
"Guru!" Budian berusaha untuk berdiri tapi dia begitu lemah akibat kehabisan mananya.
Xiyun menepuk kepala botak muridnya, "Cukup bagus, tapi masih kekurangan esensi dari pedang itu sendiri. Cobalah berpikir jalan pedang apa yang mau kamu tempuh murid."
Budian mengangkat kepalanya dan bertanya, "Guru, pedangmu digunakan untuk apa?"
Xiyun mengambil sebuah ranting yang jatuh, dan berkata pelan dan jelas.
"Semuanya adalah pedangku. " suaranya yang tegas disertai dengan keindahan yang unik menyebar jauh ke dalam hutan yang rimbun.
Fluktuasi mana tersebar di udara. Daun-daun, batu, rumput, taring, kerikil, pasir dan banyak benda lainnya.
" Apaa?! " budian tercengang. 'bukankah guru mengatakan dia belum mempelajarinya?!'
Aura gelap samar menyelimuti benda-benda di sekeliling Xiyun. Aura yang tajam dan menindas dirasakan oleh Budian.
" Pedang, tebas. "
Semua benda yang bergetar menyerang ke langit. Tirisan besar memotong langit dengan satu tebasan.
" Bagaimana menurutmu muridku? " Xiyun tersenyum.
Budian tercengang, mulutnya terbuka lebar.
" Bagaimana guru bisa melakukan itu dengan waktu yang sangat singkat? Dan apakah guru tidak kehabisan mana? Ajarkan aku guru! "
" Terlalu cepat untukmu. Bukankah kamu bertanya pedangku digunakan untuk apa? "
Budian mengangguk dengan cepat.
" Itu digunakan untuk menjadi lebih kuat dan lebih kuat. "
Tebasan demi tebas menerjang langit. Setiap tebasannya akan menjangkau tempat yang lebih tinggi dan lebih tinggi seolah-olah tidak ada batas untuk itu.
Xiyun mengambil napas," Pedang, turun. " aura gelap perlahan menghilang dari benda-benda yang di kendalikan.
" Waktumu sehari lagi sebelum pergi untuk berlatih. Pikirkan untuk apa pedangmu akan digunakan, Budian."
"Gur-" Budian tersenyum pahit melihat gurunya menghilang sebelum dia dapat bertanya lebih jauh.
Ia melihat tanda pedang di langit dan merasa dirinya sangat kecil dibandingkan yang dia pikir.
Sementara itu, penduduk desa batu terpana karena langit terbelah. Mereka menangkupkan tangan dan menundukkan kepala, "Oh dewa, berkati desa kami dengan makanan dan air. Jagalah anak-anak kami dewa dan berkati mereka untuk menjadi abadi seperti nona Xiyun."
" Dewa akan mengabulkan keinginan kalian jika kalian memohon pada dewa pohon. " orang tua botak yang bungkuk berjalan lambat ke arah mereka.
Shitou che dan yang lainnya menoleh dan menatap kepala desa mereka dengan permusuhan.
" Kepala. " Shitou che maju dan menyapa orang tua itu tanpa rasa hormat.
Orang tua bungkuk itu mengangguk dan tersenyum, seolah tidak peduli dengan semua rasa hormat yang hilang untuknya.
Shitou che dan yang lainnya mengerumuni kepala desa yang mereka kagumi sejak lama, tapi kini berubah setelah semua yang dikatakan oleh Xiyun dan juga fakta yang mereka lihat.
Shitou che menarik napas dalam-dalam dan bertanya, "kepala, kemana kamu ketika perang terjadi?"
Orang tua bungkuk itu menjawab, "Aku disisi dewa pohon, meminta keselamatan kalian." dia menatap mata Shitou che dan yang lainnya.
"Orang tua, trik busukmu tidak akan berguna lagi. Semua yang kau lakukan telah terbongkar. Mengapa kau repot-repot untuk menjadi orang baik disini. " Xiyun menembus kerumunan dan berdiri di depan semua orang berhadapan langsung dengan orang tua bungkuk itu.
Xiyun tidak mengatakan apa-apa, dia mengeluarkan payung dari udara tipis dan membukanya ke udara.
Payung itu berwarna putih menyilaukan, membuat orang tua itu kehilangan senyumnya.
Dia merasa tidak nyaman dan mundur terus menerus. Ekspresi wajahnya terdistorsi.
"Aaaaah, singkirkan itu!! Aaaaarrghh!" Orang tua itu meremas wajahnya dengan kuat. Wajahnya yamg keriput robek dan kulit hitam legam menggantikan yang sebelumnya.
"I-iblis!! Itu memang iblis yang tertulis di prasasti batu kita! "
" Tidak! Aku rasa dia bukan iblis dari awal. Kepala sebenarnya adalah manusia! " Shitou che berkata dengan keras.
" Ya! Pasti ada yang merubah kepala menjadi iblis! Jika tidak, dia bahkan tidak akan bisa menjadi kepala desa kami! Kepala desa kami pastilah adalah manusia dari jiwanya. Itu dibuktikan oleh batu suci desa kita! "
" Pohon! Pohon hitam itu lah penyebabnya! Dia juga penyebab orang yang hilang selama ini! "
" Hancurkan pohon terkutuk itu! Hancurkan! Tebas! " semua penduduk desa batu marah, mereka mencari kapak mereka dan berbondong-bondong pergi ke pohon itu bersarang.
Xiyun tersenyum, menurunkan payung, mengarahkannya ke wajah iblis setengah manusia di depannya.
" Hentikan! Arrrgghh, sial! " dia meraung, ingin menusuk Xiyun dengan kukunya yang memanjang.
Xiyun dengan santai mengayunkan payung dan memukul kuat kepala iblis di depannya dan menakannya ke tanah.
" kau dulunya adalah manusia, sayangnya kau jatuh pada godaan iblis. " Xiyun menggelengkan kepala.
Kepala desa batu tidak lagi terlihat. kini tubuhnya sepenuhnya ditutupi sisik hitam dan wajah yang mengerikan.
" Apa yang kau tahu! Aku hanya ingin hidup lebih lama, Ssshhh. " dia meringis, mencoba menahan payung dengan tangannya.
Xiyun mengerutkan kening dan menampar iblis itu ke samping." Aku tidak menyalahkan keinginanmu itu, tapi untuk jatuh ke godaan iblis, kamu sudah melanggar batas kemanusian." katanya dengan dingin.
"melanggar batas? Hahahaha, itu sungguh lucu. Orang yang mengatakan itu sendiri berjalan di jalan iblis. Munafik!! " iblis itu meludahkan darah ke wajah Xiyun.
Tapi dengan mudah di selesaikan dengan payung serba guna miliknya. " Aku berbeda. Aku mengendalikan intinya, kamu di kendalikan olehnya. "
" Mengendalikan? Kamu pandai berbohong manusia. Dewa pohon mengatakan kamu telah dikutuk. Dan kutukan itu sangat kuat hingga kamu tidak bisa melepaskannya. " dengus iblis itu.
Xiyun tidak berkata apa-apa lagi, ia mengayunkan payung yang bercahaya ke tubuh iblis itu. Seluruh tubuhnya terbakar dan perlahan meleleh akibat cahaya suci.
" Aku berharap di kehidupanmu selanjutnya kamu tidak lagi bertemu dengan iblis. " kata Xiyun dengan pelan dan menghilang dengan cepat.
Kerumunan mengerumuni pohon hitam di tengah desa. Jika dulu mereka penuh syukur dan harap terhadap pohon itu, sekarang mereka penuh dengan kebencian.
" Pohon yang kita sembah dulu ternyata adalah iblis! Pohon ini penyebab hilangnya banyak anak desa dan juga para pejuang!"
"Pohon ini yang mengubah kepala desa menjadi iblis tanpa hati! Pohon inilah yang menyebabkan malapetaka datang ke desa kami! Pohon ini yang membawa dua pendatang ke desa dan juga yang menyebabkan perang terjadi!! "
" Kita harus menyingkirkan pohon ini! Hancurkan! Serang dengan sekuat tenaga teman-teman!! " Shitou che memimpin semua orang dan membidik pohon itu dengan panah.
Yang lainnya mengikuti dia. Ada yang membawa kapak dan menebas batang pohon itu, ada yang membawa tombak runcing dan menusuknya.
Ketika semua berpikir ini mudah, akar tanaman raksasa menepis semua orang, menerbangkan semuanya dengan jauh.
" Kalian akan tinggal disini selamanya." suara misterius bergema.