
Setelah perbincangan yang cukup serius tadi, Yusuf mengajak Ririn untuk makan diluar dan tentu dengan izin dari mama Ririn. Mereka mampir di salah satu warung makan yang berada di pinggir jalan.
“Kamu yakin mau makan disini?” Tanya Yusuf dengan pandangan tertuju pada warung yang ada didepannya.
“Kenapa kak? Disini makanannya enak-enak loh. Kakak pasti bakal suka.” Jawab Ririn dengan senyuman diwajahnya.
Bukan tanpa alasan Yusuf menanyakan hal seperti itu, dia memang tidak pernah menginjakkan kaki ditempat makan seperti ini. Biasanya dia selalu makan di restoran yang mewah dan mahal.
“Ayo kak, cobain deh, aku yakin kakak bakal suka.” Sambung Ririn karena sebelumnya tidak mendapatkan jawaban dari lelaki yang menjadi kekasihnya itu.
“Ya-yaudah kita makan disini.” Jawab Yusuf setelah berpikir cukup lama.
Mereka memesan nasi goreng dan es teh manis. Sambil menunggu pesanan datang, mereka bercanda gurau dengan lelucon yang Yusuf ceritakan. Tidak lama kemudian pesanan mereka sudah datang.
“Makan kak, jangan lupa berdoa.”
Yusuf hanya menatap tak minat makanan yang ada didepannya. Dia pikir makanan itu tidak higienis dan tidak layak makan. Ririn yang melihat itu langsung menyodorkan sesendok nasi goreng ke depan mulut Yusuf.
“Nih, cobain kak”
Dengan terpaksa Yusuf membuka mulutnya dan menerima suapan dari Ririn. Dia mengunyah dengan wajah seriusnya.
Lumayan Batinnya.
“Enak kan kak?”
Yusuf mengangguk, dia tidak menyangka makanan yang ada di pinggir jalan ternyata seenak ini. Dia hanya menilai dari luarnya saja. Dia begitu lahap memakan makanannya membuat Ririn tersenyum melihatnya.
Tak terasa makanan mereka sudah habis, Yusuf terkejut mengetahui harga makanan tersebut, dia pikir makanan tersebut akan mahal seperti harga di restoran yang selalu didatanginya.
⭐⭐⭐
Saat ini mereka telah sampai di depan rumah Ririn.
“Aku pulang dulu ya.”
“Iya kak, hati-hati dan makasih buat hari ini.”
Setelah melihat kepergian Yusuf, Ririn langsung memasuki rumah dan memberi salam.
“Assalamualaikum mah.”
“Wa’alaikumussalam anak mama udah pulang, pacar kamu mana?”
“Dia langsung pulang abis nganterin aku, yaudah mah aku ke kamar dulu ya.”
Setelah berpamitan dengan ibunya,Ririn langsung memasuki kamarnya dan membersihkan diri. Dia memakai baju tidur bermotif hello kitty yang sangat pas ditubuhnya. Ponselnya sedari tadi bergetar menandakan ada beberapa pesan yang masuk.
Rianti : Rin, tau ga cowo yang sering aku ceritain itu mau ngajakin ketemuan minggu depan.
Ririn : Loh, bukannya minggu lalu kamu udah ketemu sama dia?
Rianti : Ga jadi Rin, katanya dia ga bisa waktu itu.
Ririn : Jadi kamu beneran mau ketemu sama dia? Bukan gimana An, tapi kamu tau kan cowo sekarang kayak gimana. Aku takut kamu di apa-apain.
Rianti : Justru itu aku mau minta tolong sama kamu buat temenin aku ketemuan sama dia.
Ririn : Iya aku bakal nemenin kamu An, aku gamau kamu kenapa-kenapa.
Rianti : Aaaaa makasih Rin, sayang deh hihi. Kita ketemuan hari sabtu ya
Setelah membalas pesan Rianti, Ririn memutuskan untuk tidur.
Pagi harinya Ririn melakukan rutinitas seperti biasanya, mandi, sarapan dan melakukan hal lainnya. Setelah semuanya selesai, Ririn berpamitan kepada ibunya dan menunggu angkot di depan rumahnya. Lama menunggu, Ririn mulai cemas karena tidak ada satupun angkot yang lewat.
Tidak lama kemudian, terdengar suara motor yang menghampiri Ririn. Pemotor tersebut berhenti tepat di depan Ririn, Ririn yang melihat itu merasa bingung. Dia tidak mengenali pemuda yang ada di depannya tetapi setelah pemuda itu membuka helm, Ririn terkejut mengetahui siapa pemuda tersebut.
“Ilham? Kamu ngapain disini?”
“Sekedar lewat. Belum berangkat?”
“Belum. Aku nungguin angkot tapi ga ada satu pun yang lewat. Mana udah jam 7 lewat lagi bisa telat kalo gini”
“Naik, kita berangkat bareng.”
“Hah? Kamu ngajakin aku?”
“Kenapa? Gamau? Yaudah Aku pergi.”
“Eh... iya iya aku ikut, aku takut telat.”
Ririn menaiki motor dengan berpegangan pada pundak Ilham. Mereka berdua menikmati perjalanan yang dilalui walaupun mereka saling diam.
Karena terlalu lama saling diam, akhirnya Ilham membuka obrolan diantara mereka.
“Kemarin, Aku lihat kamu jalan sama cowok. Kayaknya itu cowok yang sama yang anter kamu waktu itu deh. Itu pacar Kamu ya?” tanya Ilham.
“Kapan? Kamu lihat aku dimana?”. Tanya Ririn dengan wajah paniknya.
“Aku liat kamu di taman.”
“Ka-kamu salah liat kali. Aku gak pernah ke taman bareng cowok kok.”
“Jadi kamu pikir aku salah liat? Ngga, itu beneran kamu Rin.”
“Apasih, itu bukan aku Ilham. Seriusss. Emang kenapa kamu nanyain gitu?”
“Ga, gapapa.”
“Kok Ilham bisa tahu aku jalan sama cowok. Terus ngapain juga dia nanya kayak gitu? Apa ia cemburu yah? Udah dua kali loh dia nanyain hal yang sama. Hm, tapi gak mungkin. Masa iya Ilham suka sama aku. Hahahaha, sadar Rin sadar,” batin Ririn.
Tanpa sadar dia tertawa dengan keras sampai mebuat ilham menatapnya dengan heran.
“Kamu kenapa ketawa sendiri?”
“Eh, gapapa kok.”
Setelah itu mereka saling diam dan melanjutkan perjalanan ke sekolah. Keduanya sampai ke sekolah tepat pada saat satpam menutup pintu gerbang.
“Pak.... Pak.... Jangan ditutup dulu,” teriak Ririn yang dengan cepat memegang pintu gerbang sekolah.
“Kalian berdua kenapa telat? Apa jangan-jangan kamu yah, yang ngajak Ilham untuk terlambat masuk sekolah,” jawab pak Satpam dengan muka judesnya.
“Ih, bapak. Jangan nuduh saya gitu dong. Tanya aja sama Ilham kalau gak percaya,” kata Ririn yang memperlihatkan muka kesal.
“Jadi, kenapa kamu terlambat, Ham?”
Jeng .. jeng... Jeng .. kira-kira Ilham terlambat karena apa yah? Apa karena dia banyak pikiran sampai lupa tidur yah? Hahahaa ... Tungguin ajaaaa
⭐⭐⭐
Ya deh kita tunggu aja.
*Bersambung.
Hai readers tersayangnya othor mohon dukungannya untuk karya receh ini ya gaess dengan cara klik like ketik komentar dan kirim hadiahnya yang super banyak agar othor semangat updatenya okey?
Nikmati alurnya dan happy reading 😍