuk kepala budian.
" Baik kakek " Xiao budian menganggukkan kepalanya. Lalu dia pergi bersama yang lain ke posisi yang telah ditentukan.
Tatapannya sangat dingin. Xiyun menatap lurus ke orang tua di depannya. Kakinya yang panjang dan cantik melangkah dengan tenang ke dalam tenda.
Xie xiyun berhenti, dia menunduk untuk menatapnya. "apa yang kau maksud dengan ini?" xiyun bertanya dengan suara dingin
Orang tua tersenyum pahit, "Maafkan aku tuan abadi. Ini salahku Budian ikut berperang" orang tua itu tidak berani menatap mata Xiyun.
Xie xiyun mendengus, dia menekan orang tua dengan auranya, "jangan pikir aku tidak tahu apa yang kau inginkan." kata Xiyun padanya.
Pejuang desa yang tertinggal merasakan sesuatu dan segera berlari ke tenda kepala desa mereka.
Saat tiba disana, mereka melihat kepala desa mereka tersenyum. "Ada apa?" tanya kepala desa pada mereka.
"Apa kau baik-baik saja kepala? " tanya orang paling depan.
"Aku baik-baik saja, kembali ke tempat." kepala desa mengusir mereka.
Pejuang desa saling memandang dan menganggukkan kepala. Mereka bubar dan pergi ke pos mereka.
"Maafkan aku tuan abadi. Untuk kali ini, bisakah aku menyusahkanmu untuk membantu?" kepala desa itu berkata.
Xiyun yang tembus pandang membatalkan kemampuannya. Dia meletakkan tangannya di pundak orang tua itu."jangan main-main denganku. Aku bisa membunuhmu tanpa sepengetahuan budian dan iblismu" kata Xiyun dengan suara rendah tapi sangat dingin.
Orang tua itu terkejut, ia menatap Xiyun dengan takjub. "kapan kau mengetahuinya?"
Xiyun tidak menjawab, dia meremas pundaknya dengan sangat kuat. "Mengerti?"
Orang tua itu meringis, "Baiklah"
Xiyun menarik tangannya, sebelum ia pergi dia tersenyum pada orang tua itu. "Untuk jaga-jaga, aku menanam segel padamu, kau tahu maksudku kan?" Xiyun kemudian menghilang.
Orang tua itu tersenyum pahit, ia keluar dari tenda dan melihat pohon besar di tepi desa.
Mengangkat tangannya yang sudah tua dan keriput, orang tua itu menggelengkan kepalanya dan tertawa getir.
"Untuk keabadian, bukan begitu pohon sakura?"
Mata orang tua itu berubah menjadi hitam, ia menatap medan perang ke dua desa.
"Maafkan kakek, budian" orang tua itu kemudian menghilang secepat Xiyun.
Di sebuah pohon yang tidak jauh dari tenda, Xiyun memperhatikan semuanya.
"Persis seperti yang dikatakan sistem, dia berubah menjadi setengah iblis. Sayang sekali" Xiyun menggelengkan kepalanya.
"Tapi kekuatannya tidak buruk. Dia dalam sekali jalan menjadi puncak murid qi" ucap Xiyun
Berpikir, Xiyun akhirnya memiliki ide bagus untuk memanfaatkan ini.
Menggigit bibirnya yang montok, Xiyun tidak sabar melihat apa yang akan terjadi.
Mengedipkan mata, Xiyun menghilang dari tempatnya.
____________
"Ugh, jadi sebenarnya kamu adalah putri? " tanya Shouyu ke tiga kalinya.
" Ya, benar senior. Aku putri dari kerajaan angin biru" Qingyu menjawab dengan sabar.
Shouyu menarik nafas dalam-dalam dan membuangnya. Dalam hati dia mengutuk, 'sial, mengapa plot seperti itu terjadi padaku?!!'