
"Apa?!" semua orang di desa dihempaskan oleh serangan mendadak dari akar pohon yang tiba-tiba keluar.
"Kalian akan tinggal disini selamanya. " suara misterius yang tidak diketahui jenis kelaminnya bergema di telinga semua orang.
Tiba-tiba pandangan mereka menjadi gelap. Satu persatu semua orang jatuh ke tanah, tidak sadarkan diri. Jika dilihat dari luar, itu adalah kabut hitam yang menyelimuti seluruh desa!
Akar-akar menyeret semua orang, tapi cahaya yang menyilaukan mengusir kabut dan memukul mundur semua akar.
"pohon iblis, cukup sampai disini . Aku akan membunuhmu. " Seorang wanita yang sangat cantik menerobos kabut hitam dengan sebuah payung yang menyilaukan dengan raut wajah yang sangat serius.
Kabut hitam tidak bisa menyelimuti dirinya. Ketika dia terus maju, kabut hitam akan terus terdorong dan perlahan menghilang. Tapi, pohon iblis itu bukan pohon biasa.
Kabut hitam yang akan menghilang tiba-tiba menjadi sangat banyak dan memenuhi seluruh langit, bahkan ketika payung misterius mengeluarkan cahaya lebih menyilaukan tidak dapat memukul mundur kabut.
"Jangan samakan aku dengan iblis rendahan itu manusia. " suara yang entah dari mana menyebar dari kedalaman kabut.
Xiyun menyipitkan mata. Dia menjatuhkan payung, dan membuat beberapa tanda tangan misterius.
Seolah mengabaikannya, pohon iblis menyeret penduduk desa ke kedalaman kabut. Tepat saat itu, ia mengangkat tangan dan aliran mana kuat menembus kabut.
"Semuanya adalah pedangku. Turunlah ke bumi, bersihkan musuh ini! " dengan kata-kata nya, benda yang tak terhitung jumlahnya melayang-layang membentuk tornado di tengah kabut.
Batu, kerikil, rumput, batang kayu, kapak dan banyak lainnya terus berputar dan turun ke bawah mengitari Xiyun.
Kabut hitam itu menyebar, tidak kuasa menahan kekuatan pedang hebat yang tertanam pada setiap benda-benda yang berputar semakin cepat.
Dengan kesempatan itu, Xiyun mengarahkan payungnya ke atas langit dan cahaya yang sangat menyilaukan terpancar dari seluruh langit.
Di atas puncak pohon hitam, berdiri sosok misterius menatap silau di tengah kabut.
Dia tersenyum, "Kamu besar kepala atas kemenanganmu, manusia." dia mengangkat tangan, kilatan warna ungu menyebar.
Penduduk desa yang tidak sadarkan diri, tiba-tiba membuka mata. Mereka serentak berdiri dan membungkuk pada sosok di atas pohon.
Sosok itu mengangguk. Semua orang mundur dari medan tempur dan pergi ke suatu tempat yang tidak di ketahui.
Xie xiyun tidak mengetahui hal itu. Kabut yang di lepaskan masih menghalangi jarak pandangnya. Meski begitu, batang besar pohon itu masih nampak sehingga sistemnya dapat berfungsi dan menganalisis tingkat kultivasinya.
[Pohon sakura ilusi, pendirian yayasan akhir]
[Tingkat bahaya: sedang]
Setelah pertarungan mematikan itu, ia telah naik ke tingkat pendirian yayasan awal. Ketika dia naik ke alam besar, bersamaan dengan itu sistemnya mengalami peningkatan.
Salah satu dari peningkatan itu adalah tingkat bahaya yang baru saja di tunjukkan di panel sistem.
Dari rendah ke tertinggi di urutkan di bawah ini:
[Rendah: Tuan rumah tidak akan mengalami cedera]
[Sedang: Tuan rumah berpotensi luka berat jika tidak berhati-hati]
[Tinggi: Tuan rumah berpotensi akan mati]
[Tertinggi :Tuan rumah pasti akan mati]
Ketika Xiyun melihat ini dia sangat kesal. Seolah-olah dia akan menyinggung sesuatu yang tidak bisa dia singgung dengan sengaja.
Kembali pada saat ini. Xiyun mengarahkan jarinya, menunjuk pohon hitam itu.
Segera, semua benda yang dikendalikannya melonjak ke depan dengan sangat cepat. Semua kabut yang menghalangi terhempas.
Pohon hitam bukan ayam yang menunggu di sembelih. Akar-akar besar menghempaskan benda-benda yang melayang, tapi tidak bisa menghentikan semuanya yang masuk.
Alhasil, tanah di sekitar pohon itu bersimbah dengan darah. Xiyun tersenyum melihat perkembangan pertempuran dari jauh. Dia bersyukur memilih untuk menaikkan pemahaman teknik ini secara instan dengan bantuan satu kali sistem.
"Guru! " suara yang sangat familiar memanggilnya.
Xiyun berbalik dan melihat budian berlari dengan sangat cepat ke arahnya.
" Guru, Apa yang terjadi disini?! " tanya budian dengan wajah cemas.
Xiyun menepuk kepalanya. Dia menunjuk pohon hitam yang berdarah dengan sangat hebat.
" Itu adalah iblis. "
" Ib-iblis? Apakah iblis masih ada di dunia? Bukankah mereka sudah musnah sejak lama? " tanya Budian dengan cepat.
" Iblis tidak musnah, mereka pergi ke tempat asal mereka. " ucap Xiyun dengan serius.
" Apakah semua iblis akan kembali? Bukankah itu akan menjadi bencana besar bagi manusia guru? " tanya budian, khawatir.
" Ya, itu akan menjadi bencana besar bagi umat manusia. Tapi bukan hanya iblis yang kembali, tapi banyak ras yang pernah berkuasa akan kembali. "
" Begitu. " Budian tersenyum aneh.
Xiyun melebarkan matanya. Ia menatap budian dengan tatapan tidak percaya.
Sebuah kayu dengan mana yang tajam menusuk jantungnya. Darah merah mengalir turun seperti air terjun.
Xiyun tidak bergerak dari tempatnya. Dia menatap Budian dalam-dalam. "Siapa kamu? Mengapa kamu mengambil tubuh muridku?"
Budian menaikkan alisnya dan mundur beberapa meter dari Xiyun.
Dia tersenyum, "Bagaimana kamu tahu?"
"Budian tidak akan melakukan ini. " Xiyun berkata dengan tegas.
Budian tidak membalasnya. Dia terus tersenyum melihat manusia di depannya yang terus kehilangan darah.
Xiyun mengerutkan kening. Kepalanya mulai terasa pusing karena darahnya keluar terus menerus. Ia tahu, jika dia mengeluarkan kayu ini, ia pasti mati.
Menggertakkan giginya, ia memeras semua mana yang tersisa di tubuhnya,mengendalikan semua benda terbang dan bersatu menjadi satu.
"Bahkan jika aku mati, kamu juga akan mati!" Xiyun teriaknya. Bayangan pedang yang sangat besar melayang di atas pohon hitam. Menunjuk langsung ke sosok yang berada di puncak pohon hitam.
Wajah budian berubah. Dia menutup mata,
budian jatuh dan kehilangan kesadarannya.
Xiyun tersenyum sadis dan memotong pohon hitam itu dari jarak jauh. Kekuatan yang luar biasa menggetarkan gunung menghancurkan bumi di sekitarnya.
Sosok tidak jelas di puncak pohon membuat pelindung tapi tidak dapat menghentikan pedang besar. Dengan tidak berdaya, ia menggugurkan satu daun ungu di puncak pohon yang dengan susah payah dia lindungi
Tiba-tiba, mana disekitarnya menjadi kacau. Jutaan kelopak bunga ungu melayang di udara, dan bersinar secara bersamaan.
Xiyun merasakan perasaan tidak menyenangkan. Dengan cepat, ia menarik Budian ke arahnya. Lalu menghilang secara misterius.
Jutaan kelopak bunga ungu menyelimuti pedang itu dan menetralkan semua pengaruh mana orang lain di dalamnya.
Tapi, bukannya tunduk. Pedang itu meledak berkeping-keping, menghancurkan semua yang ada disekitarnya. Jutaan kelopak tadi musnah dan pohon hitam terluka di semua sisi.
Sosok misterius itu memuntahkan darah. "Manusia, aku akan membunuhmu!" dia maraung.