
Rianti dan Fatah saat ini sedang menuju salah satu taman yang ada disekitar rumah Rianti. Keduanya terlihat bahagia menghabiskan waktu bersama. Fatah memulai obrolan saat dirinya dan kekasihnya sudah duduk di bangku taman.
"Kamu sering main kesini?" tanya pria itu.
Rianti tersenyum lalu mengangguk. "Iya kak aku suka banget main ke taman ini. Kalo aku lagi sedih pasti aku kesini buat nenangin diri. Tempatnya juga adem banget." Kata Rianti sambil menatap Fatah.
"Iya tempatnya cocok buat nenangin diri," kata Fatah menatap lurus kedepan.
"Anginnya seger banget kan, kak?" tanya Rianti masih menatap kekasihnya.
"Iya adem. Kamu biasanya ngapain aja kalo main kesini? " Tanya Fatah.
"Buat hibur diri, selain itu aku juga suka banget kalo liat anak kecil main. Biasanya ada yang jailin temannya lucu banget tau hihihi. Trus juga ada yang suka main bola, main sama keluarganya pokoknya banyak deh kak. Seru kalo main disini. " Kata Rianti sambil tersenyum menampilkan lesung pipinya yang cantik.
"Wah seru banget kayaknya yah. Lebih seru lagi kalo kita berdua juga disini, main sama kamu. Pasti asik banget. " Kata Fatah sambil menatap Rianti.
"Apasih kak" Rianti mengalihkan pandangannya dia tifak mau bertatapan dengan Fatah, bisa-bisa Fatah melihat semburat merah yang ada di pipinya. Rupanya dia tengah salting karena ucapan Fatah.
Fatah hanya tertawa kecil melihat salting Rianti. Keduanya saling menatap satu sama lain. Fatah melihat ketulusan Rianti dalam mencintainya, dia yakin gadis didepannya ini sangat menyayanginya terlihat dari kedua mata Rianti.
"Kak, aku mau nanya boleh? " Karena tidak mau ketahuan, Rianti akhirnya mulai bertanya kepada Fatah.
"Sure, honey. "
Astagaa.. Kenapa Fatah suka sekali membuat jantungnya berdebar kencang. Tenang Rianti kamu harus mulai serius, batinnya.
"Kakak serius kan sama aku? Maaf kalo aku ngomong kayak gini tapi aku takut kakak cuman mainin perasaan aku aja. Aku udah yakinin hati aku kalo kakak gak bakal buat aku kecewa."
Mengambil tangan Rianti untuk menggenggamnya dan mengatakan
"Iya sayang, aku serius sama kamu. Aku janji bakal jagain dan bahagiain kamu."
Rianti hanya tersenyum mendengar kata yang terucap dari mulut kekasihnya. Dia tidak yakin apa yang dikatakan Fatah kepadanya benar-benar tulus atau hanya untuk membuatnya bahagia sementara. Tapi Rianti meyakinkan hatinya bahwa pemuda didepannya ini benar-benar serius dengan ucapannya. Dia tidak mau memikirkan hal yang akan membuatnya sakit hati.
Flashback on*
Hari ini Rianti sangat bersemangat. Dia tidak pernah melunturkan senyum diwajah cantiknya. Jika kalian bertanya kenapa dia sebahagia itu, maka jawabannya satu. Karena cowo yang dia kenal di aplikasi dating ingin menemuinya hari ini. Dia sangat senang dengan kabar itu, sudah lama ia menantikan momen ini. Kini dia memakai baju dengan lengan panjang dan rok selutut yang sangat pas di badannya. Terlihat menggemaskan. Dia sudah bersiap untuk menuju tempat yang dijanjikan keduanya.
Tiba di restoran, Rianti segera mengeluarkan ponselnya dan menelfon seseorang yang akan ditemuinya hari ini.
"Kakak ada dimana?" Kata Rianti sambil mengedarkan pandangan.
"Aku di meja 3. Kamu yang make baju hitam ya?" Kata seseorang yang ditelfon Rianti.
"Iya kak. Oke aku kesana. " Setelah itu Rianti memutuskan sambungan telfon.
Dia menuju meja 3, terlihat seorang pemuda dengan perawakan yang sangat sempurna duduk di meja tersebut. Rianti sangat gugup ketika langkahnya perlahan mendekati meja, dia takut penampilannya akan buruk dimata lelaki itu.
"Kak Fatah ya?"
"Iya. Kamu Rianti kan?"
Rianti menangguk tersenyum. Dia pikir lelaki itu akan bersikap datar tapi ternyata dugaannya salah.
"Silahkan duduk Ri. "
"Aku pikir kakak bakalan cuek sama aku." Kata Rianti sambil tertawa kecil.
"Kok mikirnya gitu? Aku kan udah bilang sama kamu di chat aku bakal buat kamu nyaman pas lagi sama aku. " Jawab Fatah
"Hehe iya kak maaf ya."
"Iya gapapa Ri."
Tepat setelah mengatakan itu makanan mereka datang, mereka menikmati hidangan yang disediakan.
Setelah pertemuan singkat itu, Fatah mengajak Rianti untuk bertemu kembali dan disanalah Fatah menyatakan jika dia menyukai Rianti dan menyatakan cintanya. Rianti yang memang sudah menyukai Fatah sejak awal langsung menerima pernyataan cinta tersebut.
⭐⭐⭐
Flashback on*
Hari ini Rianti sangat bersemangat. Dia tidak pernah melunturkan senyum diwajah cantiknya. Jika kalian bertanya kenapa dia sebahagia itu, maka jawabannya satu. Karena cowok yang dia kenal di aplikasi dating ingin menemuinya hari ini. Dia sangat senang dengan kabar itu, sudah lama ia menantikan momen ini. Kini dia memakai baju dengan lengan panjang dan rok selutut yang sangat pas di badannya. Terlihat menggemaskan. Dia sudah bersiap untuk menuju tempat yang dijanjikan keduanya.
Tiba di restoran, Rianti segera mengeluarkan ponselnya dan menelfon seseorang yang akan ditemuinya hari ini.
"Kakak ada dimana?" Kata Rianti sambil mengedarkan pandangan.
"Aku di meja 3. Kamu yang make baju hitam ya?" Kata seseorang yang ditelfon Rianti.
"Iya kak. Oke aku kesana." Setelah itu Rianti memutuskan sambungan telfon.
Dia menuju meja 3, terlihat seorang pemuda dengan perawakan yang sangat sempurna duduk di meja tersebut. Rianti sangat gugup ketika langkahnya perlahan mendekati meja, dia takut penampilannya akan buruk dimata lelaki itu.
"Kak Fatah ya?"
"Iya. Kamu Rianti kan?"
Rianti menangguk tersenyum. Dia pikir lelaki itu akan bersikap datar tapi ternyata dugaannya salah.
"Silahkan duduk Ri. "
"Aku pikir kakak bakalan cuek sama aku." Kata Rianti sambil tertawa kecil.
"Kok mikirnya gitu? Aku kan udah bilang sama kamu di chat aku bakal buat kamu nyaman pas lagi sama aku. " Jawab Fatah
"Hehe iya kak maaf ya."
"Iya gapapa Ri."
Tepat setelah mengatakan itu makanan mereka datang, mereka menikmati hidangan yang disediakan.
Setelah pertemuan singkat itu, Fatah mengajak Rianti untuk bertemu kembali dan disanalah Fatah menyatakan jika dia menyukai Rianti dan menyatakan cintanya. Rianti yang memang sudah menyukai Fatah sejak awal langsung menerima pernyataan cinta tersebut.
Flashback off*
Rianti mengingat kembali awal pertemuan dengan kekasihnya itu. Dia sangat bahagia pada saat tau cintanya tidak bertepuk sebelah tangan.
"Kak, kita beli itu yuk." Ajak Rianti menunjuk salah satu penjual gulali yang ada didekat taman tersebut.
"Kamu mau gulali?" Tanya Fatah.
Rianti mengangguk dan langsung menarik tangan Fatah untuk membeli gulali yang dimaksud tadi. Mereka membeli dua gulali dan kembali ke bangku taman, melanjutkan percakapan dibarengi dengan candaan yang sekali-kali Fatah lontarkan.
⭐⭐⭐
Tak terasa hari ini adalah hari minggu. Hari dimana semua orang ingin berlibur, menikmati berkumpul bersama keluarga, atau pun ingin bermalas-malasan di kasur. Seperti yang dilakukan Ririn sekarang, setelah solat subuh dia kembali tertidur karena merasa ngantuk. Semalaman dia menonton drama yang disukainya sampai larut malam. Saat ini jam sudah menunjukkan pukul 7 lewat.
"Rin, bangun sayang. Udah jam 7 loh ga baik anak gadis bangun kesiangan. "
"Iya mah, bentar lagi," Jawab Ririn sambil mengeratkan bantal gulingnya ke dalam pelukannya.
"Bangun ih, kamu mandi sana biar ga ngantuk lagi. " Kata ibu Ririn mengomeli anaknya.
Akhirnya dengan terpaksa Ririn bangun dan duduk dihadapan ibunya.
"Mana sini mama liat pipi kamu. " Ibu Ririn memegang pipi putrinya sayang.
Ibu Ririn sudah mengetahui apa yang terjadi dengan anaknya. Awalnya dia sangat marah dengan perlakuan Nisa kepada Ririn yang semena-mena. Dia marah, sangat marah. Siapa yang tidak sakit hati ketika mengetahui anaknya jadi korban bullying di sekolah. Ibu nya berniat membawa kasus ini ke jalur hukum, tapi Ririn mencegahnya dia tidak mau jika ibunya berurusan dengan keluarga Nisa. Dia sadar bahwa dirinya hanya dari keluarga biasa yang tidak mampu melawan keluarga Nisa yang notabennya pemilik yayasan.
"Udah gapapa kok mah."
Sebenarnya Ririn tidak mau jika ibunya mengetahui masalah ini. Tapi orang yang menolongnya lah yang memberitahukan tentang semua ini. Ya Ilham sudah mengetahui dalang dari semua kejadian yang dialami Ririn. Dugaannya tidak meleset, memang Nisa yang melakukannya.
"Mama gak usah khawatir. Aku baik-baik aja kok." Ucap Ririn menenangkan saat melihat raut wajah ibunya yang sangat sedih.
"Maafin mama. " Air mata sudah membasahi kedua pipi ibu Ririn, dia masih sedih jika mengingat anaknya diperlakukan tidak adil.
"Mah, jangan nangis nanti aku ikutan sedih. " Kata Ririn dengan suara parau.
"Maafin mama, gak bisa jagain kamu dengan baik. Maafin mama sayang."
kini keduanya berpelukan untuk melampiaskan rasa sedih yang dirasakan. Ririn merasa kasihan dengan ibunya, ini bukan kesalahan ibunya.
"Ngga mah. Mama udah jadi mama yang baik buat Ririn. Jangan nyalahin diri mama. Ririn baik-baik aja mah. Jangan nangis." Ririn mengusap air mata ibunya.
"Mama bersyukur punya kamu Rin."
"Ririn lebih bersyukur punya mama yang baik banget sama Ririn."
Keduanya sama-sama terkekeh, Ririn mau kebahagian untuk ibunya, dirinya dan orang terdekatnya.
"Senyum dong sayang. " Ucap ibu Ririn menghibur
Ririn kini mulai tersenyum kenbali. Dia tidak akan lagi membuat ibunya merasa sedih.
"Makasih mama. Aku sayang mama."
"Mama juga sayang sama kamu. "
Lama berpelukan, ibu Ririn kini melepas pelukan tersebut.
"Udah sana kamu mandi. Bauu." Kata ibu Ririn sambil menutup hidung untuk mengejek anaknya.
"Aaaa mamah, aku masih wangi tau. "
"Udah ah sana mandi. Katanya mau jalan sama cowo kemarin. "
Oh iya Ririn lupa, dia sudah berjanji untuk jalan berdua dengan Ilham.
*Bersambung.
Hai readers tersayangnya othor mohon dukungannya untuk karya receh ini ya gaess dengan cara klik like ketik komentar dan kirim hadiahnya yang super banyak agar othor semangat updatenya okey?
Nikmati alurnya dan happy reading 😍