
Malam yang cukup gelap untuk berada di pelabuhan. Meskipun terdapat penerangan yang cukup, tetap terdapat bagian-bagian pelabuhan yang cukup gelap untuk bersembunyi salah satunya menara pengakut kontainer. Aku berdiri di salah satu menara dan mengamati keadaan gudang nomor tiga belas. Biasanya orang akan menggunakan teropong ketika berada di menara yang tinggi, namun berkat Aaron, topeng penyamaranku bisa digunakan untuk melihat jarak jauh.
Biasanya dalam misi aku selalu mengenakan pakaian yang serba hitam. Di mulai dengan stealth suit hitam dengan slot senjata yang menutup leher dengan pelindung siku, bahu, dan dada serta jaket hitam panjang yang dimana keduanya berbahan silikon karbon femto aktif yang memiliki kemampuan penetrasi nol sehingga membuat kedua pakaian itu pakaian anti peluru yang efektif. Selain itu aku juga mengenakan sepatu yang memiliki fitur tekanan udara yang bisa menahanku jatuh dari ketinggian, berjalan di dinding, dan melompat jauh serta topeng hitam yang menutup wajah, telinga dan rambut. Topeng tersebut memiliki fitur analisa, komunikasi, dan filter udara yang baru saja ditambahkan oleh Aaron.
Aku menekan salah satu tombol yang ada di topeng itu untuk berkomunikasi dengan timku mengenai keadaan yang ada di sekitar, "Laporan."
"Tidak ada keanehan di depan gudang" lapor Albert yang mengamati menggunakan teropong sniper.
"Disini masih tidak ada tanda-tanda polisi yang lewat" jawab Aaron.
"Macaron?" tanyaku.
"Dari hasil analisa pengawasan drone dan peretasan sistem, mereka baru saja membongkar muatan. Selain itu aku menemukan cukup banyak kamera pengawas yang terpasang di luar maupun dalam gudang" kata Macaron.
"Apakah kamu bisa mengamankannya?" tanyaku kembali.
"Hmm... kebanyakan kamera menangkap gambar orang-orang yang beraktifitas di dalam gudang. Akan tetapi terdapat banyak kamera yang jarang menangkap gambar yaitu di atas konntainer yang berfungsi sebagai kantor dan jebatan sekitarnya. Aku bisa mengamankan kamera-kamera tersebut sehingga Kakak tidak terlihat ketika masuk" jawab Macaron.
"Baik terima kasih Macaron, tetap waspada dan beritahu apabila ada perubahan" kataku.
"Hehehe, siap Kak Leo" tawa Macaron yang kemudian menutup komunikasi.
Aaron dan Albert telah aku perintahkan untuk berjaga-jaga apabila keadaan menjadi buruk. Albert bersembunyi di salah satu kontainer dan mengawasi depan gudang menggunakan sniper dan akan menembak apabila ada kericuhan yang terjadi untuk mengamankan gerak dan posisiku. Aaron menggunakan pakaian besi yang membawa persenjataan berat seperti meriam, misil, bahkan bom, berada di salah satu sektor gudang untuk menghalau para polisi dan gangguan pihak luar. Aaron dikenal sebagai Barbatos Full City yang dimana dia selalu menggunakan persenjataan berat jarak jauh. Untuk Macaron, aku tugaskan mengawasi dari markas menggunakan drone serta meretas sistem pertahanan dan penjagaan target atau musuh.
"Aku akan mendekati mereka" kataku melalui interkom.
Aku melompat terjun dari menara dan mendarat di atap gudang menggunakan tekanan udara dari sepatuku sehingga tidak menimbulkan suara sedikitpun. Lalu aku menghubungi Macaron untuk memberikan tanda bahwa aku akan segera menyusup, "Macaron, aku sudah tiba di atap."
"Baik, kamera sudah aku retas sehingga mereka hanya melihat rekaman sebelumnya. Kakak bisa masuk sekarang" kata Macaron.
Setelah konfimasi dari Macaron, aku masuk melalui salah satu jendela dan mendarat di atap kantor yang ada di dalam gudang. Sebelum aku masuk aku mengaktifkan mode tidak terlihat sehingga keberadaanku tersembunyi dan tidak ada kamera yang bisa menangkap gambarku kecuali kamera tersebut menggunakan kamera thermal. Kemudian aku merangkak mendekati pinggir atap kantor tersebut dan melihat kondisi dalam gudang yang tampak seperti supermarket yang ramai. Banyak orang yang hadir untuk membeli narkoba dan para anggota Taisen dan android terlihat berkeliaran kesana kemari mulai dari menjaga gudang, melayani pelanggan, hingga membawa barang-barang berat. Banyak figur-figur terkenal di pemerintahan di gudang ini dimana mereka datang untuk menjual hingga membeli barang yang dilarang negara itu.
"APA KAMU BILANG?!"
Dengan cepat aku sedikit menunduk dan melihat ke arah sumber suara. Seorang pria paruh baya sedang memarahi salah satu anggota Taisen dengan suara yang keras, "Aku sudah melakukan reservasi sejak tiga bulan lalu! Apa maksudmu kamu tidak bisa memberikan barang yang aku pesan?!"
"Maaf Tuan, kami menemukan ada kejanggalan dalam transaksi anda sehingga kami tidak bisa memberikan barang yang anda pesan" jawab anggota Taisen tersebut.
"Jadi kamu mau bilang aku ini seorang penipu?! Aku sudah memberikan bukti pembayaran ke kalian, jadi tidak mungkin aku ini menipu!" teriak pria itu kembali.
Keadaan semakin memanas, pelanggan lain mulai melihat keributan itu dan menjadi risih. Kejadian yang cukup wajar yang sering terjadi di pasar pada umumnya. Namun di tengah keributan, seorang wanita dengan dua android penjaga berjalan melewati pria paruh baya itu. Setelah wanita itu melewati pria itu, pria tersebut jatuh dan mengalami kejang-kejang.
Aku melihat wanita dengan seksama, wanita itu memiliki perawakan orang Timur dan memiliki tinggi sekitar 160 centimeter. Rambutnya cukup pendek sehingga sedikit mirip dengan pria dan dia mengenakan riasan wajah dengan lipstik berwarna merah. Dia mengenakan sweater merah, rok hitam, dan jas lab putih serta mengenakan sepatu heels tinggi dan tas pinggang yang ketat. Berdasarkan pengamatanku, ketika wanita itu melewati pria tersebut, ia menyuntikan sesuatu di leher pria tersebut.
"Tetrodotoxin. Salah satu racun yang menimbulkan kelumpuhan. Aku juga menambahkan obat lain yang menimbulkan kejang dan juga stimulan rasa sakit dengan dosis yang cukup besar," kata wanita itu.
Wanita itu mendekati pria paruh baya yang terkapar itu dan menendang *********** dan berkata dengan dingin, "Kau pikir kami ini orang-orang tolol? Kami sudah melacak bukti transaksimu dan kami memiliki bukti kalau kamu sering memalsukannya di pasar lain juga. Pemalsuanmu cukup rapi tapi di sistem kami, kami melacak hingga tukang sampah sekalipun."
Lalu wanita itu menjentikkan jari dan dua anggota Taisen mengangkat pria itu. "Bawa dia ke laboratoriumku. Akan kujadikan dia bahan percobaan racun baruku."
Setelah kedua anggota itu pergi, salah satu penjaga mendekati wanita itu dan berkata, "Nyonya Lao Mei, berdasarkan laporan yang ada salah satu pasukan android kita belum kembali dari misi pembunuhan wartawan sejak tiga jam lalu. Kami menemukan bahwa sinyal dari android itu sudah menghilang dan berdasarkan rekaman terakhir dia berhasil menembak wartawan itu."
Ternyata wanita itu bernama Lao Mei, salah satu petinggi dari Taisen yang dikenal sebagi Silent Viper. Dari tindakannya dia merupakan orang yang cukup kejam dan sadis, terlepas dari itu dia cukup cermat dalam melihat dan memprediksi situasi. Sambil bersembunyi, aku terus memperhatikan wanita dari kejauhan. Lalu aku melihat Lao Mei melihat ke arah penjaganya dan berkata dengan dingin, "Menembak? Hal yang aku butuhkan apakah dia itu sudah mati atau belum...?"
Kemudian Lao Mei menyalakan rokoknya dan menarik satu hisapan serta menghelanya. "Bagaimana rekaman kamera yang ada di android itu?"
"Maaf Nyonya, tidak ada rekaman yang diperoleh setelah tembakan itu" kata penjaga itu.
"Apa maksudmu?
"Setelah tembakan itu terlepas kami hanya menemukan seseorang menangkap wartawan itu ketika wartawan itu terjatuh. Lalu setelah tembakan kedua, tiba-tiba rekaman berhenti dan menghilang" jawab penjaga itu lagi.
Lao Mei berdiam diri dan berpikir. Setelah hisapan kedua dia berkata, "Seharusnya daerah seperti itu merupakan daerah yang biasa saja yang dimana hanya jalanan umum, gedung tinggi, dan satu kafe. Lalu pada jam tersebut semua aktivitas sudah berhenti kecuali kafe itu yang buka..."
Lalu Lao Mei memalingkan wajahnya dan melihat ke arah kantor. "Ada yang tidak beres dengan kafe itu, segera pergi dan selidiki kafe tersebut."
Penjaga itu membungkukan diri dan membalas, "Baik Nyonya."
Setelah mendengar percakapan mereka, aku mundur beberapa langkah dengan posisi yang masing mengawasi gudang.
"Macaron, kamu mendengar itu?" tanyaku melalui interkom.
"Aku mendengarnya Kak, sepertinya kafe kita akan diserbu oleh mereka" jawab Macaron.
Tentu ini akan menjadi situasi yang merepotkan. Meskipun di dalam kafe memiliki sistem keamanan akan tetapi aku berusaha menghindari pertumpahan darah di tempat itu. Di tengah aku sedang berpikir rencana menghadapi mereka, secara sesaat aku mendengar suara yang begitu keras yang melewati gudang tersebut.
"Suara ini? Pesawat jet?" pikirku.
Tiba-tiba ada beberapa benda keras menerobos atap gudang dan terjatuh ke lantai gudang hingga menimbulkan keretakkan dan debu bertebangan. Semua orang yang terkejut melihat hal tersebut termasuk Lao Mei. Setelah debu-debu tersebut menghilang, terlihat sekumpulan orang yang memakai seragam khusus bangkit membentuk formasi dan menodongkan senjata mereka ke orang-orang sekitar. Aku mencoba melihat lebih detil sekumpulan orang tersebut, mereka mengenakan seragam putih dengan plat besi pelindung mulai dari kepala hingga kaki, selain itu mereka mengenakan helm sehingga menutup wajah mereka secara keseluruhan, senjata yang mereka gunakan cukup beragam mulai dari assault rifle, SMG, hingga shotgun. Terlihat senjata-senjata itu menggunakan basis nanoteknolgi yang membuat senjata-senjata tersebut memiliki peluru yang tidak terbatas. Selain itu terdapat tulisan S.W.A.T yang dimana menandakan mereka adalah pasukan khusus kepolisian.
Lalu salah satu dari mereka maju beberapa langkah dan berdiri di tengah formasi. Orang tersebut memiliki seragam yang sedikit berbeda dari anggota pasukan khusus lainnya yang dimana seragam orang tersebut sedikit lebih tebal seakan ada senjata khusus pada seragam itu dan helmnya memiliki bentukan khusus dari helm lainnya. Ketika aku melihat seksama, aku menemukan bahwa dia membawa senjata yang sama seperti yang aku bawa sekarang. Kemudian orang itu membuka topeng helmnya dan aku menemukan bahwa orang tersebut adalah kapten pasukan khusus dan juga sang Heavenly Wolf, John Gabriel.
Dengan lantang John Gabriel berseru, "DIAM DI TEMPAT! Kalian telah melanggar aturan hukum narkotika mengenai pengedaran dan transaksi terlarang! KALIAN SEMUA DITAHAN!"