
"sepertinya dunia ini lebih menarik dari yang aku kira." pikir Shouyu dalam hatinya.
"Kau tahu, aku sebenarnya sangat senang dapat keluar dari kerajaan."
"Aku hanya khawatir ayahku bertindak berlebihan.karena itu aku harus pulang."
Dengan suara lembut, qingyu melihat langit biru luas.
Shouyu diam dan tidak menganggunya.ia terus berlari menuruni gunung.
Kembali saat ini, keduanya tepat berada di depan gerbang dan akan segera masuk.
"Tunggu! "Kapten penjaga gerbang menghentikannya.
Shouyu berhenti dan menoleh melihat kapten itu." ada apa? "tanyanya.
" sepertinya kau tidak tahu, kamu harus membayar biaya masuknya." kata kapten dengan nada ramah.
"Biaya masuk?berapa itu? " tanya shouyu kembali padanya.
" 3 Koin emas."
'Putri aku tidak punya uang.kau harus membayarnya.' bisik shouyu padanya.
'kau tidak perlu khawatir, aku akan membayarnya.' qingyu mengeluarkan 3 koin emas dan menyerahkannya pada shouyu.
Shouyu melihat koin itu sejenak dan memberikannya pada kapten penjaga itu.
Menerima koin emas, senyum kapten itu terlihat lebih ramah.
"Ambil ini.ini adalah kartu tanda penduduk sementara.kalian tidak akan dipungut pajak keluar atau pajak lainnya."
Shouyu menerima dengan senang hati.ia berterimakasih dan segera masuk ke dalam.
"Aku tidak tahu kalau penjaga kekaisaran ini begitu ramah pada para pengunjung."
"Ramah? biaya masuk hanyalah 3 tembaga" putri itu mencibir.
"???, putri mengapa kamu tidak? " shouyu menatapnya dengan bingung.
" Karena aku kaya dan aku tidak ingin repot bertengkar dengan dia." jawabnya santai.
seolah-olah itu hal yang tidak penting untuk dikatakan.
'dunia orang kaya benar-benar berbeda' kata shouyu dalam hati.
Dia menggelengkan kepalanya dan melihat banyak jalan menuju entah kemana.
"Putri, kemana kita akan pergi? "
Qingyu berpikir, 'selagi ada kesempatan aku akan pergi melihat apa yang kuingankan.'
"kita akan berkeliling,berjalanlah dengan santai aku akan mentraktirmu."qingyu menepuk pundak shouyu dengan bangga.
Shouyu menahan emosinya.ia berjalan lambat sambil berfantasi bagaimana menghukum putri sombong ini.
"shouyu berhenti.berhenti!" qingyu berbicara lebih keras.
Shouyu keluar dari fantasinya.ia melihat kekanan, wajah mereka sangat dekat satu sama lain saat ini.
Qingyu malu, dia segera menarik kepalanya.
"pergi ke sana!aku ingin membeli sesuatu." dia menunjuk ke toko-toko yang besar.
"oke" shouyu segera menanggapi dan pergi ke arah yang di tunjuknya.
_____
"Guru aku ingin minum susu." suara anak laki-laki berumur 8 tahun bergema di gua.
Menunggu jawaban yang tak kunjung datang anak laki-laki itu kembali berteriak, "Guru aku ingin susu!"
Laki-laki muda keluar dari gua.ia tampak bersih dan rapi tapi dengan kontras wajahnya yang tidak berdaya membuatnya tampak aneh.
"Guru kau akhirnya keluar.aku tidak sabar untuk minum susu." dengan mata yang bersinar anak laki-laki yang berumur 8 tahun itu menyeret gurunya.
Tak berdaya, gurunya mengikuti keinginan Budian.
"Berjanjilah pada guru, kau akan berkultivasi dengan benar setelah minum susumu."
"Ummm." Budian menganggukkan kepalanya.
Setelah mencari disekitar hutan, mereka akhirnya menemukan macan betina yang mempunyai anak.Budian menatapnya dengan tatapan panas.ia segera menerkam dan mengalahkan macam betina itu dengan mudah.
Gurunya menggelengkan kepala, dan membantu muridnya mengambil susu macan betina ini.beberapa saat yang membosankan dengan rintihan pelan macan itu akhirnya seorang guru yang baik hati telah menyelesaikan satu botol susu untuk muridnya.
"budian kau bisa melepaskan macan itu." gurunya berkata pada muridnya.
Dengan sangat cepat budian melepaskan macan betina itu dan menatap botol susu ditangan gurunya dengan tatapan panas.
"Guru~" dengan mata memelas dia meminta susu.
Tidak tahan dengan muridnya ini, ia segera melemparkan botol susu.Budian menangkapnya dengan cepat.
'Haah, bocah jenius memang unik.' kata gurunya dalam hati.jika saja Shouyu melihatnya dia pasti akan meneriakinya sebagai penipu.
'Sistem berapa waktu yang tersisa?' dalam hati ia bertanya pada sistem.
"8 Bulan." suara dingin menjawab pertanyaannya.
'sudah waktunya untuk turun gunung dan mencari murid baru yang potensial.' sebuah penyesalan terlihat di wajahnya.
Lin feng memandang muridnya yang menyedot susunya dengan penuh semangat.ia tersenyum dan berkata padanya, "Budian ayo pergi."
Budian melihat gurunya dan menganggukan kepala segera mendekati.
Setelah pertempuran dengan shouyu, Lin feng bertemu dengan sebuah desa.di desa tersebut dia bertemu muridnya, yang merupakan jenius.
Apa yang tidak dia pikirkan, muridnya ini ternyata adalah keluarga kerajaan kekaisaran Qin.mendengar cerita dari kakek yang menjaganya, ada sebuah perselisihan keluarga dan hal tersebut membuat muridnya kehilangan akar spritual.
Akar spritual sendiri adalah sebuah cabang-cabang aliran yang kompleks yang gunanya untuk menyerap energi alam dari luar ke dalam tubuh.hilangnya akar spritual dapat membuat tidak dapat berkultivasi.
Tapi Lin feng tahu, muridnya memiliki keberuntungan yang sangat besar.akar spritualnya perlahan beregenerasi dan itu menjadi semakin ajaib.
Karena cemas dengan situasi keluarga yang menegangkan, kedua orang tua Budian membawanya ke desa yang mana orang tua budian kenal dengan kakek yang menjaga budian.
setelah itu tidak ada kabar dari orang tua budian.Lin feng sebagai gurunya pasti akan mendukung budian jika dia ingin membalas dendam.tapi sebelum itu, kekuatan mereka berdua harus kuat untuk menangani keluarga kerajaan.
Lin feng terus berjalan menuruni gunung dengan muridnya.budian yang sangat senang melompat-lompat bahagia, dia secara tidak sengaja menginjak sesuatu dan jatuh berguling-guling di tanah.
Lin feng tersenyum dan tertawa pelan.kejadian kecil itu tidak membuat suasana hati budian buruk tapi lebih senang karena dia mendapat artefak secara tidak sengaja.
"Guru, lihat!" budian menunjuk benda di dekatnya.
Lin feng melihat sekilas dan tahu apa kegunaan benda ini.di dalam hatinya Lin feng tersenyum masam akan keberuntungan budian.
Di dekat budian ada sebuah gagang pedang.
karena bentuknya yang unik budian seketika merasa itu berharga dan bertanya pada gurunya.
Lin feng meraih gagang dan menjelaskan kegunaan benda ini. "gagang pedang ini adalah artefak kelas 2 atau senjata pembudidaya tahap pendirian yayasan.meski terlihat kusam dan kumuh benda ini masih dapat digunakan."
Lin feng memberikannya pada budian.
Budian segera menerimanya."coba gunakan energi alammu dan alirkan ke gagang ini." Lin feng memerintahkan.
Budian menganggukkan kepalanya.ia mengalirkan energinya ke gagang pedang.tapi tidak ada perubahan yang terjadi pada gagang.ekspresi budian cemberut, ia memandang gurunya yang menahan tawa dan berkata dengan keluhan.
"Guru jangan main-main denganku, katakan apakah benda ini hanyalah sampah? "
" Pfffftttt" Lin feng tidak tahan dan tertawa terbahak-bahak.