
Setelah kejadian itu, keputusanku untuk balas dendam semakin kuat. Segala cara aku lalui termasuk dengan membunuh orang. Alasan aku menjadi pembunuh bayaran adalah untuk mendekati pembunuh keluarga dan temanku. Setelah aku mengganti identitasku, aku terus berlatih dan membunuh untuk bertahan hidup. Aku memakai identitas "Valdis" yang memiliki arti sebagai kematian untuk melakukan pekerjaan kotorku. Setelah tiga tahun, namaku terkenal di seluruh dunia penjahat. Bahkan para polisi kesulitan mencari keberadaanku dikarenakan aku selalu mengacak keberadaanku dan tidak meninggalkan jejak sedikitpun.
Aku melihat jam tanganku yang menunjukkan pukul dua siang. Lalu aku memutuskan untuk kembali ke kafe dan mempersiapkan rapat dengan klien. Namun seseorang berdiri di hadapanku. Orang tersebut merupakan pria hitam berotot kekar dengan luka cakar di mata kirinya. Orang tersebut mengenakan kaos cokelat tua dengan jaket kulit hitam. Orang itu yang tidak lain adalah polisi terkuat negara dan yang menyelamatkanku, Unchained.
"Sudah ingin pergi Leo?" tanya orang itu.
"Begitulah Unchained," jawabku, "Ada yang bisa aku bantu?"
Pekerjaanku tidak hanya melingkupi dunia gelap saja. Aku pun menerima permintaan dari lembaga resmi dengan bayaran mereka menutup mulut mengenai keberadaanku sebagai pembunuh bayaran. Setiap kali ada orang yang ingin membocorkan rahasiaku, aku pastikan mereka mati dan tidak ada informasi yang keluar.
Unchained menyerahkan flash disk berwarna hitam kepadaku. Setelah aku mengambil flash disk tersebut, Unchaine menyalakan mengambil rokok dan menyalakan rokok tersebut. Lalu sehabis ia menarik satu hisapan, ia mulai menjelaskan isi dari flash disk tersebut.
"Flash disk itu berisi data terbaru dari Angkasa Gelap. Saat ini ada kegiatan mencurigakan yang berhubungan dengan perdagangan manusia, material, dan obat-obatan dalam 3 bulan ini. Akhir-akhir ini Angkasa Gelap sudah mulai melakukan kegiatan mereka lebih terbuka. Namun entah bagaimana mereka bisa menutupi semua itu dengan rapi sehingga kepolisian sulit menyelidiknya lebih lanjut," jelas Unchained.
"Apakah ada penjabat yang terlibat disini?" tanyaku sambil melihat sekitar.
"Mengenai penjabat yang terlibat diketahui ada 20 orang yang terlibat disini. Setiap dua orang berada dalam departemen yang berbeda," tambah Unchained.
Aku melihat flash disk tersebut lebih jelas. Tidak ada alat penyadap atau alat pelacak pada flash disk tersebut. Hanya flash disk hitam dengan gambar tengkorak di atasnya. Kemudian aku memasukan flash disk tersebut ke dalam kantong jaketku dan bertanya pada Unchained, "Jadi kamu ingin aku membereskan orang-orang ini?"
"Daripada membereskan langsung, aku ingin kamu mengawasi, menyerap informasi yang mereka punya, dan membereskan mereka kalau perlu," pinta Unchained membersihkan abu rokoknya.
"Itu akan membutuhkan biaya yang besar," tegasku.
"Masalah biaya aku akan memberikan sumber dana yang telah aku alokasikan dengan kode 'Biaya Bersih-bersih' yang kamu bisa akses dalam flash disk tersebut. Lagipula bukankah dengan aku menjaga rahasiamu sudah merupakan bayaran besar untukmu? " kata Unchained sedikit tersenyum.
"Jangan memancing emosiku Anjing Penjaga Neraka. Apa kamu lupa dengan hutangmu padaku waktu itu?" balasku sedikit kesal.
"Hahaha!" tawa Unchained. "Tentu aku tidak lupa Leo. Maaf aku cuma bercanda tadi."
Aku menghela nafas. "Candaanmu kurang lucu Unchained."
Hutang yang dimaksud Unchained adalah hutang nyawa yang dimana aku pernah menyelamatkan putrinya. Saat itu putrinya beserta anak-anak kecil lainnya diculik oleh salah satu organisasi ******* milik salah satu penjabat yang hendak melaksanakan kudeta. Organisasi tersebut berencana menggunakan anak-anak tersebut sebagai pion bom bunuh diri yang akan diledakan di berbagai tempat keramaian seperti pusat kota, rumah ibadah, hingga daerah perbelanjaan. Seluruh anggota negara sudah dikerahkan pada masa itu namun tidak ada yang berhasil melacak keberadaan organisasi tersebut. Pada saat itu aku menerima kontrak dari klien yang meminta anaknya diselamatkan dari ******* tersebut. Ketika aku sedang menjalankan misi, aku sedang mengejar salah satu anggota ******* yang sedang melarikan diri. Disaat bersamaan Unchained juga mengejar pelaku yang sama sehingga kami menangkapnya bersama-sama. Pada awalnya kamu akan berselisih dalam menangani kasus ini, sehingga di satu titik kami memutuskan bekerja sama sehingga kami bisa membebaskan para sandera dari organisasi ******* dan menangkap dalang di balik organisasi tersebut.
Kemudian Unchained memasang muka sedikit serius.
"Kau tahu permintaanku, Leo. Berhentilah menjadi pembunuh bayaran dan jalanilah hidup normal. Aku bisa saja menangkapmu sekarang tapi karena aku menghormati keputusanmu dan kau telah membantuku membereskan para penjahat maka dari itu aku masih membiarkanmu" jelas Unchained.
Ketika aku mendengar permintaan polisi itu, aku hanya menjawab dengan sedikit tersenyum, "Terima kasih atas permintaanmu tapi maaf aku tidak bisa memenuhinya..."
Lalu aku berjalan melewati Unchained. Setelah berjalan beberapa langkah, Unchained berbicara dengan keras.
"Angkasa Gelap telah bergerak Leo!" seru Unchained, "Aku bisa memasukanmu ke dalam timku dan kamu bisa membalaskan dendammu!"
Akupun membalas dengan cara yang sama, "Maaf! Tapi aku punya cara tersendiri untuk menghadapi mereka! Jadi jangan ikut campur!"
Setelah mengucapkan hal itu aku langsung pergi meninggalkan dia dan meninggalkan kuburan. Kemudian aku mengendarai motorku kembali ke kafe. Ketika aku tiba di kafe, kafe terlihat sedikit ramai dan Aaron serta Macaron sedang sibuk melayani pelanggan. Aku melihat jam tanganku kembali yang telah menunjukkan waktu pukul setengah 4 sore. Sesudah aku membereskan motorku, aku berjalan masuk ke dalam kafe. Lalu aku melihat Albert telah berdiri di dekat pintu untuk menyambutku.
"Selamat sore Tuan, bagaimana perjalanan anda?" tanya Albert.
"Cukup melelahkan Albert," jawabku sambil menyerahkan jaketku, "Apakah klien sudah tiba?"
"Saat ini belum Tuan. Anda masih punya waktu sekitar dua jam untuk beristirahat sekaligus bersiap-siap" kata Albert menerima jaket kulit milikku.
"Aku akan ke kamar dulu untuk beristirahat dulu" kataku berjalan menuju kamar, "dan tolong pastikan keamanan ketika rapat nanti."
"Baik Tuan" kata Albert.
Aku berjalan menuju kamarku. Ketika aku sudah masuk kamar, aku langsung duduk di meja kerjaku dan memeriksa e-mail yang masuk di PC-ku. Pesan-pesan yang masuk cukup beragam seperti iklan, pekerjaan di kafe, bahkan pekerjaan pembunuhan. Setelah aku memeriksa pesan-pesan itu, aku langsung pergi membersihkan diri dan mengenakan baju untuk bertemu klien. Disaat persiapanku telah selesai aku segera bergegas turun untuk bertemu dengan klien. Sebelum aku berjalan turun, aku melihat foto keluargaku dan foto David yang letakkan di meja kerjaku. Melihat foto mereka membuatku sangat rindu dengan mereka, terkadang aku bertanya-tanya bagaimana keadaan mereka di alam sana. Meskipun begitu hal itu tidak mengubah niatku untuk membalas dendam kepada mereka yang telah menyakitiku dan membunuh mereka.
Sambil memegang foto mereka, aku berkata, "Tunggulah, akan kupastikan kalian tenang di alam sana..."
Aku meletakan foto mereka. Dengan langkah yang tenang aku berjalan turun menemui klien yang sedang menunggu di ruang rapat untuk melakukan pekerjaan kotor ini.