
"Kamu namanya siapa? " Tanya Ririn.
"Aku Hawa kak. Kalo kakak siapa?"
"Panggil kak Ririn dan disebelah kamu itu namanya kak Ilham."
"Kak Lilin sama kak Ilham. Okey kak." Jawab Hawa yang terlihat lucu saat menyebutkan nama Ririn.
Mereka sampai didepan penjual es krim.
"Kamu mau pesan apa sayang? " Tanya Ririn dengan lembut.
"Mau es klim vanilla kak. "
Kini tatapan Ririn mengarah ke Ilham, ternyata sedari tadi Ilham memperhatikan Ririn.
"Ka-kamu mau pesan apa, Ham?" Ucap Ririn gugup karena terus diperhatikan oleh Ilham. Ririn salting lagi karena perlakuan Ilham.
"Samain aja kayak Hawa."
Ririn menghampiri penjual tersebut lalu memesankan es krim yang diinginkan Hawa dan Ilham.
"Saya pesan rasa vanilla 3 ya pak."
Mereka menunggu pesanan sambil bercanda.
"Kakak aku nda punya uang." Kata Hawa dengan nada lucunya.
"Kamu gak perlu bayar cantik, biar kakak ...." Belum sempat mengakhiri ucapannya, Ilham memotongnya terlebih dahulu.
"Kakak yang bayar. Kamu gak usah mikirin itu." Kata Ilham sambil mengacak lembut rambut Hawa.
"Ham, aku aja yang bayar." Kata Ririn menatap Ilham.
"Aku yang bayar Rin. Aku yang ngajakin kamu kesini jadi aku yang harus bayar. Kalo mau sesuatu kamu boleh minta sama aku."
"Ini aja udah cukup Ilham. Aku gak mau ngerepotin kamu."
"Ngga, kamu gak ngerepotin aku. Justru aku senang kalo kamu minta sesuatu dari aku."
Ririn hanya menggeleng kan kepala, dia bisa bayar sendiri tapi pemuda yang ada didepannya ini memaksa untuk membayarkannya.
"Iya kak. Biar kak Ilham aja yang bayar hihihi..."
"Kamu tuh gemesin banget sih!" Kata Ririn sambil memegang pipi gembul Hawa.
Pesanan mereka sudah selesai, mereka mengambil masing-masing satu es krim untuk dimakan, dan kembali ke bangku yang ditempatinya.
"Makasih ya kak Lilin, kak Ilham udah beliin Hawa es klim."
"Iya sama-sama cantik. Udah habisin dulu baru lanjut main ya."
Beberapa menit kemudian es krim yang mereka makan sudah habis, Hawa segera berdiri didepan Ririn dan Ilham.
"Aku mau main dulu ya kak. Makasih yaa."
"Iya sama-sama cantik." Jawab Ririn dan Ilham bersamaan.
Hawa berlalu meninggalkan keheningan diantara Ilham dan Ririn.
"Lucu ya." Kata Ririn
"Iya kayak kamu." Tatapan Ririn langsung menoleh mendengar perkataan Ilham, menampilkan wajah tanyanya.
"Ekhem. Maksudnya iya Hawa lucu." Kata Ilham mengalihkan.
Karena sudah lama bermain di taman tersebut akhirnya mereka berdua memutuskan untuk pulang. Keduanya menikmati perjalanan dengan angin yang meniup wajah.
Tak lama, hujan mulai turun membasahi rerumputan dan jalanan di bumi. Semua orang berlarian untuk mencari tempat untuk berteduh, termasuk Ririn dan Ilham. Mereka kehujanan sehingga mengharuskan untuk menghentikan perjalanan. Tapi sudah setengah jam lebih hujan tidak berhenti.
"Ham, kayaknya kita terobos aja deh. Soalnya takut mama nungguin. Trus juga hujannya gak ada tanda-tanda akan reda."
"Benaran kita terobos aja? Nanti kalo kamu sakit gimana?" Tanya Ilham dengan nada khawatirnya.
"Ngga kok, pulang nanti aku bakal mandi biar ga sakit."
"Ya udah kita pulang sekarang." Dengan terpaksa Ilham menyetujuinya.
Bisa dibilang saat ini mereka hujan-hujanan.
Sekitar 10 menit mereka sampai di rumah Ririn.
"Kamu langsung masuk ke rumah, jangan lupa mandi biar kamu gak sakit," Kata Ilham dengan penuh perhatian.
"Iya Ham. Kamu juga, jangan sampai sakit. "
Ilham bahagia karena Ririn mengkhawatirkan dirinya.
"Makasih ya Ham buat hari ini. Makasih juga buat traktirannya." Sambil mengangguk, Ririn perlahan memasuki kawasan rumahnya.
"Iya terima kasih kembali Rin. Ya udah kalo gitu aku pulang ya." Ririn melambaikan tangan ke arah Ilham.
Dia segera memasuki rumah. Ternyata tidak ada siapa-siapa di dalam sana. Berarti ibunya sedang berada di toko buketnya. Ririn segera masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan diri. 15 menit berlalu Ririn selesai dengan mandinya. Dia mengecek ponselnya karena benda itu berbunyi beberapa kali.
Ilham :
Kamu langsung mandi, abis itu minum teh atau air hangat biar enakan.
Rianti :
Aaaaa Rin, tadi aku ketemu lagi sama cowok aplikasi dating itu.
Mikaila :
Rin, kamu udah ngerjain pr matematika belum? Bagi dong hehehe
Kak Yusuf :
Aku mau ketemu sama kamu besok.
Empat pesan dari orang yang berbeda dan dengan topik yang berbeda juga. Ririn terlebih dahulu membalas pesan Mikaila dan mengirimkan pekerjaan Rumahnya itu ke Mikaila. Ririn memang sebaik itu kepada sahabatnya. Kemudian ia membalas pesan Rianti dan mengatakan jika Rianti pasti sangat senang bertemu dengan lelaki yang disukainya. Dan selanjutnya membalas pesan Ilham.
Ririn :
Iya Ham, aku udah mandi kok. Kamu juga mandi biar gak sakit.
Ya, seperti itu balasan Ririn kepada teman-temannya.
Terakhir dia membalas pesan dari kekasihnya.
Ririn :
Iya kak. Aku juga mau ketemu sama kakak, ada yang mau aku omongin.
⭐⭐⭐
Sepulang sekolah Ririn segera menuju tempat yang dikirimkan Yusuf kepadanya. Hari ini mereka akan bertemu kembali setelah kejadian beberapa hari lalu yang membuat hubungan keduanya renggang. Sebelumnya Yusuf sudah meminta maaf atas kejadian lalu lewat chattingan tetapi Ririn tidak merespon pesannya.
"Kak." Kata Ririn setelah sampai pada tempat duduk Yusuf.
"Rin, duduk dulu." Yusuf mempersilahkan untuk duduk.
"Ada yang mau aku omongin kak. Sebaiknya kita sampai sini aja."
"Ngga Rin, aku gak mau. Aku minta maaf sama kamu. Waktu itu aku kelepasan ngebentak kamu, aku gak bermaksud gitu. Aku cuman emosi liat kamu sama cowo lain." Jelas Yusuf.
"Maaf kak tapi aku..."
"Ngga Rin, aku mohon. Kasih aku kesempatan buat perbaikin semuanya. Aku minta maaf sayang. Maaff. " Yusuf sampai memohon-mohon dihadapan Ririn agar tidak memutuskan dirinya.
"Tapi kak,"
"Aku janji gak bakal kayak gitu lagi. Aku janji Rin."
Melihat Yusuf yang memohon-mohon membuat Ririn merasa kasian melihatnya. Dia takut jika perkataan Yusuf tadi hanya omong kosong saja. Tapi dia juga merasa sedih melihat kekasihnya seperti ini.
"Aku bakal ngasih kakak kesempatan."
Yusuf yang mendengar itu langsung mendongakkan kepalanya menghadap Ririn. Dia tersenyum lalu berkata
"Makasih sayang, makasih bangettt. Aku janji gak bakal ngulangin kesalahan yang sama." Katanya dengan menggenggam tangan Ririn.
Setelah itu mereka mulai berbicara seperti biasa. Bercanda, tertawa dan bahagia bersama. Untuk hari ini Ririn merasa bahagia karena hubungannya dengan Yusuf sudah membaik.
"Kakak udah semester 5 ya?" Tanya Ririn ditengah obrolan mereka.
"Iya udah semester 5. Besok aku mau ke kampus buat ngumpulin tugas soalnya minggu lalu dosen aku gak datang. Jadinya besok deh." Jawab Yusuf.
"Ohhh gitu ya kak. Semangat ya. Jangan males belajar apalagi males ngerjain tugas, gak boleh kayak gitu."
"Iya sayang. Aku bakal giat belajar biar cepat lulus."
"Iya kak. Aku doain semoga kakak selalu dimudahkan ya." Kata Ririn dengan tulus.
"Aamiin. Makasih ya Rin."
⭐⭐⭐
*Bersambung.
Hai readers tersayangnya othor mohon dukungannya untuk karya receh ini ya gaess dengan cara klik like ketik komentar dan kirim hadiahnya yang super banyak agar othor semangat updatenya okey?
Nikmati alurnya dan happy reading 😍