The World Reincarnation

The World Reincarnation
Payung Lima Warna



Pria paruh baya muncul di mata Suying. Seperti suar di tengah kabut dan cahaya ditengah kegelapan pria paruh baya terlihat sangat tampan di matanya.


"Dekan Li! " Suying berseru.


Li mengfei mengangkat alisnya. Dia menggerakkan jari, membawa perlahan pedang hitam ke arahnya.


" Pedang kutukan? Mengapa benda ini bisa ada disini? " Li mengfei berkata dengan suara rendah.


7 orang yang selamat dari 'senjata pencabut nyawa' menghela nafas lega. Tanpa kekuatan yang tersisa mereka jatuh ke tanah tanpa sisa energi pada tubuh mereka.


Li mengfei berjalan santai, ia memandang ketujuh orang di depannya. "Kerja bagus, kalian berhasil tidak terbunuh sebelum aku datang." pujinya


Suying tersenyum sedih, "Awalnya ada 100 orang, tapi... Hanya tinggal kami ber-7 yang tersisa."


Li mengfei menyebarkan auranya, menutupi 500 meter disekitar hutan. Ia mengerutkan kening, "Dimana Yang ge?" tanyanya dengan suara suram.


Suying menegakkan kepalanya, matanya merah. "Kakek mati. Ia dibunuh oleh ****** itu!" Suying berteriak keras. Air mata jatuh di pipinya yang penuh dengan darah. Dia menunjuk dengan jarinya.


Wajah Li mengfei berubah hitam. Ia segera pergi ke arah yang di tunjuk Suying menghilang seperti angin.


Pada saat bersamaan Xie xiyun mendapat misi dari sistemnya.


[Terdeteksi tuan rumah dalam bahaya😊, misi pilihan di aktifkan]


[1:Tetap bertahan dan bunuh lawan yang segera datang]


Hadiah: senjata sihir(?) , jimat keberuntungan, penarikan ruang1x]


[2:Berlari untuk hidupmu. Hadiah: senjata sihir inti emas, jimat teleport]


[Silahkan membuat pilihan secepatnya]


Xiyun melihat banyak hadiah, tanpa pikir panjang memilih no. 1


[Ding! Tuan rumah memilih bertahan dan bertarung dengan sekuat tenaga]


[Selamat tuan rumah, mendapatkan senjata sihir payung lima warna! Senjata kelas tidak diketahui]


[Ding! Jimat keberuntungan di masukkan ke dalam inventaris ,silahkan periksa]


[Ding! Penarikan ruang sistem telah di isi silahkan gunakan dengan bijak]


[Peringatan! Penarikan ruang tidak dapat digunakan untuk seseorang yang berada dua alam atau lebih diatas tuan rumah!]


Xiyun tercengang, bibir merahnya yang menggoda terbuka. "Apa?"


[Ding! Mengirim informasi lawan]


[Li mengfei: Dekan luar sekte pedang luar biasa. Kultivasi: Tidak diketahui]


Xiyun mengerutkan keningnya. Baru pertama kali dia menemukan sesuatu yang tidak diketahui oleh sistem. Sekarang dia menyadari sistemnya memiliki keterbatasan dan ini membuatnya khawatir.


'Sistem, apa batas penilaianmu? ' tanya dalam hati


[Puncak pendirian yayasan. Sistem akan bertambah kuat jika tuan rumah terus menaikkan kultivasinya]


' Syukurlah, itu tidak permanen ' hembusnya dalam hati.


"Apa? " Xiyun merasakan jiwa spritualnya dengan pedang hitam terputus.


Kali ini, dia merasakan bahaya yang sangat besar. Tapi, Bagaimanapun dia harus tetap bertarung.


Xiyun menoleh, dia menatap muridnya dalam-dalam." Budian, mundurlah ke desa. Ungsikan semua penduduk dan merapatlah ke batu besar pusaka desa itu. " katanya dengan tegas.


Budian tidak tahu mengapa gurunya ingin dia melakukan itu. Tapi budian tidak bertanya, karena dia percaya apa yang dikatakan gurunya itu pasti adalah yang terbaik untuknya.


" Baik guru "


Ia berbalik, dan menatap semua pejuang serta tetangganya di desa." Semuanya, kalian sudah mendengar apa yang dikatakan guruku. Lalu, ayo pergi dan kemas semua barang-barangmu!"


Shitaou che yang memimpin pemanah mendengar arahan tersebut segera memerintahkan regunya untuk mundur.


Perlahan para pejuang pergi, dan meninggalkan Xiyun sendirian yang berdiri tegak melihat ke depan. Budian melihat punggung gurunya, merasakan kesedihan yang besar.


"Guru, kembalilah jika kau tak mampu. Kami semua tepat di belakangmu! " teriaknya. Lalu pergi bersama rombongan.


Xiyun tersenyum, 'murid bodoh' katanya dalam hati.


Memastikan semuanya telah pergi, Xiyun mengambil senjata yang baru saja dia dapatkan. Payung lima warna.


Seketika, panel holografik deskripsi fungsi payung tersebut muncul di depannya.


[Payung Lima Warna]


[Payung yang memiliki fungsi berbeda sesuai dengan warna pada payung]


[ Merah: Mampu menahan 3x serangan penuh ranah inti emas puncak]


[ Biru: Memanggil hujan di tengah panasnya matahari dan mengendalikan air untuk beberapa saat]


[Hijau: Memanggil bantuan dari hutan, meningkatkan hubungan dengan alam]


[ Hitam: saat ini terkunci(tingkatkan kultivasi untuk membukanya)]


[Putih: saat ini terkunci(tingkatkan kultivasi untuk membukanya)]


Xiyun mengedipkan matanya. Dia tidak tahu benda ini memiliki fungsi yang sedemikian hebatnya. Dia tidak yakin apakah benda kelas berapa senjata ini


Jika begitu, bagaimana kalau lawannya jiga memiliki senjata pada kelas yang sama? Bukankah dia akan hancur?


" Ini pertarungan yang kalah!" kutuknya.


Sayangnya, Xiyun tidak dapat mundur bahkan jika dia mau. Karena musuhnya sudah tiba di depannya.


Suara ledakan keras membawa Xiyun ke ketenangan yang luar biasa. Dia memegang erat payung lima warna dengan sangat erat.


Siapa lagi kalau bukan Li mengfei? Dekan luar sekte pedang luar biasa. Dia menggunakan teknik khusus dan sampai hanya beberapa detik dari kedalaman hutan.


Ia melompat dan berdiri berhadap-hadapan dengan Xiyun. Li mengfei yang pertama kali melihat wanita yang sangat cantik mengangkat alisnya. Bahkan untuknya yang telah hidup untuk berkultivasi terpana melihat Xiyun.


Tidak pernah dalam hidupnya melihat wanita sesempurna ini dalam segi fisiknya. Sejenak dia lupa mengapa dia berada disini.


Xiyun memanfaatkan hal itu. Ia membuka payung. Warna biru cerah melapisi semua sisi payung membuatnya menjadi payung briu cerah yang awalnya tanpa warna.


Xiyun mengangkat payung ke langit. Langit yang awalnya mendung tiba-tiba berubah menjadi hitam.


Li mengfei tersadar. Ia memasang wajah yang sangat serius dan bertanya dengan suara yang dalam. "Apakah kamu yang membunuh murid sekteku?"


Xiyun menatap pria paruh baya itu. "Murid sekte? Tidak ada murid sektemu berada disini. Mayat yang kamu lihat adalah penyerang dari desa biadap di kedalaman hutan. Itu tidak pernah berhubungan dengan sekte manapun."


Li mengfei mengerutkan kening," Lebih baik kau mengaku, sebelum aku memaksamu untuk itu. "


Perintahnya. Meski bernafsu, Li mengfei tahu apa yang harus dia lakukan.


" Mengaku tentang apa? Aku bahkan tidak pernah menggerakkan diri dari tempat aku saat ini. " bantah Xiyun.


Dalam hati, Xiyun cemas. Dia mencoba mengulur waktu selama mungkin agar senjatanya bekerja.


Li mengfei mengedarkan energinya dan menyelimuti 500 meter dari tempatnya berdiri.


Dia menutup mata dan niat membunuh yang sangat besar ditujukan pada Xiyun.


"Bersiaplah untuk mati. " katanya dengan keras.


Sebuah cahaya putih melintas di mata Xiyun. Tapi tidak mencapai tubuhnya. Itu ditangkis oleh payung di tangannya. Meski tidak berubah warna merah, fungai perlindungan payung ini tetap ada dan mampu mempertahankan dari serangan inti emas biasa.


Li mengfei terkejut, ia melihat harta di tangan Xiyun dengan tatapan serakah, Bahkan meredam nafsunya terhadap Xiyun.