The Spectre And The Pandora Love

The Spectre And The Pandora Love
Hunting the Snake (1)



Setelah kembali dari rumah sakit, Aaron, Macaron, dan aku melakukan rapat darurat di markas yang berada di bawah kafe. Markas ini merupakan pusat operasi kami dalam menjalankan pekerjaan dan misi yang melingkupi persiapan senjata, tempat latihan, hingga pengawasan wilayah dan pencarian data. Selain itu markas ini memiliki jalan-jalan labirin yang terhubung dengan beberapa bagian kota sehingga memudahkan kami untuk bergerak tanpa diketahui oleh kepolisian. Aku menemukan markas ini ketika masih kosong di saat mempersiapkan pembukaan kafe kembali. Setelah aku telusuri ternyata tanah tempat kafe ini berdiri bekas pusat operasi militer yang memiliki jangkauan yang luas. Sejak saat itu aku membangun markas ini sebagai pusat operasi misi kami, tentu dengan menggunakan tenaga ilegal agar markas ini tidak diketahui oleh publik.


Kami bertiga berdiri melingkar di meja rapat. Kemudian Macaron menampilkan denah pelabuhan kota di meja tersebut. Meja tersebut memberikan penggambaran tiga dimensi sehingga membuat kami mudah menganalisa tempat kejadian. Terlihat terdapat gudang-gudang yang berdiri secara beruntut di dekat pesisir pantai. Biasanya gudang-gudang tersebut merupakan tempat penyimpanan kapal dan juga barang-barang berupa bahan baku, peralatan nelayan, dan barang lainnya. Selain itu terdapat banyak tumpukan-tumpukan kontainer yang berada di belakang gudang-gudang tersebut serta terdapat banyak menara pengangkut yang ada di pelabuhan itu.


"Berdasarkan informasi yang kita peroleh dari Albert, penyerang kita berada di gudang nomor 13. Diketahui tempat tersebut menjadi lokasi jual beli narkoba yang diimpor dari negara Timur" jelas Macaron.


Kemudian Macaron melakukan perbesaran untuk melihat daerah itu lebih dalam yang menunjukkan lokasi gudang tersebut. Lalu dia juga menunjukkan beberapa layar yang menggambarkan kondisi di daerah itu.


"Lokasi ini dijaga ketat oleh banyak android dan orang sehingga akan sulit untuk menerobos gudang tersebut" tambah Macaron.


Aku melihat gambar-gambar yang melayang di atas meja monitor tersebut. Sepertinya akan sangat sulit menerobos pertahanan seperti itu terlebih lagi penjagaan andorid yang dikenal lebih handal daripada manusia.


"Apa kau bisa menembus yang ada di dalam gudang?" tanyaku pada Macaron.


"Masih sedang aku usahakan Kak, saat ini aku cuma bisa mendapatkan sebagian gambar dari dalam" jawab Macaron.


"Tolong perlihatkan" pintaku kepadanya.


Macaron menunjukkan gambar berikutnya yang merupakan bagian dalam gudang. Terlihat banyak kontainer yang tersusun di bagian pinggir dan salah satu kontainer membentuk kantor sederhana pada bagian pinggir tengah sehingga membuat bagian tengah gudang tersebut seperti lapangan atau lobby.


"Cukup terbuka ya Bos, akan sangat beresiko apabila kita menyerang dari depan" kata Aaron.


"Mereka sengaja membuatnya seperti itu agar bisa mengintimidasi orang yang datang kesana" balasku, " Apabila kita ingin menyusup maka kita harus benar-benar tidak terlihat oleh mereka."


"Apakah ada kemungkinan terutama orang-orang yang harus kita waspadai?" tanya Aaron.


Macaron melampirkan dua layar kembali. Layar pertama ada gambar anggota kepolisian dan satu lagi seorang wanita dengan kemeja merah dan jaket putih panjang.


"Ada dua hal yang harus kita waspadai yaitu keterlibatan kepolisian dalam kasus ini dan juga orang yang disebut sebagai Silent Viper" jawab Macaron, "Untuk kepolisian mungkin  kita sudah terbiasa dengan Unchained yang dimana Kak Leo sudah cukup kenal dengannya. Akan tetapi untuk kasus ini akan ditangani oleh sang Heavenly Wolf, John Gabriel, kapten dari pasukan khusus. Dia merupakan orang yang sangat keras terhadap para penjahat dan dia tipikal orang yang tidak segan untuk membunuh apabila orang tersebut merupakan ancaman bagi dia. Berdasarkan informasi yang beredar dia sedang menyelidiki sindikat mafia dan juga gembong narkoba yang berkaitan dengan Taisen."


John Gabriel. Kapten anggota pasukan khusus kepolisian yang bertugas untuk menangani kasus-kasus kriminal berat seperti *******, mafia, hingga bandar narkoba. Dia memiliki rekor sebagai seseorang yang memegang keadilan yang tertinggi dan tidak ragu untuk menegakkan apa yang dia percaya meskipun tanpa belas kasihan sedikitpun. Berdasarkan data diri yang dia miliki, alasan dia menjadi polisi adalah membalaskan dendam kekasihnya yang meninggal akibat bom bunuh diri yang terjadi 5 tahun lalu oleh organisasi Nine Satan. Dia memiliki tinggi yang sama denganku dengan rambut seputih salju dan kulit berwarna cokelat terang. Umurnya juga tidak jauh beda denganku sehingga aku bisa sedikit dimengerti apa yang dia rasakan.


Racun ya... misi kali ini tentu akan lebih sulit dari biasanya apalagi membicarakan racun dari organisasi Taisen. Racun-racun ciptaan mereka cukup merepotkan karena apabila terkena sedikit saja maka bisa jadi hambatan atau bahkan kematian itu sendiri.


"Aaron bagaimana menurutmu?" tanyaku pada Aaron.


"Aku sudah memeriksa data-data racun yang biasa mereka gunakan dan mengolah data-data tersebut untuk menciptakan berbagai penawar. Lalu aku juga memodifikasi seragam Bos terutama bagian topeng untuk bisa mengolah racun dan menyaring udara sekitar" jelas Aaron.


"Terima kasih Aaron. Tolong siapkan juga pistol ganda dengan pisau lempar. Siapkan juga obat penenang dengan beberapa granat seperti granat kejut, granat asap yang diisi obat penenang, dan granat peledak" pintaku.


"Bos, daripada menggunakan granat, aku baru saja menciptakan pisau lempar yang memiliki fitur yang bos ingin kan. Meskipun efektifitasnya menurun sebanyak dua persen namun masih cukup baik digunakan dalam misi ini" jelas Aaron.


Senjata baru? Rasanya akan sangat berguna terutama pisau lempar yang memiliki akurasi dan kepresisian yang tinggi, "Baiklah Aaron siapkan yang terbaik."


"Oh iya Bos," kata Aaron menyerahkan senjata yang aku gunakan barusan untuk melawan penyerang dari Taisen, "Aku sudah meng-upgrade senjata prototipe barusan. Aku baru saja menambahkan beberapa fitur baru salah satunya fitur pedang."


Ketika mendengar penjelasan Aaron, aku segera mencoba fitur tersebut dan sebuah bilah pedang melipat ke bagian depan senjata tersebut. Aku cukup takjub dengan perkembangan senjata terbaru ini dan senjata ini bisa menjadi pengganti beberapa alat sekaligus. Meskipun begitu aku tidak boleh lengah karena ketergantungan pada satu senjata bisa membawa bencana dalam menjalankan misi.


"Kerja yang bagus Aaron, akan tetapi siapkan katana yang biasa aku gunakan dan tolong siapkan juga peralatan lainnya terutama untuk Albert juga" perintahku kepadanya.


"Baik siap dilaksanakan!" tegas Aaron.


"Baiklah kalau begitu, untuk misi kali ini aku, Albert, dan Aaron akan turun menghadapi mereka semua. Misi kali ini adalah misi penghabisan dan penangkapan dimana tujuan utama kita adalah menghabisi semua yang terlibat dan menangkap Silent Viper serta menginterogasinya," kataku dengan tegas, "Macaron pastikan semua kamera tidak ada yang merekam kita di saat kita beraksi, awasi lokasi menggunakan drone ketika misi berlangsung dan laporkan semua kejadian melalui interkom. Kemudian Aaron, aku minta kamu menjadi perisai dan pengalih perhatian, kita akan membutuhkan tenaga yang besar untuk kali ini. Selalu standby dan tunggu perintah dariku dari jarak yang aman sekaligus awasi lokasi apabila ada polisi yang tiba. Sejauh ini apa kalian mengerti?"


"Siap Kak Leo! Aku akan awasi mereka dan menghalau semua informasi yang ada!" kata Macaron dengan semangat.


"Baik Bos! Saatnya kita mengamuk dan menghajar mereka!" kata Aaron dengan semangat juga.


Aku menghela nafas dan mengumpulkan fokusku untuk menjalankan misi kali ini. Setelah semuanya terkumpul sambil aku memukul meja dengan keras aku berkata, "Dengan ini misi 'Pemburuan Ular' kita mulai sekarang!"