The Story Of Miss Buket

The Story Of Miss Buket
Bab 24 Misbuk



Flashback off*


Ririn tidak menyangka jika adik yang dimaksud Andra adalah Rianti. Dia melihat kekhawatiran seorang adik dimata Rianti. Jadi selama ini Yusuf berpacaran dengan sahabatnya sendiri.


"Kak." Menatap Yusuf dengan tatapan kecewa.


"Aku bisa jelasin Rin. Ini gak seperti yang kamu liat."


"Kak Fatah." Rianti berlari menuju Yusuf.


"Kakak baik-baik aja kan? Ada yang luka gak? " Tanya Rianti mengecek kondisi kekasihnya.


Andra yang melihat itu geram, dia langsung menarik tangan Rianti menjauh dari Yusuf.


"Kamu apa-apaan sih An, dia itu udah khianatin kamu. Kamu itu cuman selingkuhan dia." Bentak Andra kepada adiknya.


"Kamu tau, laki-laki ini..."


"Iya aku tau kak. Dia pacarnya Ririn." Jawab Rianti dengan berteriak.


Semuanya terkejut mendengar pengakuan Rianti. Jadi selama ini dia sudah mengetahui hubungan Ririn dan Yusuf? Tapi mengapa dia masih mau melanjutkan hubungannya dengan Yusuf yang sebenarnya salah?


"Karena aku cinta sama kak Fatah. Dia baik kak, aku suka cara dia memperlakukan aku. Aku cinta sama kak Fatah." Rianti berkata sambil menangis.


Rianti mengetahui hubungan keduanya karena waktu itu dia sempat melihat Yusuf dan Ririn sedang berjalan-jalan berdua. Dia yakin jika sahabatnya itu punya hubungan lebih dengan Yusuf.


Andra terdiam, jadi selama ini adiknya mengetahui tapi tidak mau memutuskan hubungannya dengan lelaki kurang ajar di depannya.


"Stupid. Itu bukan cinta An, kamu terobsesi sama dia. Sadar An sadar." Jawab Andra mengambil adiknya ke dalam pelukan.


"Ngga kak, aku cinta sama kak Andra."


Sedangkan Ririn, dia hanya berdiam diri. Air matanya sudah turun sejak pertengkaran anatara adik dan kakak itu. Jadi selama ini, orang yang dia anggap sahabat ternyata menusuknya dari belakang. Bukan, ini bukan salah Rianti. Dia tidak boleh menyalahkan sahabatnya, Rianti cinta tumbuh dengan sendirinya jadi dia tidak berhak menyalahkan Rianti atas kejadian ini.


"Rin, aku minta maaf" Yusuf berjalan mendekati Ririn.


Ririn yang semula diam dengan air mata diwajahnya langsung tersenyum. Lebih tepatnya menunjukkan senyum palsu.


"Jadi benar ya selama ini hahahah. Permainan bagus kak. Bahkan kakak pacaran sama sahabat aku." Ririn tertawa dengan air mata yang turun dari pelupuk matanya.


"Rin aku minta maaf sama kamu sayang. Aku gak bermaksud buat nyakitin kamu. " Yusuf memohon.


"Bahagiain Rianti ya kak. Jaga dia, dia sahabat aku. Kita putus. "


Setelah mengatakan kalimat itu, Ririn langsung berlari meninggalkan tiga orang yang sedang menatapnya. Yusuf mengejar Ririn tapi sudah terlambat kini Ririn sudah menaiki angkot.


"Kak, aku ada disini. " Kata Rianti sedih.


"Kurang ajar. Kamu sudah menyakiti adik saya." Emosi Andra sudah di ubun-ubun.


Bugh! Bugh! Bugh!


Tiga pukulan mendarat diwajah Yusuf.


"Udah kak, kasian kak Fatah. Aku gak mau dia kenapa-kenapa."


Andra emosi, mengapa adiknya malah berpihak ke Yusuf? Apakah dia sudah dibutakan cinta sehingga sikapnya seperti ini.


"Kakak gak ngerti dengan pemikiran kamu."


Setelah mengatakan itu, Andra langsung pergi dari hadapan sang adik. Dia tidak habis pikir mengapa adiknya bersikap seperti itu?


Kini tinggal mereka berdua, Rianti menatap khawatir Yusuf karena melihat luka yang lumayan banyak diwajah laki-laki itu.


"Sakit ya kak? Aku obatin ya." Kata Rianti dengan nada khawatirnya.


"Kamu gak mau ninggalin aku kayak mereka?" Tanya Yusuf.


"Ngga kak. Aku gak bakal ninggalin kakak. Aku cinta sama kakak."


Yusuf tersenyum mendengar penuturan Rianti, dia menyayangi wanita di depannya karena selalu perhatian kepadanya, sifatnya memang berbeda dengan Ririn. Rianti lebih cerewet dan manja kepadanya.


"Makasih ya."


"Kakak gak bakal ninggalin aku kan?"


"Katanya mau obatin. Ini, obatin dulu." Menunjukkan pipinya yang memar, Yusuf bermaksud mengalihkan pembicaraan.


"Ya udah kita duduk disana dulu kak."


Mereka berdua berjalan menuju bangku taman. Rianti membantu Yusuf untuk berjalan, keduanya duduk dengan saling berhadapan. Rianti mulai mengobati luka Yusuf, dia sangat hati-hati dalam mengobati.


Yusuf memperhatikannya, dia sayang dengan Rianti dia wanita baik dan perhatian. Tapi satu sisi dia juga sayang dengan Ririn. Keduanya memang berbeda tapi Yusuf menyukai sifat dari keduanya.


Sementara di tempat lain, Ririn menangis tersedu-sedu mengingat kejadian yang dialaminya tadi. Dia tidak menyangka orang yang menjadi selingkuhan kekasihnya itu adalah sahabatnya sendiri.


Sakit, sakit sekali jika mengingat fakta itu. Ririn memang mengetahui kebohongan yang selama ini Yusuf tutupi. Tapi mengapa harus sahabatnya? Menangis terisak, Ririn segera masuk ke dalam rumahnya yang sepi, untung saja ibunya masih berada di toko buketnya. Masuk ke dalam kamar Ririn masih menangis terisak, memukul-mukul dadanya yang terasa sesak. Dia masih tidak habis pikir dengan pemikiran Yusuf.


"Hiks... Hikss... Kak Yusuf jahat." katanya terisak.


"Kenapa harus sahabat aku? Hiks.. Sakit sakit banget. "


"Kenapa gak jujur dari awal. Jahat, kakak jahatt." Teriak Ririn.


Karena merasa jika ibunya akan pulang sebentar lagi, Ririn segera mengambil handuk dan memasuki kamar mandi untuk berendam dan menenangkan diri sejenak.


⭐⭐⭐


*Bersambung.


Hai readers tersayangnya othor mohon dukungannya untuk karya receh ini ya gaess dengan cara klik like ketik komentar dan kirim hadiahnya yang super banyak agar othor semangat updatenya okey?


Nikmati alurnya dan happy reading 😍