
Jam menunjukkan pukul 8 malam. Ririn dan Mama sudah tiba di rumahnya. Ririn pun memasuki kamarnya untuk istirahat.
Drrrrtt
Drrtttt
Handphone milik Ririn berbunyi tanda ada pesan masuk. Gadis itu pun membuka handphonenya dan melihat kalau ada pesan masuk dari nomor baru yang ternyata nomor dari Yusuf.
Assalamualaikum Rin, ini Aku Yusuf. Begitulah isi pesan chat yang ada didalam handphone Ririn.
Ririn langsung membalas pesan Yusuf.
Wa'alaikumussalam iya Kak.
Lagi apa Rin?
Lagi baring-baring aja Kak. Kalau Kakak lagi apa?
Lagi nyantai nih. Eh Rin, besok kamu ada waktu gak? Jalan yuk.
Boleh Kak.
Oke kalau gitu besok aku jemput kamu, ya. Good night.
Ririn pun tersenyum-senyum sendiri melihat isi chat dari Kak Yusuf. Sampai akhirnya ia tertidur dengan nyenyak bersama handphonenya.
⭐⭐⭐
"Rin, Ayo bangun. Ini sudah jam berapa sayang," seru Mama Ririn sambil membangunkan Ririn dengan menggoyangkan badannya.
"Iya Mah, bentar lagi. Lima menit lagi," jawab Ririn dengan suara masih serak karena ngantuk.
"Gak ada lima menit, lima menit. Ayo bangun. Ntar lambat lagi Kamu."
"Iya Mah."
Ririn pun bangun dan bersiap untuk ke Sekolah. Sebelum ke Sekolah Ririn sarapan bubur dan teh hangat.
"Rin, ada yang nungguin kamu di depan. Kayaknya itu anaknya Bu Maryam deh. Kamu kenal kan?" tanya Mama kepada Ririn yang sedang sibuk menyendok bubur kedalam mulutnya.
"Ha? Jangan jangan yang dimaksud Mama kak Yusuf? Kok gak bilang sih kalau Dia mau kesini?"
Ririn cepat-cepat menyeruput teh hangat miliknya dan berlari menuju ke depan pintu.
"Kak Yusuf, sejak kapan ada disitu? Terus kenapa Kakak gak bilang kalau Kakak mau jemput Aku?" tanyanya pada Yusuf.
"Hehe, maaf yah Rin. Gak ngabarin kamu. Tapi aku anter ke sekolah gak apa-apa kan? Gak ada yang marah kan?"
"Eh, Hem iya kak. Gak kok. Kalau gitu aku ambil tas dulu ya kak."
"Iya Rin."
Ririn masuk kembali dan mengambil tas nya. Tak lupa ia berpamitan dengan mamanya.
"Aneh, sejak kapan mereka akrab?" Tanya mama Ririn dalam hati sambil menggelengkan kepala dengan senyum di wajahnya.
15 menit kemudian Ririn sudah sampai di depan gerbang sekolahnya.
"Udah kak. Disini saja. Terimakasih ya udah mau nganter aku," Ririn dengan wajah malu-malu menatap kak Yusuf.
"Iya Rin, entar aku jemput yah. Kita jalan sebelum pulang ke rumah."
"Oke kak. Byeeee."
Ilham yang baru turun dari motornya melihat Ririn berbincang-bincang dengan seseorang. Tapi ia tak melihat siapa yang bersama Ririn karena laki-laki itu terhalang pohon.
Ririn berjalan masuk ke kelas tapi dihalangi oleh Ilham.
"Pacar kamu?" Tanya Ilham dengan wajah dinginnya.
"Kamu nanya aku? Eh, bukan. Itu teman aku. Emangnya kenapa?" Jawab Ririn sambil menggaruk kepalanya yang tak gatal.
"Oh, gak apa-apa".
"Ish, dasar aneh. Kenapa nanya kalau gak ada apa-apa? Apa jangan-jangan.. Ilham cemburu? Eh tapi masa ia dia suka sama aku? Woi Rin, sadar diri. Kamu tuh bukan siapa-siapa," pinta Ririn kepada dirinya sendiri sambil memukul kepalanya.
"Ah, sudahlah. Gak penting juga."
Ririn pun masuk menuju kelasnya.
⭐⭐⭐
Sepulang sekolah, Ririn dan Rianti jalan berbarengan menuju gerbang sekolah menunggu jemputan masing-masing. Tapi langkah mereka terhenti karena Rianti mendapatkan chat dari aplikasi datingnya.
"OMG, Rin. Tahu gak. Lihat nih, cowok yang aku bilang kemarin sama kamu. Dia ngajak aku ketemu. Seneng banget rasanya. Aku harus pakai baju apa yah? Haaaaa, rasanya seperti mimpi," seru Rianti sambil senyum senyum melihat isi chatnya.
"Hahahah, semoga wajahnya sesuai ekspektasi kamu yah An. Entar kamu sakit hati loh. Kalau nanti aslinya jelek. Hahahahaha," jawab Ririn dengan ketawanya.
"Iiiih, Ririn. Jahat deh. Doain yang baik-baik kek gitu. Napa sih."
"Iya deh, iyaaaa. Maaf yah cuma bercanda," sambil mencubit pipi Rianti.
Mereka berdua pun menunggu jemputan masing-masing. Namun, jemputan Rianti sampai terlebih dahulu dan akhirnya ia berpamitan dengan Ririn.
"Rin, aku duluan yah," sambil melambaikan tangan, Ririn naik ke dalam mobilnya.
"Iya, hati-hati An".
Tidak berselang lama, kak Yusuf pun datang menjemput Ririn.
"Yuk, tuan putri. Silahkan naik," titah kak Yusuf sambil menyodorkan satu buah helm berwarna pink bermotif hello Kitty kepada Ririn.
"Ish, kakak. Apaan tuan putri tuan putri. Berlebihan deh." !
"Hehehehe Udah. Naik gih."
Mereka pun menuju ke sebuah restoran untuk mengisi perut mereka yang dari tadi minta di isi.
"Silahkan mau pesan apa," tanya pelayan di restoran tersebut.
"Aku mau pesan spaghetti dan jus alpukat kak. Kalau kamu Rin ? Mau pesan apa?," Tanya kak Yusuf.
"Mmm, samain aja kak."
"Oke kalau begitu, spaghetti dua dan jus alpukat nya dua. Mohon ditunggu yah kak," seru pelayan sambil pergi meninggalkan mereka.
Setelah mereka makan siang, Ririn dan kak Yusuf pergi ke sebuah taman yang tidak jauh dari lokasi restoran tempat mereka makan.
Sambil ngobrol-ngobrol mereka menikmati es krim yang mereka beli dekat taman itu.
"Rin, kamu mau gak jadi pacar aku?," Tanya Yusuf kepada Ririn sambil membawa satu helai bunga mawar yang baru dipetiknya.
"Kak? Jangan bercanda deh," Ririn yang masih memakan es krim miliknya langsung tersendat karena kaget dengan apa yang disampaikan Yusuf kepadanya.
"Aku serius Rin. Sejak pertama aku kenal kamu. Aku merasa kamu itu istimewa. Kamu adalah perempuan yang beda dari perempuan lain."
Jujur saja, sebenarnya Ririn juga suka sama Yusuf. Sejak mereka suka chatting dan ngobrol, mereka sepertinya merasa nyaman satu sama lain. Akan tetapi bagaimana dengan cinta pertamanya? Siapa lagi kalau bukan Ilham.
Sungguh sangatlah mustahil bagi Ririn. Di sukai oleh siswa populer di sekolah itu sangatlah tidak terpikirkan di benaknya. Bisa dibilang, cintanya bertepuk sebelah tangan.
Mungkin ini adalah jalan yang diberikan Tuhan pada Ririn agar ia bisa move on dari laki-laki yang terkenal dingin dan cuek seperti Ilham. Setelah berpikir sangat lama, Ririn akhirnya menjawab cinta kak Yusuf.
"Iya kak. Aku mau," jawab Ririn sambil mengambil bunga yang ada didepannya. Pria itu langsung menampakkan senyum diwajahnya.
"Terima kasih yah Rin. Aku janji akan jaga dan bahagiain kamu," ucap Yusuf sambil memeluk Ririn.
⭐⭐⭐
*Bersambung.
Hai readers tersayangnya othor mohon dukungannya untuk karya receh ini ya gaess dengan cara klik like ketik komentar dan kirim hadiahnya yang super banyak agar othor semangat updatenya okey?
Nikmati alurnya dan happy reading 😍