The World Reincarnation

The World Reincarnation
Pria tua misterius.



Budian menghentakkan kakinya, marah.Lin feng menggosok kepalanya dengan kuat dan berkata dengan sikap mengajari.


"Jangan gunakan kekerasan kalau kamu bisa menggunakan kelembutan.jangan hanya menggunakan kekuatanmu untuk melawan, gunakanlah akalmu untuk menantangnya."


"Guru... " mata Budian memerah," tapi kita tidak salah guru!" budian masih tidak mau.


"Ya kita memang tidak salah.tapi kita tidak perlu repot dengannya, jangan sia-siakan waktumu untuk orang seperti itu Budian." Lin feng berkata kembali.


Budian mengangguk, tidak berkata apa-apa lagi.mereka menyusuri jalan yang terang menderang di tengah malam, berbelok untuk mencari penginapan.


"Hei kawan, kau butuh bantuan?seorang pria tua berpakaian compang-camping mendekati mereka.


"Tidak, kami hanya berjalan-jalan." Lin feng menjawab singkat, tangannya memegang erat tangan kanan Budian.


"Sepertinya aku salah paham... " pria itu memegang janggutnya.


Lin feng melihat dia tidak bergerak kearah mereka.ia membawa serta muridnya berjalan melewatinya.


" Tunggu, aku sepertinya pernah melihat anak itu." pria tua memegang bahu Lin feng.


Lin feng menoleh ke arahnya dan membuat momentum kuat dari tubuhnya, "lepaskan, aku tidak ada kepentingan denganmu."


Pria tua itu tidak terintimidasi, dia malah tersenyum lebar," Ka-"


"Kakek jangan menggertak mereka." sebuah suara lembut dengan nada menegur menghentikan pria tua.


"Lan'ner, aku tidak menggertak mereka.aku merasa aku pernah melihat anak laki-laki itu."


Pria tua menunjuk dengan matanya.


"Anak laki-laki? " sesosok gadis cantik keluar dari gang yang gelap.matanya bersinar ditengah kegelapan malam.dia melihat dengan seksama anak laki-laki yang dikatakan kakeknya.


" Aku rasa aku tidak pernah melihatnya kek, apakah kau sudah pikun dan mulai kehilangan ingatanmu?" kata Lan'ner bercanda.


Pria tua tidak menyerah, "siapa nama anak ini?"


ia bertanya pada Lin feng.


'Mengapa aku harus memberitahumu?! ' dalam hatinya Lin feng ingin menjawab seperti itu tapi mengubahnya dengan mulutnya, "Xiao budian." jawabnya singkat.


Pria tua itu akhirnya melepaskan tangannya dari pundak Lin feng dan berpikir keras.


"Sepertinya aku memang salah." Pria tua itu menghembuskan nafasnya.


Saat Lin feng akan pergi, sebuah tangan kembali ke pundaknya.amarahnya tersulut dan akan memaki pria tua ini bahkan jika dia tidak percaya diri untuk melawannya.


"Tunggu, kau sepertinya mencari sesuatu bagaimana jika aku membantumu." pria tua itu menawarkan dengan ramah.


"Tidak, tidak perlu untuk itu." tanpa berpikir, Lin feng menolak pria tua ini.jangan bercanda dia akan membawa pria tua yang entah dari mana asalnya, malah Lin feng khawatir pria tua ini masih memiliki motif tertentu pada muridnya.


"Tidak usah sungkan nak, tidak akan ada yang terjadi padamu ketika aku disampingmu." pria tua itu berkata dengan bangga.


'Tapi aku tidak ingin kau pergi bersamaku pria tua busuk'.dalam hatinya Lin feng mengutuk pria tua ini. Lin feng menoleh ke arah gadis yang sangat mungkin menjadi cucu pria tua ini, Lin feng meminta bantuan melalui matanya.


"Sudahlah kek, jangan biarkan dirimu merendah terlalu banyak. mereka menyianyiakan kesempatan emas.ayo pergi." Lin feng merasa denyutan dari nadinya, amarahnya melonjak membuat matanya merah.


'Dasar bi*ch, mulutmu sama kotornya dengan pria tua busuk ini.' Lin feng menatap tajam padanya.Lan'ner membalas dengan senyuman, seolah-olah melakukan sesuatu yang seharusnya dikatakan.


"Tidak, kakekmu tidak akan menarik kata-katanya!" pria tua itu menggelengkan kepalanya


pada bujukan cucunya.


"Nak, kau mungkin tidak tahu, tapi aku adalah karakter puncak dunia.jika aku ingin kaisar bahkan akan berlutut di kakiku dan menciumnya." pria tua itu membual.


Lan'ner berkeringat, meski kakeknya kuat itu tidak sampai membuat kaisar berlutut padanya, tapi kakeknya yang akan berlutut dan mencium kaki kaisar.


"Psst, kek.. kakek berhentilah berbicara." Lan'ner maju dan membawa kakeknya pergi.


Pria tua itu bingung dengan tindakan cucunya, "Lan'ner lepaskan kakekmu, kakek akan menunjukan padanya apa yang disebut pembudidaya puncak."


"Ya..ya..ya, kita harus pulang sebelum kau melakukannya." Lan'ner menyeretnya pergi.


Lin feng melihat kejadian ini dan akhirnya menghela nafas lega.ia bukan tandingan pria tua itu ketika Lin feng merasakan kekuatan yang dibawa oleh sebuah tangan tua dipundaknya.


'Harimau dan naga ada dimana-dimana.kekaisaran adalah tempat mereka berkumpul.' Lin feng bersyukur dia dapat lolos dari pria tua itu.adapun perkataannya tadi, Lin feng tidak memasukkannya kedalam hati, hanya berpikir pria tua itu hanya membual saja.


"Guru?apakah aku merepotkanmu? Budian bertanya dengan cemas.


"Merepotkan?!tentu saja tidak.semenjak gurumu memutuskan membawamu, guru tidak akan pernah menyesal untuk itu." Lin feng menggosok kepalanya.


Budian mengangguk.tangannya terkepal sangat erat dan bersumpah akan menjadi kuat suatu hari nanti.


"Baiklah ayo pergi."


______


Di suatu tempat yang di kelilingi oleh pepohonan,seorang remaja duduk bersila dibawah pohon.mulutnya cemberut dan menghela nafas waktu ke waktu.


"Kenapa? apa yang salah? " remaja itu berulang kali berkata.dia selalu mengingat kejadian yang mengubah hidupnya 2 tahun yang lalu.


Setelah kejadian itu terjadi, Xiao yan selalu meratapi kemalangannya.dia ingin bangkit, tapi dia tidak dapat melakukannya.semua energi alam yang diserap hilang entah kemana yang membuat semakin putus asa seiring jalan.


2 tahun telah berlalu semenjak hal itu terjadi.dari anak jenius yang dikagumi dan di hormati, Xiao yan jatuh begitu dalam hingga dia tidak dapat menerimanya.


Beruntung, ada beberapa orang yang mendukungnya saat itu.seperti kakeknya, yang adalah panatua klan Xiao dan teman masa kecilnya Xiao Hua'ner.


Setelah jatuh begitu dalam, Xiao yan akhirnya memahami apa itu kehidupan.tatapan yang dulunya penuh kekaguman padanya berubah menjadi ejekan dan penghinaan.


Jatah sumber daya yang di depatkannya juga berkurang drastis.jika bukan karena kakeknya adalah panatua klan, Xiao yan mungkin saja diusir dari klannya karena menyianyiakan sumber daya pada orang yang cacat.


Selama 2 tahun ini, Xiao yan selalu mencoba untuk berkultivasi kembali.kerja kerasnya selalu lebih dari teman-temannya.ia berharap dapat kembali ke puncaknya seperti sebelumnya.


Tapi selama 2 tahun ini, ia tahu dan semua orang di klannya tahu.Xiao yan yang dulunya jenius, telah menjadi cacat permanen.mengapa permanen?karena pada awal kecelakaannya itu, klan telah mengeluarkan sejumlah besar uang mereka untuk mengundang dokter ahli untuk menyembuhkannya.


Dokter pertama mengatakan dia tidak tahu, lalu yang kedua, ketiga, dan sampai akhirnya klan menyerah padanya.