
"Guru!" Xiao budian berteriak. Dia segera mendatangi tuannya.
Xie xiyun menggosok kepala bulat muridnya. "Sepertinya kau baik-baik saja muridku"
Budian menyipitkan matanya seperti anjing, bahkan sedikit menggeram. "budian telah tumbuh lebih baik guru." jawabnya pelan.
Xie xiyun menggelengkan kepala lalu menjentikan jarinya ke dahi muridnya yang botak. "Guru kecewa. Kamu terlalu bergantung kepada guru, bahkan tidak berpikir bagainama menghadapi pak tua itu."
"Aduuh, itu salahmu guru. Bukankah guru yang mengatakan jika seseorang dengan kekuatan yang jauh, jauh lebih kuat dariku, aku harus memanggilmu." jawabnya sambil mengelus dahinya yang bengkak.
"Menjawab! Guru memerintahkanmu itu, tapi tidak menyuruhmu untuk tidak bertarung. Jika mentalitasmu mundur didepan orang yang kuat kau akan tetap menjadi lemah, mudah di injak seperti semut! " bentak xiyun kepada muridnya.
Budian menundukkan kepalanya, tidak berani mengangkat kepalanya. Orang-orang dibelakangnya juga menundukkan kepala. Mereka takut, juga kagum pada Xie xiyun. Ketakutan ini berasal dari jiwa mereka. Ini adalah ketakutan pada seseorang yang jauh lebih kuat yang tidak dapat dijangkau oleh mereka.
"Sudahlah. Guru akan membersihkan kekacauan yang kalian buat. " Xie xiyun berbalik dan melihat pasukan desa serigala.
'Sayangnya, diantara kalian tidak ada yang berbakat seperti dia, bahkan jika sedikit lebih rendah dan masuk ke dalam kriteria sistem, aku tidak akan melakukan hal ini' katanya dalam hati.
Pasukan disisi lain bergetar. Tatapan dari wanita di depan mereka sangat menindas, menurunkan semua moral mereka ke dasar jurang.
"T-tuan abadi mati dengan sangat m-mudah?! Iblis!! " seseorang ditengah pasukan berteriak ketakutan.
" Iblis d-di dalam kulit m-manusia!! " seseorang lainnya menambahkan
" M-mundur! " seseorang kabur dengan menyelipkan ekor diantara kaki mereka.
" L-lari, kembali ke desa! Hanya keberkahan dewa serigala yang bisa melindungi kita! " dengan kata-katanya semua pasukan kehilangan semua moral mereka dan mundur dengan cepat.
Xie xiyun tersenyum berkata pelan," pasukan tanpa moral seperti domba menunggu disembelih. " ditangan kanannya tiba-tiba sebuah pedang hitam muncul entah dari mana.
" Serang". Ia mengucapkan pelan, tapi kata-katanya masih terdengar oleh orang-orang disekitarnya.
Mereka saling memandang, melihat pedang hitam itu dengan penuh penasaran.
Tidak lama setelah itu, pedang hitam melesat dari tangan Xie xiyun dengan kecepatan yamg sangat cepat. Pedang itu mengarahkan mata pedangnya ke salah satu pasukan serigala yang melarikan diri.
"Ap-?!" sangat cepat, sampai orang tersebut tidak sempat berteriak. Sebuah pedang hitam tertancap di belakang kepalanya, menembus tempurung kepalanya hingga ke dahinya secara horizontal.
Para pasukan dari desa serigala terdiam. Tapi tidak berhenti, serigala sebagai tunggangan mereka terus melaju dengan cepat untuk kembali ke sarang mereka. Bahkan jika tuan mereka memerintahkan untuk berhenti, para serigala cerdas ini tidak akan berhenti bahkan jika menghianati kehendak tuan mereka. Karena musuh di depan sangatlah kuat!!
Alpa pemimpin pasukan ini dan juga kepala desa serigala menggertakkan giginya ketika melihat kematian rekannya yang mengenaskan.
"putri dari sekte abadi. Kami mengandalkanmu untuk melindungi kami hingga kami sampai ke desa serigala. " Alpa berbalik, menyatukan kedua telapak tangannya, membentuk sebuah salam dan sedikit membungkukkan badan.
Gadis kecil itu keluar dari pikirannya. Putus asa dan kesedihan masih ada disana tapi harapan untuk bertahan hidup dan membalas dendam juga tidak pudar. Karena dekan luar dari sektenya akan segera datang!!
Dekan luar bukanlah judul yang bisa dimiliki oleh sembarang orang di sekte tersebut. Hanya pembangkit inti emas yang bisa diangkat sebagai dekan luar dan itu hanyalah salah satu dari banyak syarat. Hal itu membawa harapan pada dia, Suying seorang murid luar.
" Baik, serahkan padaku" Alpa mengangguk serius.
Alpa mengambil napas dalam-dalam, menahannya di perutnya. "Semuanya, buat 3 barisan! Menyebar! Setengah jalan dari desa bubarkan barisan dan bergerak sendiri. Lindungi langit-langit sambil menjaga benteng(1)." berteriak dengan sangat keras.
Bukan tanpa alasan dirinya menjadi pemimpin dari orang-orang ganas juga cerdas ini. Dia memiliki pemberian yang dikatakan berasal dari dewa serigala yang di sembah dan di agungkan oleh penduduk desa.
"Sentuhan rohani". Adalah nama yang diberikan oleh panatua di desa serigala. Nama tersebut sangat cocok. Sayangnya, semua kekuatan khusus bukan tanpa harga. Setiap kali dia menggunakannya sakit yang membakar terasa di tenggorokan miliknya.
Pasukan dari desa serigala mendengar suara pemimpin mereka, mengangguk kepala. perlahan mereka menjadi tenang dan mengembalikan insting mereka. Segera 3 barisan terbentuk dan menyebar ke kedalaman hutan yang rimbun.
Tetapi hal itu tidak menghentikan pedang hitam untuk membunuh rekan mereka satu demi satu. Setiap kejatuhan rekan mereka membawa mereka yang masih hidup ke puncak harapan untuk bertahan hidup.
Para pasukan bahkan memvariasikan gerakan mereka dan bertukar tunggangan dengan lompatan udara. Berharap dapat mengecoh pedang iblis pembunuh.
Xie xiyun mengangkat alis, memancarkan sedikit ketertarikan pada aksi pasukan ini. Ia menambah kecepatan pedang ke puncak. Berharap, pasukan ini bisa menunjukkan sedikit hiburan untuknya.
"Ap-" pedang hitam itu bersinar, memotong dengan kecepatan yang tidak terlihat pada mata telanjang. Melepas 3 kepala ke angkasa.
Alpa membuka mulutnya. "Ti-tidak mungkin, itu bukan kecepatan tercepatnya?!" kengerian mengisi wajahnya.
Wajah suying juga berubah. Jika sebelumnya dia percaya diri untuk bertahan hidup bahkan bisa melindungi orang-orang ini, sekarang dia hanya bisa fokus pada dirinya sendiri.
Ia menebak, kecepatan ini telah melampaui tahap murid qi, tapi mencapai ranah pendirian yayasan!!
Hanya butuh beberapa menit, pasukan di kurangi hingga tinggal belasan saja. Alpa dan yang lainnya sudah terpojok bahkan sebelum mereka memasuki setengah jalan ke desa mereka.
Alpa melihat ke langit, berharap sebuah keajaiban membantu mereka keluar dari malapetaka ini.
Xie xiyun menggelengkan kepala, "Aku berharap terlalu banyak pada para sampah ini."
"Musnahkan! " ucapnya.
Pedang menukik tajam ke bawah menembus dedaunan langsung menuju Alpa pemimpin pasukan dan kepala desa serigala.
Pasukan lainnya setia, mereka berusaha melindungi pemimpin mereka, menutupinya dengan tubuh mereka.
Seakan memiliki mata, pedang hitam itu meliuk mencari celah dan akan menusuk jantung Alpa, tetapi berhenti satu inci darinya.
Suying yang kuyu dengan pakaian compang camping penuh dengan luka sayatan pedang menatap ke kedalam hutan dengan binar di matanya.
Setelah penghindaran pahit dan penyelamatan diri, dia berhasil bertahan dari serangan pedang itu. Tapi sekarang dia tidak perlu takut, karena Dekan luar sektenya ada disini!
Posisi akan segara terbalik!