
"Hahahaha" Lin feng tertawa terbahak-bahak
Budian cemberut dan akan membuang gagang pedang tapi tangannya diraih oleh Lin feng.
"Tentu ini bukan sampah.kau tidak bisa menggunakannya hanya karena energi alammu belum cukup kuat." kata Lin feng serius.
Budian menurunkan tangannya dan memberikan gagang pedang ke gurunya.
Lin feng tersenyum dan menggosok rambut muridnya.Lin feng mengalirkan energi alamnya.
gagang pedang bergetar, aura kuat dan misterius menutupi seluruh gagang.
"Waaaaaaa" budian berseru takjub.
Kekuatan petir keluar dari gagang rusak dan segera menjadi pedang utuh.
'Pedang yang bagus' Lin feng memuji dalam hati.
Budian melihat pedang di tangan gurunya dengan mata yang bersinar.sebelum budian dapat membujuk gurunya dengan ekspresi memelasnya, Lin feng menyirami harapannya dengan air dingin.
"Sebelum kau menembus puncak murid Qi, jangan harap kau dapat menggunakan pedang ini." dengan tatapan tajam Lin feng berkata padanya.
Budian menundukkan kepalanya dan segera mengangkatnya kembali dengan tekad di matanya.
"Aku akan menerobos ke puncak guru!." katanya tegas.
Lin feng tersenyum dan berhenti mengalirkan energinya ke gagang pedang.gagang pedang segera kehilangan momentumnya dan berubah kembali seperti semula.
"Guru akan memberikan pedang ini ketika kau melakukannya." Lin feng menyimpan gagang pedang ke inventaris sistem miliknya.
Budian tidak terkejut karena hilangnya gagang pedang itu.dalam pikirannya kemampuan gurunya sangat kuat dan hal-hal mengenai itu tidaklah aneh.
"Ayo, kita harus sampai sebelum malam hari tiba." Lin feng berkata sambil melihat langit.
"Baik guru."
_____
"Putri, bukankah ini terlalu banyak? " Shouyu bertanya sambil melihat barang-barang di tangannya.
" Banyak?belum, ini belum cukup!" putri Qingyu menggelengkan kepalanya.dia terus berjalan sambil melihat-lihat barang disekelilingnya.
"Hei Shouyu bagaimana menurutmu?apakah ini cocok denganku? " Qingyu bertanya padanya.
" Ya itu cocok denganmu." Shouyu menghela nafas dalam hatinya dan menjawab pertanyaan yang telah berulang kali ditanyakannya.
"Benarkah?aku akan mencobanya." Qingyu segera berlari dan ingin mencoba pakaian yang telah dipilih olehnya.
Shouyu berpaling, mencari tempat yang bisa dia duduki.melihat di sudut ada bangku yang kosong,shouyu berjalan kesana.
Ia melewati 2 orang laki-laki yang awalnya Shouyu akan abaikan, tapi ia berhenti sejenak saat mendengar pembicaraan keduanya.
"Kau tahu kerajaan angin biru baru-baru ini menyiapkan pasukan besar.aku tidak tahu apakah akan ada perang tahun ini." kata laki-laki kurus dengan jubahnya yang cantik.
"Benarkah? pantas saja suasana di ibukota menjadi aneh.brother Ni sepertinya kau tahu banyak tentang masalah kerajaan angin biru ini?" balas temannya yang gendut.
"Tidak banyak.aku hanya tahu sedikit." meski berkata seperti itu wajahnya penuh kesombongan.
"Ayolah brother Ni katakan padaku." si gendut mendesaknya.
Laki-laki kurus yang dipanggil brother Ni melihatnya dengan hati-hati dan melirik ke samping kanan-kirinya memastikan tidak ada orang.
Brother Ni melihat Shouyu tapi tidak beranjak dari tempatnya.melihat dari pakaian yang bersih dan wajahnya yang tampan ia takut akan menyinggung seseorang yang tidak bisa dia singgung.
Mencondongkan badannya, brother Ni berbicara pelan.
"Simpan ini dalam hatimu.kerajaan angin biru bersiap untuk berperang." Ni mengucapkan kata-katanya perlahan-lahan.
"Ap-Ap.." mulut si gendut di tutup dengan paksa oleh Ni.
"Bukankah kau bilang tidak akan ada perang brother Ni? " tanya si gendut bingung.
Gendut terdiam dan menunggu informasi selanjutnya.
Ni berhenti memelotinya dan melanjutkan perkataannya,"aku mendengar dari ayahku kerajaan angin biru akan menyerang salah satu sekte besar di wilayah timur ini."
"Menyerang sekte besar?mengapa?" gendut bertanya kembali padanya.
"Putri sang raja diculik!" Ni sedikit meninggikan suaranya.
"Ap-ap.. "gendut ingin berteriak tapi mulutnya kembali ditutup oleh Ni.
Gendut kesal, dia menepis tangan Ni kesamping.
"Brother Ni, menurut apa yang kau katakan raja kerajaan angin biru pasti akan datang kekaisaran terlebih dahulu.apakah menurutmu kaisar akan membiarkan perang terjadi begitu saja?apalagi saat-saat 'kritis' ini." meski awalnya gendut terlihat bodoh, dia sebenarnya orang yang berpikiran cerdas dan teliti.
Ni mendengar analisis masalah dari si gendut dan menganggukan kepalanya.
"Jika permintaan raja dari kerajaan angin biru tahun lalu, kaisar pasti akan mendukung kerajaan angin biru.sayangnya, itu terjadi pada saat-saat kritis ini."Ni menghela nafas.
Gendut juga menghela nafas, "aku berharap putri raja akan baik-baik saja."
"Ya..kuharap juga begitu."
Shouyu mendengarkan dengan cermat pembicaraan mereka.tapi tak lama setelah itu topik pembicaraan berpindah.shouyu mendengarkan sebentar lalu berbalik ke tempat putri Qingyu.
Shouyu tiba disaat yang tepat.
Qingyu baru saja selesai mengganti pakaiannya, ketika dia melihat Shouyu dia segera tersenyum.
Shouyu terpesona dengan senyum lebarnya, tapi mengingat pembicaraan yang ia dengar tadi ia menjadi serius.
"Putri ada yang harus kukatakan padamu." Shouyu menarik tangannya dengan paksa.
Qingyu mendengarnya menjadi gugup.berbagai cerita yang telah dia baca terlintas di benaknya.
'apakah aku harus menerimanya atau tidak? ' Qingyu mengintip wajah shouyu dengan malu-malu.
Shouyu tidak sadar ucapannya membuat seorang gadis gelisah. mereka akan keluar dari toko, shouyu menoleh ke belakang dan berbisik di telinganya.
"Putri sudahkah kau membayarnya? " shouyu mengacu pada pakaian yang dia kenakan.
Qingyu mengangguk sedikit.
Shouyu keluar dari toko mewah dan bertanya sebentar pada penjaga dimana tempat penginapan terdekat.
Penjaga toko dengan ramah menunjukkan jalannya.shouyu berterimakasih pada penjaga itu dan segera pergi ke penginapan.
Qingyu dengan patuh mengikuti.shouyu sedikit terkejut melihat tingkah lakunya tapi tidak berhenti untuk bertanya.
Karena penginapan itu dekat, mereka tidak berjalan terlalu jauh.shouyu melihat sekilas papan nama penginapan dan segera masuk ke dalam.shouyu melihat itu sepi, satu-satunya yang ada disini adalah pria tua di depannya.
"Selamat datang di penginapan bulan biru." sambut pria tua itu .shouyu melihat sekeliling, banyak notice sistem berdering dikepalanya.
"Pak kami ingin menginap 3 hari." Shouyu Ingin segera memberitahu hal ini pada qingyu.
Pria tua itu tersenyum dan memberikan sebuah kartu kristal.shouyu menerimanya dan melihat nomor kamarnya adalah 9.
Sebelum shouyu dapat bertanya pria tua itu berkata, "Pembayaran akan dilakukan setelah masa inap selesai.jika kau ingin memperpanjangnya kamu harus membayar dulu waktu inap awalmu."
"Baiklah." Shouyu mengangguk.
"Vivi, bawa barang-barang tamu kita ke kamarnya." pria tua itu berteriak.
"Baik kek." seorang gadis muda cantik menjawab.
Shouyu menoleh dan menatapnya.gadis itu maju kedepan dan mengulurkan tangannya.shouyu mengerti, ia memberikan tas-tas belanjaan ditangannya.
Setelah menerima barang, gadis itu segera menuntun ke kamar.