The World Reincarnation

The World Reincarnation
"Semua berkumpul di kekaisaran Qin (2)



Gadis itu berjalan dengan mantap.perlahan-lahan akhirnya mereka sampai di kamar no. 9.


"Tolong masukkan kartu anda disini tuan." gadis itu dengan sopan berkata.


Shouyu melihatnya dan mengangguk.ia maju memasukkan kartu kristal.pintu kamar seketika itu terbuka, memperlihatkan kamar tidur yang mewah dan lengkap.


"Jika tuan memerlukan sesuatu, tekan tombol ini dan saya akan segera kemari." gadis itu menunjuk sebuah tombol dengan senyuman di wajahnya.


Shouyu mengangguk mengerti dan berterimakasih padanya.


Gadis itu pergi dan akhirnya meninggalkan mereka berdua di kamar.


Shouyu melihat 2 ranjang dan berpikir apakah dia dapat tidur disini.lebih baik menghemat uang selagi bisa bukan?


"Putri, jika kau tidak keberatan bagaimana jika kita tidur bersama." Shouyu berbalik dan berbicara padanya.


Kepala Qingyu penuh kekacauan.setelah bertemu dengannya, dia menjadi aneh.


Qingyu diam dan akhirnya menganggukkan kepala.


'Seperti yang diharapkan dari seorang putri, dia adalah sosok yang rasional.' kata Shouyu dalam hati.


Qingyu berpikir ke arah lain,'Jika dia mencoba berbuat sesuatu padaku maka hanya akan menghajarnya'


"Putri, ada hal yang ingin kubicarakan.ini soal ayahmu". Shouyu memulai perkataannya.


Qingyu mendengar ini tentang ayahnya dia menjadi serius.


"Tunggu, aku akan memasang pelindung anti suara." Qingyu membuat gerakan tangan.


"Sudah, lanjutkan."


Shouyu terkejut dalam hati.meski penasaran dan ingin bertanya ia menahannya dan mulai melanjutkan apa yang ia dengar tadi.


"Aku mendengar dari ini dari 2 orang yang berada di dalam toko tadi.mereka berkata kerajaan angin biru mengumpulkan pasukan besar untuk menyerang salah satu dari sekte besar." katanya.


Diam.suasana menjadi hening.Shouyu tidak mengganggu pikirannya.ia diam-diam menunggu apa keputusan gadis cantik di depannya.


"Fuuuuuuh, aku pikir itu sangat mungkin terjadi."


Qingyu menghela nafas.dia memijat kepalanya yang sakit.


"Apa rencanamu putri? " Shouyu bertanya padanya.


"Kita akan menunggu disini.ayahku harus datang ke kekaisaran Qin sebelum dia menyerang sekte." Qingyu mengerutkan keningnya.


"Seperti ada yang kau khawatirkan putri." tanya Shouyu tanggap.


"Pernahkah kau mendengar tentang ramalan? " Qingyu tidak menjelaskan dan bertanya padanya.


" Ramalan? tidak aku tidak." Shouyu menggelengkan kepalanya.


"Kau benar-benar.. " Qingyu tidak tahu harus berkata apa pada laki-laki ini.


Shouyu tersenyum pahit.bagaimana bisa dia tahu banyak, jika dia baru saja tiba di dunia ini.


" Ramalan yang berasal dari reruntuhan takdir.ramalan ini bukan ramalan biasa dan ini bukan satu-satunya ramalan yang ada di reruntuhan itu." wajah Qingyu serius.


"Salah satu dari ramalannya adalah ramalan 'penyerangan besar'. sayangnya, tidak ada yang percaya ramalan itu sebelum mereka merasakannya."


"Setelah melewati perang besar, para pemimpin wilayah berseteru tentang kepemilikan reruntuhan takdir.jika bukan karena perang besar membuat sebagian dari kekuatan mereka musnah masing-masing dari mereka tidak akan berkompromi tentang masalah ini."


"Setelah berbagai diskusi, masing-masing kekuatan besar itu akhirnya membuat kesepakatan satu sama lain.mereka tidak akan menyembunyikan ramalan tapi mereka akan menyebar luaskan ramalan-ramalan agar semua orang dapat bersiap."


Qingyu melihat serigala dipundaknya,


"Ramalan yang dikhawatirkan semua orang dan monster race adalah kembalinya ras kuno."


*Ding* "Tuan rumah telah membuka Main Quest ke-2"


"Raksasa, malaikat, elf dan ras terkemuka lainnya pernah hidup didunia ini tiba-tiba menghilang secara misterius. waktu yang tepat mempertemukan mereka kembali ke dalam patahan waktu yang benar."


"Buat dirimu diakui oleh 3 ras zaman kuno dan menjadi sahabat mereka.mereka akan memberimu keberuntungan yang lebih besar."


Hadiah:???


Waktu dimulainya misi: 6 bulan


Shouyu melihat panel sistem, menghela nafas lega bahwa ia masih punya waktu 6 bulan lagi.


"Putri apakah kau tahu dimana gunung yujing berada? " Shouyu menyela lamunannya.


" Gunung yujing?apakah kau mengacu pada gunung yang dapat menghilang?"


"Gunung yang dapat menghilang? "


" Ya, gunung itu dapat menghilang dan akan kembali muncul 6 bulan kemudian.beberapa tahun lalu gunung ini sangat terkenal, banyak orang yang ingin masuk kedalamnya untuk mencari harta tapi kabut yang menyelimuti seluruh gunung membuat mereka semua tersesat dan tidak pernah kembali lagi."


"Beberapa tokoh besar yang berada di alam abadi mencoba jalan untuk masuk tapi itupun sia-sia, mereka tidak pernah kembali setelah memasukinya.banyak orang akhirnya menyerah dan mulai melupakan gunung itu.yah mungkin ada beberapa orang yang percaya diri dan akhirnya masuk." Qingyu tersenyum tipis.


"Dimana aku bisa menemukan gunung itu? " tanya shouyu.ia masih ingat misi utama pertamanya yang menunggu untuk diselesaikan.


"Itu tidak terlalu jauh dari sini.mengapa kau bertanya?" tanya Qingyu.


"Aku ingin pergi ke sana, ada sesuatu yang ingin kulakukan." jawab Shouyu singkat.


"Aku sudah menebak kau akan mengatakan.aku akan menemanimu."


"Terimakasih putri, tapi sebaiknya kamu tetap tinggal di kekaisaran untuk bertemu dengan ayahmu." Shouyu menolak dengan sopan.


"Tidak perlu khawatir, kita akan kembali dengan cepat menggunakan hartaku." Qingyu dengan bangga mengatakan.


"Baiklah jika kau memaksa putri." Shouyu tersenyum.


Qingyu melihat senyumnya menjadi jengkel, dia mengingat pikirannya yang tidak murni dan lebih jengkel dengan laki-laki tidak peka di depannya.


"Aku berubah pikiran, kau harus keluar dan meminta kamar lain untukmu,aku akan tidur disini." ucap Qingyu, kesal padanya.


Shouyu menggelengkan kepala dan berpikir bahwa wanita adalah manusia berubah-ubah.


Ia keluar dari kamar dan meminta kepada pak tua didepan untuk memberinya kamar lagi.


"Terimakasih." Shouyu melihat kartu kristal dan pergi ke kamarnya.


______


"Guru tempat ini besar sekali! " Budian berseru melihat bangunan-bangunan tinggi.


"Budian berhentilah berlarian dan jaga sikapmu, dikampung halaman guru ada bangunan yang lebih tinggi dari ini." kata Lin feng membanggakan.


"Benarkah?kapan guru mengajakku pergi ke kampung halaman guru? " Budian berhenti dan bertanya dengan penuh semangat padanya.


" Lain kali guru akan mengajakmu." Lin feng menggosok kepala Budian.


Lin feng melihat sekeliling tapi tidak menemukan petunjuk arah.ia bertanya pada salah satu pejalan kaki.


"Permisi pak, bisakah kau memberitahuku dimana klan xiao berada? " tanya Lin feng sopan.


Pria paruh baya yang dihentikan oleh Lin feng melihat ke arahnya dan menjawab dengan nada tidak senang," Aku tidak tahu.berhentilah menghalangi jalanku." pria paruh baya mendorong Lin feng ke samping.


Lin feng melihatnya pergi dengan tatapan kosong. budian marah karena sikap pria paruh baya itu.


"Guru mengapa kita tidak mengajari dia pelajaran seperti sebelumnya." budian membujuk gurunya bertindak.


Lin feng sadar, ia menggelengkan kepalanya.


"Kita lanjutkan mencarinya nanti.ayo pergi, carilah penginapan dulu."