The World Reincarnation

The World Reincarnation
Raja tentara dan gadis suara



"1 Buah untuk 1 emas?" Pria tua itu mengulangi kembali apa yang dikatakan Lin feng.


Keheningan terjadi disekitar lokasi stand.Lin feng baru saja akan berubah pikiran ketika sebuah teriakan menusuk telinganya.


"Aku akan membeli semuanya!! " sebuah teriakan bernada tinggi yang sangat kencang berdenging di telinga semua orang. semuanya menoleh dan melihat wanita tua yang penuh benda berkilau-kilau keemasan, anehnya dia tidak membuka mulutnya sedikitpun.


Lin feng tercengang, 'apakah aku menjualnya dengan harga terlalu rendah?'pikirnya dalam hati.


Tidak berhenti disitu, sebuah tekanan besar menekan semua orang disekitar stand dan itu termasuk Lin feng.


"Jual itu semua padaku, 20 emas untuk semuanya." suara berat terdengar di lokasi stand.


Semua orang menoleh, melihat sumber suara dan tekanan ini berasal.seorang pria tua keriput berjubah hitam aneh berjalan lambat ke arah stand.


Wanita tua itu tidak senang, dia menatap tajam ke arahnya.


Pria tua merasakan sesuatu lalu menoleh, tatapan mereka bertemu satu sama lain.ia mengangkat alisnya, "Aku tidak menyangka akan bertemu dengan gadis suara disini."


Semakin banyak orang yang datang ke lokasi tenda Lin feng.banyak orang mendengar perkataan dari pria tua aneh, salah satunya orang berseru.


"Gadis suara dari pavillun teratai? dia adalah legenda diantara legenda." orang yang mengatakan hal itu segera dijauhi, menyisakan banyak ruang disekitarnya.


Ternyata yang mengatakan itu adalah pria muda berkacamata, ia terlihat seperti seorang kutu buku.


Semua orang disekitarnya menatapnya yang membuatnya malu, dia melanjutkan,


"Gadis suara menjadi legenda karena dia berbeda dari teman-temannya yang tetap mempertahankan kecantikan mereka.tapi hal itu justru membuat terobosan dalam unsurnya, dia segera melonjak dan mengalahkan semua murid lalu tetua pavillun dengan kekuatannya."


"Karena dia dipanggil sebagai gadis suara, tentunya unsurnya adalah suara.unsurnya menembus belenggu dan bermutasi.dia bisa membunuh seseorang tanpa membuka mulutnya." pria muda berkacamata itu berkata dengan penuh semangat seolah-olah dia adalah komentator.


Karena dia. banyak orang tahu, wanita tua bukan, gadis ini tidak mudah untuk disinggung.


Berbeda dari orang lain yang dapat menerima hal itu dengan mudah, Lin feng heran dan mengutuk ke anehan dunia ini.


'Apakah kalian bercanda?mengapa wanita tua dijuluki gadis suara?apakah kalian semua buta?


katanya dalam hati.


Gadis suara membalas, "Aku tidak tahu kau masih hidup tua bangka." senyum mengejek muncul di wajah keriputnya.


"Ya, aku hidup dan terus menendang." balas pria tua.


"Ooooh! dia adalah raja tentara yang legendaris.


dia nyatakan hilang saat peperangan terakhir di timur melawan serbuan hewan buas.aku tidak tahu jika dia masih hidup." pria muda berkacamata menghela nafas.


Dia kemudian melanjutkan, "Rumor mengatakan raja tentara telah menembus alam abadi, aku tidak tahu apakah itu benar?"mengipasi api, pria muda itu menyebarkan rumor.


" Gadis suara, berikan aku beberapa wajah.aku ingin semua buah ini untuk muridku." pria tua itu menatap wanita tua(gadis suara-_-).


"Berikan beberapa wajah?kau kira wajahmu sangat berharga tua bangka.kau hanya selangkah lagi ke kuburan, dan langkah itu akan kulakukan."gadis suara melayang di atas langit. benda-benda berkilau ditangannya menghilang, digantikan dengan sebuah artefak seperti suling ditangannya.


"Sepertinya pertarungan kita di masa lalu akan di selesaikan disini wanita tua." raja tentara membuka jubahnya.sebuah artefak terungkap di depan mata banyak orang.baju besi hitam legam dengan sinar suram memancar darinya.


"Itu adalah artefak khusus keduanya.sepertinya mereka benar-benar serius." pria muda itu berkata dengan semangat yang tinggi.


"Hehehehe, aku akan membunuhmu kali ini." tertawa seperti hantu, gadis suara meniup serulingnya.


Raja tentara melihat hal itu, memakai topeng dengan cepat.itu menutupi seluruh kepalanya, karena benda itu adalah artefak yang khusus digunakan untuk melawannya.


"Tuan dan nyonya apakah kalian berdua ingin menyinggung dekrit kaisar? " seorang prajurit muda lengkap terbang di antara keduanya.


Wajah raja tentara dan gadis suara berubah.mereka secara alami tahu tentang dekrit itu, tapi setelah bertemu dengan musuh bebuyutannya mereka berdua tidak banyak berpikir dan ingin bertarung membunuh satu sama lain.


Tapi setelah mereka mengambil langkah ini, mereka berdua terlalu malu untuk turun dan bersikap seolah-olah tidak terjadi apa-apa.


berpikir tentang itu, jika saja seseorang tidak menyebutkan identitas mereka dengan keras, mereka berdua tidak akan terlalu malu.


Raja tentara dan gadis suara menatap tajam ke pemuda berkacamata.


Merasakan tatapan mengancam, pemuda itu segera undur diri, masuk ke kerumunan dan menghilang dari lokasi stand.


Prajurit bersenjata lengkap dengan armor mengkilap dan pedang panjang yang bersinar turun kembali ke tanah. Ia menyediakan jalan keluar bagi keduanya.


"Tuan raja tentara dan gadis suara kalian dapat bertarung di kolesium.disana kalian bebas, tidak ada aturan." prajurit itu berkata dengan wajah lurus.


Mereka berdua segera menerima dan turun.raja tentara tidak lupa dengan bisnisnya.dia segera tiba di depan Lin feng.


"Nak, jual semua buahmu padaku." dengan senyum lebar dia berkata pada Lin feng.


"Tunggu!aku akan membayar 3 kali lipat harga." gadis suara segera memotong dan menempatkan penawarannya diatas meja.


Lin feng mengerutkan kening, dia secara alami senang bahwa buah-buahnya dijual dengan harga lebih tinggi.tapi apa yang membuat dia tidak senang adalah prajurit itu melihatnya dengan tatapan keserakahan.


"Nak, aku akan membayar 5 kali lipat harga." raja tentara tidak mau kalah dan segera menambahkan.


Merasa terpancing gadis suara nyaris tidak bisa menahan amarahnya.bukannya dia takut pada prajurit yang tadi, tapi jika dia bertindak sekarang maka, konsekuensinya bukan hanya padanya tapi pavillun teratai juga akan terkena.


Sekarang adalah saat-saat kritis.bahkan untuknya seorang ahli nascent soul gugup menunggu kebenaran dari ramalan itu.


Lin feng segera memutuskan.ia mengemas semua buahnya dalam sebuah karung yang dia sediakan lalu memberikannya padanya.


Raja tentara tersenyum dan menyerahkan sekantong kecil emas.


"hitunglah, apakah itu cukup." raja tentara berkata


Lin feng membuat perkalian dalam pikiran, dan segera mulai menghitung dengan sangat cepat.


"Cukup." Lin feng menganggukkan kepala dan berkata.


Sebelum pergi, raja tentara menyerahkan kartunya. "Ini ambillah.jika kau menemukan buah ini kembali, katakan saja padaku aku akan membelinya dengan harga yang sama." dia meletakkan kartunya di meja stand dan pergi dengan santai.