The World Reincarnation

The World Reincarnation
"Adik laki-laki hilang!"



Lige, yang dulunya di agung-agungkan telah jatuh ke titik ini. Bahkan ketika ia bangkit dari kematian, tidak ada seorangpun dari bawahannya yang menanggapi sinyal itu.


Dia kesal, amarah yang berkobar tidak tertahankan. Perlahan, ia mulai terbiasa. Secepatnya ia ingin memulihkan tingkat kultivasi yang dulu telah ia capai, tetapi tanpa harta apapun yang membantunya, kecepatannya sangat lambat.


Bukannya tanpa apa-apa dia dibangkitkan. Lige memiliki indra spritual khusus. Ia dapat memperkirakan, melacak, bahkan meramal dimana harta yang akan muncul.


Lalu, disinilah dia. Dia atas puncak gunung dengan harta berisikan mana alam petir langka. Dia memperkirakan harta ini sudah ada beberapa ribu tahun di hutan ini sebelum membangkitkan 'semangatnya' sendiri.


'Dengan harta ini, aku dapat maju ke alam pendirian yayasan dengan mulus. Bahkan bisa maju sekaligus ke ranah tengah puncak'. katanya dalam hati sambil tersenyum.


Tiba-tiba sebuah angin berhembus. Perlahan semakin kuat dan menarik perhatian Lige. Ia memusatkan perhatiannya pada suatu titik, dan melihat pemuda berjubah merah dengan mutiara biru di tangan kanannya.


"Apa yang ingin kau lakukan? "tanyanya dengan penuh minat. Lige yang telah lama tidak melihat manusia merasa sedikit bersemangat dan penasaran. Ia tidak langsung membunuh pemuda ini. Jika itu dirinya yang dulu, maka pemuda itu telah menjadi kabut berdarah.


" Ap-hentikan!" Lige berteriak. Ekspresinya berubah drastis. Ia segera turun dengan kecepatan tercepat, tapi sayangnya harta ditangannya telah kehilangan mana dan perlahan hancur.


"CRACCK!!" Pria tua, Lige berhenti di jalannya. Ia membuang harta di tangannya dan menatap **Shouyu** dengan penuh kebencian.


"Nak, kau sekarang dalam masalah" Lige tersenyum, menampakkan senyum yang menakutkan.


Shouyu mendongak ke atas, mata mereka bertemu. Percikan api terbentuk dari pertukaran singkat mereka.


Lige menggertakkan giginya. Ia tak lagi menahan apapun, ia segera sampai di bawah gunung dan berhadapan dengan Shouyu dengan jarak dekat.


'Tebakanku benar, orang tua ini masih menyembunyikan kemampuan aslinya' Shouyu berpikir dalam hati.


Meski dia telah mengharapkan hal ini, tapi kecepatan itu tetap saja mengejutkannya.


Mutiara biru ditangan Shouyu bersinar. Antar muka sistem juga berubah:


[Mutiara biru petir]


[Kegunaan: berisikan elemental petir yang sangat padat. Sangat berbahaya jika dilepaskan]


Shouyu terkejut dan perasaan senang merasukinya.


"Seni gelap, tarikan lima jari" Lige memuntahkan teknik miliknya.


Shouyu mengangkat kepalanya, senyum mengejek yang sangat jelas menghiasi wajahnya.


"Tinju matahari! " Shouyu memukul semua jari-jari gelap yang mencoba menariknya.


Lige mengerutkan keningnya, merasakan sesuatu yang salah.


Shouyu terkejut, tapi tidak menunjukan diwajahnya.


'Rilis' Shouyu berkata dalam hati dan seketika itu juga dengan cepat mundur tanpa menoleh ke belakang.


"BUUUUUUUUMMM!! "


Bersamaan dengan kata-katanya suara ledakan menggelegar datang dari bawah tanah.


Shouyu berhenti untuk melihat bagaimana keadaan pria tua itu.


"Untunglah aku mengambil beberapa harta langka dalam perjalanan. Jika tidak, mungkin akan terjadi pertarungan sengit antara aku dan pak tua itu." kata Shouyu dengan suara rendah.


Xie xiyan yang telah bersembunyi, terkejut. Ia tidak tahu kapan ia memasang jebakan berbahaya seperti itu.


'Mendekatinya sangat berbahaya, satu-satunya kesempatanku adalah melawannya dari jarak jauh. ' katanya dalam hati.


Lantas, Xiyun mengikutinya dari kejauhan. Jika bisa ia tidak ingin berbenturan dengannya. Tapi jika tidak, dirinya terpaksa mengeluarkan semua kartunya.


Di luar harapan mereka berdua, pria tua kembali bergerak. Ia bangkit dari kawah besar dengan pakaian yang hilang.


Pria tua itu di selimuti api kegelapan, menutupi seluruh tubuhnya yang tampak sangat menakutkan.


Xiyun dan Shouyu di tempat yang berbeda sama-sama merasakan bahaya yang besar dari pria tua ini.


Lige dengan api kegelapan disekujur tubuhnya melihat ke dua arah yang berbeda. Senyum terbentuk di wajahnya yang hancur akibat luka bakar dan tertawa terbahak-bahak.


" Hahahahaha "


Xiyun merasa jantungnya berdegup kencang ketika dia menatapnya, perasaan jatuh ke dalam kegelapan merasuki dirinya.


"Pak tua ini, belum mati?!" Shouyu terkejut.


"bagaimana mungkin?! aku jelas melihat tubuhmu telah hancur oleh ledakan tadi. "


Suaranya bercampur dengan kengerian.


" Mati? Yang akan mati adalah kau bajingan kecil." Lige tersenyum.


Dia lalu menghilang dari tempatnya dan muncul di belakang Shouyu.


Sebuah pedang penuh dengan api yang sangat gelap menusuk punggung Shouyu.


"Tidak buruk." setelah mengatakan itu, Lige kembali menghilang dan kembali muncul di belakang Shouyu.


"Tebasan jiwa"


"Tinju matahari! "


Kedua teknik saling bersilangan dan menghancurkan satu sama lain ketika berhadapan


Mereka berdua bersamaan menjaga jarak. Lige menatapnya dengan seksama dan teringat sesuatu yang menarik.


" Hei, kau bukan dari dunia ini kan? " Lige menghilangkan pedang, seolah menyiratkan dia tidak lagi ingin bertarung.


" !!! "


Shouyu lengah dengan kalimat yang tiba-tiba keluar dari mulutnya. Ia sangat terkejut dalam hati tapi tidak menunjukan pada wajahnya.


" Apa yang kau bicarakan orang tua?! " Shouyu masih di posisi siap tempur, menjaga terhadap serangan cepatnya.


Lige tidak melakukan apa-apa dia termenung dan menatap langit. Keduanya tetap pada posisi itu selama beberapa waktu.


Lige lalu tersenyum tiba-tiba dan menatap Shouyu lalu berkata,


" Berhati-hatilah nak, orang sepertimu bukan satu-satunya di dunia ini." lalu dia menghilang seketika.


Shouyu melihat tempat hilangnya pria tua misterius itu selama beberapa detik dan menghela nafas.


Ia tidak tinggal lama. Shouyu langsung pergi ke gua tersembunyi dengan beberapa putaran untuk memastikan pria tua itu benar-benar pergi.


Xie xiyun memegangi kepalanya yang sakit. Saat kesadarannya kembali padanya, Ia menyadari dia ditinggal sendirian.


"Apakah mereka berkelahi di tempat lain? " ia berkata dengan suara rendah.


Xie xiyun dengan sosoknya yang montok dan menggairahkan bergerak dengan sangat cepat menyusuri jejak pertempuran.


Xie xiyun berhenti tiba-tiba saat sesosok gelap dengan api membara berdiri di depannya.


Xie xiyun merasakan tekanan yang kuat saat berdiri di depannya. Saat dia akan runtuh di depan sosok itu, sebuah kekuatan mendukungnya dan menghilangkan tekanan membuatnya lebih rileks.


"Apa yang kau inginkan? " Xie xiyun bertanya dengan waspada. Tangannya meraih sebuah pedang perak berkilau di punggungnya.


Lige melihatnya dengan senyuman yang jahat,


" Satu lagi orang aneh. "


Xie xiyun mengayunkan pedangnya. Saat pedang akan menyentuh leher pria tua ia menghilang dan muncul di belakang Xie xiyun.


Lige melihat punggung yang indah di depannya, ia akan meraih pinggangnya dan melakukan apa yang sering dia lakukan, tapi sebuah kekuatan menghentikan tangannya.


Lige berkedip dan mendapati dia berada di ruang putih kosong.


"Dimana ini? " Lige melihat sekeliling ruangan.


Lige menunggu selama beberapa detik di tempatnya. Lige lalu melangkah perlahan-lahan dan mencoba mendekati dinding ruangan.


Beberapa menit, Lige mulai berlari dan satu jam kemudian dia menyadari bahwa mau secepat apapun dia berlari dia tidak dapat mencapai ujung ruangan ini.


"Ilusi? " Lige bertanya dengan suara rendah.


Lige merasakan tangan dan kakinya. Ia menusuk tangannya dan rasa sakit yang tajam menyerang.


" Sangat realistis? " Lige masih berpikir bahwa ini adalah ilusi. Pengalamannya ratusan tahun membuat dia melalui banyak kejadian aneh. Lige masih tetap tenang dengan keadaannya saat ini.


Di sisi lain, Xie xiyun melihat pria tua di depannya.


Pria tua itu menjulurkan tangan dengan senyum jahat tapi bola matanya melihat ke atas langit yang membuatnya tampak mengerikan.


Xie xiyun mengambil kesempatan ini merampok barang-barang yang ada di tubuhnya. Xiyun mendapatkan cukup banyak harta.


Cincin, satu pedang hitam, dan sebuah buku rusak diambil dan masuk ke kantong Xie xiyun.


Tapi harta yang sebenarnya ada di dalam ruang di dalam cincin itu, yang berisi banyak emas, obat, dan barang yang tidak di ketahui olehnya.


Xie xiyun merasa kasihan padanya.


" Terimakasih pak, tapi senyummu sangat menjengkelkan. "


Xiyun mengambil pedangnya dan memotong adik laki-laki nya. Darah menyembur dari bawah seperti air mancur.


Xiyun tersenyum padanya." Kuharap kau mengingat ini. " Xiyun melangkah dan masuk ke kedalaman hutan dengan sangat cepat.


Ilusi yang dibuat sebenarnya adalah kesempatan 1x yang di dapatnya dari SISTEM miliknya!