
"Rin, kenapa sih?" Yusuf mulai bertanya karena melihat raut wajah Ririn yang sepertinya tidak mau melihatnya.
"Gapapa kak."
"Aku anter pulang."
"Gak usah, aku bisa pulang sendiri. " Jawab Ririn.
"Kamu kenapa sih Rin? Aku ada salah sama kamu? "
Ririn diam saja. Dia malas melihat Yusuf.
"Aku anter pulang." Putus Yusuf tak terbantahkan.
Ririn dengan terpaksa naik ke atas motor Yusuf, dia malas berdebat dengan kekasihnya. Dalam perjalanan pulang, tidak ada yang membuka obrolan. Keduanya saling diam dengan pemikiran masing-masing.
Sesampainya di rumah Ririn, Yusuf tidak langsung membiarkannya masuk ke dalam rumah begitu saja. Dia menarik tangan Ririn dengan sedikit kasar.
"Rin, kamu kenapa sih? Jangan diem aja. Aku ada salah sama kamu? Kalo emang ada, kamu bilang sama aku. Jangan diem kayak gini."
"Lepasin kak." Kata Ririn sambil berusaha melepaskan cekalan tangan Yusuf.
"Gak, sebelum kamu ngomong! Aku ada salah sama kamu? Apa Rin?"
"Sakit kak, lepasinnn." Ririn semakin memberontak, tangannya sakit dicengkeram seperti itu.
"Rin, jawab aku." Kata Ilham yang mulai emosi.
"Sebaiknya kakak pulang. Aku mau istirahat." Kata Ririn setelah berhasil menarik tangannya. Terlihat merah karena Yusuf cukup kuat menggenggamnya.
Setelah itu Ririn berlari memasuki rumahnya. Dia tidak ingin melihat wajah Yusuf lagi. Perlakuan yang dilakukannya tadi sangat tidak baik.
Yusuf yang melihat Ririn memasuki rumahnya hanya menggeram kesal. Dia tidak tahu kesalahan apa yang dibuatnya sampai Ririn bersikap seperti tadi.
⭐⭐⭐
Di lain tempat, terdapat dua orang adik kakak yang sedang beradu mulut. Sang adik kesal karena kakaknya memintanya memutuskan hubungannya dengan sang kekasih.
"Kakak kenapa sih? Dia baik sama aku kak, dia selalu bahagiain aku."
"Kamu gak tahu sikap asli dia seperti apa An. Dia itu gak baik."
"Kak Andra kalo ngomong jangan suka ngasal. Dia itu laki-laki baik, dia gak pernah buat aku sedih."
"An, dengerin kakak. Dia bukan laki-laki yang baik buat kamu. Cepat atau lambat kamu akan tahu siapa dia sebenarnya. " Jelas Andra.
"Kakak apa-apaan sih! " Kesal Rianti.
"Putuskan dia."
"Gak, aku gak mau kak."
"Kakak mau kamu sama pacar kamu putus. Kakak tunggu."
Setelah mengatakan itu, Andra langsung berlalu begitu saja. Dia meninggalkan Rianti dengan segala pemikirannya yang berkecamuk. Dia sangat kesal karena kakaknya tiba-tiba memintanya memutuskan hubungan dengan kekasihnya.
"Kakak kenapa sih? Dia baik sama aku kak, dia selalu bahagiain aku."
"Kamu gak tahu sikap asli dia seperti apa An. Dia itu gak baik."
"Kak Andra kalo ngomong jangan suka ngasal. Dia itu laki-laki baik, dia gak pernah buat aku sedih."
"An, dengerin kakak. Dia bukan laki-laki yang baik buat kamu. Cepat atau lambat kamu akan tahu siapa dia sebenarnya. " Jelas Andra.
"Kakak apa-apaan sih! " Kesal Rianti.
"Putuskan dia."
"Gak, aku gak mau kak."
"Kakak mau kamu sama pacar kamu putus. Kakak tunggu."
Setelah mengatakan itu, Andra langsung berlalu begitu saja. Dia meninggalkan Rianti dengan segala pemikirannya yang berkecamuk. Dia sangat kesal karena kakaknya tiba-tiba memintanya memutuskan hubungan dengan kekasihnya.
Rianti keluar dari rumah, dia membutuhkan udara segar untuk menenangkan diri. Taman dekat rumahnya adalah tempat yang ditujunya saat ini. Dia duduk di bangku kosong yang berada di pinggir taman. Dia mulai memejamkan mata menikmati angin segar yang menerpa wajahnya.
⭐⭐⭐
*Bersambung.
Mana nih dukungannya untuk Rianti 😍 like dan komentar ya gaess.