The Spectre And The Pandora Love

The Spectre And The Pandora Love
Hunting the Snake (3)



Aku tidak menduga bahwa pasukan khusus kepolisian akan ikut terlibat dan masuk dengan cara yang tidak terduga. Meskipun begitu baru kali ini aku melihat pasukan khusus seperti mereka, kinerja mereka cukup efektif terlebih lagi John Gabriel yang ikut terlibat dalam operasi mereka kali ini. Pasukan khusus kepolisian dikenal dengan aksi mereka yang begitu cepat dan presisi, mereka adalah kumpulan orang-orang yang dilatih khusus untuk mengatasi masalah yang tidak bisa diselesaikan oleh aparat biasa seperti terorisme, mafia, gembong narkoba, dan bahaya lain yang mengancam skala nasional. Setiap operasi mereka bergerak di bawah kementerian dan pertahanan langsung. Meskipun begitu terdapat beberapa rumor bahwa pasukan ini sering dimanfaatkan untuk sesuatu yang korup.


Situasi mulai memanas. Perbandingan jumlah antara pasukan khusus dan orang-orang sekitar sangatlah jauh. Terlihat para anggota Taisen siap menembaki pasukan khusus begitu juga dengan sebaliknya. Di tengah ketegangan yang terjadi, Lao Mei bertepuk tangan berjalan ke arah pasukan khusus. "Wow! Tidak aku sangka pasukan khusus akan menyerang tempat ini apalagi dilakukan oleh Heavenly Wolf, John Gabriel!"


Lalu Lao Mei berhenti beberapa jarak dari para pasukan khusus dan melipat tangannya dan terkekeh, "Jadi kalian pikir bisa menangkapku dengan jumlah orang yang sedikit itu? Aku pikir pasukan khusus merupakan orang-orang yang cukup pintar."


Tiba-tiba John menembakkan peluru dari senjata miliknya ke arah Lao Mei. Namun kedua penjaga Lao Mei bergerak dengan cepat dan menangkis peluru itu hingga mengenai salah satu anggota organisasi hingga anggota itu mati.


"Oh tidak sabar sekali~" ucap Lao Mei.


"Aku rasa tidak perlu banyak berbincang denganmu" kata John dengan tatapan dingin.


Kemudian satu dari anggota Taisen yang mengepung kepolisian berteriak dan memerintah para anggota lainnya untuk mulai memembaki para pasukan khusus kepolisian, "Habisi mereka!"


Para anggota Taisen mulai menembaki para pasukan khusus kepolisian itu. Dengan segera para pasukan khusus kepolisian mulai menyebar dan menghadapi para anggota. Di saat para pasukan khusus menyebar, beberapa dari mereka melemparkan bom asap kecil yang membuat orang-orang kesulitan untuk melihat. Adu tembak pun terjadi dan para pelanggan yang hendak melarikan diri ditembak mati oleh kepolisian untuk menahan mereka agar tidak kabur. Di antara tembakan yang terjadi, tampak para pasukan khusus tersebut dapat menahan tembakan peluru akibat seragam mereka yang seakan menyerap energi kinetik. Selain itu pergerakan mereka sangat terkoodinir untuk jumlah pasukan yang sedikit sehingga mereka bisa menghadapi orang dalam jumlah banyak dengan cepat.


Aku yang masih berada di tempat yang sama mengirimkan tangkapan kamera yang berada di topengku untuk dianalisa Macaron, "Macaron kamu melihat ini? Bagaimana menurutmu mengenai pasukan khusus dan target kita?"


"Aku sudah melihat data-data milik kepolisian, sepertinya mereka baru saja mengembangkan peralatan terbaru dan mengujinya pada operasi mereka malam ini. Peralatan mereka berupa seragam khusus yang berbasis teknologi nano dan persenjataan baru yang mirip dengan punya Kak Leo dan Albert" jelas Macaron.


"Bagaimana dengan Taisen?" tanyaku.


"Sepertinya mereka tidak akan bertahan lama, akan tetapi Lao Mei masih tetap tenang meskipun adanya baku tembak di depan dia" jawab Macaron.


Benar apa yang dikatakan Macaron. Tingkah laku Lao Mei cukup mencurigakan. Dia tidak bergerak sedikitpun dari tempat dia berdiri yang membuatku berpikir ada sesuatu yang tidak beres.


"Kamu tidak bisa kabur sekarang. Menyerahlah atau aku akan memberikanmu kematian yang tidak mudah" kata John yang berdiri di belakang pasukan yang mengepung Lao Mei.


Lao Mei masih terdiam. Kedua penjaganya masih melindunginya dengan posisi yang sama. Dari raut wajahnya tidak ada ekspresi takut atau merasa terancam sama sekali, melainkan hanya percaya diri yang tinggi. Kemudian Lao Mei melipat kedua tangannya dan meletakkan dagunya di salah satu telapak tangan. Ia pun tersenyum dengan sadis dan berkata, "Maaf tapi aku tidak tertarik untuk menyerah. Lagipula aku sudah menunggu saat dimana kalian menyergap tempat ini."


Lao Mei menjentikkan jarinya dan beberapa tutup kontainer yang menghadap ke dalam ruangan menjadi terbuka. Dari dalam kontainer yang gelap itu muncul banyak titik sinar merah dan terdengar suara langkahan suara layaknya seekor binatang. Beberapa saat kemudian muncul sosok-sosok yang mengerikan dari dalam kontainer itu.


Sosok-sosok itu seperti binatang buas layaknya singa, harimau, serigala, dan gorila. Mereka memiliki tubuh mesin dengan beberapa komponen organik. Taring dan cakar mereka sangat tajam dan sesuatu seperti air liur turun dari mulut mereka. Mata mereka yang merah seperti terbuat dari kamera inframerah yang berfungsi mendeteksi suhu sehingga membuat kesan seperti hewan reptil.


Para pasukan lain yang tidak mengepung Lao Mei menjadi sedikit panik melihat sosok-sosok itu dan mengarahkan senjata mereka kepada mereka. Ketika salah satu dari sosok-sosok itu melihat pasukan tersebut, secara spontan sosok tersebut langsung bergerak dengan lincah dan menerkam salah satu pasukan itu. Dengan pergerakan layaknya hewan buas, sosok dengan mudah menghancurkan seragam khusus yang dikenakan pasukan itu dan membunuhnya. John yang melihat itu segera memerintahkan pasukan lainnya yang mengepung untuk mundur, "Semuanya mundur dan bentuk formasi beta!"


Dengan cepat para pasukan khusus mundur dari Lao Mei dan  sosok-sosok itu segera menghampiri Lao Mei dan membentuk formasi untuk melindunginya. Lao Mei menghampiri salah satu sosok itu dan mengelus bagian punggungnya, "Bagaimana? Apa kalian suka peliharaan terbaruku, X-Borg? Mereka adalah cyborg terbaru yang Taisen ciptakan untuk bisnis perang."


"Aku sudah memperkirakan kehadiran kalian sejak tiga bulan lalu, tentu waktu yang tepat untuk menunjukkan kemampuan peliharaan-peliharaan ini" kata Lao Mei dengan senyum jahatnya, "Jadi hibur aku malam ini dengan menjadi tumbal mereka."


Para X-borg segera maju dan menyerang para pasukan khusus kepolisian. Ketika salah satu X-borg melompat ke arah John, John merubah senjatanya dalam bentuk pedang dan menebas X-borg tersebut menjadi dua.


"Bentuk kelompok masing-masing tiga sampai empat orang! Lakukan analisa dan habisi mereka!" perintah John kepada pasukannya.


"Roger!" balas mereka.


Para pasukan khusus segera membentuk kelompok masing-masing tiga sampai empat orang. Setiap X-borg yang menyerang segera mereka kepung dan dihabisi menggunakan jenis peluru dan senjata yang berbeda Meskipun pergerakan mereka sangat terkoordini namun para X-borg bergerak dengan cepat sehingga membuat mereka cukup kewalahan. Di sisi lain John dengan mudah menghadapi para X-borg dengan memadukan pertarungan jarak dekat dan juga jarak jauh. Lao Mei yang melihat John Gabriel menjadi sedikit gelisah dan memanggil banyak X-borg untuk melawan John Gabriel. Setelah memanggil para X-borg, Lao Mei memberikan isyarat kepada kedua penjaganya untuk segera pergi dari tempat itu.


Aku yang melihat Lao Mei yang bergerak secara diam-diam menyelinap ke salah satu jembatan besi dan mengikuti Lao Mei yang berusaha kabur.